Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 768 - Kesatria Sagitarius


__ADS_3

Senzu melepaskan beberapa panah yang mengarah kepada Konomi, panah yang bergerak secepat suara sehingga Konomi sendiri selalu saja terkena serangan itu.


"... ..." Konomi melihat genangan air di sebelah, ia langsung menatap dirinya sendiri yang terpenuhi oleh bekas panah tersebut.


Bukan serangannya saja yang menyebalkan melainkan sihir perpindahan dan teleportasi itu di tambah dengan rasi bintang Sagitarius yang tidak bisa ia biarkan begitu saja.


Menyerangnya perlu melewati beberapa langit dan ia sendiri tidak bisa terbang lebih tinggi lagi sampai keluar dari planet tersebut karena akan sangat menguras tenaga dan Lenergynya sendiri.


Apa yang ia harus lakukan sekarang adalah bertarung melawan Senzu, menghentikan dirinya sebelum ia dapat menggunakan kembali sihir teleportasi yang dapat memindahkan dirinya ke daerah yang lain.


Senzu melepaskan lebih banyak panah menggunakan busur yang ia pegang, rasi bintang Sagitarius di luar angkasa juga menarik satu panah besar lalu melepaskannya kepada Konomi yang mulai mengeluarkannya Railgun itu.


Railgun itu langsung ia tembak ke arah semua panah tersebut lalu ia mengerahkan kekuatan penuh untuk menghancurkan panah di atasnya, setelah itu ia melihat Senzu muncul di hadapannya lalu menghantam wajahnya sampai ia terdorong ke belakang.


Setelah itu, serangan tersebut di tambah dengan panah yang melesat ke arah dirinya, semua panah itu langsung Konomi hancurkan menggunakan tombak yang ia sempat keluarkan.


Konomi memegang erat tombak itu di tangan kirinya lalu ia kembali melepaskan peluru energi melalui Railgun tersebut, Senzu membidik semua serangan tersebut menggunakan panahnya sehingga peluru energi itu langsung menghilang seketika.


Peluru energi itu muncul di sekitar Konomi, ia segera melompat ke atas lalu melempar tombak itu ke arah Senzu tetapi ia memindahkan tombak tersebut ke atas langit sampai ia membidik wajah Konomi.


"Frozen Blizzard!!!" Konomi menggunakan kemampuan area yang besar, mampu untuk menciptakan badai es berbentuk menyerupai tombak yang dapat menembus tubuh lawan.


Kemampuan tersebut dapat menyebabkan efek membekukan lawan secara perlahan-lahan hingga mati setelah terluka maupun tertancap oleh tombak es.


Sagitarius melakukan satu putaran lalu menarik panahnya yang ia lepaskan dari atas langit sehingga satu panah tersebut memancarkan cahaya merah sampai terlepas menjadi panah kecil berapi yang mulai menaikkan suhu.


Suhu yang awalnya dingin kembali panas karena panah yang menancap daratan sampai menciptakan lingkaran besar, mereka berada di dalam lingkaran itu selagi menerima suhu yang begitu panas.


"Kau tidak akan bisa melarikan diri dari pertarunganku, Shichiro Konomi! Panah ini akan membawa dirimu langsung menuju dunia kematian!" Senzu menunjuk ke atas langit.


Rasi bintang yang berada di luar angkasa melepaskan panah besar ke arah Konomi, dengan cepat ia langsung menarik kembali tombaknya lalu memutarnya sampai mengumpulkan lebih banyak kekuatan.


"Astral Artes Blessing!!!"


Konomi menggunakan kemampuan sihir untuk memperkuat kemampuan serangan tombak yang ia gunakan dimana bilah tombak akan bersinar dengan warna kuning kebiruan dan setiap efek tebasan yang dilakukan akan lebih kuat 150% dari sebelumnya.


Konomi langsung melempar tombak itu ke atas langit sehingga saling menabrak satu sama lain dengan panah rasi bintang itu.


