Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 138 - Detik-Detik Terakhir


__ADS_3

Korrina melihat seluruh pasukan Touri untuk terakhir kalinya melalui sebuah layar virtual, mereka masih berlatih dan bersiap-siap untuk menghadapi perang yang akan datang. 3 menit sebelum waktu berjalan kembali dan pasukan Rxeonal akan segera melawan mereka kembali tetapi seluruh pasukan sudah pasti akan menyambut penyerangan mereka.


"Korrina, jika kau ingin mencoba untuk mengalahkan Shinku maka dengan sihir Sacred yang sudah menginjak tingkat sempurna itu... Kau pasti bisa!" Futsu mulai berbicara dengan Korrina.


"Aku tidak yakin, sihir Crimson yang dimiliki Shinku sudah pasti berada di tingkatkan yang jauh lebih tinggi dariku. Alvenius mengatakan-nya kepada diriku bahwa ia memiliki Grimoire of Crimson, dia dapat mengontrol segala sihir Crimson yang bisa saja berakhir cukup mematikan..." Kata Korrina dimana ia mulai menatap kedua telapak tangan-nya.


"Aku yakin kau pasti akan menemukan sesuatu yang dapat mengejutkan lawan-mu... Kau sudah mengejutkan diriku bersama ibu-mu beberapa kali ketika kamu pergi dan mencoba untuk menjalani kehidupan-mu sebagai mortal yang biasa... Sekarang lihatlah dirimu..." Futsu merasa sangat bangga melihat Korrina yang sudah mampu melampaui dirinya.


"Ayah... Terima kasih." Korrina tersenyum.


"Dengan ini kau hanya harus membuka gembok yang sedang mengunci hati-mu untuk membangkitkan sihir kuno level selanjutnya dari Sacred... Aku yakin suatu saat nanti kau akan memiliki sihir kuno yang digunakan oleh nenek moyang-mu itu, kau bahkan dapat menggunakannya semau-mu..." Futsu mulai membicarakan sihir kuno level selanjutnya dari Sacred.


"Sihir kuno level selanjutnya dari Sacred...? Apa yang kau coba katakan, Ayah...?"


"Sihir kuno [Azure]!"


***


Ketika Arata dan Ophilia sudah mengatakan ucapan perpisahan mereka kepada satu sama lain, Kizura mulai menghampiri Arata dan Akina lalu segera memberi saudara-nya pelukan yang sangat hangat. Ophilia mulai merasa terharu melihat ketiga saudara-nya mulai saling berpelukan dan saling memberi motivasi.


"Kizura... Akina... Berjanjilah kepada-ku, kalian harus terus bertahan sampai akhir...! Bertahan sampai kalian berdua bisa memenangkan perang! Kalian harus melindungi satu sama lain!" Seru Arata dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Tentu saja, kakak!" Jawab mereka berdua.


Ketika mereka mulai saling mempercayai, Arata pergi untuk menghampiri Korrina karena dia sudah sepenuhnya siap untuk mengunjungi wilayah Crimson. Seorang Dewa dan Dewi tiba-tiba datang menghampiri mereka lalu menghentikan Arata sampai ia berhenti bergerak lalu terlihat terkejut ketika menatap dewa dan dewi itu.


"K-Kau...?" Arata melebarkan kedua matanya ketika melihat wajah mereka, Akina dan Kizura juga ikut terkejut karena mereka bertiga sudah jelas mengenal Dewa dan Dewi yang menghalangi jalan Arata.


"Apa yang kalian lakukan ke sini...? Berani-beraninya kalian untuk menghadapi kita." Kata Arata.


"Ibu dan Ayah..." Kata Akina dengan raut wajah yang terlihat kesal.


Dewa dan Dewi itu adalah orang tua dari Arata, Akina, dan Kizura. Kizura secara refleks mencoba untuk menyerang mereka berdua tetapi ditahan Arata sedangkan Akina ia menahan emosi sekuat tenaga. Kedua orang tua-nya terlihat sedih bahwa anak-anaknya masih menyimpan rasa dendam kepada diri mereka sendiri.


Arata memerintahkan mereka bertiga untuk mengacuhkan kedua orang tuanya tetapi mereka berdua tetap mencoba untuk meminta maaf kepada mereka bertiga karena sudah menjadi orang tua yang sangat buruk. Orang tua Arata yang diangkat menjadi Dewa dan Dewi meninggalkan harga diri mereka dengan bersujud kepada ketiga anak-nya.

