Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 861 - Musuh itu Bersembunyi di Antara Kita


__ADS_3

"Ehh? Maksudnya?" Tanya Konomi


Shinobu mulai mengangkat kedua telinga kucingnya sampai ia mendengar banyak sekali pergerakan tanah, pendengarannya dapat mendeteksi pergerakan sekecil apapun ketika ia serius.


Ia juga akan tahu kapan gempa bumi dan tsunami terjadi hanya dengan pendengaran tajam itu, suara yang ia dengar hanya pergerakan tanah dari arah berbeda sampai ia perlu waspada untuk tidak menginjak perangkap itu sendiri.


Jika pendengarannya tidak bisa memberikan sebuah petunjuk maka ia dapat memilih penciuman melalui hidungnya itu, aroma yang ia cium ternyata sesuai dengan api dirinya pikirkan yaitu bau dari tanah liat dan tanah biasa yang tercampur.


Tubuh yang ia cium saat ini juga memiliki bau yang sama, tanah liat sampai ia dapat merasakan kesamaan juga dari bau teman-temannya, sepertinya Admon memang merencanakan sesuatu yang rumit.


"Tetaplah bersama... sebelumnya aku diserang oleh musuh, seorang kandidat tanah yang bernama Admon." Peringat Shinobu sampai mengejutkan mereka semua.


"Apa...?! Terus siapa yang ikut denganku tadi...?" Tanya Ako.


"Sebuah tanah liat yang membentuk seseorang berdasarkan rambut... jika satu helai rambut menyentuh tanah liatnya yang sudah mengandung sihir maka wujudnya akan membentuk seperti orang dari pemilik rambut itu."


Mereka langsung memasang sikap siaga untuk menyambut serangan musuh dari apapun, tetapi percuma saja mereka waspada sekarang karena Admon tidak bisa mereka rasakan sama sekali karena God Lenergy itu.


"Kandidat yang kau sebut sebagai pemimpinnya... tidak salah lagi jika dia kuat dan cerdik sampai hampir membunuhmu." Kata Koizumi yang mulai melihat sepuluh detik ke depan tetapi tidak terjadi apapun.


"Rencananya banyak sekali... tahap awal sudah gagal karena dirimu yang mampu membalas balik soal kemampuannya yang dapat merebut organ dan anggota tubuh sampai menjadikannya balok tanah liat."


"Sial...! Padahal kita sudah dekat dengan kedua Grimoire itu...! Bukannya lebih cepat jika kita berpisah dan bergerak secepat mungkin ke tujuan itu?!" Tanya Hinoka.


"Itu ide yang baik, tetapi mengetahui musuh berada di sekitar kita... bukan pilihan yang sangat baik untuk melakukannya karena dia bisa saja menyerang pada saat kita memperoleh kembali Grimoire tersebut."


Perkataan Anastasia langsung membuat terdiam, Shinobu sudah mencoba segala cara untuk mendapatkan satu saja petunjuk kuat agar ia dapat membuka banyak sekali kemungkaran dalam pikirannya.


"Ini benar-benar gawat... itulah yang membuat Shinobu Koneko sangat menakutkan... satu saja petunjuk atau kesempatan maka dia bisa saja memecahkan misteri dan rahasia itu..." Admon.


"... ...!!!" Admon keceplosan lagi ketika ia berbicara di dalam dirinya sendiri yang sudah pasti akan terdengar oleh Shinobu yang saat ini sedang sangat fokus.


"Aku mendengarnya..." Pendengaran Shinobu dapat mendengar apapun sesuai dengan tingkat keseriusan dan fokusnya termasuk mendengar apa yang mereka semua pikirkan dan bicarakan dalam hati.


Banyak sekali suara yang dapat Shinobu dengar, tetapi ia mendengar jelas suara Admon yang artinya dia berada tidak jauh atau kemungkaran besar dekat bersama dengan mereka, menunggu sampai waktunya tiba.


Satu petunjuk sudah ia dapatkan sampai Shinobu memasang tatapan serius karena ia tidak ingin tertipu, masih terdapat kemungkinan bahwa Admon sengaja melakukannya untuk menipu dirinya.


"Aku mulai mengerti jawabannya sekarang..."


"Mengerti jawaban...?" Shinobu kembali memasang tatapan polos, ia mulai menatap teman-temannya yang berjalan ke depan dengan posisi yang masih siap siaga.


"Sedikit lagi...! Aku paham...! Aku paham cara untuk meraih Grimoire itu dan memuncak sesuatu yang Demetrio inginkan...!" Admon terus berbicara dengan sengaja agar bisa mengecoh Shinobu.


"Jika kita menghabiskan waktu lebih lama lagi maka kemungkinan para Saint dan kandidat akan menemukan cara untuk menjalankan rencana lain." Kata Koizumi.


