
Shuan baru saja selesai menikmati makanannya dan ia melihat Kou yang sudah kembali bekerja di dalam ruangannya itu, ia terlihat begitu serius soal pekerjaan itu sampai Shuan mencoba untuk menemaninya lagi.
"Tunggu, Shuan." Honoka mulai menghentikan dirinya karena ia memiliki sebuah permintaan untuk dirinya.
"Apa...?"
"Bisa kau membelikan diriku beberapa buah-buahan dan minuman? Kita sudah kehabisan stok..." Honoka mengeluarkan kartu identitasnya lalu memberi Shuan beberapa poin.
"Hehhh... Berani-beraninya kau meminta diriku..."
"Sudahlah, cepat! Jangan basa-basi!" Honoka tersenyum selagi menepuk punggung Shuan beberapa kali, ia mulai melihat Methode datang menghampiri Haruka.
"Kenapa tidak meminta yang lain...?"
"Kamu semakin memperlama waktumu untuk bertemu dengan Kou, cepat-cepat." Honoka mendorong punggung Shuan sehingga ia berjalan pergi, mencoba untuk membelikan apa yang Honoka inginkan.
"Hehhhh!?" Terdengar suara Methode yang dipenuhi kejutan, seketika Shuan berhenti berjalan lalu menoleh ke belakang untuk melihat Methode yang menghampiri Rokuro lalu memeriksa seluruh tubuhnya.
"Dia adalah putra Shimatsu Arata di dunia ini...? Aku tidak menyangkanya..." Methode mulai meraba lengan kanan Rokuro sehingga ia bisa merasakan aura yang sama dengan Kurota.
Haruka awalnya memberitahu Methode hanya untuk pamer karena bukan hanya Methode yang mencintai anggota Shimatsu melainkan Haruka juga sama.
Methode terus mendekati Rokuro, hanya untuk memastikan sampai rencana yang Haruka bayangkan hancur seketika dengan rasa cemburu karena ia terlalu dekat dan lama dalam memastikan.
"Hei! Sudah...! Jauh-jauh sana, shuu shuu!" Haruka langsung menarik Rokuro penuh tenaga sampai ia tertarik dan mendapatkan sebuah pelukan erat dari Haruka.
Methode baru saja melihat aura kecemburuan yang begitu kuat, ia menatap Haruka yang sedang mengembangkan pipinya, dengan kedua tatapan yang mengancam dirinya untuk tidak mendekati Rokuro lagi.
"Jangan lama-lama dengan Rokuro ku, sadarlah tempatmu, Methode." Haruka mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kenapa sampai cemburu segala, apakah kau lupa bahwa aku sendiri sudah memiliki pasangan? Hmph!" Methode menyilangkan kedua lengannya, menunjukkan sikap yang hampir sama dengan Haruka.
Rokuro dengan cepat melarikan diri dari pelukan Haruka untuk menemani Shuan karena ia juga ingin membeli sesuatu, Haruka dan Methode terlihat tidak akrab sekarang tetapi...
"Hei, Hei, Hei! Kalian tidak akrab, kalianku *****!" Honoka menggerakkan kedua tapaknya dengan tatapan mesum sehingga ia langsung meremas dada milik Haruka dan Methode dengan agresif.
""Hyaaaahhhhhhh!""
Hana memasang tatapan yang datar, seperti biasanya tidak ada gadis suci yang dapat mendekati Honoka yang akan mengubah kesucian itu menjadi kebalikan.
Melihat kejadian itu, secara refleks kepala Hana melirik ke bawah menatap dadanya sendiri, ia langsung menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri.
***
"Yo... Bagaimana akhir-akhir ini?" Rokuro mulai berbicara dengan Shuan yang sedang menghitung poin.
"Soal kemarin...? Kedua tanganku masih dalam proses pemulihan, sepertinya aku harus melatih fisik agar bisa menggunakan neutron tanpa menanggung risiko."
__ADS_1
"Sekarang, aku hanya perlu menjaga Kou dan melihat kondisi dirinya dalam mengurusi semua pekerjaannya itu... semoga saja berjalan dengan lancar..." Shuan memasukkan kartunya kembali ke dalam sakunya.
