
"HAAHHHHHHH...!!!" Hana langsung mengerahkan kekuatan penuh ketika mengetahui Regulus kembali dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan sampai ia sendiri tidak memiliki keyakinan akan berhasil.
"Legenda berpotensi seperti dirimu membela bangsa Neko Legenda...? Cukup menyedihkan... aku mengharapkan banyak dari putri Shimatsu!!!" Regulus mulai melepaskan lebih banyak petir.
Semua petir itu mulai menyambar seluruh Neko Legenda itu satu per satu tetapi mereka masih bisa maju sampai melakukan beberapa lompatan ke arah Regulus untuk menyerangnya.
Regulus mengubah tubuhnya menjadi petir yang berhasil menyengat mereka semua sampai semua bulu-bulu mereka mulai gosong, kulit juga bahkan sampai terkupas menunjukkan isi dari daging.
Hana muncul tepat di hadapan Regulus lalu ia melakukan sebuah putaran dengan jumlah ombak besar di belakangnya, ia melakukan satu tendangan dengan serangan ombak yang di kombinasikan.
Regulus menjentikkan jarinya sampai gorila petir di belakangnya mulai menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pernafasan petir yang berhasil mengalirkan listrik ke seluruh ombak itu sampai mengenai semua bangsa Neko Legenda.
"Tendanganmu terlalu lambat... bukannya begitu...?" Tanya Regulus yang selama ini menahan pergerakan Hana dengan mengalirkan tubuhnya dengan listrik sampai pergerakannya terasa lambat.
"Lebih baik kau tunduk dan sembah satu-satunya Kaisar Legenda yang akan memimpin semua bangsanya sampai puncak paling tinggi dengan masa depan yang begitu indah..." Regulus menyentuh wajah Hana lalu mendorongnya ke depan.
Hana menerima sambaran petir yang lebih menyakitkan sampai tubuhnya mengeluarkan banyak darah, lengan kanannya meledak karena menerima aliran listrik yang begitu besar bahkan gendang telinganya juga ikut pecah.
Hana terjatuh di atas tanah karena zirah yang ia kenakan berhasil dilewati oleh sihir Regulus sampai ia merapatkan giginya kesal, menggunakan semua lautan di sekelilingnya menjadi sumber pemulihan baginya sendiri.
"Ini adalah definisi dari keadilan yang sebenarnya... kalian yang lemah dan tidak menyembah seorang Kaisar akan menerima neraka..."
"...mau tidak mau kalian harus bisa menerimanya, segalanya... karena aku sang Kaisar Regulus Khan telah mengubah kembali era Legenda di masa depan menjadi era kuno yang berjalan seimbang!"
Hana melihat semua Beast Neko Legenda yang bertarung itu mulai meraung keras sampai hilang kendali, mereka mulai menghancurkan apapun di sekitarnya demi melukai Regulus.
Regulus masih tetap berada di posisinya yaitu atas langit, tidak perlu melakukan pergerakan apapun karena sihirnya berada di puncak yang begitu tinggi sampai ia tidak membutuhkan fisik untuk menyelesaikan masalah.
"Seperti yang aku katakan sebelum kau datang... aku akan menghentikan dirimu, demi... demi..." Hana berhasil memulihkan seluruh lukanya sampai selamat dari kondisi sekarat yang artinya ia mendapatkan Legend's Boost.
Semakin banyak luka yang dimiliki, dan luka itu terasa menyakitkan maka semakin besar Legend's Boost yang di dapatkan, Hana sempat melihat patung Minami mulai runtuh, melihatnya saja sudah kesal.
"Kau tidak akan pernah berhenti untuk tetap memberontak sesuatu yang salah ya...? Apakah kau tahu Kaisar jauh lebih agung di bandingkan Dewa...?"
"Apa itu Dewa untuk Kaisar sepertiku...? Apa itu Ratu Touriverse untuk Kaisar sepertiku, dan apa itu Neko Legenda bagi bangsa kita yaitu seorang petarung bar-bar!" Regulus memasang tatapan kesal.
