Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 547 - Golden Nature: Beast vs Water of Merged Leviathan


__ADS_3

Minami mendarat di atas tanah dengan wajahnya yang terasa kesakitan, Hana hanya bisa tersenyum serius karena merasa puas dengan kekuatan yang ia dapatkan.


Minami kembali bangkit, "Bergabung dengan Leviathan, aku tidak menyangka kau akan melakukannya...!"


"Kekuatan Leviathan mengalir deras di sekeliling tubuhku, Lenergy ku terus meningkat dan ini terasa sangat hebat...!!!" Tubuh Hana melepaskan ombak besar dan dorongan yang mampu membuat Minami tertekan.


Minami mencoba untuk tidak terbawa arus dengan ombak itu jadi ia menginjak daratan sekuat tenaga selagi menatap Hana yang terus mengalami peningkatan kekuatan dan Lenergynya.


"Minami...! Sekarang aku akan menghajar dirimu dan memperlihatkan kekuatan hebat ini...!!!" Hana melesat ke depan lalu melancarkan satu serangan, untungnya Minami berhasil menghindar dengan melompat ke atas.


Walaupun Minami menghindar, ia bisa melihat sebuah air berbentuk Leviathan mulai menabrak perutnya, Hana mengangkat kedua lengannya lalu melancarkan serangan lebih kekuatan.


Minami berhasil menahan serangan itu di detik akhir sebelum serangan tadi mengenai puncak kepalanya dan bisa saja menghancurkan kerangkanya, serangan yang ia tahan mampu membuat kedua kaki Minami masuk ke dalam daratan.


Kekuatan yang begitu kuat bahkan tubuh Minami mengalami getaran besar, "Kekuatan dan kecepatan itu..."


"...jauh lebih unggul di bandingkan diriku sekarang." Minami mendorong Hana sehingga ia melihat Hana melancarkan beberapa tendangan yang mengenai wajahnya.


Ia mengakhiri serangan dengan menendang hidung Minami menggunakan lututnya, Minami terhempas ke belakang dengan hidung yang mulai berdarah bahkan seluruh penonton mulai panik melihat Minami terus terluka.


Hana mengangkat tubuh Minami menggunakan ombak yang ia muncul lalu ia menghantam tubuh Minami beberapa kali menggunakan semua ombak itu sama tubuh Minami menerima rasa sakit yang begitu perih.


"Kekuatan ini...!!! Terus bertambah lagi dan lagi, terima kasih, Leviathan!!!" Kedua iris mata Hana memancarkan cahaya besar bahkan lambang Envy nya terus mempengaruhi Hana dengan rasa iri hati.


Minami melepaskan dorongan besar, membuat Hana terkejut ketika melihat Minami memunculkan sebuah sayap emas besar di belakang punggungnya, sayap yang memiliki bentuk seperti elang.


"Mulai serius ya...?" Minami mendarat di atas tanah dengan tatapan tajamnya, sekarang insting Minami mulai melihat Hana sebagai mangsanya.


"Sudah waktunya, aku menunggu dirimu meningkatkan lebih jauh lagi tentang kekuatan dari alam itu."


"Membicarakan soal waktu, aku ingin menahan diri lebih lama lagi untuk mencapai semuanya secara bertahap tetapi jika aku terus melakukannya maka dirimu bisa saja menjatuhkanku."


Perkataan Minami semakin membuat Hana iri karena ia terus berkata seolah-olah ia masih jauh lebih kuat darinya, lambang Envy nya mulai bereaksi sampai membuat aura Hana bertambah besar.


Membuat Minami tersenyum serius karena ini yang ia tunggu dari Hana, dosa Envy yang membantu dirinya untuk terus bertambah kuat hanya dengan merasa iri kepada seseorang.


Hana mulai melepaskan raungan Leviathan yang begitu keras sampai daratan mulai melepaskan gelombang air ke atas, Minami semakin tidak sabar melihat Hana yang dipengaruhi dengan dosa Envy dan Leviathan.


