
"Jika seperti ini kita tidak akan bisa bertahan lama, Megumi." Ucap Hana sambil mengusap darah yang keluar melalui mulutnya.
"Santai saja... kau harus menghadapi situasi apapun dengan tenang, jika sihirmu berdasarkan air maka apa yang harus lakukan adalah menjadi air sungai yang terus mengalir dengan tenang."
"Air terjun juga sama... kau harus bisa mengalir dengan tenang tetapi dapat melukai musuh, suara keras dari air terjun yang menyebabkan suara keras contohnya..."
Kata-kata Megumi membuat Hana semakin termotivasi bahwa ia bisa melihat seorang istri dari Legenda legendaris yang memiliki rasa percaya diri pas.
Hana sadar bahwa dirinya membutuhkan lebih banyak latihan dan belajar untuk bisa menandingi sahabatnya sendiri yaitu Minami, Megumi juga termasuk karena ia mirip seperti dirinya.
Megumi melihat Regulus melepaskan petir besar dari atas langit tetapi Megumi mengubah semua sihir itu menjadi elang emas yang menyerang Regulus secara berkelompok.
"Kekuatan cahayaku berdasarkan makhluk hidup dan tumbuhan juga... sama seperti Minami tetapi memiliki beberapa perbedaan tersendiri."
"Golden Life dan Golden Creature... aku dapat mengubah apapun menjadi cahaya lalu memberikannya nyawa... seperti tumbuhan atau hewan yang aku mau." Megumi melihat Regulus saat ini sedang di tahan oleh semua elang emas itu.
"Aku serahkan serangan kombinasi kepadamu...!" Megumi mengeluarkan sayap elang lalu ia melesat ke depan, mencoba untuk menyerang Regulus.
Megumi melakukan sebuah putaran lalu melancarkan satu serangan tetapi tubuhnya langsung tertangkap oleh tapak Regulus yang begitu besar, dengan cepat Hana mulai menghantam punggung Regulus dengan ombak.
Serangan itu tidak memberi efek apapun sehingga Regulus tersenyum lalu mengeratkan genggamannya sampai ia bisa merasakan tulang Megumi mulai secara perlahan.
"Hnggghhhh...!!!" Regulus melakukan sebuah putaran lalu ia melempar Megumi kepada Hana sampai mereka berdua mulai saling menabrak.
Regulus muncul di sebelah mereka lalu melepaskan petir besar yang berhasil mendorong Hana dan Megumi ke belakang dengan kulit yang terkupas karena petir itu.
Megumi muncul di hadapan Regulus tetapi ia menerima satu pukulan sedangkan Hana yang muncul di atas kepala Regulus langsung menarik satu tendangan salto yang mampu mendorong mereka semua ke belakang.
Megumi dan Hana mulai mengepung Regulus beberapa kali tetapi kecepatan dan refleks mereka tidak mampu menandingi Regulus yang terus meningkat berkat efek dari Legend's Charisma.
Seluruh atributnya terus meningkat tiada batas berkat seluruh penduduk Legenda yang mempercayai dirinya sebagai raja dari segala Legenda yang akan mendapatkan apapun.
Regulus mulai memegang kedua tubuh mereka lalu ia terbang menuju dasar lautan lalu menghantam mereka tepat di batu runcing yang menembus perut mereka.
""AAAAHHHHHH!!!""
Regulus mengubah tubuhnya menjadi petir yang mampu mengubah lautan itu menjadi lautan yang dipenuhi aliran listrik dengan volt yang tak terbatas sampai mereka terus menjerit kesakitan.
Hana muncul tepat di belakang Regulus lalu mengeluarkan naga Leviathan tetapi Regulus berhasil menghantam naga itu menggunakan petir yang berbentuk seperti tinju besar.
Regulus menoleh ke belakang lalu menahan satu serangan gelombang cahaya, ia mulai mengalirkan tenaga listrik yang besar ke dalam sihir milik Megumi sampai ia terdorong ke belakang.
Regulus melepaskan sihir tinju yang berbentuk listrik ke arah Megumi tetapi ia mulai mendorongnya menggunakan putaran dari ekornya yang melepaskan angin emas yang terus mendorong petir itu ke belakang.
Regulus berubah wujud menjadi petir itu lalu menabrak Megumi sampai ia terjatuh di atas tanah dengan kulitnya yang sudah menunjukkan dagingnya.
