
Honoka mulai menghindari seluruh serangan yang Haruka lepaskan melalui sihir Time-Replay, ia bisa merasakan banyak pergerakan Haruka dimana-mana.
Honoka dengan cepat menghentikan kemampuan itu menggunakan sihir realitasnya karena ia tidak ingin memberikan Haruka kesempatan apapun untuk berpikir dan mendorong dirinya keluar arena.
"Counter-Reality!" Honoka melancarkan satu tendangan ke sebelah kanan dan ia mengenai berhasil Haruka, membuat dirinya terkejut dan mengerutkan dahinya.
Haruka baru saja sadar bahwa sihir waktunya di kontrol oleh Honoka menggunakan Counter-Reality, awalnya Haruka mencoba untuk melompati waktu tetapi lompatan waktunya tiba-tiba menghentikan dirinya di sebelah kanan Honoka.
"Baiklah...! Jangan bermain-main lagi, Kakak!!!" Seru Honoka keras, ia memunculkan aura Crimson yang besar, setelah itu melesat penuh kecepatan menuju arah Haruka.
Haruka mencoba memperlambat waktu untuk Honoka tetapi Honoka malah mengubah efek itu menjadi mempercepat waktu bagi dirinya sehingga ia sekarang melancarkan beberapa pukulan ke arah Haruka.
Haruka berhasil menahan semua serangan itu dengan tatapan kesal karena adiknya sendiri memang sangat kuat, bisa di bilang memiliki banyak kelebihan di bandingkan dirinya.
Kedua serangan mereka saling beradu karena Haruka dapat menumpuk sihir waktunya beberapa kali agar Honoka mengalami waktu kesulitan untuk mengubahnya menjadi efek yang terbalik.
Haruka melancarkan satu pukulan ke depan dan tinjunya malah menembus tubuh Honoka yang berubah menjadi aura Crimson, yang asli berada tepat di belakangnya selagi melancarkan satu pukulan.
Untungnya Haruka berhasil membaca masa depan dan prediksi jadi ia menahannya serangan itu menggunakan jari telunjuknya sampai melepaskan dorongan besar dimana-mana.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang, Kakak...!? Mencoba untuk melompati waktu lagi atau membaca masa depan dan prediksi pergerakan ku...!?" Tanya Honoka, mencoba untuk mendorong kemampuan Haruka lebih tinggi lagi.
Honoka melakukan sebuah putaran lalu menendang pinggang Haruka dengan cepat, Haruka tidak sempat melakukan apapun karena seluruh kemampuan mengalami efek terbalik oleh Counter-Reality.
Setelah itu, Honoka menghantam wajah Haruka sampai ia terhempas ke belakang. Dengan cepat Haruka melepaskan empat Time-Replay yang menggunakan sihir waktu berbeda-beda kepada Honoka.
Haruka yang hasil menghilang, masuk ke dalam dimensi waktu yang berbeda tetapi pandangannya masih tetap bisa melihat Honoka sehingga ia mulai mendekati dirinya dan mencoba untuk menghantam puncak kepalanya.
Honoka tersenyum serius lalu ia melompat ke atas dan menghantam ke atas, menyebabkan seluruh Replay itu menghilang dan perut Haruka menerima banyak serangan pukulan Honoka sampai ia terjatuh di atas arena.
"Bagaimana, Kakak!? Bukannya sihir realitasku adalah yang terbaik!?" Honoka tersenyum senang karena ia dapat mengalahkan Kakaknya sendiri.
"Kakak sudah bilang beberapa kali soal sihir Realita itu bukan...? Sangat kuat bahkan sihir waktuku kalah telak, apapun caranya realitas tidak bisa di lawan dengan apapun." Haruka menghapus darah yang mengalir di mulutnya.
Haruka berhasil melompati waktu dan mengenai wajah Honoka dengan sebuah pukulan dan Honoka berhasil menyerang balik dengan memukul wajahnya keras.
Honoka lengah dengan Replay yang Haruka lepaskan sehingga perutnya menerima pukulan yang cukup dalam, pukulan itu melepaskan gelombang Crimson melalui punggungnya.
"Graaaggghhh!!!" Honoka menendang wajah Haruka sampai ia terhempas ke belakang.
"Aku akhiri ini, Kakak...!!!" Seru Honoka keras, ia melesat maju ke arah Haruka lalu melancarkan satu pukulan yang mengenai wajahnya.
Haruka tersenyum, "Apa yang kau pukul adalah dirimu sendiri, Honoka..."
Honoka langsung menerima satu pukulan yang begitu keras di wajahnya karena tinjunya tadi sempat memukul wajah Haruka tetapi Haruka malah berubah menjadi Honoka.
"A-Apa...?"
