
"Aw, sial... ini dia kemampuan yang selalu membuatku kesal." Ucap Ako ketika melihat Demetrio mengeluarkan banyak tanah liat dari dalam daratan yang langsung membentuk ratusan Golem untuk menahannya itu.
Demetrio masih belum puas dengan yang dinamakan percobaan, kekuatan dan daya tahan yang ia miliki tidak akan bisa Shinobu tembus sama sekali karena ia berada di wilayah kekuasaannya itu.
Tubuh Shinobu langsung menipis sampai tidak bisa Demetrio lihat dan rasakan, kemungkinan besar ia menggunakan kemampuan menyerupai yang sama dengan dirinya.
Yang ia dapat lakukan adalah bergabung dengan jenis tanah apapun sedangkan untuk Shinobu mungkin cahaya yang saat ini ia lihat, penglihatannya saat ini bisa melihat sesuatu yang terang dan tidak begitu gelap.
Demetrio mulai berpikir bahwa dirinya bisa saja berada dimana-mana, pakaiannya mulai menciptakan zirah batu yang mengeras sampai dilapisi dengan jenis logam kuat yang berbeda.
Demetrio melebarkan matanya ketika tubuhnya mulai merinding, sekarang ia dapat mendeteksi pergerakannya itu karena Realm of Earth serta planet Lemia yang bisa membagikan kesensitifan dari pergerakan dan penerbangan.
Satu pukulan yang Shinobu lepaskan berhasil Demetrio tangkap menggunakan tangan kanannya karena ia sempat mengetahui kemana dia akan menyerang, ia mulai melempar Shinobu ke atas langit.
Shinobu kembali menghilang dengan melakukan kamuflase bersama cahaya, "Sudah aku duga... percuma saja, tanah yang kau bawa dalam tubuhmu itu... sekecil noda yang tidak terdeteksi..."
"...serta dalam dunia dan wilayah ini, semuanya adalah kekuasaanku yang mengartikan bahwa diriku tidak akan bisa jatuh di dalam tempat yang lebih keuntungan ini!" Batin Demetrio.
Semua Golem itu sudah hancur duluan karena menerima serangan Shinobu yang begitu cepat, semua temannya hanya bisa memasang tatapan kagum betapa hebatnya kecepatan yang ia miliki itu.
"Jika terus memanfaatkan kecepatannya itu, dia bisa menang! Ayo, Koneko!!!" Seru Hinoka yang mencoba untuk menyemangati dirinya tetapi Koizumi mulai merasa khawatir akan sesuatu.
"Kekurangan dari Shinobu adalah daya tahan dan kekuatannya... percuma saja jika kecepatannya melebihi musuhnya, serangan yang ia berikan kepada Demetrio bisa saja memberi efek kecil."
Shinobu muncul di hadapan Demetrio lalu ia melancarkan banyak sekali pukulan beruntun yang dilepaskan dengan kecepatan penuh, satu detik saja sudah cukup untuk mengenai serangan lebih dari ribuan karena kecepatan yang terus ia tingkatkan.
"Walaupun daya kekuatannya masih kurang untuk mengalahkan daya tahan Demetrio..."
"...aku yakin serangannya itu yang berjalan sangat cepat sampai mengenai jumlah yang banyak... Demetrio bisa saja menerima kesakitan." Kata Ako.
Shinobu mulai menghentikan pergerakan bukan di lengan kirinya sehingga ia mengurangi kecepatannya hanya untuk meningkatkan daya serangan yang ia lakukan yaitu satu tendangan dengan dukungan pembakaran.
"Oof...!!!" Demetrio meringis kesakitan, ia dikejutkan dengan tendangan yang baru saja ia lakukan tadi, terisi banyak sekali kekuatan besar sampai ia sempat melihat pergerakannya melambat untuk sekejap.
Demetrio mencoba untuk menyerang balik tetapi karena tubuh Shinobu itu setengah kucing, jadi ia sangat fleksibel sampai menghindari serangannya dengan menundukkan kepalanya bersamaan dengan punggungnya sampai menyentuh daratan.
