
"Kau harus melakukan apapun yang kau bisa untuk bisa membuat Korrina senang, aku yakin di saat kau bertarung melawan Korrina di babak semi-final nanti, kau tau harus apa dan apa jalan yang terbaik." Ucap Ophilia yang sedang duduk di sebelah Akina selagi melihat bintang-bintang di luar angkasa, Akina hanya bisa diam selagi memegang dagunya, "Aku hanya takut bahwa Kakak membenci-ku karena perbuatanku yang mencoba untuk mengorbankan diri kepada seseorang yang pernah membuatku marah." Ucap Akina dengan ragu-ragu.
"Arata tidak seperti itu kok... Dia justru akan merasa senang dan bangga bahwa kau mengorbankan diri demi Korrina, lakukanlah... Dan pikirkanlah apa pilihan yang benar bagi dirimu sendiri." Ucap Ophilia, semua kata-kata itu mulai teringat oleh Akina. Akina mulai mengepalkan kedua tinjunya selagi menatap Korrina yang mulai bangkit dari atas tanah selagi meneteskan beberapa air mata, wajahnya juga terlihat seperti putus asa dan depresi seolah-olah dia telah gagal hidup.
Akina mulai melirik ke arah tempat penonton kelas tiga lalu ia menatap Arata yang sedang menatap dirinya sendiri selagi menyilangkan kedua lengannya, "... ..." Wajah Arata terlihat serius dan membuat Akina mulai menundukkan kepalanya, tiba-tiba Arata menganggukkan kepalanya dan membuat Akina membuka mulutnya terkejut karena Arata seperti menyetujui dengan pilihan apapun yang akan Akina pilih, "...Maaf." Ucap Akina pelan sehingga kedua telapak tangannya mulai menciptakan sirkuit sihir hitam, "Fallen Time Restoration... Time Rewind..." Akina mengepalkan kedua telapak tangannya sehingga membuatnya sirkuit sihirnya hancur.
BAAMMMM!!!
Ketika itu terjadi, waktu berjalan mundur dan sihir Time Rewind yang Akina gunakan ini berbeda karena semua orang tidak akan mengingat apapun kecuali Akina yang mengingat tentang kekalahan dari Korrina, Akina bisa menggunakan sihir Time Rewind karena Fallen Time Restoration yang mampu mereset atau menghapuskan batasan dari penggunaan sihir waktu apapun yang memiliki batasan, waktu telah kembali dan Akina sedang berada di depan Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "HAGGGHHHHH!!!" Teriak Korrina keras yang mulai menebas pipi Akina, Akina mencoba sebisa mungkin untuk kewalahan karena ia ingin membuat Korrina menang dalam babak semi-final ini demi tujuannya yang jauh lebih penting dari dirinya.
Akina mencoba untuk menyerang dengan kecepatan yang pelan, tetapi Korrina menghindarinya, ia tersenyum kecil, "CRIMSON IMPAAAACCTTTTT!!!!" Teriak Korrina keras yang mulai menghantam perut Akina cukup dalam menggunakan tinju kirinya sehingga membuat Akina terpental ke belakang lalu mengenai daratan yang merah dan menciptakan lubang yang lumayan besar, semua penonton langsung menunjukkan ekspresi yang terkejut dan tercengang melihat pukulan Korrina yang sangat dahsyat, Akina telah mengenai daratan merah yang mengartikan bahwa dia telah terkalahkan oleh Korrina, "WEERRRRUUU DUNEEEEE!!! KORRINA TELAH BERHASIL MENGALAHKAN AKINA!!! ITU ARTINYA DIA AKAN MELANJUTKAN KE BABAK SEMI-FINAL MELAWAN AGFI GHIFARI!!! PERTARUNGAN ANTARA PUTRI DAN SEORANG IBU!!!" Teriak Jorgez keras.
Semua penonton dan juri mulai bersorak keras selagi bertepuk tangan cukup meriah, semua orang mulai merasa puas dengan pertarungan mereka. Korrina merasa cukup terkejut sehingga ia mulai tersenyum selebar mungkin selagi meneteskan beberapa air mata kebahagian, Korrina mendarat di depan Akina lalu ia memeluknya dengan sangat erat, "Akina... Pertarungan yang hebat!" Ucap Korrina selagi merasa perasaan yang sangat senang dan bersyukur karena bisa menang melawan Akina, Akina hanya bisa tersenyum dan merasa lega melihat Korrina seperti baru saja mengalami hal yang menyenangkan.