"Dengan ini, aku bisa menahan Honoka... Aku perlu mengganti setiap rencana dan strategi ketika melawannya, jika aku menggunakan Time-Mirror secara terus menerus maka efeknya akan terbalik kepadaku." Ungkap Haruka.
__ADS_1
Honoka memancarkan cahaya putih melalui kedua matanya, membuat Honoka lengah seketika sehingga tubuhnya menerima banyak serangan berbeda-beda dari setiap arah.
Haruka baru saja melepaskan beberapa Time-Replay untuk menyerang masa lalu Haruka dan setiap prediksi pergerakan yang Honoka lakukan sebelumnya.
Semua serangan yang mengenai masa lalu Honoka dan prediksi pergerakan yang gagal di tebak akan mengalami perpindahan kepada tubuh asli Honoka sehingga ia sekarang menerima banyak sekali serangan yang menyakitkan.
Honoka kewalahan karena ia bisa merasakan banyak sekali Replay Haruka yang menyebar kemana-mana hanya untuk menyerang masa lalu dan prediksi masa depannya.
"Sial... Ini yang aku benci..." Honoka mencoba sekuat mungkin untuk menahan semua kesakitan itu sehingga Haruka menjentikkan jarinya sampai Honoka terjatuh di atas lantai dengan tatapan kesal.
Tubuh Honoka di penuhi dengan luka dan darah yang mengalir deras, membuat seluruh penonton ketakutan terhadap kemampuan yang baru saja Haruka lakukan tadi.
"Sihir waktu apa tadi...? Aku hanya bisa melihat Haruka berdiri tegak dan Honoka sendiri terlihat seperti menerima banyak serangan di segala arah." Ucap Shizen.
"Kemampuan Haruka bertambah jauh lebih kuat sekarang... dia masih bisa berkembang jauh lebih mengerikan lagi dari sebelumnya." Kata Yuuna.
Haruka melompati waktu dan ia muncul tepat di belakang Honoka tetapi ia langsung menerima beberapa serangan dari Honoka, kali ini serangannya begitu cepat tanpa penahanan apapun.
Serangan Honoka menembus tubuh Haruka sekarang karena ia baru saja menyerang sebuah Replay, yang asli berada di belakangnya dan ia melompat ke depan lalu melepaskan gelombang Crimson ke Haruka.
Gelombang itu menembus tubuh Haruka lagi, sebuah Replay yang cukup menyebalkan karena Honoka saat ini sedang fokus dan konsentrasi terhadap Replay lainnya yang mencoba menyerang dirinya melalui masa lalu dan prediksi.
"Bagaimana, Honoka? Apakah kau di bingung kan dengan semua sihir waktu yang aku gunakan secara tumpuk dan bersamaan?" Tanya Haruka.
"Apakah Kakak ingin menginjak tingkatan selanjutnya...?"
"Mama bilang untuk tetap bertarung sebesar dan sekuat apapun, kita sebagai bangsa Legenda harus mengerahkan semuanya! Walaupun kau adikku, aku tidak akan kalah sebagai Kakakmu!" Haruka mengepalkan kedua tinjunya.
Ia melihat Haruka berdiri tepat di hadapannya, dengan tatapan yang terlihat mengancam karena kali ini ia akan bertarung serius.
Haruka yang asli saat ini mencoba untuk mengangkat tubuh Honoka dan melemparnya keluar arena tetapi tubuhnya tiba-tiba menerima banyak serangan sehingga ia terjatuh di atas lantai dengan tatap terkejut.
"Semua Replay itu... Milik kita sekarang!" Honoka tersenyum serius.
"Sial... Counter-Reality lagi...?!"
"Tidak... Kali ini [Our Reality]! Jika kau ingin menyerang masa laluku dan semua prediksiku maka aku juga sama!" Ucap Honoka dengan tatapan penuh tekad, Haruka langsung menghentikan seluruh Replay dan serangannya.
Mencoba strategi baru dengan menghentikan waktu, memperlambat waktu, mempercepat waktu, melihat masa depan, dan tentunya melompati waktu.
Semua itu tetap Honoka lawan balik sehingga Haruka terkena pukul sampai terhempas ke belakang. Haruka mencoba untuk menyerang kembali tetapi Honoka mulai menarik lengan Haruka lalu menghantam dirinya di atas daratan.
Haruka mempercepat waktu untuk dirinya tetapi Honoka masih tetap bisa menghantam wajahnya berkali-kali.
Haruka menghentikan waktu lalu muncul tepat di belakang adiknya dan Honoka tetap bisa bergerak besar sehingga ia menendang pinggang Haruka lalu ia menghilang dengan cepat.
Kali ini memperlambat waktu untuk Honoka, Haruka muncul tepat di belakang Honoka tetapi ia menerima satu tendangan salto dari Honoka.