"Mungkin kau akan mengerti jika kekuatan Saint ini menghancurkan dirimu secara pelan-pelan... di mulai dari seluruh organ sampai anggota tubuh itu..."
"Masa bodoh! Aku tidak begitu peduli dengan Kaisar, atau apapun itu karena kau hanya merugikan bangsa kita sendiri...! Bangsa Legenda yang seharusnya bersatu dan bertanggung jawab menyelesaikan masalah apapun...!!!"
"Menyalahkan seseorang tidak akan mengubah fakta yang sudah terjadi, rasa bencimu kepada bangsa Neko Legenda membuat dirimu tidak lantas untuk menjadi pemimpin...! Pemimpin yang benar itu dapat menerima satu sama lain!"
"Tidak ada yang namanya memandang riwayat, fisik, dan kekuatan! Kita bangsa Legenda itu berbeda-beda tetapi potensi kita tak terbatas sampai membuat kita menjadi seorang ras yang menulis banyak sejarah...!!!"
Hana menyebabkan hujan badai yang begitu ekstrem sampai ombak di lautan menciptakan tsunami yang begitu besar untuk melindungi semua pasukan Neko Legenda itu dari serangan petir suci.
"Kita yang lemah... kita yang tindas karena di anggap lemah... sama-sama memiliki potensi yang tak terbatas! Semua jalan tidak ada yang mustahil...!!! Neko Legenda juga sama...!!!"
"Salah satunya adalah Shiratori Minami yang mengalahkan Dewa Agung Zoiru dan Dewi agung waktu!!!" Kedua mata Hana memancarkan cahaya biru sampai lambang Envy mulai muncul.
"HAAAAARRRGGGGGHHHH!!!" Hana melepaskan kekuatan penuh sampai ia terbang menuju arah Regulus dengan semua air yang ia kumpulkan sampai membentuk seekor Leviathan yang sangat besar.
Hana berada di dalam naga tersebut sampai Regulus bisa melihat Leviathan bersama seluruh tsunami mulai mengincar dirinya, mencoba untuk melukainya yang sudah tidak bisa di sentuh sama sekali.
"Nikmati lah ini... hukuman Kaisar kepada rakyat rendah sepertimu! [Divine Electro-Magnitude!]" Regulus tersenyum jahat sampai gorila di belakangnya membuka mulutnya lebar.
Mengeluarkan lingkaran petir suci yang mengandung banyak volt dan watt kuat sehingga cukup untuk meledakkan tubuh Hana sampai tidak menyisakan apapun dengan aliran listriknya.
Gorila itu mulai menghancurkan sihir tersebut dengan kedua tapaknya sampai ia mulai mengulurkan kedua lengannya ke depan lalu melepaskan beberapa sihir yang tadi di ciptakan melalui mulutnya.
Aura Leviathan itu berhasil menahan semua serangan itu sehingga Hana merapatkan giginya lalu mengepalkan tinju kanannya sampai ia menembus dada Gorila itu.
"Apa...?" Regulus menaikkan alisnya ketika melihat Leviathan itu mulai menembus dada Gorila yang seharusnya memiliki pertahanan begitu tebal.
Hana yang berada di dalam tubuh Gorila itu bisa merasakan banyak sekali sengatan listrik yang begitu kuat sampai ia mulai menghantam jantung Gorila itu lalu terbang dengan penuh kecepatan ke atas untuk menghancurkan otaknya.
"Ternyata kau memang putri dari Shimatsu Arata... memang mustahil tetapi aku memberimu poin untuk itu." Regulus mengulurkan lengan kanannya ke belakang, menahan tabrakan naga Leviathan itu.
Pukulan Hana saja berhasil Regulus tahan menunjukkan ekspresi yang terlihat kesusahan, ia hanya bisa memasang tatapan serius selagi memandang naga itu.
"Terdapat banyak kekurangan di dalam dirimu sampai kau tidak mengetahui sopan santun yang benar... apakah kau memiliki harga diri, Legenda?" Tanya Regulus.