Shinobu melakukan backflip ke belakang lalu ia melebarkan matanya sampai mengaktifkan kekuatan dari Light of Hope, apa yang ia ambil dari sihir penumpukan itu adalah kekuatan untuk menyakiti dirinya.
Satu tendangan berhasil Shinobu lepaskan dengan pembakaran yang berkali lipat sampai mengenai pinggang Demetrio lalu melompat kembali ke belakang dengan kecepatan cahaya.
Ekspresi Demetrio terlihat kesakitan, ia bisa melihat Shinobu berdiri menggunakan kedua kaki dan tangannya seperti kucing sehingga ia kembali menipis sampai tendangannya lagi-lagi mengenai bekas tendangan yang terkena sebelumnya.
"GUHHHH!!!" Tendangan itu sampai menyebarkan daya kekuatannya ke dalam tubuh Demetrio sampai meretakkan tulangnya yang sudah diperkuat dengan logam.
Shinobu melakukan putaran lagi ke belakang dengan pose kucing sampai ia mulai melepaskan raungan singa, "ROOAAAGGHHH...!!!"
Dengan melepaskan raungan besar yang meningkatkan semua kekuatannya itu, ia melancarkan tendangan lain sampai menendang wajah Demetrio lalu menghancurkan tengkoraknya.
Demetrio terpental ke belakang sampai wajahnya menabrak dengan daratan, ternyata bukan hanya kekuatan dari Golden Sunshine yang Koneko gunakan.
Golden Sunshine hanya untuk memulihkan sesuatu dengan serangan serta sihir tambahan dari daun emas, kekuatan emasnya itu juga lebih menonjol dengan kecepatan yang mengorbankan kekuatan serta daya tahannya.
__ADS_1
Namun, dia mendapatkan banyak bantuan dari kemampuan murni dan tambahan seperti Light of Hope yaitu peningkatan daya kekuatan sedangkan satunya lagi yaitu Beast dalam tubuh Legenda yang mampu meningkatkan pesat kekuatannya juga.
"Fuhhh..." Shinobu menghembuskan nafasnya pelan lalu ia menghentikan semua kekuatan itu sebelum tubuhnya mengalami kekacauan karena ia tadi mencampurkan berbagai macam kekuatan untuk pertama kalinya.
"Seperti biasa... siapa yang tahu latihan macam apa yang sudah Nobu lakukan, dia sangat hebat." Ako tersenyum melihat Shinobu yang memiliki ukuran tubuh kecil memiliki perkembangan yang begitu jauh yaitu kekuatannya sendiri.
"Apakah kita akan melihat Shinobu mengombinasikan semua kemampuan yang ia pelajari...? Dengan tubuh seperti itu dia pasti---"
Perkataan Koizumi langsung terpotong oleh Hinoka, "Mengetahui sepupu kecilku bagaikan adik... dia itu gadis yang bekerja keras demi memperbaiki semua kesalahannya."
"Aku yakin dia ingin merusak tubuhnya itu dengan semua kekuatannya tadi agar bisa terbiasa dan memperbaiki apa yang ia temukan... bukannya begitu?" Tanya Hinoka kepada mereka yang mulai tersenyum.
Shinobu berhasil menendang wajah Demetrio sampai ia terdorong ke belakang dengan tatapan kesal, setelah itu ia mengangkat lengan kanannya ke atas sampai mengeluarkan pilar yang mencoba untuk menabrak tubuhnya.
Shinobu melebarkan matanya ketika ia merasakan sesuatu yang aneh dalam pilar itu, ia menghentikan pergerakannya dengan melepaskan cahaya gelombang ke depak sampai ia terdorong ke belakang.
"Kenapa? Kau tadi terlihat bersemangat untuk melukai diriku lagi dengan serangan cahaya menyebalkan yang aku ingat dari Shinji..." Kata Demetrio selagi menggerakkan lehernya sampai mengeluarkan suara.
