
"GROOOOAAAAAGGGHHH!!!" Bamushigaru terus menjerit, tidak bisa melakukan apapun kecuali merasakan kesakitan besar di dalam tubuhnya itu sampai ia juga menerima beberapa serangan sihir dari seluruh pasukan.
Jeritannya itu bertambah keras sampai mendorong mundur semua pasukan itu bahkan sempat menghancurkan seluruh tubuh itu, Bamushigaru tidak dapat bergerak kecuali melepaskan serangan yang tidak stabil.
Kou bisa melihat efeknya sangat manjur tetapi mereka harus bertahan cukup lama pada fase Bamushigaru yang sedang kesakitan ini, jika Shira dan yang lainnya keluar maka kemenangan sudah jelas terlihat.
Di dalam perut Bamushigaru, Shira dan yang lainnya terbang dengan kecepatan penuh untuk mencari jalan keluar sebelum tubuh Bamushigaru meledak atau menghilang membawa mereka.
"K-Kita harus ke arah mana?" Tanya Shira selagi melihat sekeliling, semuanya dipenuhi dengan daging yang terus berdenyut karena Bamushigaru yang kesakitan.
"Entahlah!" Seru Kuro yang mulai mempercepat pergerakannya sebelum ia menjadi kotoran yang dikeluarkan oleh Bamushigaru.
Haruki terus melihat sekeliling dan ia menemukan sesuatu yang menggeliat, "Hei, entah kenapa di daerah sana ada yang mulai menggeliat!"
"Dia pasti mencoba untuk melakukan reinkarnasi atau pemulihan itu lagi... bangsa Oather memang cukup menyebalkan." Jawab Shira.
"Entah ukurannya bertambah kecil atau semakin besar... aku sendiri tidak mengetahui potensi yang di miliki oleh makhluk sihir!" Kata Kuro.
Semua pasukan yang berada di luar melihat tubuh Bamushigaru memunculkan beberapa lubang yang mengeluarkan banyak sekali aura hijau, sebagian aura hijau itu mulai membentuk planet, asteroid, dan semesta kecil.
Seperti sebagiannya yang ia keluarkan dari semua lubang itu, kondisi di dalam perut Bamushigaru bertambah tidak stabil ketika Shira dan yang lainnya merasa tertekan dan panas seketika.
"E-Entah kenapa... rasanya di sini semakin panas... suhu itu juga bahkan terus menekan diriku." Ucap Shira yang mencoba untuk menstabilkan tubuhnya yang terus meneteskan banyak keringat.
Haruki kehilangan kestabilan tubuhnya sampai ia tidak sengaja menyentuh daging di bawahnya dengan kakinya sampai ia bisa merasakan suhu yang sangat panas.
"A-Apa!?"
Shira dan yang lainnya berhenti terbang ketika melihat aura yang mulai terlepas melalui semua daging berdenyut itu, aura yang mereka rasakan terasa begitu panas bahkan mengandung tekanan besar juga.
"Suhu sel dan daging Bamushigaru semakin meningkat!" Peringat Kuro.
"Kalau seperti ini, kita akan menjadi Legenda rebus!" Kata Shira.
Mereka terus terbang mencari jalan tetapi suhu ruangan bertambah sangat ekstrem, untuk pertama kalinya mereka merasa lemah dan tidak berdaya berada di dalam suhu yang begitu panas karena suhu sel Bamushigaru.
Shira kehilangan fokus bahkan kedua matanya terlihat begitu mengantuk sampai ia tidak sengaja terjatuh dan pantatnya mulai terbakar dengan daging yang ia duduki itu.
"Awww!!!" Shira terbang ke atas dan mulai menepuk pantatnya beberapa kali yang ke bakar sampai Kuro dan Haruki mulai melihat dirinya.
"Apakah kau baik-baik saja?!" Tanya Haruki.
"Sial! Apakah tempat ini tidak ada jalan keluarnya?!" Seru Shira sehingga mereka mendengar suara dari bawah.
Ketiga Legenda itu melirik ke bawah dan melihat gelombang aura yang melesat menuju arah mereka semua, untungnya Shira dan kedua temannya berhasil menghindari.