Akina menatap Arata yang mulai tersenyum kepada dirinya sendiri, "Kerja bagus..." Ucap Arata pelan selagi menganggukkan kepalanya, Akina ikut tersenyum lalu ia mengangguk karena ia rasa pilihannya itu benar dan memberikan hasil yang cukup bagus. Korrina dan Akina berjalan pergi meninggalkan arena lalu mereka masuk ke dalam ruang penonton dan disambut dengan kehangatan oleh semua peserta dari kelas tiga, pertarungan masih terus berlanjut dimulai dengan Arata dan Haruki yang akan bertarung.
Sudah menghabiskan beberapa menit mereka bertarung di semi-final, mereka bertarung layaknya seperti biasa saja dan ekspresi mereka juga terlihat tidak terlalu serius, mereka tidak menginginkan kemenangan karena suatu alasan, mungkin mereka lelah. Arata dan Haruki mulai mengadukan kedua pedang mereka bersamaan, pedang mereka terus teradu dan mengeluarkan suara yang cukup keras sehingga membuat daratan serta lantai retak. Mereka sama-sama menggunakan dua pedang untuk bertarung di mulai dari Arata yang menggunakan pedang Wrath dan Envy sedangkan Haruki menggunakan pedang Chaos Drifter.
Mereka berdua terus mencoba untuk menebas satu sama lain, tetapi tidak bisa karena serangan mereka sama cepatnya dan tenaga mereka juga sama besarnya. Setiap serangan mereka yang teradu membuat daratan retak dan mengeluarkan suara bising, untungnya semua penonton tidak bisa mendengarnya jika bisa maka salah satu dari mereka akan kehilangan indra pendengarannya, "HAGGHHH!!!" Arata menebas wajah Haruki, "JYAGGGHH!!!" Haruki menebas perut Arata sehingga mereka berdua terpental ke belakang, mereka terbang ke atas dan mulai saling menebas satu sama lain lalu mereka mundur.
__ADS_1
Haruki meluncurkan Overdrive Bursting Ball ke arah Arata dan Arata meluncurkan Inferno's Wrath. *BAAMMMM!!!* Arata dan Haruki mulai muncul di langit-langit selagi mengadukan kedua pedang mereka lalu mereka muncul tepat di atas daratan dengan Arata dan Haruki yang mulai menebas pipi bersamaan sehingga mereka terpental ke belakang, mereka terus beradu pedang selagi maju ke depan dan mundur ke belakang. Serangan mereka saat ini tidak mampu mengenai sasaran mereka karena mereka sangat berwaspada dan berhati-hati dalam menyerang serta menahan, "JYAGGGHHH!!!" Haruki menghantam perut Arata lalu ia menendang wajahnya sehingga ia terdorong ke belakang, Arata menyerang balik dengan muncul di belakangnya lalu ia menebas punggungnya dan menendangnya ke depan.
BAAMMMM!!!
Arata melesat ke arah Haruki lalu ia mengayunkan kedua pedangnya seperti memperagakan gunting, Haruki melompat ke belakang lalu ia berdiri di atas gunung selagi menatap Arata, "WRATH OF BERSERKER!!!" Teriak Arata sehingga beberapa api hitam yang berbentuk tengkorak mulai bermunculan di sekitar Arata lalu melesat menuju arah Haruki dengan bersamaan, Haruki melompat ke atas dan mulai melakukan Whirling Slash dimana ia berputar lalu menyayat semua sihir itu sampai habis, "HAGGHHH!!!" Haruki tiba-tiba muncul di belakang Arata lalu ia mulai menggunakan tehnik pedang Ravaging Pierce dimana ia mencoba untuk membuat sembilan serangan yang mampu mengabaikan pertahanan apapun, Arata menahan serangan itu dengan melompat ke depan lalu meluncurkan gelombang api kemarahan ke arah Haruki. "Cih..." Haruki melompat ke atas lalu mereka mulai saling mencoba untuk menebas satu sama lain.
Pertarungan ini bertarung dengan sangat cepat sehingga salah satu dari mereka tidak bisa melihat pergerakan mereka untuk sementara, Arata menebas dada Haruki lalu ia menghantam wajahnya menggunakan gagang pedangnya sehingga Haruki terdorong ke belakang, Haruki mulai menunjuk Arata menggunakan kedua pedangnya sehingga kedua pedangnya dengan sementara mulai berubah menjadi warna hitam dari black hole, "Menyerahlah, Arata! Aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk melawan dirimu ini." Ucap Haruki sehingga ia meluncurkan bola black hole kecil ke arah Arata sehingga semua serpihan arena dan daratan mulai terhisap masuk ke dalam black hole tersebut.
