Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 502 - Melanjutkan Kembali yang Tertinggal


__ADS_3

"Kerja yang bagus, Kou." Haruka tersenyum, memberi adik kecilnya sebuah usapan di kepala bahwa ia mulai berusaha keras menjadi seorang penerus.


Kou hanya bisa tersenyum canggung selagi menunjukkan ekspresi malu dengan wajah yang memerah, ia menutup wajahnya karena belum terbiasa berbicara seperti tadi.


Beberapa menit kemudian, Minami mulai menghubungi Shira untuk melaporkan masalah tentang sebelumnya, semuanya telah di cegah dan di atasi tanpa mengandalkan bantuan dari Ayahnya.


"Ayah..." Minami melihat layar virtual yang menunjukkan Shira.


"Ya...? Ada apa? Kamu terlihat bahagia."


"Kami berhasil, Ayah! Tidak ada lagi konflik yang akan membesar dan menyebar kemana-mana... Dengan ini, kami masih bisa melanjutkan turnamen itu!"


Minami mulai menceritakan semuanya kepada Shira sehingga ia sempat terkejut mendengarnya karena kedua anaknya berhasil mengalahkan keturunan Rxeonal juga.


Berita seperti itu sudah cukup untuk membuat Shira bangga, ia menganggukkan kepalanya dan mengacungkan sebuah jempol kepada putrinya karena berhasil mencegah masalah yang bisa saja berakhir besar.


"Kerja yang bagus, nak. Selanjutnya, kamu hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk memenangkan turnamen, aku akan menunggu ketika waktu itu tiba." Shira tersenyum.


Minami mulai bertambah semangat untuk memenangkan turnamen tersebut karena ia ingin memperbaiki semua kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya, ia menepuk kedua pipi dengan ekornya yang bergerak cepat.


"Hm! Aku akan meneruskan kemenangan Ibu!" Minami menunjukkan tinjunya kepada Shira.


"Hahaha... Kamu terlalu bahagia ya..."


"Hehehe... Lagi pula, aku terlalu senang melihat adikku berhasil mengalahkan musuh terkuat untuk pertama kalinya berkat usahanya itu."


"Hahaha, benar juga. Aku senang dia sudah berkembang, untuk sekarang, kamu masih harus tetap menjaganya saja."


"Hm, baiklah, Papa."


***


Shuan membuka kedua matanya, kali ini ia merasa lebih baik dari sebelumnya berkat penyembuhan yang diberikan oleh Honoka, ia bisa melihat Kou sedang menjaganya sendirian sedangkan yang lainnya mencoba untuk mengurusi beberapa kerusakan.


"Kou..."


Kou tersenyum, memberi Shuan sebuah pelukan erat sehingga ia bisa merasakan pemulihan yang lebih besar lagi sekarang sampai ia memeluknya juga.


"Aku berhasil... Tidak ada lagi yang namanya kegagalan atau kekalahan, dengan ini..."


"Aku akan mencoba untuk bertambah lebih kuat lagi agar bisa menghentikannya mereka yang sudah berada di atasku..." Shuan mengeratkan pelukannya karena usaha yang ia lakukan mampu membuat dirinya bersedih.


Di dalam niat itu terdapat rasa ingin melindungi Kou yang tidak berdaya soal pertarungan dan melindungi dirinya sendiri, Kou bisa mengetahuinya dan ia hanya bisa tersenyum lalu memberikan Shuan sebuah kecupan di pipi.


"Selanjutnya, aku akan mencoba lebih keras lagi, Kou. Demi Touriverse dan tentunya dirimu..." Shuan memegang kedua bahu Kou selagi menunjukkan ekspresi yang serius.


"Aku juga akan berusaha... Agar bisa menjadi Legenda normal, yang dapat melakukan apapun dengan biasa..." Kou mengangguk, ia mulai mendekati wajahnya dengan Shuan lalu memberi dirinya sebuah kecupan di bibir.