Mereka dikejutkan dengan gelombang itu yang membawa setengah dari alam semesta, Shira menatap ke atas dan melihat lubang yang sangat besar bekas gelombang tadi keluar.
"Gelombang tadi sihir yang dapat menghapus apapun... setara dengan kehancuran alam semesta." Kata Shira.
"Kalau kita sampai terkena itu maka tulang kita pun akan tak tersisa... harus lebih berhati-hati lagi intinya."
Shira menunjuk ke atas, "Haruki... Kuro... liat ke atas!"
""Ya..."
"Di sana terlihat sedikit cerah, mungkin kah itu cahaya dari luar? Cahaya milik Minami, aku bisa merasakannya." Kata Shira.
"Baiklah, mungkin lubang atas itu satu-satunya jalan keluar yang kita temukan! Ayo!" Kuro terbang ke atas selagi mengangkat tubuh Ophilia dan kedua temannya mulai mengikuti dirinya dari belakang.
"Berhasil!!! Jalan ini mengarah keluar...!!! Aku merasakan Minami dengan jelas!" Seru Shira sambil memasang tatapan yang terlihat bersyukur.
Lubang jalan keluar di hadapan mereka tertutup rapat seketika, Shira dan yang lainnya mengalami jeda untuk berhenti karena daging yang menghalangi itu juga memiliki suhu yang cukup kuat untuk melelehkan alam semesta.
__ADS_1
"Brengsek..." Ucap Haruki
"Terbukalah lagi!!!" Teriak Shira, mencoba untuk membuka daging di hadapannya dengan suara yang keras.
"Shira, apakah kau bisa melakukan perpindahan cahaya menuju keluar?" Tanya Haruki.
"Aku akan melakukannya jika bisa tetapi... terdapat sedikit halangan di dalam tubuh Bamushigaru ini, sangat sulit jika aku tidak merasakan sedikit keberadaan mereka." Jawab Shira.
"Tapi kau baru bilang bahwa kau merasakan cahaya Minami?"
"Ya... setelah daging itu tertutup, keberadaannya hilang... aku hanya bisa melakukan perpindahan ke pusat jantung Bamushigaru yang asli karena sudah di beri tanda."
Perkataan Shira membuat Kuro dan Haruki berpikir dengan cepat, ia juga ikut berpikir agar bisa mencari jalan keluar untuk bebas dan ia langsung menemukannya ketika merasakan gelombang Oath lain yang akan keluar.
"Aku mengerti...! Aku sudah memiliki ide yang cukup baik...!!!" Seru Shira keras sehingga mereka menatap dirinya dengan tatapan serius.
"Ide apa?!" Tanya Kuro.
Shira meraih kedua tangan mereka lalu ia memejamkan kedua matanya untuk memancarkan cahaya di dalam jantungnya ke dalam tubuh mereka sehingga ketiga Legenda itu mulai terlindungi dengan cahaya emas.
"Dengan cahaya ini... kita bisa bertahan menerima gelombang Oath itu secara langsung." Kata Shira sambil menunjuk ke bawah, mereka bisa melihat sebuah gelombang Oather terlepas ke atas.
"Bersiaplah!" Peringat Shira sehingga gelombang itu mengenai tubuhnya bersama kedua teman mereka, membawa ketiga Legenda itu keluar dari dalam tubuh Bamushigaru berkat bantuan gelombang tadi.
"Berhasil!!!"
ZWOOOSSHHH!!!
Shira menatap kedua tapaknya dan ia bisa melihat tubuhnya terlihat baik-baik saja, semuanya berjalan sesuai rencana karena ia bisa melihat Kuro, Haruki, dan Ophilia di sebelahnya.
"Mereka sudah keluar...! Syukurlah..." Kou menghela nafas penuh dengan kelegaan ketika melihat Shira bersama yang lainnya telah berhasil memenuhi rencana.
"Mereka berhasil, penyelamatan telah sepenuhnya berhasil!!!" Kou terus melompat-lompat sehingga Kuro muncul di hadapannya lalu memberikan Ophilia kepada dirinya.
"Ratu Touriverse, tolong... urus Ophilia sebentar, sisanya kita akan menghancurkan Bamushigaru yang sudah melemah itu." Kata Kuro yang mulai melakukan perpindahan lagi menuju pasukan yang sedang bertarung.