Arata memejamkan kedua matanya dan dia sudah mengetahui tentang sihir black hole ini, seluruh tubuhnya mulai tertarik ke arah black hole itu, walaupun black hole itu kecil tapi tarikannya sangat besar dan tidak bias diremehkan begitu saja, "Logic Breaker..." Arata membulatkan kedua matanya lebar sehingga kedua pupil matanya bersinar merah, sebuah aura merah kehitaman mulai melumuri bola black hole itu lalu menghapusnya, itu terlihat seperti aura tersebut memakan bola black hole itu. Haruki hanya bisa tersenyum kecil karena melihat Arata yang melakukan itu, "Untungnya aku tidak menghabiskan tenaga-ku menciptakan black hole yang besar bukan? Lagipula, apakah kau bisa menghapus black hole besar menggunakan Logic Breaker-mu itu?" Tanya Haruki.
"Hahaha, aku bisa melakukannya sebanyak lima kali, tapi... Aku tidak akan membiarkanmu menggunakan sihir black hole lagi." Ucap Arata, Logic Breaker adalah sihir yang Arata pelajari dan fungsi-nya itu sangat berguna, jadi sihir ini sama seperti memutuskan energi sihir si pengguna ke sihir yang dikeluarkannya, sihir black hole Haruki dapat dihapuskan oleh sihir itu dan misalnya jika Haruki mengerahkan semuanya untuk menciptakan black hole yang besar maka Arata berpotensi untuk tidak bisa menghapusnya atau dia bisa saja menghapus, tetapi itu dibayar dengan sirkuit sihir-nya yang rusak.
ZWOOOOSSSHH!!!
Haruki mulai siap untuk melakukan serangan lainnya yaitu Tri-Slash tiga serangan kombo menebas ke musuh, tetapi Arata dengan beruntung menghindari serangan itu dengan melakukan beberapa backflip ke belakang. Arata dan Haruki sama-sama mengalami pendarahan di bagian mulut dan luka tebas yang terletak di bagian pipi dan perut, mereka mulai mengusap darah itu dan berpikir untuk bisa cepat-cepat mengakhiri semuanya. Mereka menghilang lalu muncul di atas langit selagi mencoba untuk menebas satu sama lain, pedang mereka sudah terlindungi dengan sihir yang mereka gunakan sehingga semua sihir itu terpental ke segala arah dan mampu membuat barrier retak serta arena hancur menjadi beberapa bagian.
Mereka terus bertarung di segala tempat sehingga mereka berdua muncul di atas serpihan arena selagi mengadu kedua pedang mereka, Haruki melirik ke atas dimana ia melihat Arata yang mulai meniru sihir Overdrive Bursting Ball, Haruki menangkis semua serangan itu dengan kecepatan yang melampaui para dewa. Arata lalu meluncurkan sihir yang bernama Thousand of Wrathful Blast dimana sihir itu berbentuk hampir sama seperti bola meteor tetapi ratusan dan memiliki kecepatan yang hampir sama seperti pergerakan dewa. Haruki bergerak menuju arah Arata selagi melakukan tenik pedang Cavalries of the Thousand Blade Strike, ia menangkis semua sihir itu dan melesat satu sehingga sihir itu mengenai perutnya lalu membakar sebagian dari bajunya, "Nrgh..."
Haruki mulai menendang salah satu dari sihir Arata sehingga sihir itu melesat menuju arah Arata, Arata melesat ke depan lalu menangkis sihir itu ke atas. Mereka bergerak menuju arah satu sama lain dengan cepat, mereka mulai mengerahkan semua yang mereka punya dengan melakukan beberapa serangan kombinasi dan semua serangan kombinasi itu saling teradu dan mereka bahkan tidak mengenai setitik sasaran mereka seperti tubuh atau kepala, mereka melompat ke atas lalu dengan bersamaan mengadukan pedang mereka dengan semua tenaga yang mereka miliki.
__ADS_1
CLAAAAANGGG!!!!