Kali ini ia dapat melihat Hana yang terlihat sangat agresif dan buas dalam pertarungan, beda seperti biasanya dimana ia selalu menunjukkan perasaan lembutnya.


Semua gelombang air itu mampu menciptakan hujan badai yang jauh lebih besar dan ekstrem, membasahi tubuh Minami beberapa kali bahkan arena di sekitarnya mulai retak ketika menerima hujan deras yang terasa perih sekarang.


Tubuh Minami terutama kepalanya terus menerima cipratan hujan yang cukup menyengat sampai ia menaikkan auranya untuk menghindari semua tetesan air hujan tersebut.


"Minami...! Pertandingan ini... Final ini... mari kita bertarung dengan benar, menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuan kita tanpa harus menahan sedikit pun kekuatan!" Hana menatap tajam Minami.


Seluruh penonton mulai bersorak keras ketika melihat pertarungan bertambah semakin sengit, Minami terkejut ketika melihat para penonton tidak menyadari tatapan mengerikan Hana yang mengandung tatapan Leviathan.


Sepertinya hanya Minami saja yang dapat melihatnya sehingga ia mencoba untuk berhati-hati agar tidak membuat Hana terpengaruh secara berlebihan karena naga Leviathan itu.


Minami dan Hana melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan beberapa serangan yang dipenuhi dengan kekuatan, serangan yang terusĀ  teradu melepaskan banyak tekanan dan dorongan.


Sihir air dan cahaya mereka mampu menciptakan sihir yang baru yaitu bunga bermekaran di sekitar mereka tetapi semua bunga itu melepaskan banyak cahaya dan air yang mampu menghancurkan sekeliling arena.

__ADS_1


Hana terus mengayunkan kedua pedangnya tetapi Minami berhasil menghapus kedua pedang itu dan perutnya langsung menerima satu sampai Hana tersenyum serius.


Minami ikut tersenyum lalu ia melepaskan raungan singa lagi sehingga mereka berdua mengeluarkan sirkuit sihir besar di atas kepala mereka, sirkuit itu melepaskan gelombang cahaya dan air yang begitu tebal.


Kedua gelombang itu mampu mendorong Minami dan Hana ke belakang lalu mereka kembali melesat ke atas langit lalu melancarkan beberapa serangan secara bersamaan.


Serangan yang Hana lakukan secara bertubi-tubi berhasil di tahan oleh Minami hanya menggunakan kedua tinju emasnya itu.


"Aku tahu kau masih menyembunyikan kekuatan lainnya...!!! Jangan membuat diriku menunggu lagi karena aku ingin melawanmu dengan semua kekuatan yang kau miliki...!!!"


"Aku akan melakukannya jika kau mendorongku ke jurang paksaan! Kekuatanmu sekarang belum cukup...!!! Kau tidak mampu membuat diriku puas seperti biasanya!" Jawab Minami dengan tatapan serius.


Minami melompat ke belakang, melihat Hana mengangkat lengan kanannya lalu menciptakan sebuah gelembung air besar yang di kelilingi dengan gelombang air.


"Sihir dan Lenergy yang sangat besar...!" Minami tercengang ketika melihatnya, Hana langsung melempar gelembung itu ke depan.


"Light of Hope...!!! Tingkatan seratus!!!" Minami mulai mencampur kekuatannya dengan sihir cahaya peningkatan yang meningkatkan seluruh atributnya seratus kali lipat sehingga ia mulai menghantam gelembung itu ke atas langit.


Lengan kanan Minami berubah menjadi merah seketika karena menerima gelembung yang cukup menyengat, air yang Hana lepaskan sekarang mengandung banyak kekuatan.


Bahkan menyerangnya sedikit saja akan menyebabkan rasa perih yang terasa, lengan kanan Minami yang merah mengeluarkan beberapa darah sehingga ia tersenyum serius karena Hana terus bertambah kuat berkat dosa Envy itu.


"Sialan~ Kau benar-benar hebat, Minami! Aku tidak mengharapkan tantangan sulit apapun itu karena kau lah yang tersulit, kau adalah Shiratori Minami..."


