Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 829 - Mencoba untuk Bersikap Biasa dalam Liburan


__ADS_3

"Ugh... panas sekali..." Konomi membuka kedua matanya lalu ia melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul tiga pagi.


Ia mulai bangkit dari kasurnya lalu melihat mereka semua tertidur dengan nyaman, entah kenapa angin panas yang ia rasakan semakin kuat sampai suhu dingin yang dilepaskan melalui tubuhnya tidak memiliki rasa.


Konomi berjalan keluar melewati pintu itu untuk mencari udara segar, ia berjalan keluar dari dalam penginapan itu lewat belakang sampai udara dan embusan angin yang dirinya rasakan terasa semakin panas.


"Kenapa musim sejuk bisa sepanas ini...?" Tanya Konomi yang mulai berkeringat, dirinya segera menarik-narik kerah bajunya untuk mengumpulkan angin dingin.


Karena masih malam, Konomi sempat melihat sinar merah dan oranye yang menyala-nyala di hadapannya, angin panas itu berasal dari cahaya tersebut sehingga ia langsung memeriksanya pelan-pelan.


"Semakin panas..." Konomi melepas suhu dingin melalui kedua jarinya untuk mendinginkan tubuhnya lalu ia melihat sebuah patung yang begitu besar dimana terdapat banyak sekali orang yang berkumpul di sekitar itu.


"... ...!?" Konomi memasang tatapan jijik ketika melihat beberapa Legenda di tutup mulut dan kepala mereka lalu menerima embusan angin yang mampu mencincang tubuh mereka menjadi bagian kecil.


"Atas nama Dewa Erion yang maha kuasa... dia sudah memberkahi negara ini dengan angin yang dapat membawakan kedamaian juga kebahagiaan untuk kita semua!"


"Jika kalian masih menolak untuk menyembah Dewa Erion maka itu adalah sebuah hukum... hukuman mati yang akan membawa kalian langsung menuju nerakanya."


Konomi mengenal Legenda yang berbicara itu, dia berpakaian aneh seperti mengikut Dewanya sendiri bahkan dia masih memegang Grimoire of Wind yang dipenuhi dengan hukuman dari Dewa Erion.


Konomi terus berkeringat karena suhu panas yang terlepas dari para pendeta itu, mereka mengeluarkan banyak sihir angin yang di campur dengan api panas untuk menyiksa mereka.


Rata-rata yang mendapatkan hukuman itu adalah para pengunjung yang menolak untuk menyembah dan menjadi salah satu dari Legenda yang memiliki kepercayaan terhadap Erion dan tentunya angin yang sudah membawakan banyak kedamaian untuk Yuusuatouri.


Konomi melihat banyak sekali tengkorak dan organ tubuh yang setengah meleleh, angin itu melepaskan suhu yang cukup untuk membunuh mereka dengan melelehkannya.


Konomi tidak bisa pergi sama sekali karena ia merasa penasaran dengan apa yang dia lihat, semuanya tertata dengan rapi seperti upacara yang dilakukan secara diam-diam tetapi pada malam hari.


"Semoga Dewa Erion dapat mengampuni dosa kalian yang sudah menghabiskan waktu seumur hidup tanpa menerima ajaran dari para Dewa!"


"Legenda yang mengikuti raja dan kaisar adalah munafik... terutama lagi ketika tidak memiliki rasa kepercayaan terhadap siapa pun, hal itu sesat bagi dirinya!"


"Erion tidak mengampuni mereka yang sudah menolak ajakannya menuju jalan yang benar!!!" Legenda itu langsung mengangkat buku sihirnya itu ke atas sampai para pengunjung langsung terangkat.


Tubuh mereka semua menerima pusaran angin yang langsung mengeluarkan banyak sekali organ tubuh dari mulut mereka lalu angin itu mencincang mereka semua menjadi potongan kecil lalu dilelehkan oleh angin yang panas.


Konomi bisa merasakan suhunya bertambah semakin panas sehingga ia secara refleks mundur ke belakang sampai seseorang langsung menarik dirinya ke tempat yang lebih aman.


"... ...!?" Konomi tercengang ketika mulutnya tertutup rapat, ia melirik ke belakang dan menunjukkan ekspresi lega karena dirinya tidak tertangkap oleh siapa pun kecuali Shinobu.


"Sshhh... Konomi... berani sekali kamu mendatangi upacara hukuman ini...? Kalau tertangkap, bisa berbahaya kan." Ucap Shinobu yang langsung membawa dirinya pelan-pelan menuju penginapan.