"Kaisar hanya bisa di lihat dan di sembah saja... menyentuhnya seperti ini sama dengan dosa yang begitu buruk di bandingkan kekuatanmu." Tubuh Regulus mengalirkan banyak listrik ke dalam lengannya.
Regulus melepaskan petir yang begitu besar sampai menghapus Leviathan itu, mengubahnya menjadi air yang memiliki aliran listrik kuat sampai menyebar ke seluruh air yang berada di dalam planet Legenia.
Aliran listrik itu terus mengalir sampai mengenai beberapa kerajaan dan menyambar mereka yang tidak sengaja menyentuh air sungai dan toilet, masalah sekecil itu sudah bisa menyusahkan semua orang.
"UAAAAGGGGHHHHH!!!" Hana menjerit keras ketika tubuhnya terus menerima sambaran petir itu sampai anggota tubuhnya perlahan-lahan hancur satu demi satu.
Tulangnya juga mulai gosong sampai berubah menjadi debu, "Pendosa sepertimu berhak mendapatkan hukuman dari seorang Kaisar yang belum di sembah dan hormati!"
"Mendekati sang kaisar tanpa izin saja sudah mendapatkan hukuman mati... tetapi kau dengan beraninya menyentuh kulitku yang begitu suci!"
__ADS_1
"Hukuman yang kau dapatkan sudah tidak bisa kau ingat lagi, sekarang rasakan hukuman itu satu per satu bersama seluruh bangsa yang tidak berguna...!!!" Regulus melempar Hana ke arah pulau itu.
"Electro-Magnitude Hammer!!!" Regulus mengangkat kedua lengannya sampai menciptakan beberapa palu yang begitu besar, terbuat melalui listrik suci.
Semua palu itu mulai menghantam pulau itu sampai hancur dan terjatuh menuju lautan, palu itu terus berjatuhan sampai beberapa Neko Legenda sempat tertimpa, setengah dari tubuh Hana juga bahkan sampai menabrak palu itu.
Semua palu yang sudah menyentuh daratan memancarkan cahaya yang begitu suci sampai menyengat tubuh mereka, "Judgement Call..."
Regulus menjentikkan jarinya sampai meledakkan semua palu itu menjadi sambaran petir yang terlepas sampai ke luar angkasa, setengah dari planet Legenia sekarang memiliki aliran listrik yang begitu kuat sampai membunuh semua makhluk hidup seperti hewan.
BAAMMMMMM!!!
Tumbuhan juga sampai gosong, kerajaan yang berada dekat dengan Regulus juga tidak memiliki harapan untuk selamat ketika menerima petir sucinya yang mengandung banyak hukuman Kaisar.
"Hahahahaha...!!! Rasakan hukuman dari Kaisar untuk seumur hidupmu, bangsa Neko Legenda dan tentunya Hana!" Regulus melihat daratan dipenuhi dengan aliran listrik suci yang terus bermunculan.
"Dan sejarah baru akan terlahir... Seorang Kaisar Legenda dengan potensi penuh dari Saint Legenda, Regulus Khan." Regulus tersenyum puas.
Rokuro, Shuan, dan Asriel muncul dalam waktu yang tepat, dengan cepat Shuan mengeluarkan Golden Earth untuk menyembuhkan semua bangsa Neko Legenda yang masih hidup.
Semua tumbuhan yang mati kembali mengembang dengan warna emas sampai membuat raut wajah Regulus berubah seketika karena ia melihat bangsa Neko Legenda dengan kekuatan yang cukup menjanjikan.
"Mengabaikan diriku... langsung memperbaiki sesuatu yang sudah aku hukum adalah dosa... kalian adalah pendosa yang baru saja masuk ke dalam hukuman." Regulus menyilangkan kedua lengannya.
"Kakak...!" Rokuro melihat setengah tubuh dari Hana sudah menghilang, berubah menjadi debu hitam karena menerima sambaran listrik dari jarak yang begitu dekat.
Shuan bisa merasakan beberapa sengatan listrik di daratan rendah sehingga ia melayang ke atas selagi menstabilkan pemulihan dari Golden Earth.