"Itu saja, Kakak!?" Honoka tersenyum penuh rasa puas karena ia sangat menikmati pertarungannya melawan Haruka.
__ADS_1
Haruka mencoba untuk menyerang masa lalu Honoka tetapi masa lalu Honoka mulai menghantam perut Haruka cukup dalam sampai mengejutkan dirinya.
"Ck... Dia juga menggunakan realitas untuk mengendalikan masa lalunya agar menyerang..." Ungkap Haruka sehingga ia melompati waktu lalu mengelilingi Honoka untuk membuat dirinya kebingungan.
Honoka meraih kaki Haruka lalu ia menghantam dirinya di daratan beberapa kali tetapi Haruka menghilang dengan cepat lalu menggunakan berbagai macam sihir waktu kepada Honoka.
Sebagian penonton mulai kehilangan arah sampai kebingungan, mereka hanya bisa melihat pergerakan Haruka yang begitu cepat tetapi Honoka jauh lebih cepat berkat pengontrolan Realitasnya itu.
"PERTARUNGAN YANG CUKUP MEMBINGUNGKAN TETAPI SERU...!!! HEBAT SEKALIIII!!!" Seru Jorgez keras, semua peserta mulai menyemangati mereka berdua.
"Honoka terlihat seperti tidak terkalahkan... aku tidak menyangka dia akan membuat Haruka kewalahan seperti itu." Ucap Rokuro selagi menatap Haruka yang terus menerima banyak serangan.
"Yang lebih mengerikannya lagi jika Honoka memenangkan pertarungan maka Final akan menjadi mimpi buruk untukku..." Kata Methode.
"Apapun itu... Dia pasti bisa mengubahnya dan membuat semuanya berakhir positif atau menguntungkan untuknya." Ucap Asriel, ia terus memperhatikan pertarungan mereka untuk persiapan nanti.
Haruka muncul di sebelah kanan tetapi ia terkena tendang, ia muncul di belakang Honoka sekarang tetapi dirinya masih terkena tendang sehingga setiap sihir waktu yang ia lakukan tetap memberikan dirinya hasil terkena serang oleh Honoka.
Honoka mulai memegang erat tangan Haruka lalu melancarkan serangannya kombinasi yang di akhiri dengan sebuah tendangan sehingga ia terhempas ke belakang.
"Kenapa Haruka terus menggunakan sihir waktu jika hasilnya tetap gagal...? Tidak mungkin Haruka seperti itu..." Ungkap Hana.
"Strategi dan rencana Haruka terlihat sudah habis sepertinya... Ia tidak memiliki cara lain ketika melawan Honoka." Ucap Minami, ia cukup terhibur melihat realitas dan waktu saling bertarung.
"Seberapa banyak kau akan mengulanginya, Kakak? Hentikan menggunakan cara yang sama dan gunakan cara lain!" Kata Honoka karena ia mencoba untuk membantu Haruka juga.
Honoka melaju cepat ke arah Honoka lalu melancarkan beberapa pukulan dan tendangan, Haruka menahan semua serangan itu dengan tatapan yang lemas karena adiknya terlalu kuat dan lebih hebat di bandingkan dirinya.
Honoka mengakhiri serangan dengan menendang dagu Haruka sampai ia terhempas ke belakang dan hampir saja terjatuh dari arena, saat ini ia berada di perbatasan arena tersebut jika ia mundur maka Haruka akan terjatuh.
Haruka menunjuk Honoka, tinjunya mulai diselimuti dengan aura hijau serta lambang waktu, ia melepaskan sebuah gelombang hijau tipis ke arah Honoka.
Honoka mulai menahannya menggunakan tapak kanannya sehingga gelombang itu memunculkan Haruka, membuat kedua iris mata Honoka berubah kembali menjadi merah.
"Mau...?" Panggil Korrina.
Honoka melihat Korrina berdiri tepat di hadapannya dan ia terlihat seperti mengulurkan lengan kanannya.
"Mama---" Dada Honoka terkena hantam cukup keras oleh tinju Haruka yang diselimuti dengan aura putih sekarang.
"Heaven's Time...! Pukulan ini adalah penentuan terakhir, Honoka..." Pukulan yang mengenai dada Honoka melepaskan dorongan besar sampai menghempas Honoka ke belakang.
Honoka mengenai beberapa batuan besar di belakangnya sehingga ia mulai menggunakan realitasnya untuk memunculkan gunung yang besar di belakangnya agar ia tidak terjatuh.
Bammm!!!
"Kau menggunakan Heaven...!?" Bekas pukulan di dada Honoka melepaskan dorongan besar di sekitarnya sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak seketika.
"Di saat-saat aku lengah karena terus berhalusinasi melihat Mama..."
__ADS_1
"...apakah semua ini strategi terakhirmu, Kakak?"