
"Ya... Hahaha... Yaaaa...!!! Melihat dari wajah-mu aku mengingat tiga keturunan Comi yang pernah bertemu dengan-mu, salah satunya pernah terbunuh oleh-ku dan salah satunya pernah meminta tolong kepada-ku untuk menjaga dunia yang tidak berguna ini...!!!" Zangetsu tersenyum jahat ketika melihat wajah Korrina, Konari melesat maju menuju arah Korrina dan melewati-nya karena ia hanya mengincar Haruka dan Okaho.
"Konari...!!! Apa yang kau lakukan---" Korrina terbang ke atas karena Zangetsu baru saja melayangkan sebuah pukulan, "Refleks-mu bagus juga... tidak buruk, ini yang aku harapkan dari salah satu keturunan Comi terkuat yaitu Korrina Comi."
"Telinga-ku sudah muak mendengar keturunan-keturunan dari-mu...!!! Sacred Fall!!!" Korrina mengangkat kedua lengan-nya lalu ia melepaskan ratusan gelombang Sacred menuju arah Zangetsu, untungnya ia berhasil menghindari semua itu dan menyerap semua sihir tersebut sehingga ia langsung tertawa terbahak-bahak.
"Sihir apapun itu... aku memiliki-nya, dasar Korrina bodoh... kau tidak akan bisa mengalahkan diri-ku yang sudah menjadi dewa Touri!!! Sesosok Dewa yang memiliki apapun---" Korrina muncul di depan Zangetsu dan ia berhasil melayangkan satu tendangan yang mengenai wajah-nya, setelah itu Korrina melanjutkan serangan-nya dengan melepaskan suara yang keras melalui mulut-nya, menyebabkan Zangetsu terdorong ke belakang.
"Hehhh... hehehe... Ahahahahahaha!!! Muahahahahaha!!! BUHAHAHAHAHA!!! Sakit sekali, kau ternyata suka main kasar ya... aku suka juga itu kasar..." Zangetsu bangkit dan ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, ia menjilat bibir-nya sendiri lalu ia melepaskan berbagai macam sihir, dengan cepat Korrina menghancurkan semua sihir menggunakan kedua Keris-nya yang muncul dalam sekejap.
"... ..." Korrina mulai diam dan memikirkan sebuah rencana untuk bisa menyakiti Zangetsu lebih keras lagi, "Serangan sihir seperti-nya tidak akan pernah bisa mempan kepada diri-nya... mungkin aku harus menyerang-nya dengan fisik saja dan menyempatkan untuk menggunakan semua strategi yang aku buat untuk melawan Komi..." Korrina mulai menari tarian tradisional Indonesia sehingga membuat Zangetsu kebingungan.
"Tarian yang aneh... tetapi... aku bisa merasakan kesucian-nya dan kekebalan-nya meningkat cukup drastis, sial... apakah dia tahu bahwa aku akan meracuni-nya dan memberikan dirinya efek yang mampu membunuh-nya dengan cepat?!" Ungkap Zangetsu, ia benar-benar harus waspada dan tetap fokus ketika melawan keturunan Comi yang sangat cerdas dalam segi apapun, maupun itu pertarungan atau apapun itu.
"Wajah-mu... pemikiran-mu... tidak... semua yang aku lihat dan rasakan dari-mu sangat persis seperti nenek-ku yaitu Koina... yang melahirkan nenek ibu-mu yang bernama Konami lalu melahirkan ibu-mu yang bernama Koura serta dia juga melahirkan kakak-mu lalu melahirkan keturunan Comi yang sangat kuat yaitu Korrina..." Zangetsu mulai menunjuk Korrina.
"Koina... Konami... Koura... Korrina... Tiga mati dan satu lagi akan mati di tangan-ku!" Zangetsu maju ke depan dan melayangkan beberapa serangan, semua serangan itu mampu Korrina hindari dengan mudah karena bantuan dari tarian-nya, ia masih bisa menari dan tarian itu mampu membuat insting-nya meningkat sehingga mampu membuat refleks-nya sangat peka untuk menghindari serangan serumit apapun.
"Sial... Tarian jelek apa yang kau buat ini!? Sangat tidak indah!!! Ini hanya akan membuat-ku sakit mati...!!!" Seru Zangetsu keras.