__ADS_1


"H-Hei, kalian tidak perlu melakukan hal yang memalukan seperti itu...!" Kata Ophilia, ia mulai merasa bersalah ketika melihat orang tua pacar-nya tiba-tiba bersujud kepada mereka bertiga.


Pada akhirnya Arata bersama saudara-nya memberikan mereka kesempatan jadi mereka memaafkan kedua orang tua-nya. Arata harus membayar kebaikan mereka dengan sebuah permintaan maaf karena sudah pernah membantu dirinya ketika ia mendapatkan pedang [God Slayer].


Keluarga Shimatsu telah berkumpul di satu tempat dan mulai saling memberi kasih sayang serta meminta maaf, sebentar lagi perang antar semesta akan dimulai dan mereka sudah tidak memiliki waktu lagi. Kedua orang tua Arata lah yang akan bertugas untuk menciptakan planet besar yang rata itu dimana perang antar semesta akan terjadi.


Di sisi lainnya Makarov dan Haruka sedang menikmati sebotol Vodka bersama pasukan rusia, mereka semua mulai bersulang untuk terakhir kalinya dan bersiap untuk berperang. Makarov menangis dengan tersedu-sedu ketika mengetahui Haruka yang akan pergi dan meninggalkan dirinya untuk memimpin.


"Kenapa dedek Haruka harus pergi... Huhuhu...." Kata Makarov dimana ia mulai menangis dengan tersedu-sedu bersama pasukan lainnya.


"Jangan menangis seperti itu, kalian semua. Aku akan pergi untuk menyelamatkan kalian semua dari serangan pasukan Crimson. Jadi... Makarov dan pasukan rusia lainnya, aku mempercayai kalian semua untuk bertahan sampai akhir dimana kalian bisa merasakan arti dari kedamaian!" Haruka mulai bangkit dan segera memberi mereka motivasi untuk bisa maju dan memenangkan perang antar semesta ini.


"Setelah kita menang...! Ayo kita merayakannya dengan Vodka lagi, aku juga akan membawakan kalian gadis-gadis cantik yang mau sama kalian!" Kata Haruka, ia tersenyum dengan sangat lebar lalu segera menepuk punggung Makarov untuk menenangkan dirinya.


"Demi Haruka...!!! For Motherland Russia!!! Kita akan memenangkan perang...!!!" Teriak Makarov.


""For Motherland Russia...!!! Untuk Haruka...!!! Kita akan memenangkan perang...!!!"" Ulang seluruh pasukan rusia.


Haruka mulai menatap Makarov dengan ekspresi yang terlihat senang, "Semoga beruntung, Makarov! Aku akan menyerahkan RDS-U kepada dirimu...! Kau harus hidup sampai perang selesai...! Kau harus hidup sampai diriku kembali pulang dari wilayah Crimson itu...!" Kata Haruka.


"Terima kasih, Makarov, hehehe..." Haruka mulai memeluk kaki Makarov erat dan Makarov mulai tersenyum lebar, membuat seluruh pasukan rusia mulai merasa iri dan segera mengambil ponsel mereka untuk menghubungi polisi karena sekarang Makarov sudah berubah menjadi seorang pedofil.


""Panggil polisi...!!! Panggil polisi secepatnya oi...!!! Pemimpin kita sudah berubah menjadi seorang pedofil...!!!""


"Woi...!!!" Seru Makarov.


***


Korrina mulai mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh negara Indonesia yang bernama [Indonesia Raya], ia merasakan ketenangan yang dahsyat ketika mendengar lirik lagu yang dikatakan oleh mereka semua.


""Hiduplah tanahku...! Hiduplah neg'riku...! Bangsaku...! Rakyatku...! semuanya...! Bangunlah jiwanya...! Bangunlah badannya...!!! Untuk Indonesia Raya...!!!"" Kata seluruh pasukan Indonesia dimana Korrina mulai ikut bernyanyi bersama mereka semua dengan Aditya disebelah-nya.


Pada detik-detik terakhir, lima detik lagi waktu akan berjalan kembali. Shira akan segera pergi menuju planet Legendarius untuk menarik mereka semua menggunakan sihir cahaya baru-nya yang dapat menarik perhatian seluruh musuhnya. 