Mereka berdua mulai saling membagi kehangatan dari ciuman bibir sampai Shuan merasakan kekuatan besar yang mengalir ke dalam tubuhnya ketika menerima ciuman itu.


Kedua penglihatannya sampai menunjukkan dunia putih yang begitu indah dengan awan emas dimana-mana, ia melihat sesosok misterius berjubah putih berdiri di hadapannya, menunggu ketika waktunya telah tiba.

__ADS_1


"Heaven's Connection."


Kedua pendengarnya mendengar suara yang sangat tidak asing sehingga ia mulai mengingat tentang Korrina.


"Polisi masuk!" Seru Shou yang membuka pintu dengan cara yang kasar sehingga Kou berhenti mencium bibir Shuan lalu menoleh ke belakang dengan wajah yang memerah.


"Shuan, kau akan di tahan selama 20 tahun karena sudah berciuman dengan seorang gadis kecil---" Methode menepuk kepalanya.


"Hentikan."


"Ya..."


"Methode... Shou... Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Masalah kalian itu, Oskadon, telah sepenuhnya terkalahkan." Shuan mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya masih terasa nyeri.


"Tidak boleh bangun dulu..." Kou mulai memberi Shuan sebuah pijatan di kedua bahunya.


"Sial... Sepertinya efek dari kekuatan neutron itu terlalu berlebihan untuk tubuhku, aku harus bisa mendapatkan peningkatan dari Neutron Ascension untuk menahan risikonya." Ungkap Shuan sehingga Methode dan Shou mulai duduk di atas kursi.


"Soal masalah itu, seharusnya kami berterima kasih kepada dirimu terutama semua teman-temanmu juga. Seperti biasanya, semesta yang asli tidak pernah mengecewakan apapun..." Kata Methode.


"Apakah sudah saatnya kalian untuk kembali?" Tanya Shuan.


"Tidak, kami akan menikmati waktu lebih lama lagi di tempat ini."


"Minami yang memaksa karena ia menginginkan kami mengikuti turnamen itu juga..."


"...sepertinya suamiku akan merasa iri karena aku pergi terlalu lama sampai mengikut turnamen segala." Kata Methode.


"Kalau begitu, Shuan, selanjutnya aku tidak akan kalah melawanmu di turnamen nanti!" Shou mengepalkan tinju kanannya.


"Tunggu... Kalian sudah berkeluarga? Apakah kalian sudah mengabarkan mereka?" Tanya Shuan.


"Kakakmu yang menghubungi mereka dan kita beruntung untuk mendapatkan ijin..."


"Sisanya juga Minami yang berbicara kepada Morgan agar kami bisa mengikuti turnamen itu."


Ketika mendengar berita bagus seperti itu, Shuan mulai bertambah semangat sehingga ia menunjukkan ekspresi serius bahwa turnamen nanti, masih ada kesempatan untuk bertarung melawan Methode dan Shou.


"Baiklah, mari kita berusaha lebih keras lagi...!"


***


"Apa?! Kamu tidak ingin ikut?" Minami terkejut ketika mendengar jawaban dari seorang Legenda yang pernah bertarung melawan Zangetsu juga.


"Bukannya tidak ingin sih, masih banyak tugas yang harus aku urus sepertinya..."


"...semesta Yuusuatouri palsu sangat lah besar dan dipenuhi dengan misteri yang belum di ketahu sebelumnya."


"Tapi aku ingin bertarung denganmu suatu saat nanti, Arisu..."


"Hahaha, mungkin lain hari, aku akan bersedia bertarung denganmu... Kalau begitu, aku akan pergi dulu untuk melihat-lihat artefak."

__ADS_1


"Ya, hati-hati, Arisu."


"Semoga beruntung, Minami. Aku yakin kamu bisa mengalahkan Kakak dan adikku." Arisu tersenyum lalu ia memutuskan alat komunikasinya.