"Kau yakin sudah menemukan cara untuk mengubah mereka yang terkutuk menjadi batu kembali semula...? Atau kau memang begitu gegabah untuk melawan sumber kekuatan dari kepercayaan?"
"Penyebaran kepercayaan tanah sudah meluas loh... kekuatan yang aku terima sekarang mungkin bisa menghentikan dirimu dalam sekejap, tubuhmu yang kecil menunjukkan daya tahan yang kau punya!"
"Kau melakukan sedikit kesalahan... dengan masuk ke dalam Realm of Earth dan tentunya planet Lemia... kalian tidak akan bisa keluar hidup-hidup..."
"...dengan kekuatan yang aku terima dari tubuh Dewa ini karena sudah menyesuaikannya, ditambah lagi dengan kepercayaan seluruh pengikut tanah dengan wilayah Realm of Earth maka kekuatanku bisa melampaui siapa pun yang menghalang!"
"Karena begitu... aku akan senang untuk mengalahkan kau, Shinobu Koneko... terutama lagi mengubah dirimu menjadi patung batu yang bersujud di depanku!"
"Kau kira hanya ini kekuatanku? Dasar bodoh." Demetrio tersenyum sampai ia mulai memegang selendang putih yang ia lempar ke sebelahnya sampai mengguncangkan daratan.
"Selendang apa yang ia pakai...?! Sepertinya berat sekali...!" Kata Hinoka yang terlihat kaget.
"Tunggu...! Apa yang baru saja di bilang tadi?!" Tanya Koizumi dengan tatapan kesal karena Demetrio seperti biasa akan menggunakan berbagai macam rencana untuk mengalahkan musuhnya.
"Apa-apaan...?!" Ako menatap Demetrio yang melepaskan banyak sekali aura coklat kehitaman sampai mengguncangkan planet Lemia lalu membesarkannya.
Shinobu melihat ke atas langit, entah kenapa planet Lemia mulai bergerak menjauh dari planet lainnya sampai menyentuh perbatasan Yuusuatouri, "Apakah kau menggerakkan planet ini untuk menjauh?"
"Tujuanku bukan menghancurkan sesuatu dengan sembarangan... apa yang aku lakukan hanya mengancam dan memberikan hukuman untuk mereka yang membantah ajakan terhadap kepercayaan Dewa...!" Jawab Demetrio.
Shinobu melakukan posisi pertahanan ketika melihat daratan yang Demetrio injak mulai retak sampai menjalar luas mendekati dirinya.
Tubuhnya juga mengeluarkan banyak asap sampai menonjolkan beberapa otot bagian biseps dan trisep, "Aku sudah menerima kekuatan kepercayaan mereka yang diberikan kepada Dewa Demetrio...!"
"Semuanya telah mengisi diriku dengan kekuatan cukup energi untuk melebihi siapa pun yang aku inginkan termasuk Kakek kalian...!" Demetrio mulai menggerakkan tubuhnya sampai ia mendengar seseorang mulai berbicara.
"Melampaui kami?"
Demetrio memasang tatapan kaget ketika ia mendengar suara seseorang yang tidak asing, ia menoleh ke sebelah barat dimana terdapat Shira, Haruki, dan Arata yang sedang memperhatikan selagi memasang tatapan kesal.
"Hahhh...?! Shiratori Shira... Shimatsu Arata... dan... Shichiro Haruki...?!" Demetrio sempat memasang tatapan panik ketika melihat mereka yang selama ini memperhatikan dari jauh.
__ADS_1
"Mereka...?! Sejak kapan mereka ada di sini...?! Apakah aku harus menggunakan kartu as itu sekarang untuk melawan mereka semua sekaligus...?" Batin Demetrio.
Tubuhnya mulai merinding sampai mengeluarkan keringat dingin karena panik dan belum siap untuk menghadapi mereka segara langsung sebelum ia menggunakan kartu as yang sudah ia simpan dalam keadaan darurat.
