Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 312 - Egois


__ADS_3

Semua anak-anak memutuskan untuk berenang di kolam madu itu, Korrina merasa bangga dengan pencapaian-nya karena ia mampu membuat Kou merasakan perasaan senang yang menginjak puncak paling atas karena sudah lama sekali ia meninggalkan dirinya, setidaknya di hari istirahat dan libur-nya ia dapat membuat Kou senang dengan merayakan pesta ulang tahun dan pertemuan, semoga saja besok ia mendapatkan jadwal yang tidak dijadikan karena sebelum ia beristirahat, Ibunya Koura memberitahu dirinya tentang sesuatu yang penting.


"Aku merasa terharu melihatnya, Korrina... kau sangat sibuk dan tidak pernah pulang tetapi kamu mampu membuat anak-anakmu dipenuhi dengan kesenangan seperti itu." Kata Ophilia sambil menghapus air matanya, Korrina mulai terkekeh dan berterima kasih kepada mereka yang sudah mau datang dan merayakan pesta ini bersama-sama, "Pesta ini sepertinya berjalan lancar... aku menikmatinya, hari-hari bersama kalian semua."


Ketika Korrina berbicara seperti itu, entah kenapa mereka terkena perasaan sedih dan rindu yang berlebihan, mereka kembali mengingat masa-masa pertama dimana mereka bertemu yaitu ketika di akademi Solicitation. Kejadian yang tidak akan pernah mereka lupakan begitu saja, sesuatu yang tidak bisa tergantikan bahkan mereka bisa melihat ekspresi Korrina yang terlihat kuat dalam menahan sesuatu.


"Sepertinya kamu merindukan masa-masa kita bersama seperti dulu ya...? Tanpa Haruka benar-benar kurang sih tetapi kita juga mulai sibuk dengan pekerjaan kita." Kata Shira.


"Kau sendiri tidak perlu memaksakan diri untuk bertemu dengan kami, pekerjaan yang kau laksanakan sepertinya sangat serius terutama kau harus mengunjungi inti semesta luar dan mengunjungi berbagai tempat, kau juga harus mengurus Comi's Corporation... kau benar-benar berubah sejak pertama kali kita bertemu." Kata Arata.


"Semua itu demi masa depan Touriverse, demi keluargaku dan anak-anakku tentunya... Entah kenapa jalan yang aku pilih sekarang itu terasa kurang, aku ingin mengubahnya tetapi aku sudah berada di jalan paling tengah. Aku hanya bisa berharap bahwa semuanya dapat berakhir dengan cepat, aku juga ingin secepatnya mengembalikan Haruka dan mengurusi masalah di luar inti semesta." Kata Korrina, ia menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih bahkan ia mengepalkan kedua tinjunya.


Mereka merasakan sesuatu yang tidak beres ketika Korrina mengatakan itu, entah kenapa perasaan mereka tidak baik ketika kembali berbicara dengan dirinya itu, "Apakah kau memikirkan sesuatu, Korrina?" Tanya Yuuna.


"Kau mudah terbaca seperti biasanya, Korrina. Kau pasti memikirkan sesuatu yang mengganggu dirimu, kita adalah temanmu... kau bebas untuk menceritakannya kapanpun, sekarang adalah waktu yang tepat sepertinya." Kata Akina.


Korrina mulai terkekeh melihat mereka semua masih bisa membaca dirinya melalui ekspresi, mata mereka masih bagus seperti dulu sehingga ia menatap mereka semua dengan tatapan yang dipenuhi dengan harapan, "Setelah bertahun-tahun, kalian masih bisa membaca diriku ya... ekpsresiku terlalu terbuka 'kah? Apakah wajahku terlihat seperti buku untuk kalian?"

__ADS_1


"Bukan ekspresi atau wajahmu melainkan keberadaanmu itu seperti buku yang berjalan karena kau pintar." Jawab Shizen.


Korrina tersenyum lalu ia menundukkan kepalanya, sudah saatnya ia memberitahu mereka tentang pembicaraan yang ia alami bersama Koura dan Nurosa di Kamitouri, ketika ia ingin beristirahat... tanpa sengaja Korrina di panggil oleh ibunya untuk mengunjungi Kamitouri sebentar, Koura memberi berita yang sangat penting untuk Korrina sehingga berita itu sempat membuat dirinya khawatir dan terkejut.


"... ..." Mereka melihat tatapan Korrina yang terlihat serius, pasti sesuatu terjadi dengan dirinya dan itu bukanlah tanda-tanda yang baik, "Dengar... Sepertinya aku akan memberitahu kalian, jika bisa... aku juga tidak ingin kalian repot-repot ikut dengan masalah-ku."


"Mungkin ini terdengar egois tetapi aku sudah berjanji sejak awal bahwa aku tidak akan merepotkan siapapun lagi, masalah yang aku hadapi adalah masalahku dan aku ingin kalian untuk tetap hidup damai seperti ini tanpa harus mengurusi masalahku." Korrina tersenyum, mereka sekarang bisa mengerti apa yang Korrina coba katakan dan itu membuat Shira sempat terkejut karena Korrina pasti memiliki sebuah masalah penting.


"Arata... sepertinya ayah dan ibumu menemukan sesuatu yang luar biasa di luar Touri, Palouce, dan Reaoum. Aku mendapatkan banyak tugas dan permintaan dari berbagai penduduk Palouce dan Reaoum juga, tugas itu adalah salah satu pekerjaan yang harus aku laksanakan sendirian karena aku adalah ratu Touriverse, kata mereka." Mereka mulai terkekeh ketika mendengar Korrina akhirnya mengaku untuk memanggil dirinya sebagai ratu Touriverse.