Namun, perut Konomi menerima satu tusukan dari panah yang Sagitarius lepas sehingga ia bisa merasakan isi perutnya terasa terbakar, ia segera mengeluarkannya lalu menciptakan sebuah botol berisi pemulihan.


Senzu mulai mendekati Konomi dengan melakukan perpindahan jarak dua meter untuk mendekati dirinya lalu ia memindahkannya botol yang ia pegang sehingga dirinya menyambut Konomi dari depan dengan menghantam wajahnya menggunakan satu pukulan.


Konomi terjatuh lalu ia berguling ke sebelah kanan untuk menghindari pukulan tersebut, Senzu mengangkat kaki kanannya lalu ia menghantam daratan sehingga menyebabkan kehancuran yang begitu besar.


Konomi terlempar ke belakang, ia bisa melihat situasi yang sangat buruk dimana Senzu sangat mahir dalam seni bela diri sampai ia perlu menjaga jarak dan mencari cara agar bisa melengahkan dirinya.


Konomi maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan ke arahnya tetapi Senzu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman lalu ia menghantam tinju Konomi lebih keras sampai tulangnya mulai retak.


"Ack...!" Konomi menyentuh tinju kanannya yang terasa keram sekarang, ia mulai lengah sehingga tubuhnya menerima satu tendangan dari Senzu yang menghempas dirinya ke belakang.


Senzu mulai menunjukkan kuda-kuda seni bela diri dari Taekwondo, "Apakah kau tahu seni bela diri ini? Hanya manusia yang mengetahuinya dan aku sempat belajar secara langsung dengan ras palsu yang meniru rupa kita."


Senzu maju ke depan lalu melakukan satu putaran yang di lanjutkan oleh sebuah tendangan, Konomi menghindari tetapi kaki yang mengenai daratan itu langsung mengguncangkan daratan sampai ia terjatuh.


Konomi melihat Senzu melompat ke arah dirinya lalu ia mencoba untuk menggunakan sihir tetapi sihir yang ia lepaskan mulai berpindah ke tempat lain karena kemampuan teleportasinya itu.

__ADS_1


Konomi mulai menahan semua pukulan dan tendangan Senzu sampai ia bisa merasa kesakitan seketika, ia juga sengaja melakukannya demi menjalankan sebuah strategi yang ia pikirkan.


Tidak lama kemudian, Senzu menendang perutnya sampai ia terlempar ke belakang, dengan cepat dirinya mulai mengeluarkannya Railgun lagi untuk melepaskan peluru energi ke arah dirinya.


Senzu menangkis semua serangan itu menggunakan kedua tinjunya sampai ia mulai maju ke dengan melakukan teleportasi lagi dan lagi sampai ia tidak perlu menghiraukan tentang tombak dan panah rasi bintang yang teradu di atas langit.


Senzu terus maju ke depan lalu melancarkan pukulan dan tendangan mematikan, mencoba untuk mengakhiri Konomi dengan satu serangan tetapi ia menghindari semua itu dan melihat lambang Sagitarius di luar angkasa itu kembali menarik panahnya.


Konomi mulai memanggil satu meteor menggunakan kemampuannya untuk menahan serangan panah itu tetapi kekuatannya belum cukup untuk menghentikannya.


Pada akhirnya, panah itu menusuk daratan di belakangnya sampai menyebabkan ledakan besar yang mementalkan Konomi ke depan lalu melihat Senzu yang sedang menunggu selagi mengepalkan tinjunya.


Konomi langsung menciptakan portal di hadapannya sehingga ia berpindah ke arah lain lalu menyambut Senzu dari belakang dengan melepaskan peluru energi melalui Railgun itu.


Senzu terkejut ketika melihat ribuan peluru energi meluncur ke arah dirinya, ia segera melakukan kuda-kuda pertahanan sampai semua peluru itu menggunakan kedua lengannya dan salah satu dari tubuhnya.


Serang yang bergerak begitu cepat sampai mengandung tenaga besar di dalamnya, Konomi mengarah kekuatan penuh lalu menembak lebih banyak peluru sampai kedua lengan Senzu mulai gosong seketika sampai satu peluru mengenai ujung kepalanya sampai menyebabkan pendarahan kecil.