Minami menghela nafas panjang, ia mengharapkan sebuah pertarungan besar dari Arisu yang memiliki kekuatan [Omni-Light] tetapi ia terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya soalnya meneliti artefak dan fosil.


Minami mulai berjalan pergi menuju kantin karena ia baru saja mendengar Morgan mengumumkan sebuah pesta lagi, kali ini mereka semua akan menikmati makan-makan yang begitu besar.


Beberapa menit kemudian, Minami baru saja sampai dan ia sudah melihat seluruh temannya mulai mengajak dirinya ke tempat yang sudah di sediakan untuk dirinya.


Minami duduk di atas kursinya, melihat seluruh teman-temannya yang berpesta sehingga perasaan bahagia bisa tersebar dimana-mana.


Shuan bersama Kou baru saja sampai, mereka bisa melihat lengan kanan Shuan yang masih diselimuti dengan perban, efek dari neutron itu sangat besar untuk tubuhnya sehingga membutuhkan waktu untuk pulih.


"Kita telah kedatangan pahlawan sepertinya." Bakuzen mulai menatap Shuan, mereka semua langsung menyediakan sebuah kursi untuk Shuan dan Kou.


"Tidak... Kalian juga melakukan hal yang terbaik untuk mencegah masalah itu, kita sebagai Legenda seperti biasanya bertanggung jawab walaupun selalu menarik masalah!" Ucap Shuan selagi memegang sebuah gelas yang berisi jus.


""Itu benar, apapun yang terjadi, tanggung jawab dan harga diri yang paling utama!"" Semua orang mulai mengangkat gelas mereka dan saling bersilangan.


Di lanjutkan dengan menyantap makanan yang sangat lezat karena Morgan meminta seluruh koki untuk membuat makanan paling lezat sebagai ucapan terima kasih.


Haruka melihat Minami hanya memakan sayuran, walaupun ia sudah beberapa kali Honoka tawarkan daging, ia terus menolaknya dengan ekspresi yang terlihat mual.


"Minami, kenapa kamu tidak memakannya?" Tanya Haruka.


"Ahh... Mungkin seiring waktu dan hari telah berjalan, instingku jadi lebih menonjol dengan hewan dan alam sampai aku sendiri..." Minami tersipu karena dirinya sudah tidak tahan memakan daging.


"...yah, uh, aku kan memiliki seluruh hewan dan tumbuhan di dalam tubuhku jadi ketika memakan daging, aku merasa seperti seorang kanibal." Minami terkekeh selagi menggaruk pipinya sendiri.


"Heh...? Kanibal?" Haruka terlihat terkejut ketika mendengarnya.


"Informasi yang cukup menarik, kucing kecilku. Itu artinya kamu juga memiliki kemampuan hewan ya...?" Tanya Honoka.


Minami hanya mengangguk, "Itu artinya kamu pasti memiliki kemampuan sapi bukan? Itu artinya..."


Honoka tersenyum jahat sehingga Haruka memiliki firasat buruk ketika melihat adiknya tersenyum seperti itu, bukan hanya itu saja tetapi kedua tangan Honoka mulai ia gerakan.


"Kebetulan aku haus, apakah kamu memproduksi susu sapi yang lezat di dalam sini, Minami?!" Tanya Honoka selagi meremas dada Minami dengan agresif.


"Ahhh--- Hentikan... Henti... Hyan... Honoka, jangan bodoh dan berpikir jauh seperti itu!" Minami tersipu merah karena Honoka menganggap dadanya dapat memproduksi susu sapi.


"Hehehe... Ayolah, kamu pasti bisa kan?" Honoka tersenyum dengan penuh godaan.


Haruka menepuk kepala Honoka, "Hentikan... Mesum."


"Ahahaha, hanya bercanda." Honoka berhenti melakukannya lalu ia menatap kedua tapak tangannya yang merasakan sensasi berbeda.


"Sepertinya bertambah lembut dan besar ya..."


"Ugh... Hentikan..."

__ADS_1


__ADS_2