Sebelum Korrina bersama rekan-nya pergi menuju wilayah Crimson, dirinya tidak lupa untuk memberi mereka semua semangat terakhir. Seluruh penduduk Touri bisa mendengar suara Korrina yang terasa hangat dan lembut sampai membuat mereka semua terbakar dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Sepertinya ini adalah perpisahan terakhir kita semua... Mari kita lakukan yang terbaik untuk melindungi Touri...! Aku akan bertarung dengan seluruh kemampuan yang aku miliki untuk bisa menang! Jika aku sempat jatuh dan kalah... Aku akan meneriakkan nama dari inti semesta ini yaitu Touri..."


"...Apakah kalian semua ingin melakukan hal yang sama denganku?" Tanya Korrina.


"Tidak ada salahnya jika kita gugur dalam perang, keguguran kita akan membawakan sejarah hebat yang baru untuk penduduk Touri yang bisa merasakan kedamaian yang kita perjuangkan. Aku harap semesta Touri dapat merasakan semangat kita untuk terus memperjuangkan kedamaian... Mari! Kita bersiap untuk berperang!" Seru Korrina.


""Yaaaaa....!!!!"" Teriak semua penduduk Touri.


Korrina bersama rekan-nya mulai melompat masuk ke dalam portal yang diciptakan oleh Haruka, mereka semua sudah meninggalkan Touri dan menyerahkannya kepada Shira bersama yang lainnya.


Dua detik lagi, waktu akan berjalan seperti biasanya... Shira berada di luar angkasa sambil menatap kedua telapak tangan-nya, ia mulai menunjuk matahari menggunakan kedua telapak tangannya agar ia bisa merasa lebih yakin untuk memancing seluruh pasukan musuh. 


Yuuna dan Megumi berada di barisan paling depan, seluruh Legenda yang mereka pimpin sudah bersiap untuk bertarung. Yuuna bersama pasukan-nya saat ini sedang menunggu waktu untuk berjalan di luar angkasa agar mereka semua mampu mencegat pasukan Iblis yang mencoba untuk menaklukkan beberapa planet.


Akina dan Asuka juga sudah bersiap menunggu detik-detik terakhir mereka sebelum perang dimulai, Akina mulai menatap jam tangan-nya dan sebentar lagi arah jarum jam akan menunjuk pukul 12. Seluruh pasukan Malaikat bersama dengan Android dan Cyborg sudah menyiapkan senjata mereka karena beberapa pasukan Iblis bisa terlihat jelas oleh mereka semua.


Seluruh penduduk Touri yang tersisa sedang melihat semesta Touri melalui layar virtual besar yang ada di dalam dimensi Haruka, mereka semua mulai berkeringat dan sebagian dari mereka juga berdoa. Makarov bersama pasukan rusia-nya akan segera keluar dari dimensi itu ketika Shira sudah memberikan sinyal untuk dirinya bergerak.


Tik... Tik... Tik...!


Arah jarum jam mulai menunjuk pukul dua belas dimana waktu berjalan seperti biasanya, seluruh pasukan Rxeonal dan Mortem tiba-tiba langsung terbantai habis oleh pasukan Legenda dan juga Malaikat yang menyerang mereka tanpa memberi mereka semua kesempatan untuk menyerang atau menyembuhkan diri.


"A-Apa yang terjadi!?" Tanya Rxeonal dimana ia dikejutkan oleh seluruh pasukan Legenda dan Malaikat yang menyerang seluruh pasukan-nya tanpa henti.


"Ck...! Sepertinya Haruka tadinya menghentikan waktu, dalam kesempatan itu... Mereka semua merancang sebuah rencana yang sangat mendadak bagi kita...!" Jawab Mortem.


***


Korrina bersama rekan-rekannya tiba, ketika mereka sudah masuk ke dalam wilayah Crimson maka mereka harus segera bersiap karena waktu sudah berjalan seperti semula.


Shinku menyambut mereka semua dengan melepaskan gelombang Crimson yang sangat besar tetapi Arata berhasil menangkisnya ke atas menggunakan pedang [God Slayer]-nya.


Korrina memegang erat Keris-nya, ia muncul di belakang Shinku dan langsung melancarkan serangan yang dapat melukai punggung-nya.


"Berakhir sudah...!!!"

__ADS_1


__ADS_2