"Sakit mata...? Baiklah... akan aku kabulkan!" Korrina menjentikkan jari-nya sehingga jentikan itu mampu menciptakan sinar yang sama seperti [Flashbang], Zangetsu langsung silau dan segera menutup kedua mata-nya... Korrina pasti akan menebak dia bereaksi seperti itu karena seluruh dewa-dewi ketika memiliki kekuatan ini sudah pasti akan meremehkan musuh yang lebih lemah dari-nya.
"Awww... Aku hanya bercanda!!!" Zangetsu tersenyum jahat sehingga Korrina melebarkan kedua mata-nya, satu pukulan ia layangkan dan berhasil mengenai perut Korrina sehingga gelombang hitam muncul keluar dari punggung-nya, menyebabkan dirinya terlempar ribuan meter ke belakang.
__ADS_1
Korrina berputar lalu memegang daratan dengan ekspresi yang terlihat kesakitan, "Uhuggghhh....!!!" Korrina memuntahkan darah yang sangat banyak, sepertinya Zangetsu benar-benar musuh yang sudah untuk tidak ditebak, tidak ada waktu untuk bermain-main karena Korrina langsung serius dan berubah menjadi wujud [Crimson Queen]-nya.
Zangetsu muncul di belakang Korrina dan hampir saja mencekik punggung-nya, ketika Zangetsu menyentuh Korrina... lengan-nya menembus dan Korrina segera melarikan diri karena ilusi itu hanya akan bertahan sekali untuk Zangetsu... jika dia diam saja maka tubuh-nya tadi akan mengeluarkan banyak darah, pertarungan satu lawan satu ini berjalan cukup menyulitkan bagi diri-nya.
"Aku tidak harus mengandalkan orang lain pada keadaan seperti ini... mereka sendiri saat ini sibuk menahan semua pasukan itu... sebagai seorang Legenda...!!! Aku harus mencari cara!!!" Korrina terbang ke atas dan mengeluarkan suara bising melalui mulut-nya untuk melambatkan Zangetsu.
"Sial...!!! Kenapa kau bisa memiliki sihir yang sangat menyebalkan, hah!? Aku tidak suka sihir bunyi!!!" Zangetsu melesat menuju arah Korrina dan ia langsung terbang lebih tinggi hingga mengeluarkan sebuah asap hitam yang keluar melalui kedua tapak-nya, Zangetsu terjebak di dalam asap itu dan ia mulai berpikir bahwa Korrina memiliki banyak sekali strategi di dalam diri-nya.
Di dalam asap itu Zangetsu dikejutkan dengan beberapa sinar Flashbang, sinar-sinar itu hanya untuk mengganggu indra perasa Zangetsu agar ia tidak bisa melacak Korrina yang saat ini sedang mengelilingi asap itu sambil memegang kedua Keris-nya itu, "Luka yang akan dibuat oleh kedua Keris ini... aku yakin... pasti akan berakhir sangat fatal...!" Ungkap Korrina.
Korrina memasukkan kedua Keris itu ke dalam sarung-nya lalu ia melesat menuju arah Zangetsu untuk menendang-nya menggunakan kedua tapak-nya lalu ia melanjutkan serangan dengan melakukan salto ke atas sehingga menendang wajah-nya dan membuat diri-nya terdorong ke belakang.
Zangetsu maju ke depan dan berhasil menghindari beberapa serangan-nya itu, Zangetsu berhasil menarik rambut Korrina tetapi untung-nya Korrina bertingkah cepat dengan memotong rambut-nya, "Jangan sentuh rambut indah---" Wajah Korrina langsung terkena satu pukulan yang mampu membuat diri-nya terjatuh di atas daratan.
"Ck...!!! Kuat... sangat kuat..." Korrina melihat tembok di depan-nya mulai retak, untungnya dia terbang ke atas untuk menyerang Zangetsu yang saat ini sedang fokus menghancurkan tembok tersebut. Tanpa aba-aba Korrina muncul di depan Zangetsu lalu menendang dada-nya dan melanjutkan tendangan itu dengan menendang wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang.