"Haahhhhhhh!!!" Konomi terus menembak lebih banyak peluru sampai kedua penglihatannya buram seketika.


Senzu terdorong ke belakang sehingga Konomi menunjuk ke atas sampai menarik kembali tombak yang saling bertabrakan dengan panah itu, panah tersebut langsung meluncur ke arah Senzu yang berada di atas tanah itu.


Selama ini Konomi hanya memancing Senzu sampai ia menginjak perangkapnya sendiri, ia tidak sempat untuk menghindar karena panah itu telah menyimpan banyak kekuatan dan kecepatan sampai ia mulai menahannya menggunakan kedua lengan.


"Ggggghhhhh!!!" Senzu sendiri merasa tertekan karena panah itu yang belum menyentuh daratan sama sekali.


Semua kekuatan itu terus berkumpul selama panah itu belum menyentuh daratan, ia langsung merapatkan giginya lalu merasakan sumber Lenergy besar di hadapannya dimana Konomi memutar tombaknya.


"Pertarungan yang hebat... jika saja aku tidak memancing dirimu sampai menginjak posisi itu maka aku akan kalah..." Konomi melempar tombak itu sekuat tenaga ke arah Senzu.


"UAAAAAGGGGHHH!!! AAAGGGHHHH!!!" Jerit Senzu keras ketika kedua lengannya membeku sehingga panah tersebut langsung menusuk matanya sendiri di tambah dengan tombak yang menembus dadanya.


Terjadi sebuah ledakan kombinasi es dan api di hadapannya sehingga menyebabkan dorongan besar yang menjatuhkan Konomi ke belakang, kondisinya pingsan seketika karena sudah menggunakan semua kekuatan itu.


Takdir yang di miliki Senzu cukup buruk karena terbunuh oleh serangannya sendiri bahkan ia juga tidak menyangka akan berganti posisi dengan Konomi.


Awalnya ia ingin memindahkan panah yang sedang beradu itu dengan tombak Konomi tetapi ia terlalu sibuk menyiksa dirinya sehingga sekarang ia telah gugur dengan tubuh serta organ yang berserakan dimana-mana.


***


"Waktu terus berjalan, Shinobu."


"Apakah kau ingin membiarkan mereka mati atau kau sendiri yang membunuh?"


"Pikirkan kembali apa yang telah mereka perbuat kepada dirimu... mereka semua sampai menganggap rasmu sangat terkutuk." Leon mencekik leher seorang anak kecil di sebelahnya lalu mendekatinya kepada Shinobu.


"Untuk apa aku menyalahkan kesalahanku kepada orang lain...? Tidak baik untuk menyalahkan dan memindahkan kesalahan serta masalah sendiri kepada orang lain." Kata Shinobu.


Shinobu memasang tatapan serius kepada Leon, tubuhnya dipenuhi dengan darah dan bekas daging serta organ dari semua sandera itu, melihatnya saja sudah cukup untuk menyakiti hatinya sendiri.


"Semua itu... semua itu adalah kesalahan kami... bangsaku... dan diriku sendiri karena lahir seperti ini..."


"...tetapi, aku tidak pernah menyesal atau mengeluh untuk hidup dan menerima semua kepedihan dunia ini."


"Setiap saat... bersyukur adalah jalan yang baik... anu... di tambah lagi kesalahanku ini memang tanggung jawabku sendiri."

__ADS_1


"Apakah aku harus melampiaskan dan menyalahkannya kepada orang lain...? Aku tidak begitu peduli mereka memperlakukan diriku seperti apa..."


"...hanya saja aku ingin mereka tidak merasakan hidup yang sama sepertiku, biarkan mereka bebas... bebas seperti burung mengibarkan kedua sayapnya untuk terbang bebas."


"Sejak aku lahir... melihat Yuusuatouri dan semua hal yang begitu hidup... aku sudah dipenuhi dengan kesalahan dan kekurangan..."


"...tetapi, aku akan tetap memperbaiki diriku sendiri... mempertanggung jawab kan semuanya..."