"Tadi itu sebenarnya apa...?" Tanya Konomi yang mulai merasakan angin sejuk sekarang berkat Shinobu yang menahan embusan angin panas itu menggunakan sihir daun emasnya.


"Upacara penghukuman dari Dewa..."


"Seseorang yang tidak memiliki kepercayaan terhadap Dewa akan di beri waktu selama 24 jam untuk mengikuti ajakan mereka mempercayai dan menyembah seorang dewa."


"Semua dewa elemen sangat rukun sampai mereka menerima pengikut apapun yang setia... intinya semua pengunjung itu sudah sial karena tidak menerima ajakannya."


"Dalam pukul dua atau tiga pagi... semua yang menolak ajakan itu akan di paksa mengunjungi upacara itu yang dihadiri oleh seorang kandidat dan patung Dewa tersebut."


"Anu... tolong rahasiakan ini dari yang lain, lebih baik kita fokus dengan istirahat dan liburan dibandingkan mengurus hal itu."


"Setidaknya dengan liburan, kita dapat melihat budaya atau perilaku mereka di setiap negara... pasti akan sangat menyenangkan karena banyak makanan lezat." Kata Shinobu.


"Apakah kamu yakin...? Membiarkannya seperti itu."


"Koneko yakin... lagi pula mereka yang mati sudah mengikuti raja maka mereka sudah bisa dibilang musuh kita juga." Shinobu langsung menangkap seekor tikus yang kebetulan lewat.


"Am..." Shinobu langsung memakannya sampai mengejutkan Konomi seketika, ia mencoba untuk menghentikan dirinya tetapi Shinobu sudah memakannya sampai habis.


"Apa yang kamu lakukan, Shinobu?! Jangan sembarangan memakan hewan menjijikkan seperti itu!"


"Lapar... anu... tikus itu lezat." Shinobu tersenyum polos selagi menggerakkan ekornya cepat sampai membuat Konomi menghela nafasnya pelan karena musim sejuk ia dapat melihat Shinobu yang rakus terhadap makanan.


***


"BANGUN!!!" Teriak Koizumi keras yang sudah berkali-kali mencoba untuk membangun mereka semua yang masih tertidur di pukul 6 pagi.


Mereka semua otomatis langsung terbangun dengan tatapan kaget karena suaranya terdengar sangat keras sampai menggema di dalam ruangan itu.


"Ada apa sih... berisik sekali..." Hinoka menutup wajahnya dengan bantal tetapi Koizumi langsung merebutnya lalu melemparnya kepada tubuhnya.


"Aw!"


"Jangan bermalas-malasan seperti itu...! Walaupun kita berlibur dan beristirahat di negara yang aneh ini, kita juga jangan sampai melupakan latihan yang paling penting!"


"Hehhhh... di hari libur berlatih...?" Tanya Ako selagi mengusap kedua matanya.


"Tentu saja, kita sebagai bangsa Legenda dilarang meninggalkan latihan apapun... setiap harinya kita harus melatih otot agar bisa bertambah kuat lagi dan lagi!"

__ADS_1


Koizumi sudah mengenakan pakaian olahraganya, mereka semua mencoba untuk bangun dan meregangkan tubuh serta otak untuk mempersiapkan diri mengikuti latihan yang bisa dibilang berat dari Koizumi.


Mereka semua langsung bersiap-siap dengan mengenakan pakaian olahraga juga, seperti biasa semuanya diawali dengan pemanasan agar tubuh mereka semua bisa berkeringat dan merasakan kehangatan untuk menahan suhu dingin dari musim sejuk.


Mereka menghabiskan waktu selama dua jam untuk berlatih, semua penduduk menyambut para gadis kecil itu dengan sebutan 'Semoga angin memberkati dirimu' dan 'Dewa Erion pasti akan memberkahi mereka yang bekerja keras'.


"Haahhhhhh..." Hinoka berbaring di atas tanah dengan tatapan yang lelah karena ia sudah mengelilingi planet Lemia selama ratusan kali bersama mereka semua.


"Rasanya tidak nyaman ya mendengar nama orang yang sama terus menerus..." Kata Konomi.


"Am... Am... Nyam..." Shinobu sudah makan duluan, dia sempat membeli banyak mochi ketika berlari mengelilingi planet selama ratusan kali bersama mereka.


"Sejuk sekali ya... rasanya latihan di musim sejuk sungguh menyegarkan karena suhu panas yang kita rasakan dalam tubuh mulai mengurang karena udara dan embusan angin yang segera ini." Kata Ako.


