Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 550 - Empat Permohonan


__ADS_3

"Pertarungan penutupan tadi adalah bukti resmi bahwa tidak akan ada lagi yang namanya Solicitation, semuanya berakhir karena saya sebagai pendirinya merasa semuanya sudah cukup..."


"...generasi empat ini memberikan diriku banyak sekali murid berbakat dan berpotensi yang mampu menumbuhkan banyak ketertarikan terhadap diriku ini." Morgan tersenyum puas.


Seluruh penonton tentunya merasa sangat senang bisa melihat detik-detik terakhir dari Solicitation, semuanya telah berakhir dan para pemenangan mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu Solicitation’s Order.


Beberapa menit kemudian, turnamen dan akademi permohonan telah di tutup untuk selama-lamanya, kota permohonan tetap ada bahkan akan di jadikan sebagai wisata dan tempat liburan yang cukup menyenangkan.


Semua penonton telah pergi meninggalkan turnamen, sebagiannya pulang dan sebagiannya lagi mulai mengunjungi kota permohonan hanya untuk melihat-lihat.


Ketiga kemenangan turnamen saat ini sedang berhadapan secara langsung dengan Morgan di ruangan kepala akademi, Morgan mengambil ketiga kubus emas itu dari atas pilar lalu menghampiri ketiga Legenda itu.


"Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena sudah mau bertarung dengan penuh kekuatan sampai membuat diriku merasa puas..."


"...para penonton juga menikmati pertarungan tersebut dan sebagai imbalannya, janjiku akan aku penuhi dengan memberi sang pemenang sebuah kubus yang dapat mengabulkan permohonan apapun."


Morgan menghampiri Asriel lalu memberikan dirinya kubus itu, "Asriel..."


"...kamu adalah keturunan Shichiro pertama yang mampu mencatat sebuah sejarah di turnamen permohonan ini untuk bisa menang melawan keturunan Comi." Morgan tersenyum dan Asriel menerima kubus itu.


"Terima kasih, Pak Morgan."


"Gunakanlah kubus itu dan memintalah sesuatu yang berguna..." Morgan mengangguk lalu ia menghampiri Rokuro dan mulai memberi dirinya sebuah kubus permohonan.


"Di generasi yang ketiga, Ayahmu dan Ayah Asriel pernah bertarung di Final, hasilnya sungguh tidak terduga, keduanya terjatuh dari atas arena sampai memberikan hasil setara."


"Sekarang kau telah memenangkan pertarungan Finalmu melawan keturunan Shiratori, kamu berhak mendapatkan kubus ini, Rokuro."


Rokuro mengangguk lalu menundukkan kepalanya kepada Morgan, "Terima kasih, Pak, saya akan menggunakan kubus ini dengan cara yang positif."


"Dan yang terakhir..." Morgan menghampiri Minami lalu tersenyum ketika ia melihat sejarah yang masih terus berlanjut, generasi sebelumnya Megumi memenangkan pertarungan dan sekarang putrinya berhasil memang juga.


"Ibumu memenangkan pertarungan final di generasi tiga dan sekarang lihat dirimu, kamu berhasil mencetak banyak kemenangan di final dan pertarungan penutupan..."


"...selamat, Shiratori Minami. Kamu berhak mendapatkan ini..." Morgan memberikan Minami dua kubus emas yang dapat mengabulkan empat permohonan.


"Pak Morgan... terima kasih..." Minami tersenyum senang, dengan empat permohonan, ia dapat melakukan apapun dengannya demi memperbaiki sesuatu yang seharusnya ia lakukan sejak kecil.


"Kubus itu hanya bisa mengabulkan permohonannya sesuai perintahku, kalau begitu... Kita mulai darimu, Minami, apa yang kau inginkan?" Tanya Morgan yang mulai mengambil kubus emas pertamanya.


"Hmm... Bolehkah aku memberikan permintaan itu kepada seseorang?" Tanya Minami sambil menggerakkan ekornya.


"Tentu saja, kubus ini milikmu sekarang jadi kau tentunya diperbolehkan untuk melakukan apapun." Kata Morgan.


"Kalau begitu... beri aku sedikit waktu...!" Minami berjalan pergi meninggalkan ruangan itu untuk mengajak Shuan karena ia akan memberikan permohonan pertamanya kepada Shuan.


Tidak memakan waktu yang cukup lama, Minami berhasil membawa Shuan masuk sehingga ia terlihat sangat kebingungan, ia sempat melihat Rokuro dan Asriel yang tersenyum kepadanya.


"Ada apa, Kakak... apa yang kamu inginkan?" Tanya Shuan.