Semua pasukan berkumpul, melihat Bamushigaru yang terus menjerit kesakitan bahkan Shira yang berada di barisan depan tidak bisa melihat atau merasakan keberadaan Zoiru.
"Semuanya sudah aman..." Shira melakukan perpindahan menuju ke belakang untuk melapor situasi kepada Kou yang sedang memeriksa juga.
"Kou... apakah sudah saatnya kita untuk melepaskan semua serangan penuh untuk mengakhiri kehidupan Bamushigaru?" Tanya Shira.
"Ya, sudah saatnya. Dengan semua kekuatan penuh dan potensi penuh...!!!" Kou mulai berbicara melalui telepati kepada seluruh penghuni alam semesta sehingga mereka mendengarnya dengan jelas.
"Kalau begitu bersiaplah untuk melepaskan semua kekuatan kalian secara maksimal...!!! Mengakhiri era makhluk sihir terkuat yang bernama Bamushigaru!!!"
""YAAAA!!!""
"Baiklah...! Ayo kita lakukan, semua penghuni Touriverse!!!" Kou menarik keluar Kerisnya sehingga semua pasukan langsung menyerang secara bersamaan.
Semua kekuatan yang mereka miliki di lepaskan secara maksimal, Minami dan Hana yang berada di dalam Golden Beast Leviathan mulai memimpin dengan mencabik-cabik tubuh Bamushigaru.
Semua bangsa Neko Legenda melakukan hal yang sama dengan memimpin barisan depan sebagai pelindung untuk pasukan kecil di sekeliling mereka.
Bamushigaru melepaskan laser besar melalui kedua matanya tetapi semua pasukan itu berhasil menghindarinya sehingga para Iblis mulai melakukan serangan penuh kekuatan dengan sihir kegelapan dan pedang mereka yang dipenuhi kutukan.
Malaikat di sisi lainnya mulai mengeluarkan banyak sihir peningkatan dan pemulihan bahkan mereka juga sempat membantu dengan melakukan beberapa efek pengurangan kepada Bamushigaru.
Kuro muncul tepat di wajah Bamushigaru lalu ia mencabik-cabik tubuhnya menggunakan kedua pedangnya itu yang ia gerakan dengan kecepatan penuh.
Haruki melakukan satu putaran penuh yang di lanjutkan dengan serangan kombinasi yang mencabik-cabik perut Bamushigaru bagian bawah.
Yuuna melepaskan semua serangan sihir dan arwahnya untuk menyerang Bamushigaru di seluruh arah bahkan semua serangan yang di lakukan oleh Bamushigaru sampai gagal karena mengenai arwah yang Yuuna lepaskan.
__ADS_1
Bamushigaru melakukan satu putaran dan berhasil menghantam beberapa pasukan dengan ekornya itu, dengan cepat pasukan Elf mulai mengeluarkan sihir pelindung yang kuat untuk menahan semua serangan Bamushigaru.
Bangsa Manusia mengeluarkan semua senjata mereka untuk melepaskan beberapa ledakan nuklir besar yang mengenai ekor Bamushigaru sampai ia terus menjerit keras.
Shuan maju lalu mengeluarkan beberapa tata Surya emas untuk menghantamnya kepada tubuh Bamushigaru di bagian belakang.
Kemudian ia membanting semua tata Surya emas itu dengan tata Surya lainnya sehingga terjadi ledakan big bang yang cukup besar untuk melukai Bamushigaru.
BAAMMMM!!!
Bamushigaru mencoba untuk membuka mulutnya selebar mungkin tetapi pasukan Vampir dan Legenda langsung melepaskan sihir berjumlah tak terjangkau sampai meledakkan isi dari mulut Bamushigaru.
"Haruki! Kuro! Berikan aku waktu lebih lama lagi... aku akan melakukan serangan terakhir ini!" Seru Shira yang mulai menggunakan kekuatan dari Golden Universal, setelah itu ia mengubah dua alam semesta dari jarak jauh menjadi gumpalan emas.
Semua gumpalan emas itu mulai terkumpul di kedua tapak yang ia lebarkan, sekarang ia hanya menunggu Kuro dan Haruki menyebabkan kerusakan lebih besar lagi.