"Sekali lagi kau mengatakan seperti itu maka aku akan menghapus eksistensimu sekarang juga..." Ancam Shira.
"...tetapi hal ini bukan urusan kami lagi karena mereka lah yang suatu saat nanti akan menggantikan kita semua."
"Tidak ada gunanya melindungi bangsa yang sudah gila dan buta dengan kebodohannya sendiri, jadi aku biarkan kau mengubah para Legenda kerajaan itu menjadi batu."
"Tetapi jika sudah membahayakan Legenia dan Yuusuatouri maka kami mungkin bisa saja turun tangan..."
"...sesuatu seperti itu sudah bisa di bilang urusan kami semua." Shira mulai menghilang bersama dengan kedua temannya untuk melihat dari tempat yang aman dan rahasia
"Sial... berani-beraninya mereka menakuti Dewa sepertiku yang sudah menerima kekuatan sebanyak ini...!" Amarah yang Demetrio rasakan mulai ia lampiaskan menjadi kekuatan besar.
"Kakek melihat ya... kalau begitu aku harus mengerahkan semua yang aku---" Shinobu memasang tatapan kaget ketika Demetrio melepaskan meteor besar menuju arahnya.
Meteor itu mengandung God Lenergy di dalamnya sampai mengeluarkan aura coklat, Shinobu menangkis meteor itu ke atas langit menggunakan lengan kirinya.
Namun, Demetrio muncul dari dalam daratan sampai tiba tepat di belakang Shinobu lalu memberikan dirinya sebuah pelukan dari pelukan, ia mengerahkan semua tenaga dan kekuatannya untuk meremukkan tubuhnya itu.
"Aaaagggghhh...!!! Lepas...! Lepaskan aku...!!!" Shinobu mencoba untuk memberontak dari pelukan itu sehingga ia mencoba untuk meningkatkan seluruh daya kekuatannya agar bisa melawan balik.
"Sekarang aku paham kenapa kau tidak memakai kecepatan ini ketika menyerang diriku..." Kata Demetrio.
Tubuhnya mulai dilindungi dengan tanah liat sampai ukurannya bertambah besar dan pelukan itu mulai terasa lebih menyakitkan karena banyak tekanan.
"Itu karena daya tahanmu sangat lemah...!!!" Demetrio melempar Shinobu ke depan sampai ia menabrak meteor yang baru saja terjatuh dari atas langit.
"Kau berharap untuk menyelesaikan pertarungan kita dengan cepat saat kau masih memiliki kecepatan sehebat itu bukan? Tapi sayang sekali..." Demetrio melihat bulan emas dan matahari milik Shinobu menghilang.
"Aku seharusnya menyadari kau sudah tahu kelemahanku... daya tahan dan kekuatan yang harus aku kerahkan dengan kemampuan tambahan..." Jawab Shinobu.
"Tapi tetap saja..."
"Jika kau hanya mengulur waktu, itu artinya kau tidak mengira kau bisa mengalahkanku dengan kekuatan penuhku bukan...?"
"... ..." Demetrio hanya bisa diam.
"Dan jika aku bisa terus memukulmu dengan seluruh tenagaku, aku bisa memenangkan ini!"
"Hyaagghhh!!!" Shinobu memasang tatapan serius sampai aura emasnya membesar hingga melepaskan gelombang emas ke atas langit yang mengartikan dia sudah menyeimbangkan semuanya.
"Maafkan aku, Kakek... sepertinya aku tidak bisa menstabilkan kekuatan dan daya tahanku ketika memaksimalkan kecepatan itu dengan bantuan dari Golden Moon dan Golden Sun." Batin Shinobu.
"Jadi kau masih punya kekuatan..." Demetrio tersenyum puas.
"...bagus, sekarang aku jadi semakin tertarik denganmu!"
"Shinobu Koneko...!"
__ADS_1