"Kakakmu yang cantik dan imut ini telah mendapatkan empat permohonan, atas rasa terima kasihku ketika melihat hasil latihanmu sejak itu..."


"...aku ingin memberikan satu permohonan kepadamu, jadi apa yang kamu inginkan, Shucchi?" Tanya Minami.


"Ka... Kakak..." Shuan terlihat kaget ketika mendengarnya bahkan air mata langsung mengalir keluar melalui kedua matanya, membuat dirinya merasa terharu seketika.


Shuan langsung memberikan Minami sebuah pelukan yang sangat erat, ia seperti biasanya menangis layaknya seperti anak kecil, membuat Minami terkekeh lalu menepuk punggungnya beberapa kali.

__ADS_1


"Sudah, sudah, ayo, lakukan apa yang kamu ingin lakukan untuk dirinya." Ucap Minami, Shuan melepaskan Minami lalu ia menatap Morgan.


"Aku ingin menggunakan kubus itu untuk memohon agar penyakit dan demam Kou bisa sembuh, jadikan dirinya sebagai gadis biasa! Sembuhkan segalanya...!" Seru Shuan.


Morgan mengangguk lalu ia memegang kubus tersebut, ia memejamkan kedua matanya lalu mengatakan sebuah mantra yang mampu membuat kubus itu berputar cepat.


"... ...!!!" Morgan melebarkan kedua matanya ketika ia merasakan sebuah penolakan dari kubus itu yang mengartikan permohonan tadi tidak dapat di kabulkan.


"Ini sungguh mengejutkan... kubus ini merasakan sebuah penolakan ketika mencoba untuk mengabulkan permohonanmu..."


""Apa...!?""


Semua orang langsung terkejut ketika mendengarnya, Morgan meminta Shuan untuk mengatakan permohonan lainnya sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain merasa kesal dan sedih.


"Kalau begitu..." Shuan mendekati Morgan lalu membisiki permohonannya kepada Morgan.


Morgan melebarkan kedua matanya, "A-Apakah kau serius?!"


"Ya... lakukan dengan cepat!"


Minami, Rokuro, dan Asriel tidak sempat mendengar apa yang Shuan bisikan karena terlalu pelan tetapi Morgan berhasil mendengarnya.


Melihat Morgan terkejut seperti itu membuat Minami mencoba untuk tidak menghiraukan permohonan privasi Shuan, ia akan mendukung dirinya kapan pun asalkan itu pilihan yang baik.


"Oi, Shuan, apa yang kau minta?" Tanya Rokuro.


"Ini hanyalah rahasia untuk diriku saja... sebuah privasi yang tidak boleh di ketahu oleh siapa pun, kutukan Comi terutama untuk Kou sangat lah kuat." Shuan mulai berbicara.


"Korrina bilang bahwa Kou adalah putri yang dipenuhi kekurangan, sekali ia sembuh dan menggunakan The Mind secara berlebihan maka ia hanya mengurangi waktu kehidupannya..."


Kubus emas yang Morgan berputar cepat dan menghilang seketika, hasilnya terlihat cukup baik karena Morgan tersenyum dan memberitahu kepada mereka semua bahwa permohonan telah terkabulkan.


Rokuro dan Asriel terus memperhatikan Shuan, mereka dikejutkan dengan reaksi Shuan yang berubah seketika karena ia terlihat kesakitan tetapi ia dapat menahannya sehingga ia menghela nafasnya pelan.


"Kou... kau selamat dari kematianmu..." Ungkap Shuan.


"Kalau begitu permohonanku yang kedua aku gunakan untuk..." Minami menatap Shuan dan Rokuro, mereka mengangguk sehingga membuat Minami mengacungkan jempolnya.


"Aku ingin Korrina Comi pulang secepatnya bersama dengan seluruh orang yang pergi dengan dirinya." Kata Minami.


Morgan mencoba untuk mengabulkan permohonan itu dan lagi-lagi ia mendapatkan sebuah penolakan, permohonan seperti tadi sangat mustahil bahkan Morgan sampai di sengat oleh kubus itu.


"Arghh... sengatan itu memperingati diriku bahwa permohonan tadi adalah mustahil, setara dengan menjadi dewa segalanya... entah kemana Korrina Comi pergi sekarang tetapi sengatan tadi menandakan dirinya masih hidup."


"Kubus permohonan apa ini?! Kenapa dua permohonan sudah gagal seperti itu!?" Tanya Rokuro kesal.


"Solicitation's Order memiliki batasannya tersendiri, semua itu terjadi sejak generasi satu... aku hampir saja di hapus oleh dewa segalanya karena menemukan alat yang berbahaya seperti ini."