Asriel juga melakukan hal yang sama sedangkan Rokuro mengabaikan semua listrik suci itu karena tato Greed di lehernya berhasil menyerap semua listrik suci itu lalu mengubahnya menjadi listrik biasa.
Hana mulai memegang erat tangan Rokuro karena ia sendiri tidak memiliki kekuatan yang pas untuk mempertanggung jawab kan semua nyawa Neko Legenda yang perlahan-lahan musnah satu per satu.
"Rokuro... dia... terlalu kuat... lari... lari...!" Seru Hana keras sehingga Rokuro merasa sangat kesal melihat Kakaknya hampir saja mati jika ia bersama kedua temannya tidak datang.
Kedua mata Rokuro memunculkan lambang Greed sampai ia mengerahkan kekuatan penuh lalu mengeluarkan sebuah sabit untuk menyerang Regulus lalu menyerap seluruh kekuatannya sampai habis.
"Dasar pendosa yang tidak tahu diri...!!! Berani-beraninya kau menyiksa seorang Kaisar seperti diriku sejak menjebak diriku di dalam jam pasir!!!" Regulus memunculkan lebih banyak palu listrik lagi.
"Electro-Magnitude Hammer!!!" Regulus melempar semua palu itu ke arahnya tetapi Rokuro melepaskan satu gelombang tebas yang membuka celah sampai menyerap semua palu itu menjadi Lenergy untuk dirinya sendiri.
Rokuro muncul tepat di atas Regulus lalu ia mengayunkan sabitnya itu ke arahnya sehingga Regulus menahan bilah sabit itu menggunakan kedua jarinya dengan merapatkannya.
ZBAASSHHHH!!!
Aliran listrik mulai terkumpul penuh di jari telunjuk Regulus sehingga ia menusuk perut Rokuro lalu melepaskan petir perak yang begitu besar sampai punggungnya meledak lalu mengeluarkan banyak sekali darah.
Asriel melebarkan matanya ketika melihat beberapa tulang dan organ melalui punggung Rokuro sudah berlubang karena serangan petir itu.
Regulus memotong bilah sabit itu lalu ia mendorongnya lagi dengan sentuh tapaknya sampai kulit di wajahnya mulai terkupas, Rokuro terpental menuju daratan dengan luka fatal yang ia terima.
"Rokuro...! Lebih baik kita selesaikan masalah ini bersama...!" Seru Shuan selagi menumbuhkan sebuah tumbuhan emas di luka Rokuro sampai memulihkan kondisinya.
Rokuro kembali bangkit, kali ini mendapatkan Legend's Boost yang begitu efektif karena luka yang hampir saja membunuh dirinya.
"Aku memerintah kalian untuk tetap diam di posisi jika ingin melanjutkan hukuman yang ringan... sekali menolak maka Kaisar sepertiku akan menghukum kalian dengan cara yang memuaskan."
"Kalian menolak untuk berhenti melakukan dosa tetapi... tetap saja, keras kepala... tidak menuruti perintah mutlak dari seorang Kaisar seperti diriku!"
"Pada akhirnya... kalian tetap pendosa yang sudah tidak bisa diberikan ampunan apapun." Mahkota Regulus mulai memancarkan cahaya suci sampai ia mengangkat jarinya.
Ia berhasil mendapatkan lebih banyak pasukan Legenda karena mereka mulai menyembah dan menganggap dirinya sebagai seorang kaisar, jarinya mulai mengalirkan listrik yang berjumlah besar.
Sebuah listrik suci yang berbentuk bulat mulai membesar di jari telunjuknya, semua sihir itu ia dapatkan melalui semua penduduknya tanpa harus mengeluarkan kekuatan yang ia miliki.
"Kita lihat saja... tidak ada lagi sejarah dimana bangsa Neko Legenda musnah, tidak dalam pengawasanku!" Seru Shuan yang mulai menggunakan kekuatan dari Golden Solar System.