Hidung Zangetsu mulai mengeluarkan darah yang mengalir, "Ck... berani-beraninya kau membuat-ku berdarah...!!!" Zangetsu mulai marah besar, ia melepaskan tekanan besar yang mampu membuat Korrina tidak bisa bergerak, Zangetsu melompat ke atas dan menginjak tubuh Korrina menggunakan kedua telapak kaki-nya.
"Accckkkkk---" Zangetsu memasukkan ujung tapak kaki-nya ke dalam mulut Korrina, "Huggghhh!!!" Setelah itu ia menghantam wajah Korrina beberapa kali menggunakan kedua tinju-nya, kecepatan yang sangat lincah sehingga Korrina tidak bisa bergerak karena tekanan itu masih membuat tubuh-nya tidak bisa bergerak.
Semua pukulan itu mampu membuat wajah Korrina dipenuhi dengan darah, darah mengalir deras dari kepala-nya sehingga tulang-tulang retak bisa terdengar, "... ...!!!" Korrina sekarang mampu menahan semua serangan itu tetapi Zangetsu mencengkram wajah-nya lalu menyentuh perut Korrina untuk meluncurkan gelombang semua sihir itu yang mampu melempar-nya ke belakang.
Korrina kembali bangkit dan meluncurkan Final Shine Attack melalui kedua lengan-nya, Zangetsu dengan mudah menahan sihir itu hanya menggunakan tapak-nya sendiri. Korrina maju ke depan lalu melayangkan beberapa pukulan, semua pukulan itu dengan mudah Zangetsu tahan sehingga ia menyerang balik dengan mengepalkan tinju kanan-nya.
__ADS_1
"Semuanya berakhir sekarang...!!! Keturunan Comi bersama diri-mu...!!! Korrina...!!!" Zangetsu melayangkan satu pukulan yang mengenai tepat dada-nya dimana jantung-nya langsung meledak.
Zlaaasssshhhhh...!!!
"A-Ackkkk...." Korrina melebarkan kedua mata-nya sehingga darah mengalir deras melalui kedua mata-nya dan mulut-nya, "Mama!!!" Teriak Haruka keras karena ia melihat kejadian dimana Zangetsu mengerahkan satu pukulan dahsyat yang mampu menghancurkan jantung-nya itu.
"U-Uck..." Korrina mundur beberapa langkah sehingga ia berlutut di atas tanah sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan, "Kau bertarung cukup hebat, Korrina... aku sungguh menghormati---" Korrina mengeluarkan kedua Keris-nya lalu ia mengayunkan-nya menuju arah Zangetsu dan mengenai bahu serta perut-nya.
Keris itu meninggalkan luka yang sangat mutlak di bahu dan perut-nya sehingga Zangetsu menjerit keras, "Aaaahhhhhh!!! Dasar ******!!!" Zangetsu memegang tangan Korrina lalu mengarahkan Keris itu ke arah leher-nya sehingga ujung bilah Keris itu langsung menusuk leher-nya.
"Terima kasih..." Korrina tersenyum.
Zangetsu melebarkan mata-nya, "A-Apa...?"
"Apakah kau lupa...? Keris ini memiliki kemampuan untuk menyembuhkan segala luka pemilik-nya..." Korrina tersenyum dan partikel putih terlepas dari tubuh-nya, "Tetapi... aku sangat terkejut bisa melukai-mu dengan ilusi yang hebat ini." Korrina berubah menjadi partikel.
"Grrrgghhhh..." Zangetsu merapatkan gigi-nya sehingga urat-urat menonjol keluar dari wajah-nya, "Dasar keturunan Comi sialan... kalian semua benar-benar ****** termasuk dirimu...!!!" Zangetsu melirik ke belakang dan melihat Korrina yang saat ini sedang mengendalikan kedua Keris itu dari jauh.
"Kedua Keris itu asli tetapi Korrina yang kau lawan adalah palsu... bagaimana? Apakah kau menyukai buku sihir Sacred... buku yang cukup membantu-ku untuk menciptakan ilusi yang sangat sempurna sehingga diri-mu sendiri tidak dapat merasakan-nya." Korrina tersenyum serius.
"Grrggghhh...!"
"Sekarang, enyalah dari hadapan---" Konari menendang wajah Korrina sehingga ia terdorong ke belakang, "Ck!!!"
__ADS_1
"Konari...!!! Persetan kau!!!" Seru Korrina keras.