"Benar juga... Kalau begitu, ayo!" Shinobu mulai bergerak di belakang mereka selagi memastikan sekitarnya aman.


Semuanya penuh dengan bangunan kecil yang selalu berada di desa mana pun, hanya saja desa ini sudah pasti tidak memiliki jaminan akan selamat karena Admon masih berada dekat dengan mereka.


"Tidak ada seorang pun yang memperkirakan hal ini... kita berurusan secara langsung dengan bawahan Dewa yang mereka percayai." Kata Anastasia.


"Yang terpenting kita cari cara untuk bisa merebut Grimoire itu lalu menghabiskan mereka semua secara langsung!" Kata Konomi.


Mereka semua bergerak maju menuju Grimoire of Earth yang berada di jarak sangat dekat dengan mereka, membiarkan Admon yang selama ini masih dalam wujud tanah liat, dan menyamar di sekitar mereka.


Admon tidak berbicara dan berpikir apapun melainkan ia merasa sangat senang bahwa mereka mau mendekati Grimoire of Earth karena ia sudah pasti akan merebutnya dan menghabisi mereka di tempat itu.


"Sudah cukup!!!"


"Jangan bergerak!!!" Teriak Shinobu sampai mengejutkan mereka semua lalu menghentikan pergerakannya karena peringatan dari suara kerasnya itu.


"Apa---" Hinoka kembali bergerak ke depan tetapi Shinobu langsung mengeraskan suaranya untuk memperingati mereka agar tidak bergerak lebih dekat dengan Grimoire of Earth yang terkubur itu.


"Grimoire itu bisa kita urus kapan saja...!"


"Kita hanya menghabiskan waktu lebih lama lagi, Shinobu..."


"...bukannya akan sangat buruk untuk membiarkan para kandidat dan Saint memikirkan cara lain soal pengumpulan pengikut itu?"


"Sesuai dengan penjelasanku yang sebelumnya... Admon sudah menguasai sihir tanah sampai dapat meningkatkannya dengan variasi berbeda seperti logam dan tanah liat yang meleleh seperti lumpur..."


Shinobu memegang dagunya, kembali berpikir rumit sampai ia ingat bahwa Admon bisa masuk ke dalam noda tanah sekecil apapun, dan kebetulan tubuh mereka penuh dengan noda yang tidak bisa dibersihkan tanpa sabun.

__ADS_1


Noda yang menempel dengan Kisetsu mereka masing-masing, bukan hanya itu saja tetapi kulit manusia pernah diceritakan dalam sejarah bahwa mereka bangkit dari dalam tanah.


"Tanah liat... apakah hampir sama seperti objek yang dapat menyerupai bentuk...?"


"Misalnya tanah liat itu menempel dengan tubuh kita lalu menyebar... hampir seperti lapisan dan boneka dimana seorang berada dalam boneka itu tetapi tidak mengetahuinya."


"Tidak bisa disebut transparan karena itu adalah tanah liat yang dapat membentuk tubuh atau rupa dengan menempelkan helai rambut saja..." Shinobu mulai memastikan mereka semua aman.


Hanya saja banyak sekali gangguan seperti aroma dan pergerakan tanah yang terjadi dimana-mana, "Semuanya memiliki bau yang sama... tanah liat sampai aku tidak tahu dimana Admon bersembunyi."


"Intinya Koneko harus bisa mencari tahu sebelum terlambat... kandidat seperti dirinya kuat karena mempresentasikan tanah atau bumi yang memiliki elemen apapun di dalamnya."


"Shinobu, apa yang kau coba lakukan?" Tanya Koizumi.


"Tetap di posisimu itu, Kakak! Kita harus menjaga jarak satu sama lain...!"


"Koneko, kita sudah dekat dengan tujuan itu saat ini!"


"Jika kita mengambil Grimoire itu maka dia pasti akan mengejutkan kita sama dengan serangan yang belum pernah diketahui sebelumnya..."


"...badai tadi bertujuan untuk menipu kita dan memberikan noda tanah yang membekas di Kisetsu kita masing-masing, di tambah lagi penciuman kalian pasti hanya bisa merasakan bau tanah 'kan?"


Mereka mulai menghirup pakaian mereka masing-masing, ternyata hasilnya benar bahwa mereka memiliki aroma yang sama yaitu bau tanah liat karena badai tadi terus menyentuh tubuh mereka.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang? Diam saja...?" Tanya Hinoka yang merasa frustrasi karena mengumpulkan dan menghancurkan Grimoire itu cukup menyebalkan.


"Ya, diam saja... dengan syarat menjauh dari satu sama lain, jaga jarak."