"Kalau begitu... rasakan hukuman ini, hukuman yang cocok untuk pendosa tanpa ampunan seperti kalian! [Electro-Magnetron Hammer]!!!" Aliran listrik itu membentuk palu kotak yang begitu besar.
Palu listrik yang memiliki ukuran sebesar kota mulai melesat ke arah mereka semua, Shuan mulai memunculkan semua planet emas lalu ia membuka mulutnya lebar sampai memunculkan sirkuit sihir emas.
"Cahayaku akan menjadi harapan sementara untuk Neko Legenda... semua yang diberikan oleh Kakakku adalah sebuah harta yang harus di lindungi dengan nyawa...!"
"Untuk bangsa Neko Legenda... untuk memusnahkan kaisar tidak berguna sepertimu... demi masa depan yang akan datang bagi generasi Legenda baru!"
"Aku mengalirkan semua harapan bangsa Neko Legenda dan Kakakku sendiri di dalam gelombang cahaya ini...!!!"
"Shining...!!!"
"...JUSTICE!!!" Shuan melepaskan gelombang emas yang begitu tebal dan besar melalui mulutnya sampai menabrak palu itu sehingga saling mendorong satu sama lain.
Tekanan yang besar mulai menyebar kemana-mana sampai menghancurkan daratan lalu melayangkan beberapa batu-batuan kecil karena aliran listrik itu yang memiliki efek dorongan di dalamnya.
"Nrrrgghhhh!!!" Shuan terdorong ke belakang, kekuatannya tidak cukup untuk menandingi sihir Regulus yang terus ia dapatkan melalui penduduknya sendiri.
__ADS_1
Semua Beast Neko Legenda itu terus mengamuk karena mengenai sengatan listrik sampai mereka bergerak ke segala arah selagi menghancurkan apapun yang menghalang.
"Hah! Dasar Neko Legenda tidak berguna...! Apakah kau bisa mengulang semua perkataan itu!?"
"Tch...!!!" Shuan terus terdorong ke belakang sampai ia menginjak daratan cukup dalam agar tidak terdorong sampai kehilangan keseimbangannya.
"Kau sudah kalah... sekarang, berikanlah salam kepada semua Neko Legenda yang sudah mati bahwa tetaplah berada di jalan Kaisar Regulus Khan!"
"Percuma saja kau mengatakan omong kosong itu...! Sebagai putra dari Shiratori Shira, aku tidak mengetahui apa arti dari menyerah yang sebenarnya!!!" Seru Shuan keras sehingga ia melepaskan kekuatan yang lebih besar.
"Itu benar, Shuan... kau beritahu mereka bahwa Shiratori memang keras kepala soal urusan menyerah." Rokuro berdiri di sebelah Shuan selagi memunculkan sirkuit sihir besar melalui tapaknya.
"Rokuro..."
"Dengan mengalahkan kaisar, kita harus bersatu... bekerja sama demi menciptakan solusi yang pas untuk menghentikan si sialan itu." Kata Asriel selagi mengubah semua petir dan listrik itu menjadi es.
"Asriel..."
"Oi, Kaisar yang tidak berguna... biarkan aku memberikan dirimu sebuah kata yang bermakna..." Kedua lengan Rokuro diselimuti dengan kegelapan yang mengandung dosa Greed.
"Jangan pernah meremehkan seorang Mortal yang tidak memiliki julukan spesial... apalagi mereka yang lemah sampai bisa menginjak tingkatan atas." Rokuro melepaskan dua gelombang kegelapan yang mulai mendorong palu itu lalu menyerap semua listriknya sedikit demi sedikit.
"Dan lebih penting lagi... jangan pernah sekali menganggap bahwa Legenda memiliki batasan! Kita semua mempunyai potensi tak terbatas!!!" Seru Asriel yang mengubah semua listrik itu menjadi es satu per satu agar bisa menghentikan peningkatan palu itu.
"Jet Dark Pulse...!!!" Asriel melepaskan serangan tembakan tajam berelemen kegelapan yang mampu menembus sihir petir itu agar tidak menghentikan gelombang sihir milik Rokuro dan Shuan.