"Kubus ini hanya dapat mengabulkan permintaan yang setara dengan menghidupkan seseorang mati atau menjadi dirinya sebagai seorang dewa... selevel dengan dewa." Kata Morgan.


Shuan dan Rokuro entah kenapa masih merasa tidak menerima ketika permohonan itu tidak dapat membuat Korrina pulang, mungkin karena dirinya terlalu jauh.


"Kalau begitu aku ingin tiga permohonan ku untuk di kabulkan dengan cepat, tidak ada waktu yang harus aku habiskan." Minami mengangkat ketiga jarinya.


"Baiklah, saya akan mendengarnya." Kata Morgan.


"Yang pertama, tolong hidup kan semua Neko Legenda yang terbunuh sejak insiden itu... seluruh Neko Legenda yang mati karena penyiksaan dan pembantaian!" Seru Minami.

__ADS_1


Permohonan pertama Minami membuat Shuan terkejut seketika bahwa Asriel dan Rokuro tidak menyangka Minami akan meminta permohonan seperti itu.


"Yang kedua, aku meminta sebuah pulau besar yang cocok di jadikan tempat tinggal bagi para Neko Legenda, penuh dengan alam indah dan tentunya penjaga yang kuat untuk melindungi mereka...!"


Sejak awal, Minami menginginkan populasi Neko Legenda kembali seimbang karena di era seperti ini, bangsa Neko Legenda mengalami banyak kekurangan dan Minami mencoba untuk mengubahnya.


Demi keturunannya, bangsanya, dan tentunya kedua orang tuanya karena Minami sempat membahas soal permohonannya kepada Shira sejak ia datang untuk menemui Shuan.


"Kedua permohonanmu berhasil di kabulkan... seluruh Neko Legenda yang di hidup kan telah berpindah menuju pulang yang kau inginkan." Kata Morgan.


"Permohonan terakhir ya... kalau begitu aku ingin mengabulkan apa yang Ayahku inginkan..." Minami mencoba untuk mengingat apa yang Shira katakan sejak itu.


"Zaman kuno... dipenuhi dengan banyak kuil dan sumber kekuatan besar hanya dengan berlatih di dalam kuil itu..."


"Permohonan terakhirku, aku menginginkan seluruh kuil yang sudah hancur sejak zaman pertama sampai sekarang untuk kembali terbentuk dan bangkit..."


"...dengan syarat seluruh kuil itu berada di tempat aman dan terjaga agar beberapa orang yang mencoba untuk mendatanginya bisa menerima tantangan sulit!"


"Kuil...?!" Asriel terkejut ketika mendengarnya.


"Seluruh kuil? Itu artinya semua kuil elemen juga akan bangkit!?" Tanya Rokuro.


"Ya, semuanya bisa." Morgan tersenyum dan ia berhasil mengabulkan permintaan itu, membuat Minami merasa puas dan lega bahwa semua tujuannya telah selesai.


"Akhirnya..."


"...selesai juga."


~Tournament of Solicitation IV - END~


...


...


~Realm of Oath~


Seorang dewa agung yang berjubah mulai mengunjungi sebuah kandang yang begitu besar, ia membawa sebuah naga besar untuk di berikan kepada peliharaannya yang saat ini sedang tidur.


"Oi, bangun, dari tadi kau bermalas-malasan saja." Dewa itu menghantam kepala peliharaannya yang berbentuk seperti naga dengan ukuran besar, melebihi alam semesta.


Naga itu membuka kedua matanya lalu meraung keras, membuat dewa tersebut tersenyum serius melihat peliharaannya bertambah jauh lebih besar dari sebelumnya.


"Waktunya makan, Bamushigaru." Dewa itu melempar naga besar ke depan sehingga naga yang bernama Bamushigaru mulai melahapnya dengan satu gigitan.


"Graaagggghhh..."


"Itu makanan yang bisa aku dapatkan... untuk sekarang, bangun dan berkeliaran sekarang juga." Kata Dewa itu.


"Zzz... Zzz... Zzz..." Bamushigaru kembali tidur.


"Sialan... jadi ini yang kau berpikiran kepada majikan mu ya? Brengsek..." Dewa itu mulai mengusap kepala Bamushigaru, mencoba untuk menyerap kekuatannya.


"Dewa Zoiru..." Terdengar suara bawahannya datang dari belakang lalu berlutut tepat di belakangnya.


"Ada apa...?"


"Kami menemukan makanan lainnya untuk Bamushigaru santap."

__ADS_1


"Dimana...?"


~Zoiru and Bamushigaru [The Destruction Comes Back] Arc Begins~


__ADS_2