__ADS_1
Megumi merapatkan giginya lalu ia melebarkan mulutnya sampai sirkuit sihir besar muncul lalu melepaskan gelombang cahaya ke arah Regulus.
Hana mengangkat kedua lengannya lalu ia menciptakan naga Leviathan besar yang ia lempar tepat di belakang Regulus sampai ia terjebak di tengah-tengah sihir mereka.
Regulus menangkap semua sihir itu lalu melemparnya kembali kepada Megumi dan Hana.
Megumi langsung menyerap kembali semua sihir itu, Hana juga melakukan hal yang sama, setelah itu ia langsung melepaskan gelembung besar melalui tubuhnya sampai ia dapat mengontrol kekuatannya dengan baik.
Regulus melaju cepat ke arah Hana lalu menghantam wajahnya tetapi Hana berhasil menjebak Regulus di dalam gelembung itu sehingga ia melepaskan ombak besar tepat di hadapan Regulus.
Serangan ombak itu tidak memberi efek apapun kepada Regulus yang melayang tepat di hadapannya dengan senyuman psikopat karena tidak sabar untuk mandi menggunakan darah mereka.
Regulus mencoba untuk melepaskan aliran listrik lainnya tetapi Megumi muncul di hadapannya lalu mengubah semua sihir itu menjadi hewan emas yang menabrak tubuhnya beberapa kali.
Hana melayang lebih tinggi ke atas lalu menghantam tubuh Regulus menggunakan Leviathan yang terbuat dari air, setelah itu Megumi melepaskannya gelombang cahaya melalui mulutnya.
Semua serangan yang mereka lakukan tidak memberi efek apapun kepada Regulus yang memiliki peningkatan durabilitas tanpa perbatasan apapun.
Regulus memegang erat tubuh mereka lalu melemparnya ke atas langit sehingga ia mulai mengepalkan kedua tinjunya yang memiliki petir hitam.
"Megumi, tolong tahan dia sebentar sampai aku mengumpulkan sihir air yang berjumlah lebih banyak." Hana memejamkan kedua matanya.
"Baik...!!!" Megumi mengepakkan kedua tinjunya lalu ia melepaskan cahaya emas yang membuat kedua mata silau sampai pergerakannya berhenti seketika.
Regulus dan Megumi melesat menuju arah satu sama lain lalu saling bertukar serangan yang setara, Megumi memiliki semua kekuatan yang cukup untuk menandingi Regulus berkat listrik yang terus menyambar tubuhnya.
Regulus menghantam perut Megumi lalu muncul tepat di belakangnya selagi melakukan tendangan yang mendorong dirinya ke depan.
Megumi melepaskan raungan singa yang menggagalkan sihir Regulus, Megumi terbang ke depan lalu menembus tubuh Regulus dengan bantuan dari tubuhnya yang berubah dari cahaya.
Regulus melebarkan kedua matanya sehingga punggungnya mendapatkan sambutan dari gelombang sihir emas dari belakangnya, Megumi sempat melihat Regulus berhasil melindungi tubuhnya dengan elektromagnetik.
"Kecepatan kilatnya itu tidak bisa aku remehkan begitu saja... sangat berbahaya jika di biarkan tanpa perlawanan apapun." Ungkap Megumi.
Megumi mengangkat kedua lengannya, mengumpulkan cahaya melalui seluruh alam semesta sampai membentuk gumpalan emas yang besar, sihirnya itu mulai menyebar dan menyerang Regulus dalam arah yang berbeda.
"Kau tidak akan bisa menandingi seorang raja Legenda, Neko Legenda. Kau adalah ras gagal yang mencoba untuk meniru Primal Legenda..."
"...kucing seperti kalian lebih baik pantas menjadi budak pemuas hasrat nafsu, dan pelampiasan kekuatan karena sembilan nyawa yang kalian miliki itu."
"Sekarang aku harus benar-benar memastikan bahwa kau tidak memiliki jaminan selamat apapun... hanya penderitaan dan siksaan yang akan kau rasakan!!!"
"Kau akan menderita...!!! Kau akan menjadi kucing tanpa tubuh...!!!"
"Kau masih mengira Neko Legenda itu sama seperti yang dulu...? Kita semua sudah berubah sampai mampu mengendalikan Beast yang berada di dalam diri kita sendiri..."