"...aku memiliki mimpi... tujuan... dan hobi..."


"...itulah harga diriku sebagai... bangsa Legenda!" Seru Shinobu sehingga kedua lengan dan kakinya mulai menerobos melalui tembok sampai menempel di tubuhnya.


"Sudah jelas... aku sendiri yang salah... aku tidak ingin menyakiti mereka yang menderita dan kekurangan tanpa sebuah alasan!" Shinobu melepaskan Golden Repulsor ke arah semua penjaga.


Leon memasang tatapan yang terlihat kagum seketika karena pola pikir Shinobu di umur kecil seperti itu cukup mengejutkan sampai ia sekarang yakin bahwa dirinya benar-benar campuran Shiratori dan Comi yang mengerikan.


Leon menerima tembakan Repulsor itu sampai dirinya terpental keluar, Shinobu melepaskan laser sinar matahari melalui tapak kanannya, menciptakan sebuah jalan keluar untuk semua sandera yang masih hidup.


"Golden Leaf Manipulation!" Shinobu mengumpulkan beberapa dedaunan alami dari pohon lalu mengubahnya menjadi emas sehingga ia menciptakan sebuah jembatan dan tangga.


Kedua hal tersebut langsung membawa semua sandera untuk melarikan diri, mata kirinya menandakan sebuah penjaga yang mencoba untuk membunuh mereka.


Tapak kanannya melepaskan tembakan emas yang mampu mementalkan penjaga tersebut, ia mulai membersihkan semua noda darah dan bekas daging dari sandera yang gugur.


Semua noda itu di bersihkan oleh daun emas Shinobu sehingga ia menumbuhkan sebuah pohon emas kecil untuk menandakan kuburan mereka sendiri.


"Jika kalian... tidak setuju dengan pilihanku... maka aku memiliki kewajiban untuk menghentikan kalian." Kata Shinobu yang mulai menunjuk semua penjaga itu.


Seorang penjaga maju ke depan lalu mengarahkan satu tendangan ke arah dirinya tetapi Shinobu langsung menahannya dan menghantam titik kelemahan yang berada di paling bawah.


"Hugghhh!!!" Penjaga itu langsung pingsan seketika sehingga Shinobu mulai melempar penjaga itu ke depan.


Shinobu melihat sebuah ruangan dimana terdapat penjaga yang menyiapkan sebuah sihir, ia melepaskan roket yang menyebabkan ledakan besar ke arah ruangan itu.


BAAAMMMM!!!


Penjaga lain mulai berdatangan, Shinobu mulai terbang menggunakan kedua kakinya itu yang mengeluarkan pembakaran lalu ia melakukan satu putaran yang di lanjutkan dengan tembakan peluru emas melalui jari-jarinya.


Shinobu mendarat di atas tanah lalu ia menoleh ke belakang dan melepaskan Repulsor lainnya sampai ia terdorong ke belakang dengan sengaja.


Shinobu bangkit lalu mengajar semua penjaga itu di sebelahnya dengan menendang tubuh mereka lalu pergelangan tangannya mengeluarkan sebuah bilah tajam yang berhasil memutuskan lengan mereka.


Pipi Shinobu menerima satu serangan angin yang langsung merobek pipinya itu, ia menatap penjaga yang berhasil menyerangnya lalu melepaskan Repulsor lainnya sehingga terjadi ledakan besar.


BAAMM!!!


Seorang penjaga langsung memegang Shinobu dari belakang lalu mengangkat tubuh kecilnya, Shinobu mengulurkan kedua kakinya ke depan lalu melepaskan pembakaran yang mampu mendorongnya ke belakang bersama penjaga itu.


Penjaga yang memegang Shinobu menabraknya sebuah tembok di belakangnya yang mengandung dedaunan tajam sampai ia mulai melepas dirinya.


Shinobu menunjuk ke depan, melihat Cordelia yang berdiri di hadapan dengan tatapan datar.


"... ..."


"...hai, aku Shinobu Koneko."

__ADS_1


__ADS_2