
Shuan mulai mencari naga itu yang terus melarikan diri, ia bisa merasakannya dengan menggunakan Golden Earth dimana bumi emas itu akan mengubah seluruh angin yang ia rasakan menjadi tumbuhan emas.
Ia sudah melarikan diri jauh sekali sampai tidak bisa melihat sedikit pun murid yang lewat, kemungkinan besar musuh menggunakan alat atau sistem yang dapat merusak sistem dari kartu itu.
"Bagus juga... jika kau ingin bertarung di tempat seperti ini... aku akan mencari dirimu dan memberikan semua pelajaran yang harus kau dengar baik-baik!!!"
Shuan membanting bumi emas itu ke atas lantai sehingga menghancurkan seluruh tembok dan jendela dengan tumbuhan yang muncul dalam skala besar dan luas.
Naga itu yang mencoba untuk menyerang Shuan dengan menusuk dadanya tiba-tiba dihentikan oleh serangan bumi emas itu.
"Ck... ternyata adik Minami memiliki sihir cahaya yang sangat mengerikan... dia dapat menggunakan bumi emas itu untuk menciptakan tumbuhan bahkan sampai mengubah angin es itu menjadi tumbuhan lainnya!"
"Sepertinya dunia buatan dari Mana Battlefield ini sudah diketahui olehnya, aku harus menyerang dirinya secara agresif sekarang!!!"
Naga itu keluar dari dalam lantai lalu menyerang Shuan dengan angin es itu yang langsung menyebabkan lubang besar di sekitar tubuhnya dan semua lubang itu tertutup dengan es yang terasa dingin.
"Nrgghh...!!!" Shuan mulai menghantam bumi emas itu dengan lantai agar bisa menyembuhkan semua luka yang ia terima, berkat kemampuan dari [Golden Earth].
Semua yang terdapat di dalam bumi dapat ia gunakan sebagai serangan dan pemulihan luka yang ia terima tetapi kemampuan itu juga memiliki sebuah batasan dalam penggunaannya.
Jika bumi itu sudah hancur maka akan memakan waktu yang lama untuk menciptakan yang baru.
"Tidak buruk juga, kau benar-benar Legenda yang berbakat dalam soal pertarungan---"
Shuan mulai menyerang dirinya dengan melancarkan beberapa serangan tetapi angin itu mulai menyelimuti kedua kaki dan lengannya sampai menciptakan es yang terasa keras.
Shuan mengerutkan dahinya lalu mengubah semua es itu menjadi oksigen menggunakan bumi emas.
"Sang pemimpin pasti akan memberi imbalan yang sangat banyak untuk diriku jika aku berhasil mengalahkan Legenda sialan seperti dirimu..."
"...kau juga akan pingsan jika menghabiskan banyak tenaga bahkan aku mungkin bisa membunuhmu karena angkatan tiga adalah dewa di akademi ini, kami dapat melakukan apa pun untuk bisa terdaftar di turnamen!!!" Seru naga itu.
Shuan mulai melepaskan seluruh tanaman yang sudah menyelimuti akademi itu bahkan Asriel dan manusia yang sedang ia lawan terkejut ketika melihat banyak sekali tumbuhan emas yang menyelimuti lantai dan tembok.
"Dasar kucing garong sialan!!! Kau akan aku ubah menjadi kucing cincang dengan kemampuan angin es ini...!!!" Seru naga itu keras.
Ia muncul dari dalam lantai itu lalu ia melepaskan nafas-Nya sampai mengeluarkan kabut yang terasa begitu dingin bahkan sampai membuat tubuh Shuan menggigil ketika merasakannya.
__ADS_1
Ternyata bukan hanya angin yang dapat ia lepaskan melainkan kabut yang membuat seluruh organ di dalam tubuhnya membeku, ia segera menyelimuti tubuhnya dengan tumbuhan emas itu.