Bamushigaru melepaskan beberapa laser melalui kulit dan matanya tetapi Kou datang untuk menghapus semua sihir itu menggunakan Kerisnya.
"Aku akan membantu!" Kata Kou.
"Baiklah! Mari kita akhiri makhluk brengsek ini!" Seru Kuro sehingga ia bersama kedua temannya maju ke depan dan melakukan serangan kombinasi untuk melukai tubuh Bamushigaru secara keseluruhan.
Tubuh Bamushigaru terus terbelah menjadi beberapa bagian ketika Kuro, Haruki, dan Kou terus melancarkan beberapa serangan kombinasi menggunakan senjata yang mereka pegang.
Kuro melompat ke arah kepala Bamushigaru lalu ia memegang erat kedua pedangnya dan melancarkan serangan kombinasi yang begitu cepat bahkan 1 detik saja sudah cukup untuk mengubah kepala Bamushigaru menjadi potongan daging cincang.
"HAAAARRGGGHHH!!!" Kuro terus melancarkan serangan itu tanpa henti.
Kou bisa merasakan Korrina memegang erat tangannya untuk membantu dirinya melakukan serangan kombinasi juga, dengan cepat ia langsung mencabik-cabik perut Bamushigaru.
Mengeluarkan semua isi di dalamnya termasuk organnya yang sudah hancur oleh serangan yang Kou lakukan bahkan Bamushigaru sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Serangan yang ia lakukan hanya mengarah kepada semua arwah Yuuna yang ia lepaskan untuk membantu mereka bertarung tetapi di bagian dalam tubuhnya.
Haruki merapatkan giginya lalu ia memotong ekor Bamushigaru sampai ke atas dengan serangan kombinasinya menggunakan kedua pedang yang sudah ia campur dengan teknik berpedangnya.
"HAAARRGGGHHHH!!!" Haruki terbang ke depan selagi memotong semua daging Bamushigaru sehingga ia bersama Kuro mulai bertemu dan saling mengadu pedang sampai menyebabkan dorongan besar di dalam tubuh Bamushigaru.
"GROOOOOAAAAGGGGHHHHH!!!"
Kuro, Haruki, dan Kou langsung mundur ketika melihat semua sisa daging itu memancarkan cahaya merah yang berkedip-kedip.
"Nyalakan bom...!" Shizen langsung mengaktifkan semua ledakan yang berada di seluruh tubuh Bamushigaru, semuanya meledak secara bersamaan sehingga ia masih tetap hidup.
"GROOOOO...!!! GROAAAGGGHHHHH!!!" Bamushigaru menjerit kesakitan.
"Terima kasih semuanya...! Sudah terkumpul sekarang!" Seru Shira yang sudah memegang dua alam semesta kecil di kedua tapaknya yang ia ubah menjadi gumpalan cahaya.
Shira melakukan perpindahan cahaya sampai ia tiba di hadapan jantung Bamushigaru yang masih berdetak cukup cepat, kemudian ia menghantam jantung itu menggunakan gumpalan di tapak kirinya.
Setelah itu, Shira melompat dan menghantam gumpalan itu dengan gumpalan lainnya sehingga ia menciptakan ledakan big bang emas yang sangat besar di hadapan seluruh pasukan.
Semua ledakan itu hanya menyebabkan kehancuran dan kerusakan besar kepada Bamushigaru, berbeda dengan semua pasukan itu yang mendapatkan banyak peningkatan karena ledakan itu.
BAAAMMMMM!!!
Ledakan itu melepaskan banyak sekali partikel kemana-mana sampai seluruh pasukan langsung merayakan kemenangan mereka untuk menyingkirkan Bamushigaru secara bersama.
Semua partikel emas terlihat begitu indah sampai pemandangan yang mereka lihat terasa cukup menenangkan hati dan pikiran yang dipenuhi rasa ketakutan karena Bamushigaru dan Zoiru.
"Hah... Hah... Hah... berhasil... Kakak... aku berhasil..." Shira tersenyum selagi menatap ke depan, melihat alam semesta emas besar yang baru saja ia ciptakan karena ledakan big bang tadi.
"Aku berhasil..."
__ADS_1
"...semuanya sudah selesai!"
""KITA MENANG!!!""