"Jika dia mencoba untuk keluar dan menyerang maka kita dapat menghentikannya... terutama lagi Kak Koizumi yang bisa menghentikan waktu."


"Shinobu..." Koizumi mencoba untuk mengikuti rencananya itu karena dia sendiri sudah melawan Admon sampai memiliki beberapa pengalaman menghadapi dirinya.


"Kemampuan tanah liat itu dapat menyerupai tubuh seseorang bahkan ia dapat berubah wujudnya menjadi tanah yang menyatu dengan daratan ini..." Kata Shinobu sambil menyentuh tanah.


"Noda yang disebabkan oleh tanah juga... dia bisa masuk ke dalam lalu bersembunyi untuk memberikan dirinya kesempatan untuk menyerang."


"Tanah liat itu juga dapat menyerupai sebuah benda dan berubah menjadi benda itu... seperti lapisan dimana orang yang terkena oleh tanah liat itu akan terasa berada di dalam boneka atau kostum yang tak terlihat."


"Kostum itu adalah tanah liatnya... tidak bisa dilihat karena menyerupai wujud dan bentuk kita." Shinobu menyentuh wajahnya, ia tidak bisa menumbuhkan tumbuhan emas yang mengartikan dia aman dari tanah liat itu.


"Admon bersembunyi dengan menyerupai tubuh kita dengan tanah liat itu... kita tidak bisa melihatnya tetapi aku yakin salah satu dari kalian pasti menerima tempelan tanah liat itu ketika badai terjadi."


"Jika dia tetap bersembunyi... Maka waktu yang kita miliki pasti akan sangat lama, keberadaannya tidak bisa dirasakan karena God Lenergy yang miliki sudah sempurna."


"Alasan Admon bersembunyi mudah sekali... dia menunggu kita untuk memperoleh Grimoire itu, karena itu dia menyebabkan badai untuk mengotori tubuh kita dengan tanah."


"Mencoba untuk menipu dan mengecohkan kita semua." Shinobu sudah menemukan bukti yang pas sekarang, hanya dengan menyatukan kembali sebuah pengalaman yang lihat ketika melawan Admon.


Hinoka melihat Shinobu terus memperhatikan dirinya, "Tu-Tunggu...!"


"Jangan bergerak, Kakak Hinoka. Jangan mendekat juga..." Peringat Shinobu.


"Yang berada paling dekat dengan tanah liat Shinobu adalah dirimu dan Ako." Shinobu menunjuk Hinoka dan Ako dengan tatapan serius karena ia sudah merasa yakin bahwa tanah liat yang menyerupai dirinya sejak itu.


Pasti akan hancur menjadi tanah liat yang menyerupai tubuh seseorang, kemungkinan besar Admon bisa saja bersembunyi dalam Ako atau Hinoka yang berada dekat dengan tanah liat Shinobu.


"Bu... bukan aku! Yang paling dekat dengan tanah liat Shinobu adalah..." Hinoka mengalihkan pandangannya kepada Ako.


Admon mulai merasa panik karena Shinobu berhasil memecahkan hal tersebut, dia benar-benar lawan yang berbahaya karena memiliki sikap berbalik dengan Shiratori kenalannya yaitu Shinji.


Admon akan menandai Shinobu sebagai pemberontak yang berhak dihabiskan sebagai prioritas utama agar mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan itu sendiri yang berjalan di antara mereka.


"Kita hanya memiliki satu keuntungan... dia tidak bisa mengendalikan tubuh orang yang sudah ia tempelkan tanah liat itu melainkan dia hanya bisa menggunakan sihirnya."


"Alasan kenapa kita masih hidup karena dia adalah seorang pemimpin yang sudah mengetahui kita semua... membunuh kita dalam kelompok seperti ini akan menjadi kesalahan terbesar baginya."


"Menurut pendapatku sendiri ya... kita sudah menyudutkannya."


Shinobu memejamkan kedua matanya lalu ia membukanya kembali sampai mata tajamnya serta buatannya mulai menemukan berbagai macam noda di tubuh mereka.


"Apakah kau bisa membedakannya, Shinobu?" Tanya Koizumi.


"Hanya jika kita berdekatan... dan aku coba tumbuhkan daun emas."

__ADS_1


"Kenapa kamu merasa yakin seperti itu?" Tanya Hinoka yang mulai mencurigai Shinobu.


"Dimana pun itu... tanah liat atau tanah tetap saja bisa aku menumbuhkan tumbuhan yang menghasilkan daun emas karena Golden Sunshine."


"Kenapa kamu tidak melakukannya dari jarak jauh...?" Tanya Konomi.