"Itu benar sekali... inilah kenapa latihan di musim sejuk itu sangat penting." Kata Koizumi yang mulai menutup tutup botolnya, ia melihat Shinobu yang kebanyakan makan.


"Shinobu... kamu terlalu banyak makan mochi..."


"...kamu bahkan meminum kuah kacang manis tanpa sisa."


"Ahhh~" Shinobu menunjukkan ekspresi yang puas karena sudah menghabiskan semua makanan itu.


Shinobu langsung meregangkan tubuhnya seperti kucing, setelah itu ia mencoba untuk tidur siang seperti jadwal yang selalu di lakukan oleh kucing yaitu makan dan tidur seharian.


"Dan kau sekarang mau tidur." Kata Koizumi sampai menghentikan pergerakan Shinobu seketika karena ia sadar bahwa dirinya sudah bersikap kental seperti orang malas terutama lagi kucing rumahan.


Koizumi mengeluarkan sebuah foto dari dalam celananya, "Ini adalah foto yang kita ambil di pantai sejak itu."


"Oh~ ketika di pantai ya... sungguh menyenangkan ya, waktu berjalan begitu cepat ketika kita bersenang-senang~" Ucap Hinoka.


Koizumi mendekati Shinobu lalu menunjuk perut Shinobu yang berada di foto, sangat langsing karena dia selalu makan sedikit bahkan sampai rela tidak makan apapun walaupun sudah di tawar gratis.


"Dan ini perutmu... aku penasaran sebesar apa itu sekarang." Kata Koizumi yang memberi kode untuk pergi menuju pantai atau pemandian sekarang juga.


"Ti-Tidak seburuk itu... mungkin...?" Kata Shinobu yang terlihat malu dan canggung.


"Baiklah! Kita akan berenang sekarang juga, menuju negara air untuk mengunjungi semua fasilitas pemandian yang ada di sana...!" Seru Koizumi.


"Fueehhh?!"


"Kau sudah mengalami musim sejuk yang malas dan rakus, jangan membantah!"


"Fueeehhhhhh..."


***


Negara air sama uniknya dengan negara angin sampai mereka sudah beberapa kali mendengar nama Dewi air itu beberapa kali dan tentunya perkataan seperti 'Semoga air dapat memberikannya kejernihan untuk masa depan.'


"Sekarang nama Dewi air itu adalah Dallas... yang memiliki arti dari air terjun indah?" Kata Ako yang sempat melihat patung seorang wanita berpakaian seperti putri duyung selagi mengangkat trisulanya.


"Sudah! Sudah! Jangan membahas air atau Dewi...! Kita ke sini untuk beristirahat!" Seru Koizumi yang muak mendengar perkataan para pengikut itu.


"Koizumi sudah memutuskan untuk pergi ke sini, selama ini dia sebenarnya memang ingin berenang di air sejernih ini~" Ucap Hinoka selagi melakukan backflip menuju kolam renang di dalamnya.


"Uwahhh~ segar sekali~"


"Baiklah... ayo latihan renang untuk musim panas nanti." Kata Ako selagi melakukan pemanasan.


"Kakak bantu aku."


"Tentu."


"Hei, lihat sebentar!" Panggil Koizumi selagi memegang Shinobu dari belakang untuk menunjukkan perutnya yang masih langsing sampai tidak ada perubahan apapun.


"Hentikan... Kakak... lepaskan aku..." Kata Shinobu.


"Bagaimana menurut kalian perutnya?"


"Ini bukan salah Koneko... semua makanan terasa lezat... semuanya memiliki rasa yang sangat enak."


"Tak ada perubahan apapun..." Kata Ako sampai Koizumi melepas Shinobu yang langsung menggerakkan ekornya untuk mencari sumber aroma lezat yang ia cium.


"Kenapa Shinobu... mau makan lagi?"


"Mm!" Shinobu mengangguk selagi menggerakkan ekor dan kedua telinganya seperti kucing yang tidak sabar untuk menerima makanan dari majikannya.


"I-Imut sekali...! Ini pertama kalinya dia bersikap kental seperti kucing...!" Ungkap Koizumi yang baru saja lengah dengan tatapan polos dan pergerakan kecilnya itu.


"Ehem... awalnya aku ingin melatih Shinobu secara intensif, untuk menyingkirkan timbunan lemak di perutnya itu." Kata Koizumi yang sebenarnya berniat untuk bersenang-senang di kolam renang bersama mereka.


"Latihan..." Hinoka memegang dagunya lalu ia melompat keluar dari dalam kolam itu untuk mendekati Shinobu yang sedang melihat-lihat toko makanan.