"Ummm... Mulai dari besok mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian dalam waktu yang lama, mungkin bertahun-tahun karena aku akan pergi meninggalkan Touri untuk melaksanakan tugas di Reaoum dan Palouce ditambah tugas dari para dewa untuk melakukan pencarian lebih jauh lagi dari perbatasan ketiga inti semesta." Perkataan Korrina membuat mereka semua merinding dan kaget, sepertinya Korrina benar-benar serius dan mereka bisa menebak bahwa Korrina pasti akan sibuk berat.


"... ..." Korrina menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah entah kenapa tetapi ia lakukan untuk melindungi Touriverse, demi keselamatan anak dan temannya juga. Okaho menghampiri Korrina dengan ekspresi yang terlihat kaget, "K-Kenapa, Mama...? Kenapa memberitahu berita itu sekarang...? Kenapa tidak kemarin...?"


Kou sendiri tidak bisa mengatakan apa-apa ketuka mendengar perkataannya sehingga ia berhenti memakan makanannya.


__ADS_1


"Maaf, mungkin aku berani memberitahu kalian sekarang... sejujurnya Mama merasa sedih harus meninggalkan kalian semua terutama Haruka, kamu, dan Kou. Maafkan Mama, aku tidak memiliki pilihan lain... kalian boleh menganggap diriku sebagai orang egois sekarang, membenciku juga tidak apa-apa."


Korrina meminta maaf beberapa kali kepada mereka semua dengan ekspresi yang terlihat sedih, ia juga sempat menjelaskan lagi bahwa tugas ini berkaitan dengan dewa-dewi, itu artinya sangat penting sehingga mereka yang mencoba ikut langsung Korrina tolak karena ia tidak mau merepotkan mereka semua.


"Maaf... agak mendadak seperti ini, aku menyebabkan beberapa masalah dan merepotkan kalian lagi, ketika aku memikirkan-nya lagi... aku masih tetap akan sibuk jika menolaknya, aku sibuk karena aku ingin mengembalikan Haruka dan melindungi Touriverse. Aku tidak yakin bahwa kedua pilihan yang tersedia untukku berakhir baik melainkan keduanya sama saja bagiku..."


"...sekali lagi maaf bersikap egois seperti ini, teman-teman... anak-anak... semua penduduk Touriverse..." Kata Korrina, Kou tiba-tiba menabrak Korrina dengan sebuah pelukan erat karena ia tidak mau ditinggalkan lagi, ia menangis dan suara tangisannya yang tidak terdengar itu membuat Korrina merasa semakin bersalah tetapi ia sudah memiliki pilihannya dan ia tidak bisa kembali.


Korrina berlutut lalu memeluk Kou sambil mengelus kepalanya dan terus meminta maaf kepada dirinya terutama seluruh anaknya, "Kejadian ini pasti akan terjadi melihat dirimu sibuk selama bertahun-tahun, kau adalah harapan dan pahlawan Touriverse jadi kami tidak bisa menghentikan dirimu, semoga kamu bisa menyelesaikan tugas itu dengan cepat dan kembali kepada kami." Kata Shira.


Mereka mulai setuju dengan keputusan Korrina, hanya saja melihat anak-anaknya yang terlihat sedih membuat pilihan Korrina semakin sulit terutama Kou yang sudah nyaman hidup selama satu hari bersama ibunya, "Apakah Kou akan baik-baik saja...? Dia masih kecil dan anak-anakmu juga masih membutuhkan dukunganmu."


"Aku tidak merasa keberatan sama sekali, sebagai calon pemegang Comi's Corporation, aku akan lakukan sebisa mungkin untuk mengurus Kou dan yang lainnya." Kata Okaho, ia mulai mendekati Korrina dan Korrina tersenyum lega bahwa Okaho mengerti, dia sudah cukup dewasa untuk mengerti dengan pilihan yang ia pilih.


"...dengan syarat tidak terlalu lama, satu tahun saja sudah cukup." Di dalam diri Okaho terdapat perasaan sedih Honoka yang tidak mau membiarkan Korrina untuk pergi tetapi tugas penting adalah tugas yang harus dilaksanakan dengan cepat, tugas itu sendiri bahkan berkaitan dengan alam semesta dan para dewa, "Kou... maaf ya... Mama usahakan pulang cepat."


Kou masih menangis di baju Korrina, ia terus menangis tanpa henti karena ia akan merasakan kesepian lagi seperti biasanya. Korrina sendiri tidak bisa menahan perasaan ingin menangis karena harus meninggalkan anaknya yang masih kecil, "Maaf... maafkan Mama..."

__ADS_1


Mereka semua menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat sedih, setelah itu Arata mulai menatap Shira yang saat ini sedang memikirkan tentang sesuatu. Semoga saja tidak terjadi sesuatu ketika Korrina pergi, waktu itu Haruki sekarang Korrina yang akan pergi. Perasaan Shira mulai memburuk ketika mengetahui dirinya yang benar-benar akan pergi, "Sudah-sudah, jangan bersedih seperti itu. Mari kita lanjutkan pesta ini di restoranku!" Seru Arata yang mencoba untuk memperbaiki mood mereka.


""Baiklah!""


__ADS_2