"Sial... naga satu ini musuh yang kuat jika berada di area sempit seperti ini... aku harus melakukan sesuatu, menggunakan Golden Venus bukanlah pertanda yang baik karena aku juga bisa menghirup racun itu dengan asapnya terutama lagi gas itu akan membakar seluruh kulitku."
"Semua tumbuhan emas ini tidak akan bisa bertahan dengan asap yang dikeluarkan dari Golden Venus... Golden Earth yang aku miliki sudah hampir menginjak batasan akan hancur menjadi kepingan kecil." Ungkap Shuan.
Ia melarikan diri dan menoleh ke belakang sampai ia dikejutkan dengan semua asap itu mengikuti dirinya dan ia mulai melepaskan beberapa gelombang cahaya melalui mulutnya.
"Dasar bodoh! Angin dan kabut itu tidak dapat diraba atau disentuh oleh sihir yang kau miliki... aku akan terus mengikuti dirimu dan membuatmu kelelahan, kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, Shiratori Shuan!"
"Aku, Hachiku Takato akan mengubah dirimu menjadi kucing es yang dicincang menjadi kepingan kecil...! Angkatan kecil seperti dirimu tidak akan bisa bertahan melawan angkatan paling atas...!!!"
Semua kabut itu berubah menjadi angin yang memotong kedua kakinya, menjatuhkan Shuan di atas lantai dengan ekspresi yang terlihat kesakitan.
"Ternyata seluruh angkatan tiga hanya berani melawan dari jarak yang jauh ya... mereka sangat pengecut, hanya membiarkan sihirnya saja yang melakukan pekerjaan itu..."
Shuan berhasil menumbuhkan kembali kedua kakinya karena kemampuan ulat yang dapat membelah diri lalu memulihkan kembali anggota tubuh yang hilang.
Neko Legenda seperti dirinya memiliki kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup besar karena seluruh hewan di gabung menjadi satu di dalam dirinya itu.
Shuan dikejutkan dengan kabut yang muncul di hadapannya, ia segera menggantikan Golden Earth itu menjadi Golden Moon untuk menghilang semua kabut dan angin itu.
Percuma saja jika ia melarikan diri karena tubuhnya akan melayang tetapi Takato menggunakan cara lain dengan memunculkan dua sayap untuk membantu dirinya menjaga jarak dengan Shuan.
"Kau mau melarikan diri ya!?" Shuan mulai bergerak dengan melepaskan gelombang cahaya di belakangnya lalu ia terus memegang bulan emas itu untuk melawan semua serangan Takato yang terbuat dari angin dan kabut.
Ia bisa melihat Takato yang kesulitan untuk bergerak di wilayah yang tidak memiliki gravitasi, semakin Shuan mendekat maka jarak itu akan maju bersama dengan dirinya dan jarak efek dari Golden Moon itu 5 meter.
"Aku menangkap dirimu sekarang, dasar brengsek...!!!" Shuan dengan cepat mendekati Takato lalu ia memegang erat bulan emasnya.
Ia memejamkan kedua matanya sehingga tubuhnya mulai melepaskan keringat yang melayang di sekitarnya karena terpengaruh oleh ruangan yang tidak memiliki gravitasi sama sekali karena bulan tersebut.
"Golden Jupiter!!!" Seru Shuan keras sehingga ia mengubah bulan emas itu menjadi Jupiter emas yang menekan gravitasi menjadi lebih besar.
Ruangan itu sekarang memiliki gravitasi yang sangat besar bahkan sampai menjatuhkan Takato dan membuat dirinya tidak bisa bergerak sama sekali.
Tubuhnya terasa sangat kaku dan ia tidak bisa melakukan apa pun bahkan menggunakan sihirnya saja tidak bisa karena tekanan dari gravitasi yang dilepaskan oleh Jupiter itu.
