
Shira kalah ketika ia baru saja menghantam tengkuknya sendiri, semua orang yang menyaksikan pertarungan itu tidak bisa mengatakan apapun kecuali membuka mulut mereka selebar mungkin ketika Kou terlihat seperti tidak melakukan apapun tetapi ia berhasil mengalahkan Shira yang menginjak tingkat kekuatan penuh.
"S-Shira kalah...? S-Sebenarnya kekuatan apa yang dimiliki oleh Kou? Pikiran... tetapi aku tidak bisa melihat reaksi apapun darinya, benar-benar mengerikan... untungnya dia berada di pihak kita." Kata Megumi sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan, Kou mendarat di sebelah Shira lalu ia membantu dirinya untuk bangkit sehingga Shira baru saja sadar bahwa ia kalah karena kemampuan pikiran milik Kou.
Shira merasa terhibur ketika bertarung dengan Kou dan ia sudah sepenuhnya meyakini Kou pasti akan menjadi seorang Legenda yang meriah kedamaian dengan mudah, Shira bisa merasakan perasaan yang sama dimana ia mengingat latihannya ketika melawan Korrina, darahnya benar-benar menyebar di tubuh Kou dan itu adalah pertanda yang baik sehingga Shira mencoba untuk memukul Kou tetapi meleset lagi.
Kou mengembungkan kedua pipinya karena ia ingin berhenti bertarung, kekalahan adalah kekalahan dan Shira harus mengakuinya. Shira tertawa terbahak-bahak dan ia langsung mengelus kepala Kou, ia juga mengakui kekalahannya bahwa Kou benar-benar kuat dan ia sekarang akan mengijinkan Minami untuk pergi bersama mereka karena Kou sendiri sudah membuat Shira yakin bahwa masalah soal waktu ini dapat terselesaikan dengan cepat.
Shira juga memberitahu Minami untuk tetap bertambah kuat dan sebisa mungkin melampaui Kou dan membuat dirinya bangga, Minami merasa sangat senang ketika ia mendapatkan izin dari Shira, itu artinya ia bisa melakukan petualangan bersama Okaho dan yang lainnya. Mereka menghabiskan beberapa menit untuk beristirahat lalu akan pergi menuju rumah Yuuna untuk mendapatkan izin darinya, mereka berpamitan dengan Shira dan Megumi lalu pergi meninggalkan rumah Shira menggunakan mobil mewah.
"Bagaimana rasanya bertarung dengan Kou?" Tanya Megumi.
"Aku tidak terlalu bisa menjelaskannya tetapi bertarung melawan Kou itu benar-benar menyenangkan sampai aku mendapatkan pengalaman yang lebih luas lagi tentang pertarungan, pikiranku seolah-olah selalu berubah sampai tubuhku mengikuti apa yang diperintahkan oleh pikiranku, aku tidak menyadarinya sejak awal tetapi ketika aku menyelesaikan pikiranku maka aku langsung sadar." Shira menatap langit-langit lalu ia menunjukkan senyuman yang terlihat serius bahwa ia juga akan bertambah kuat lebih dari sekarang.
Melihat Kou seperti itu membuat Shira dipenuhi dengan motivasi dan semangat karena mereka sudah akan memasuki era baru dimana ancaman atau musuh kuat bisa saja datang kapanpun untuk menyerang dan menjadi ancaman terbesar lebih dari apapun, ia sekarang menghampiri Shuan dan memiliki harapan yang sangat besar untuk Shuan bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi seorang Legenda yang lebih kuat dari dirinya.
__ADS_1
Shira mengangkat Shuan tinggi lalu ia menatap dirinya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Shuan, kau harus bisa tumbuh besar dan kuat ya? Aku akan mewariskan seluruh kekuatanku kepadamu dan aku yakin suatu saat nanti kau pasti bisa menyelamatkan Touriverse... sama halnya dengan Papamu yang sudah membunuh musuh utamanya." Shira tersenyum dan Megumi ikut tersenyum melihatnya sehingga ia memberi Shira sebuah pelukan hangat.
***
Minami berterima kasih kepada Kou beberapa kali bahkan Kou memiliki sebuah permintaan untuk Minami, permintaan itu adalah Kou ingin memperlakukan Minami seperti kucing karena ia sangat menyukai hewan imut seperti kucing. Minami mengangguk lalu ia menggerakkan ekornya sehingga ia mendekati Kou lalu memeluk dirinya dan menjilat wajah Kou beberapa kali, "Meow~ Meow~ Meow~"
Kou tertawa karena ia merasakan sesuatu yang geli ketika Minami menjilat wajahnya, ia mulai mengusap tubuhnya dan memainkan ekornya sampai Minami tersipu lalu ikut terkekeh. Okaho menatap mereka berdua yang terlihat seperti bersenang-senang, sepertinya Kou masih berada di kondisi biasanya dan itu membuat dirinya merasa bersyukur bahwa deman-nya mulai bertambah turun ketika Tech memeriksa suhu tubuhnya.