Asriel kebetulan menyambut mereka dari sebelah barat karena ia juga memiliki keperluan untuk mengunjungi toko, Rokuro langsung memberitahu dirinya tentang Mansion itu.
"Ahh... Soal itu aku sudah tahu sih, Mitsuki tadi ke tempat itu dan sekarang aku ingin ke Mansion itu untuk bersantai mungkin?"
"Tempat itu memang cocok untuk bersantai, apalagi jika camilan banyak, pikiran serasa tenang seketika." Kata Rokuro sehingga ia mulai menatap Shuan.
"Soal itu, Shuan... Aku ingin membicarakan tentang Haruka dan Kou kepadamu, kebetulan kita memiliki pasangan yang hampir sama."
"Sama dari mana... Haruka itu mengerikan dan menyebalkan tahu, sangat jauh di bandingkan Kou ku yang sama persisnya dengan bidadari." Kata Shuan karena ia pernah beberapa kali dimarahi oleh Haruka.
Asriel bisa merasakan topik perang antar kedua pasangan dari keluarga yang sama, topik seperti ini pasti tidak akan berjalan lancar karena Rokuro langsung membalas serangan itu.
"Dia tidak menyebalkan atau mengerikan, itu salahmu sendiri karena tidak menurut kepada seseorang yang lebih tua..."
"...lagi pula Haruka lebih dewasa dan imut di bandingkan Kou, bisa terlihat dari figurnya bukan?" Satu serangan mengenai jantung Shuan ketika Rokuro membawa figur Haruka yang layaknya sekarang terlihat seperti Mama muda.
"Tidak perlu melihat figur untuk memiliki pasangan yang hebat melainkan sikap dan keimutan nya... Keimutan Haruka itu cocok dengan ibu-ibu sedangkan Kou terlihat sangat muda, aku menyukainya."
"Sikapnya juga sangat lembut dan penuh dengan rasa positif sampai aku tidak pernah melihat hal negatif apapun yang keluar darinya..." Shuan tersenyum penuh rasa bangga.
Soal sikap lembut dan penuh positif itu adalah serangan yang hanya mengenai perut Rokuro, ia tidak begitu merasakannya karena ia dapat membalasnya balik.
"Kau mengatakan itu menandakan dirimu sebagai seorang pedofil yang mencintai gadis kecil yang tidak berdosa sama sekali..."
"...dari awal kau memang seorang pedofil dan kemungkinan semua orang akan salah sangka jika kalian berdua sangat dekat." Rokuro mengeluarkan sebuah fakta yang mampu memukul wajah Shuan cukup kuat.
"Tetapi Haruka ku jauh lebih dewasa dan strategis, mirip seperti ibunya dan aku yakin dia dapat mengalahkan Kou."
"Kou memiliki wajah yang imut dan paha yang sangat mulus!"
"Haruka memiliki semuanya... Wajah yang imut, tubuh yang sangat sempurna... Lebih tepatnya, apakah Kou memiliki anggota tubuh bagian itu yang berukuran besar seperti Haruka?"
"Gugghh..." Shuan terasa seperti di tusuk dari belakang.
"Kou dapat bekerja keras, dalam proses menjadi seorang ratu Touriverse seperti ibunya."
"Apakah dia bisa memasak, mencuci piring, membersihkan lantai, dan melakukan semua pekerjaan rumah?" Rokuro mengatakan hal seperti itu karena ia tahu Haruka yang selalu melakukan semua itu.
Ketika Rokuro membawa soal memasak dan lainnya, Shuan tahu bahwa Kou tidak begitu hebat dalam melakukannya karena keterbatasan dari tubuh kecilnya dan kombinasi makanan anehnya.
"Shuan, ini sarapanmu, nasi di campur dengan madu.. Makan sarapan yang banyak ya..." Kou tersenyum.
"Tetapi tidak buruk juga... Semua rasa aneh itu seolah-olah dipulihkan dengan senyuman polos dan wajah imut nya itu..." Ungkap Shuan.