"TIDAK PEDULI SEBERAPA BANYAK KEKUATAN KALIAN BERSATU... KALIAN MASIH BELUM MENYEMBAH DIRIKU!!! TIDAK ADA KEKUATAN APAPUN YANG LAYAK!!!" Regulus menaikkan suaranya.
"KEKUATAN PENUH!!!" Teriak Shuan keras.
""HAAAARRRRGGGGHHH!!!""
"Sihir ketiga Legenda itu berhasil mendorong palu itu mundur sampai menyebabkan ekspresi Regulus berubah menjadi kaget.
"BANGSA LEGENDA TIDAK MEMBUTUHKAN KAISAR TOLOL SEPERTI DIRIMU...!!!" Shuan menambahkan kekuatan Neutron sampai palu itu mulai hancur.
Regulus merapatkan giginya lalu ia menyentuh sihir mereka menggunakan kedua tapaknya yang mendapatkan aliran listrik.
"Haahhhhhh!?"
BAAAAMMMMMMM!!!
Terjadi ledakan yang begitu dahsyat di atas langit sampai menyebabkan dorongan besar yang mampu menghempas mereka semua ke belakang sampai ketiga Legenda itu berbaring di atas tanah.
"Kerja... kerja bagus..." Shuan duduk di atas tanah lalu ia menatap asap hitam di atas langit.
"... ...!!!" Mereka semua tercengang ketika melihat Regulus masih hidup tanpa menerima luka goresan apapun di tubuhnya.
Dengan satu tapak yang mendapatkan banyak listrik, ia berhasil menghentikannya tetapi ekspresinya terlihat begitu kesal karena mereka telah melukai seorang Kaisar lebih jauh.
"Brengsek...!" Rokuro menghantam daratan dengan penuh rasa kesal melihatnya masih hidup.
"Aku... aku sudah muak melihat wajah kalian semua..."
"MUSNAH LAH!!!" Regulus merentangkan kedua lengannya sampai menciptakan petir suci yang begitu besar sampai menyambar mereka bertiga.
""UAAAAAAAAGGGGGGHHHHHH!!!""
"Masih belum cukup...!!!" Regulus memunculkan sebuah palu listrik yang ia kumpulkan melalui semua keberadaan penduduk yang mempercayainya.
Regulus mencoba untuk melempar palu itu ke arah mereka tetapi ia merasakan keberadaan Hana di sebelahnya sehingga ia mengalihkan pandangannya itu kepada Hana.
"Kau kembali untuk menerima lebih banyak hukuman!?" Tanya Regulus dengan nada yang kesal.
"Regulus...!!!"
"Bersiaplah... aku akan menghapus semua listrik itu sampai kau menerima airku ini!" Tubuh Hana mengeluarkan banyak sekali air sampai membentuk naga Leviathan yang jauh lebih besar.
"Dasar pembela masalah yang tolol...! Untuk apa kau melindungi makhluk seperti mereka...!? Bukan listrikku yang akan di hapuskan melainkan eksistensimu itu!"
"Dengan menyebut nama Kaisar Regulus Khan yang begitu agung dan maha kuasa, aku menghukum dirimu dengan palu ini!!!" Regulus melempar palu yang jauh lebih kuat ke arah Hana.
Hana maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan sehingga kecepatan Leviathan itu bertambah sampai kepalanya menabrak palu itu lalu mencoba untuk mendorongnya.
"Grraggggghhhh!!!" Ekspresi Regulus terlihat tertekan sampai kesusahan karena naga Leviathan yang menabrak palu itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.
"Hnggghhhh!!!" Hana terus mengalirkan semua kekuatan penuhnya ke dalam satu pukulan itu agar Leviathan yang ia panggil dapat menabrak tubuhnya.
"KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYENTUH DIRIKU...!!!"
"...DASAR MAKHLUK RENDAHAN!!!" Palu itu mulai bertambah besar.
"AKU GUNAKAN HARAPAN EMAS YANG AKU DAPATKAN UNTUK MENGHENTIKAN DIRIMU!!!"
__ADS_1