Pedang mereka teradu terus dan mereka berdua mencoba untuk saling mendorong, "Pertarungan kita berdua seperti berjalan cukup lama, Arata... Apakah sudah saatnya kita mengakhiri semuanya?" Tanya Haruki.
"Ya, aku tidak memiliki waktu lain. Lagian juga, aku merasa sedikit puas bertarung denganmu, tetapi itu bukan tujuan diriku. Tujuanku yang sebenarnya hanyalah mencari pedang tujuh dosa besar dan meneliti petarung yang menarik perhatian diriku." Arata dan Haruki melompat ke belakang lalu mereka mulai menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius, mereka melesat menuju arah satu sama lain dengan kecepatan penuh lalu mengadukan kedua pedang mereka untuk terakhir kalinya sampai mereka terpental ke belakang, "Hah... hah... hah..." Mereka berdua mulai bernafas berat dan merasa cukup lelah bertarung, semua penonton dan bahkan juri tidak bisa berkomentar karena mereka hanya melihat pertarungan mereka untuk sementara saja.
"HAAHHHH!!! INI SERANGAN KEMENANGAN-KU!!!" Teriak Haruki yang mulai menaikkan seluruh auranya, "Jika kau ingin mengakhiri pertarungan dengan cepat maka aku akan menjawab kekuatan dan seranganmu itu." Ucap Arata sehingga ia mulai menaikkan seluruh auranya, Arata dan Haruki sama-sama menunjukkan kuda-kuda bertarungnya lalu mereka melesat menuju arah satu sama lain dan terbang ke atas, "WRATHFUL BERSERKER!!!!" Teriak Arata yang mulai mengayunkan kedua pedangnya secara horizontal, "HAAGGGHHHH!!!" Teriak Haruki yang mulai menggunakan tehnik pedang-nya yang bernama Ravaging Pierce dan ia mengayunkan kedua pedangnya secara vertikel.
CLAAAAANGGGG!!! BAAMMMM!!!
Serangan tehnik berpedang mereka teradu sehingga menciptakan ledakan yang cukup besar dan mampu menghalang arena dengan asap-asap yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut, "O MAI GAWWDDD!!! PERTARUNGAN YANG SANGAT INTENS, AKU HANYA BISA MELIHAT SERANGAN TERAKHIR MEREKA!!!" Teriak Jorgez keras sehingga semua penonton setuju bahkan Shira sendiri membutuhkan beberapa waktu untuk bisa melihat kecepatan dari pergerakan dan serangan mereka berdua, "H-Hebat... Jika saja aku bertarung melawan salah satu dari mereka maka aku juga akan kalah, sepertinya semua lawan di semi-final itu adalah batasanku yang sebenarnya, aku seharusnya bisa melanjutkan lebih suatu saat nanti." Ungkap Shira sehingga ia mulai mengepalkan kedua tinjunya.
Semua asap-asap yang menghalangi arena mulai hilang dan semua penonton terkejut berat sampai-sampai mereka membulatkan kedua mata dan membuka mulut mereka dengan sangat lebar karena melihat hasil dari pertarungan mereka berdua, Jorgez juga bahkan menjatuhkan mic-nya sampai rusak. Hasilnya adalah Haruki yang sedang berlutut di atas serpihan arena, tetapi telapak kaki kanannya menginjak daratan merah dan Arata yang sedang berlutut juga di atas serpihan arena, tetapi telapak tangan kanannya menyentuh daratan merah.
Mereka berdua mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut serta mereka merasa sedikit kecewa dan juga tidak terlalu mementingkannya karena mereka tidak peduli jika mereka tidak menang dalam turnamen ini, "DOUBLE KOOOOOOOOOOOO!!! ITU ARTINYA ARATA DAN HARUKI SAMA-SAMA TERELIMINASI ATAU GUGUR DI BABAK SEMI-FINAL!!!" Teriak Jorgez yang berbicara di mic milik Morgan, ia merebut mic tersebut seperti biasanya.
Semua peserta kelas tiga mulai menepuk wajah mereka karena mereka kalah karena serangan terakhir mereka yang menyebabkan eliminasi terhadap mereka berdua, Korrina mulai menatap hasil arena dimana Oni Majin telah resmi akan mendapatkan Solicitation's Order karena ia berhasil mengalahkan Shira serta ia tidak akan masuk final karena tidak ada pemendang di babak semi-final antara Arata dan Haruki.
"Dia sudah memenangkan Solicitation's Order...?" Ungkap Korrina.
__ADS_1