Okaho tersenyum lalu ia bersandar dengan kursi mobil sambil memejamkan kedua matanya karena ia sendiri membutuhkan istirahat juga, Minami sudah berjanji kepada Okaho untuk menjaga Kou juga sehingga ia sekarang sedang bermain dengan Kou dimana Kou mengusap dagu Minami dan mulai menggaruk dagunya beberapa kali sehingga ekor Minami bergerak dengan sangat cepat dan ia membuka mulutnya karena merasakan sensasi yang nikmati.
Minami benar-benar bertingkah seperti kucing karena Kou memperlakukan dirinya dengan sangat lembut sehingga Minami menjilat wajah Kou beberapa kali lalu Kou memejamkan keduanya dan mencoba untuk memberi dirinya sebuah ciuman di pipi tetapi Minami malah menjilat bibir Kou beberapa kali sehingga ia menciumnya sebentar lalu memeluk Kou layaknya menunjukkan kasih sayang seorang kucing kepada majikannya.
"Woi, sadar kucing garong!!!" Okaho menepuk kepala Minami sehingga ia kembali seperti biasanya, ia melihat sekeliling lalu sadar bahwa wajahnya sedang menempel dengan dada Kou, ia menoleh ke belakang dan melihat Kou sedang tertawa selagi menutup mulutnya. Kou merasa tidak keberatan sama sekali karena ia tidak mengerti apa yang Minami coba lakukan, walaupun pikirannya menginjak segalanya... pikiran yang berkaitan mesum dan kotor, Kou tidak mengerti karena kekuatannya sendiri yang menyelamatkan dirinya pikiran mesum dan kotor.
"Ehh...? Apa yang sedang aku lakukan tadi?" Tanya Megumi, ia duduk di sebelah Kou lalu Kou mulai menarik kepalanya dan menempati kepalanya di atas pahanya sehingga ia mulai bertingkah seperti kucing lagi, "Meow~ Nya~"
__ADS_1
"Kou, kalau dia mencium atau menjilat bibirmu lagi, kasih tau Kakak! Tindakan seperti ini tidak boleh walaupun kalian seorang teman." Kata Okaho, Kou mengangguk dan berhenti memperlakukan Minami seperti kucing sehingga ia kembali seperti semula lalu duduk di sebelah Kou selagi melihat pemandangan, "Melihat tingkah mereka, lucu juga ya, Rokuro." Asriel terkekeh lalu ia mengalihkan pandangannya kepada Rokuro yang terlihat sangat kesal dan serius.
Asriel bisa mengerti tentang perasaannya hanya dengan melihat ekspresi-nya itu, ia mencoba untuk menenangkan dirinya bahwa Haruka pasti akan baik-baik saja disana karena ia tidak akan bisa mati sebelum waktu benar-benar berhenti secara keseluruhan. Rokuro mengangguk pelan dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak menunjukkan rasa peduli kepada Haruka karena ia tidak mau mereka mengetahuinya, "Apakah kita harus mendapatkan izin lainnya 'kah?"
"Tentu saja, Ibuku tidak mengijinkanku untuk pergi bersama kalian." Kata Mitsuki, ia bisa melihat Yuuna yang sudah menunggu di lapangan. Okaho mulai menatap Kou dan menanyakan dirinya tentang kondisi yang ia alami sekarang, Kou mengangkat kedua jempolnya lalu menggerakkannya ke atas dan ke bawah bawa ia merasa baik-baik saja, tubuhnya masih diselimuti dengan semangat yang tinggi.
"Hehehe, jika saja Mama bisa melihatmu seperti ini, Mama pasti akan menangis penuh dengan rasa bangga karena kamu menang melawan Shira dan Arata." Okaho terkekeh lalu ia mengalihkan pandangannya kepada Asriel, "Aku baru saja ingat... apakah Ayah dan Ibumu mengijinkan dirimu untuk pergi?"
"Tentu saja, Ayahku saat ini sedang tidak ada karena ia bertugas di semesta Zuutouri, aku juga mendapatkan izin dari ibuku, semuanya aman dan aku sudah sepenuhnya siap untuk membantu." Kata Asriel, Okaho mengangguk lalu mereka semua pergi meninggalkan mobil itu untuk menyambut Yuuna dan sekali lagi mencoba untuk mengubah pikirannya agar ia bisa mengijinkan Mitsuki dan Marie untuk ikut melakukan petualangan menuju Realm of Time.
Yuuna menolaknya karena ia juga ingin mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Kou sehingga Okaho tidak memiliki pilihan lain selain mengijinkan Kou untuk bertarung melawan Yuuna, Kou dan Yuuna pergi menuju lapangan.
Yuuna mempersiapkan kuda-kudanya sedangkan Kou mengeluarkan crepes barunya yang baru saja ia dapatkan dari seorang pelayan yang pergi menuju restoran Arata hanya untuk memesan beberapa crepes.
"Langka sekali... Aku tidak pernah melihat seorang Legenda bertarung sambil makan..."
__ADS_1
"...apakah dia mempermainkan diriku?"