"Jika aku bisa melakukannya maka sejak awal pasti sudah aku lakukan, noda kita mengandung God Lenergy yang harus bisa ditembus dengan sentuhan Lenergy ku..." Shinobu mengangkat jarinya yang bersinar emas.


"Tidak ada pilihan lain, aku perlu mencoba menumbuhkan daun emas di dalam tubuh kalian yang kemungkinan tanah liat."


"Bersiap saja ya... Admon pasti akan keluar jika aku berhasil memecahkannya..."


"Yang pasti orangnya bukan aku." Kata Hinoka yang terlihat gugup karena Admon adalah kandidat pemimpin yang artinya dia pasti sangat kuat.


"Saat badai itu muncul... aku berada cukup jauh dari tanah liat Shinobu."


"Kalau begitu, Koneko ingin memeriksa Kak Hinoka dulu, agar kita semua bisa tenang." Shinobu melangkah pelan menuju Hinoka untuk menumbuhkan daun dalam tubuhnya.


"Tunggu...!"


"Berhenti di sana! Menjauh dariku!" Peringat Hinoka yang membuat dirinya bertambah semakin gugup.


"Jangan mendekat...!" Hinoka menunjuk ke arah Shinobu, mencoba untuk mengubah sesuatu menjadi ledakan sebagai pertahanan dirinya.


"Andai Admin sebenarnya ada pada dirimu, apa yang akan terjadi padaku?" Tanya Hinoka.


"Kenapa Kakak tidak mempercayaiku?" Tanya Shinobu.


Koizumi memasang tatapan serius, bisa saja kejadian saat ini dapat menyebabkan permusuhan dan perselisihan karena rasa percaya yang menghilang untuk sementara.


"Kakak, jika kita terus seperti ini maka waktu akan terus berkurang." Ucap Shinobu yang melihat Hinoka terus menghabiskan waktu karena rasa takutnya itu.


"Maju selangkah lagi... aku akan meledakkan Kisetsu di tubuhmu itu." Peringat Hinoka karena ia sendiri tidak bisa mempercayai siapa pun melainkan dirinya sendiri.


"Hentikan!" Seru Koizumi sampai pandangan mereka teralih kepada dirinya yang terlihat kesal karena ia tidak ingin kedua sepupunya tidak saling mempercayai.


"Periksa aku saja... Shinobu." Kata Koizumi yang bersedia untuk menjadi cobaan pertama.


"Waktu sudah kita habiskan cukup lama..."


"...tergantung cara pandangmu itu, kandidat brengsek itu sudah kita kepung." Koizumi melihat Shinobu mengangguk lalu ia mendekati dirinya sedikit demi sedikit.


"Seseorang akan di serang..." Kata Ako.


"...jika saling berdekatan?" Lanjut Konomi.


Shinobu berada tepat di depan Koizumi lalu ia menyentuh tubuhnya, memisahkan semua God Lenergy itu lalu ia menyentuh pipi Koizumi untuk menumbuhkan tumbuhan emas.


...


...


Admon menjentikkan jarinya untuk mengendalikan semua noda tanah di tubuh dan Kisetsu mereka.


...


...


Mata Koizumi langsung menerima lemparan lumpur yang mengeras di kedua matanya sendiri untuk mengganggu penglihatannya.


Noda di tubuhnya bergerak dan menyerang tubuhnya sampai punggungnya di tarik oleh tanah liat yang membentuk tangan lalu menariknya ke dalam daratan.


"Huh...!?" Shinobu dan Koizumi dikejutkan dengan serangan kejutan seperti itu karena noda dari tubuh mereka bergerak tanpa aba-aba sampai mendadak mengandung God Lenergy.


Sihir tanah itu bergerak dengan sendirinya sampai Shinobu langsung menoleh ke belakang, Admon kembali membentuk tubuhnya dengan berhenti menyerupai tubuh Ako yang masih belum menyadarinya.


Admon langsung menghantam dada Shinobu cukup dalam sampai tangannya mengeluarkan jantungnya dari dalam lalu menghancurkannya, "Aaghhhh..."


Shinobu terjatuh dengan nyawa yang sudah Admon singkirkan, tubuh mayatnya masuk ke dalam daratan oleh sihir Admon yang sudah meningkat pesat karena ia menggunakan rencana ketiga sekarang.


"Shinobu...!!!" Hinoka memasang tatapan kaget.


"Admon selama ini bersembunyi di dalam tubuh Koizumi...!" Seru Ako yang melihat Admon muncul di belakang Shinobu dari dalam daratan.

__ADS_1


"Tidak, Ako!!!" Seru Konomi sampai Ako tidak bisa menggerakkan tubuhnya seketika karena Admon yang mulai menyerupai tubuhnya lagi.


"Dia menyerupai dirimu...!!!"


__ADS_2