__ADS_1
"...semua itu karena bantuan dari putriku sendiri yang bernama Shiratori Minami... karena dirinya, kita semua telah menjadi bangsa Legenda yang diakui oleh sebagian penduduk Touri!"
"Sudah cukup, aku akan memperlihatkan potensi penuh dari bangsa Neko Legenda...!!!" Taring dan cakar Megumi mulai bertambah panjang sampai kedua matanya memancarkan cahaya merah.
"Aku akan menerima amarah itu... menjadikannya sebagai sumber kekuatan dan kesempatan dalam kemenangan ketika menyiksa dirimu...!!!" Rambut Megumi bertambah semakin panjang.
"Primal Legenda jauh lebih buruk di bandingkan Neko Legenda tetapi aku tepat menghargai mereka semua karena kita satu bangsa yang sama..."
"...bangsa Legenda!!!"
Regulus menangkap tubuh Megumi lalu membanting di atas tanah tetapi ia menyadari tubuh Megumi yang berubah menjadi bongkahan emas sebagai tumbal.
Regulus melihat bongkahan emas itu menggerakkan lengannya tetapi ia mulai melakukan serangan kombinasi terhadap bongkahan emas itu tanpa henti sampai petir terus menyambarnya.
Regulus menyadari keberadaan Megumi di belakangnya, ia dengan cepat menangkap tubuhnya lalu membantingnya di atas daratan beberapa kali, setelah itu melemparnya ke depan.
Regulus muncul tepat di belakang Megumi lalu melepaskan petir hitam yang menyambar tubuhnya tetapi Megumi berhasil melawan balik dengan melancarkan serangan cakar yang berhasil meninggalkan luka tebas.
Megumi bergerak begitu cepat sampai seluruh serangan yang di lakukan oleh Regulus mulai berubah menjadi kucing, singa, dan harimau yang membantu Megumi untuk mencakar tubuhnya beberapa kali.
"Light of Hope...!!! Tingkatan jutaan...!!!" Megumi menggunakan sihir peningkatan cahaya yang dapat menambahkan kekuatan dan kecepatan secara jutaan kali lipat sampai setiap serangannya tidak dapat di lihat oleh Regulus sekarang.
Serangan yang di lakukan oleh Megumi setiap detik juga sudah berjumlah tidak batas, semua daging Regulus terbuka lebar karena menerima cakaran yang terasa menyakitkan bahkan cahayanya sempat membakar isi tubuhnya.
"Light of Hope...!!! Tingkatan triliun!!!" Megumi mulai menendang wajah Regulus beberapa kali sampai membawa tubuhnya menuju daratan.
Ekor Megumi menciptakan beberapa gumpalan cahaya yang mulai meluncur ke arah tubuh Regulus sampai meledak, setelah itu ia melepaskan dorongan cahaya melalui kedua tapaknya sampai Regulus terus terdorong ke belakang.
Regulus berubah menjadi petir lalu muncul di belakang Megumi untuk menghancurkan tubuhnya tetapi serangan yang ia lakukan tiba-tiba menembus tubuhnya sampai Megumi menghantam tengkuk Regulus menggunakan ekornya.
Regulus terjatuh di dalam gua, ia kembali bangkit lalu melihat Megumi yang mendarat tepat di hadapannya selagi membuka mulutnya lebar.
"Shining...!!!"
"Neko Legenda...!!!" Regulus tersenyum jahat lalu berjalan ke depan dengan tubuh yang sebesar gorila.
"Amarahmu tidak ada artinya dengan kemampuan alami dari Ancient Legend..."
"...Justice!!!" Megumi melepaskan gelombang emas besar ke arah Regulus sampai menabraknya tetapi tidak cukup untuk menghentikannya yang masih berjalan mendekat.
Megumi berlutut seketika karena Lenergy yang ia alami mengalami pengurangan drastis sehingga ia kembali bangkit lalu melepaskan aura berwarna kuning sampai rambutnya kembali menjadi pendek.
"Lenergy ku bisa saja habis jika menggunakan semua kekuatan yang belum aku kendalikan secara keseluruhan..."
"...dengan bantuan dari Legend's Ultra Boost... seluruh kekuatan, kemampuan, dan kecepatannya meningkatkan setiap luka yang ia terima..." Ungkap Megumi.
__ADS_1
"...Legenda memang memiliki banyak kemungkinan karena kemampuan alami itu."