__ADS_1


"Oi! Koneko! Apa sebutan untuk perut buncitmu itu?" Tanya Hinoka.


"Fuehhh...? Bukannya tadi Ako bilang tak kelihatan berbeda?"


"Kau harus segera menyingkirkan lemak itu... dengan diet air hangat dan latihan khusus dari Neraka itu sendiri!"


"Ada apa, Hinoka? Kelihatannya kau begitu yakin untuk menangani ini." Koizumi yang awalnya ingin berenang melihat Hinoka seperti merencanakan sesuatu.


"Pikirkan saja... aku pernah latihan berenang, tapi aku tak pernah mengajari orang lain untuk berenang. Aku ingin melatih seseorang!" Ucap Hinoka dengan penuh tekad.


"Begitu ya..."


"Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan setan pelatih dari neraka!" Hinoka menepuk dadanya sendiri selagi menunjukkan ekspresi penuh kebanggaan.


"Koneko bisa memanggil Kakak itu... tapi..."


"Apakah kau tidak ingat, Koneko?"


"Tahun lalu, ketika kita mengunjungi pantai untukĀ berlatih dalam air..."


...


...


"Jangan dilepas ya..." Kata Hinoka selagi memegang kedua tangan Shinobu yang membantu dirinya untuk bisa berenang.


"Berjanjilah."


"Mm~ Koneko akan berjuang..." Kata Shinobu selagi menggerakkan ekornya sehingga ekor tersebut tidak sengaja ia injak sampai dirinya memasang tatapan kaget lalu terjatuh.


"Ahh...!!! Blup blup blup....!" Hinoka langsung tenggelam karena kedua tangannya melepas tangan Shinobu yang sempat terjatuh karena tidak sengaja menginjak ekornya.


...


...


"Karena ekormu yang tidak mau diam... aku..."


"aku..."


"Aku minta maaf." Shinobu menurunkan ekor dan kedua telinganya.


"Itulah kenapa kau butuh latihan!"


"Fueehhh!?"


"Itu namanya balas dendam... hanya saja Kakak menyebutnya dengan latihan!" Shinobu langsung mengadu kepada Koizumi dengan memeluk tubuhnya.


"Kak Koizumi...! Tolong aku..."


"O-Oi! Jangan mengadu kepada Koizumi seperti--- Hiiii...!!!" Hinoka memasang tatapan yang terlihat takut ketika Koizumi memasang tatapan yang terlihat mengancam dan kesal.


"Berani-beraninya kamu membebankan Shinobu seperti itu dengan alasan balas dendam..."


"Kakak juga sama saja! Menjatuhkan diriku ketika latihan berenang...! Aku memilih hak untuk melatih dirimu juga...!" Hinoka menunjuk Koizumi.


"Sudah-sudah... lebih baik kita melaksanakan latihan itu setelah makan bagaimana? Banyak sekali aroma lezat yang aku hirup." Kata Konomi yang menghentikan ketiga sepupu itu bertengkar.


"Es krimnya juga terlihat enak." Kata Shinobu.


"Es krim di musim sejuk? Hebat sekali..." Ucap Ako.


"Baiklah...! Ayo makan siang!!!" Seru Hinoka yang langsung melarikan diri dari sentilan Koizumi, kali ini harus mundur dan memikirkan rencana untuk bisa balas dendam kepada Koizumi.


***


"Kenyang sekali nyan..." Kata Shinobu yang baru saja menyelesaikan tumpukan mangkuk dan piring di hadapannya sampai mengejutkan mereka semua bahwa dia benar-benar rakus soal makanan sekarang.


"Pasti penyebab Shinobu menjadi seperti ini karena paman Shira... apa yang dia katakan kepada Shinobu ku yang polos...?!" Ungkap Koizumi yang baru saja sadar.


"Tak salah tempat ini disebut negara air, semua supnya terasa begitu lezat dan hangat di dalam perut kita." Ucap Konomi.


"Mungkin kita bisa ajak yang lain ke sini... jika ada waktu..." Kata Ako.


Koizumi memasang tatapan tajam kepada perut Hinoka, ia langsung menyentuhnya dan meremasnya pelan-pelan, "Sepertinya kamu lah yang paling membutuhkan latihan ini, Hinoka."


"Siapa yang namanya Hinoka? Panggil aku setan pelatih."


"Sekarang... karena sudah mengisi perut, setan pelatih ingin tidur sebentar." Hinoka langsung berbaring di atas lantai.


"Setan pelatih memang pemalas..." Koizumi menyentil kening Hinoka.

__ADS_1


"Awwwweee...!"


__ADS_2