"Walaupun tidak bisa melakukan sebagian dari itu, setidaknya Kou adalah bidadari yang dapat memulihkan apapun dengan kepolosan dan senyumannya itu!" Shuan masih belum ingin kalah.
__ADS_1
"Haruka memiliki kedua tangan dan paha yang dapat memenangkan pikiran serta beban yang berat..."
"Dia sering mabuk dengan Vodka itu!"
"Tubuhnya suci, tidak perlu khawatir soal mabuk karena Vodka seperti di anggap minuman biasa baginya..."
"...yang bahaya itu madu, Kou tidak boleh mengonsumsi madu secara berlebihan karena itu tidak baik untuk kesehatan."
"O-Oi, sudahlah, teman-teman." Asriel mencoba untuk menghentikan perdebatan pasangan yang bertambah semakin panas, mereka bahkan sampai membawa kedua pasangannya dalam saingan juga.
Pada akhirnya, mereka berhenti berdebat ketika menginjak lantai toko, dengan cepat Shuan dan Rokuro langsung membeli barang kesukaan pasangan mereka.
Asriel hanya bisa diam dan membeli apapun yang Mitsuki suka tanpa harus bersaing seperti kedua temannya itu bahkan ia dikejutkan dengan barang belanjaan Rokuro dan Shuan yang begitu banyak.
"Madu lagi? Bukannya lebih bagus jika kau membeli sesuatu yang sehat untuknya?" Tanya Rokuro.
Shuan langsung mengeluarkan semua susu yang memiliki merek berbeda termasuk buah-buahan juga, Rokuro mulai mengeluarkan beberapa sayuran dan minuman penyegar.
Persaingan mereka masih berlanjut dalam perjalanan pulang sehingga Asriel menghela nafasnya panjang, mencoba untuk tidak membawa pasangannya juga karena ia tidak ingin bersaing sekarang.
"Opini yang bagus pedofil, sekarang masuk penjara!" Seru Rokuro.
"Opini yang bagus... Opini yang bagus..." Shuan kehabisan kata-kata sehingga tusukan pedang itu bertambah semakin banyak di sekujur tubuhnya.
"Ada apa? Sudah menyerah? Lebih baik menerima kekalahan sebelum aku mengeluarkan beberapa fakta yang dapat menghentikan dirimu untuk mencoba!" Ucap Rokuro dengan tatapan serius.
Shuan mulai membahas yang lainnya dan persaingan mereka masih tetap berlanjut sehingga Asriel menepuk wajahnya sendiri.
Honoka kebetulan berada di luar Mansion untuk melihat kedatangan Shuan yang sangat lama untuk membeli buah pir untuknya.
Honoka bisa melihat Shuan dan Rokuro yang berjalan begitu lambat selagi berdebat soal anak Korrina yang terbaik.
"Oi, cepaaaat..." Panggil Honoka sehingga langkah mereka bertambah semakin lambat, membuat Honoka kesal sampai ia menghampiri mereka dengan cepat.
"Kalian lama sekali---"
"Sudahlah, Honoka... Ini lah yang dinamakan dari persaingan antara dua Legenda soal pasangan yang terbaik..." Ucap Asriel yang berjalan melewati Honoka.
"Persaingan Rokuro dan Shuan soal pasangan yang terbaik tidak ada akhirnya sampai aku muak mendengarnya... Aku duluan..." Asriel masuk ke dalam Mansion itu.
Honoka bisa mendengar apa yang mereka katakan sehingga ia memiliki solusi untuk menghentikan perdebatan siapa anak Korrina yang terbaik, ia mulai menepuk kedua bahu mereka.
Membuat Rokuro dan Shuan terkejut seketika lalu menatap Honoka, "Ada apa?!"
"Apakah kau tidak melihat kami sedang sibuk?"
"Sibuk dari mananya, apa yang kalian lakukan hanya berdebat seperti biasanya!"
__ADS_1
"Kalian pikir Haruka dan Kou yang terbaik tetapi yang paling terbaik itu sebenarnya..." Honoka menunjuk dirinya sendiri dengan jempol.
"...adalah aku, Honoka Comi!"