__ADS_1
"Kau berani juga ya, menantang seseorang yang belum kau ketahu sebelumnya... kemampuan diriku itu lebih hebat dari Kakakku dalam segi jarak yang dekat dan jauh tetapi Kakakku lebih pintar dan kuat dalam segi kecerdasan dan kekuatan."
"Kekuatan itu kau gunakan dengan melawan seorang Legenda yang salah, Takato." Shuan menginjak kepala Takato sampai tulang kerangka-Nya mulai retak.
Gravitasi itu mempengaruhi tubuhnya tetapi untuk Shuan tidak karena ia sudah terbiasa berlatih dengan tekanan gravitasi yang sangat tinggi.
"U-Ugh...! S-Sialan... kekuatan kau berdasarkan cahaya dari... setiap tata surya... kemampuan yang begitu kuat... aku tidak menyangka-Nya, sialan...!!!"
Takato membuka mulutnya lebar dan mencoba untuk melepaskan angin dan kabut lagi tetapi semua sihirnya ikut tertekan dengan gravitasi itu, Takato dikejutkan dengan angin dan kabut yang berubah menjadi emas di hadapannya.
"Menyerah saja, Golden Jupiter akan menekan sihir apa pun juga dengan cahayanya itu... jika kau sudah terjebak dalam Golden Jupiter maka tidak ada yang bisa kau lakukan, untungnya kau adalah musuh yang lebih mengutamakan sihir jadi gravitasi ini terasa cukup menyulitkan untuk dirimu."
"Dasar naga kampung! Berani-beraninya kau menyerang diriku dengan kemampuan yang membuat diriku kesusahan...!!!"
Shuan mulai menendang tubuh Takato beberapa kali tanpa ampun karena ia saat ini merasa sangat kesal ketika menghadapi kemampuannya itu biasa saja membunuhnya jika itu tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya sendiri.
"Sialaaaaaannnn!!!" Seru Shuan keras selagi menendang dan menginjak tubuhnya beberapa kali.
Setelah ia merasa puas tubuh Takato langsung ia sembuhkan menggunakan Golden Earth agar ia bisa mencari informasi lebih dalam lagi tentang dirinya.
Ia mulai mengancam Takato dengan menusuk mata kanannya dengan sangat dalam menggunakan cakar-Nya.
"Sekarang, jelaskan... semua tentang dirimu dan bagaimana cara kau bisa membawa kami ke tempat ini...? Aku tidak melihat murid apa pun, kau dari kelas mana, hah!?"
"T-Tunggu... maafkan... ampuni saya... aku... aku dari kelas 3S... aku tidak mengetahui... nama pemimpin itu... sumpah!"
"Kami hanya menjalankan perintahnya saja bahkan kalian ke tempat yang bernama Mana Battlefield, temanku yang melakukannya dan dia bernama Giga... seorang manusia yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan kecoak..."
"...sebelum itu, kau perlu mengetahui sesuatu tentang pasar gelap. Pasar itu menyediakan banyak alat dan barang ilegal yang dapat memaksa murid untuk bertarung seperti yang kami lakukan kepadamu sekarang agar kalian tidak bisa melarikan diri..."
"...agar kami tidak mendapatkan pelanggaran apa pun untuk itu..."
Shuan setidaknya mendapatkan informasi penting, ia merasa tertarik dan mungkin akan membelinya nanti untuk menculik angkatan ketiga dan melawannya secara langsung, untuk sekarang ia hanya perlu mengambil kartu identitas Takato lalu ia meraih tangannya.
"Aku akan memaksa dirimu memilih pilihan untuk mengundurkan diri... Sekarang juga..."
"T-Tidak... Aku masih ingin...! Aku masih ingin belajar di akademi ini!!!" Takato mulai ketakutan ketika melihat Shuan berhasil mengarahkan jarinya untuk menyentuh pilihan mengundurkan diri dan ternyata berhasil, Takato resmi mengundurkan dari karena sebuah paksaan.
__ADS_1
"Terima kasih, poin yang aku dapatkan pasti banyak..."