"...tantangan tersulit dari segalanya bahkan aku merasa tidak sabar untuk terus menghajar dirimu dan menunjukkan kekuatanku yang bertambah kuat lagi dan lagi!!!" Hana melempar beberapa gelembung ke arah Minami.


Minami maju ke depan dan melewati semua itu lalu ia meraung keras sehingga melepaskan satu pukulan emas ke arah Hana, Hana berhasil menahan serangan itu tetapi ia langsung terhempas ke belakangnya.


Kedua lengan Hana bergetar seketika dan melepaskan beberapa asap ketika menahan serangan mengandung banyak kekuatan itu.


"Entah kenapa aku semakin bertambah kuat lagi dan lagi, terus... mengalir seperti air terjun yang tidak ada batasnya!!!" Hana melepaskan aura besar yang mampu membuat Minami tersenyum serius.


"Aku juga...!!!" Minami melakukan hal yang sama dan Hana mulai melesat ke arah Minami, mencoba untuk melepaskan satu serangan penuh dengan kekuatan dan tenaga.


Namun, Minami menghilang seketika lalu muncul kembali tepat di hadapannya dengan tatapan serius, ia menghantam perut Hana cukup dalam sampai seluruh tubuhnya bergetar seketika.


"Guggghhh!!!" Hana terhempas ke belakang dengan gelombang cahaya yang terlepas melalui punggungnya itu.


Ia terjatuh di atas tanah dan menciptakan debu yang begitu besar, Minami mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap Hana yang kembali bangkit, kali ini ia bisa merasakan kesakitan dari serangan tadi.


"Pukulan tadi cukup menyakitkan, Minami. Simpan yang selanjutnya karena pukulan tadi adalah hal terakhir yang akan kau kenakan padaku!" Seru Hana keras, terdengar suara Leviathan yang menggema melalui suaranya.


"Hahaha... ini Hana yang selalu aku ingin lihat dan lawan, tidak ada penahanan diri melainkan dosa iri hati yang mempengaruhimu sampai membuatmu kuat."


"Apakah kau siap?!" Hana melempar beberapa gelembung lagi ke arah Minami.


"Kau pikir aku akan tertipu dengan serangan yang sama!?" Minami melepaskan Shining Justice melalui mulutnya, menciptakan ledakan emas di hadapannya sampai pohon besar mulai muncul.


Minami lengah seketika pohon itu mengeluarkan banyak ombak di hadapannya, Minami mencoba untuk menghapusnya menggunakan cahaya tetapi Hana muncul di belakang Minami dan menarik ekornya kasar.


"A-Apa...!?" Tubuh Minami lemah seketika, ia tidak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat ekornya karena Minami terlalu fokus memperkuat kedua lengan dan sihirnya.


Ia melupakan soal ekornya yang kuat tetapi Hana berhasil menariknya dengan kasar, tenaga dan kekuatan ia gunakan sampai membuat dirinya lemas seketika.

__ADS_1


"Kena kau...!!!" Hana menendang tengkuk Minami sampai menyebabkan suara patah tulang yang begitu keras bahkan tendangan itu mampu melempar Minami ke depan sampai Hana mencabut ekornya.


"Uagggghhhhhh...!!!" Minami terlempar cukup jauh dan hampir saja keluar dari arena, untungnya ia mendarat di batasan arena dengan kondisi yang terluka parah.


Kekuatan dari Golden Nature Minami hilang seketika karena terlalu lengah dan santai sehingga inilah hasil yang ia dapatkan.


"Kakak?! Apa yang kau lakukan...!? Kenapa kau bisa lengah seperti itu!?" Shuan tercengang ketika melihat Minami pingsan ketika menerima satu serangan fatal.


Seluruh penonton bahkan di serang dengan banyak kejutan ketika melihat Minami pingsan, Shira dan Megumi bahkan tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat Minami telah kehilangan ekornya.


"Kerja yang bagus, Hana! Sekarang cepat jatuhkan, Minami!!!" Seru Arata keras karena ia ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa keturunan Shimatsu akan tetap nomor satu.


"Aku ingin sekali melanjutkan pertarungan ini dalam waktu yang cukup lama tapi kau sudah pingsan, aku hanya perlu menjatuhkan dirimu sekarang..."


"...waktunya untuk merasakan kekalahan, Minami." Hana terlihat khawatir ketika ia bertingkah terlalu berlebihan bahkan sampai mencabut ekornya itu.


Hana tidak bisa mengontrol atau menahan diri karena sudah sepenuhnya terpengaruh oleh dosa dan Leviathan, ia mencoba untuk mengakhiri Minami tetapi ia dikejutkan dengan Minami yang mulai bergerak.


"Ahh...? Bagus, Minami." Hana tersenyum serius, menantikan pertarungan lainnya.


Minami kembali bangkit dengan kedua mata yang tertutup, "Tidak... semua ini belum berakhir, Hana."


"Ahhh!!! Itu dia!!! Ciri khas dari seorang keturunan Shiratori...!!! Tetap bangkit walaupun terjatuh!" Seru Jorgez keras sampai membuat semua penonton merasa lega lalu kembali menyemangatinya.


"Minami..." Shira merasakan sesuatu yang janggal ketika melihatnya, mungkin serangan fatal tadi yang ia terima adalah tindakan yang ia sengaja untuk membuat Hana bisa mendorongnya jauh lebih tinggi lagi.


"Kau masih ingin melanjutkannya, Minami? Jika ya maka hindari serangan ini!!!" Hana melempar beberapa gelembung lagi ke arah Minami.


Minami merapatkan giginya sehingga cahaya murni dan alam muncul seketika, menyelimuti tubuhnya itu sehingga semua serangan Hana menembus tubuh Minami dan tidak memberikan efek apapun.


"... ...!?" Hana merinding seketika merasakan sesuatu yang berbeda darinya, keberadaan dan esensinya menghilang seketika tetapi ia masih bisa melihatnya.


Tidak setitik cahaya atau kekuatan bisa ia rasakan dari Minami, semuanya terasa hilang seketika, Hana mulai melepaskan tsunami besar ke arah Minami.


Minami hanya bisa berdiri tegak selagi menatap tsunami itu yang melewati tubuhnya, Hana terkejut ketika melihat Minami masih berdiri tegak dengan tubuh keringnya.


"Tubuhnya tidak menerima kebasahan dari airku... Apa yang terjadi...?" Hana mengelakkan kedua tinju, dosa iri hatinya mulai mempengaruhi Hana lebih besar lagi.


Minami membuka kedua matanya yang bercahaya, Hana seketika tidak bisa melihat pupil atau iris matanya lagi melainkan cahaya yang begitu emas dan indah.


Cahaya yang terasa alami dan natural dari alam serta seluruh makhluk hidup yang menghasilkan cahaya, hanya partikel emas dan aura tenang yang bisa terlihat dari tubuh Minami.


"Apakah ini kekuatan yang kamu dapatkan sejak berlatih di dalam kubus waktu, Shiratori Minami!?" Seru Hana.


Minami tidak menjawab karena dirinya merasa sangat tenang dan damai berkat kekuatan yang berada di tingkat paling atas, ia berhasil mengikuti tahapannya untuk menggunakan kekuatan tersebut.


"Minami mendapatkan Legend's Boost ketika menerima serangan tadi... Batasannya tidak hancur tetapi kemampuan alaminya mampu meningkatkan seluruh kekuatannya itu." Shira mulai berbicara.


"Kenapa... kenapa aku tidak bisa merasakan dirinya sedikit pun." Rokuro hanya bisa merasakan Hana dan seluruh kekuatan di arena itu, tidak untuk Minami.


"Shuan, apakah kau tahu kekuatan yang Minami gunakan?"


"Itu bukan kekuatannya melainkan kemampuan alaminya dari insting seekor hewan dan Neko Legenda..."

__ADS_1


"...Golden Mother's Nature: Bioluminescence."


__ADS_2