
"Siapa kau!? Jika berani tunjukkan wajahmu itu di hadapanku!!!" Seru Shuan sehingga kedua lengannya bergerak sendiri lalu di ikat dengan borgol berwarna perak.
Shuan tercengang ketika melihatnya bahkan ia mencoba menggunakan kekuatan dan kemampuan cahayanya untuk melepaskan borgol itu tetapi terlalu kuat sehingga ia melihat sesosok misterius di hadapannya mulai berjalan mundur.
"Si-Sialan... Aku tidak bisa bergerak..." Ungkap Shuan, ia menoleh ke atas dan mencoba untuk meminta bantuan Kou yang sedang menertawakan dirinya.
"Di-Dia malah ketawa...?!"
"Atas nama polisi, Anda telah di tahan!" Sesosok misterius itu mulai menepuk kepala Shuan dengan tongkat polisi.
"Aw... Apa yang...?!" Shuan melebarkan matanya ketika melihat sesosok misterius itu selama ini adalah seorang gadis yang sedang mengenakan pakaian dan topi polisi selagi memegang sebuah tongkat.
"Kamu tidak jauh dari Ayahmu itu ya, menyukai seorang gadis kecil di bawah umur atau secara fisik... Hukuman penjara selama 15 tahun!" Gadis itu menepuk pantat Shuan cukup keras sampai ia melompat.
"O-Oi! Sakit... Korrina!"
"Maksudku Ibu Korrina...!"
"Siapa gadis cantik yang bernama Korrina itu? Aku adalah polisi yang akan memasukkan dirimu ke dalam penjara...!" Korrina menepuk kepala Shuan beberapa kali menggunakan tongkatnya dengan pelan tetapi Shuan masih bisa merasakannya rasa sakit itu.
"A-Apa yang kau maksud!? Berhentilah bercanda...! Apakah ini mimpi atau asli!? Kenapa bisa aku melihat dirimu...!?" Tanya Shuan yang mencoba untuk menjauh dari Korrina.
"Hahaha, pertanyaan yang bagus, Shuan! Sebenarnya selama ini, aku adalah mertuamu!" Korrina menjentikkan jarinya untuk mengubah kembali pakaiannya menjadi pakaian surga.
"Selamat datang ke dalam surga... Sebelum itu, dosa yang kamu miliki masih harus disucikan karena tingkat tadi tidak cukup!" Korrina menunjuk Shuan menggunakan kipas kecil yang ia pegang.
Shuan mulai panik bahkan jantungnya berdetak cukup cepat, merasa tidak yakin dengan apa yang ia lihat saat ini. Mungkin hanya sekedar mimpi bahkan ia mulai mencubit dirinya sendiri.
"Sudah ku bilang... Ini bukan mimpi melainkan aku menarik arwahku ke dalam surga, di dunia ini aku ingin berbicara denganmu." Korrina menepuk kepala Shuan dengan kipasnya.
"Aw!"
"Di surga tidak ada hal negatif yang dapat di tunjukkan atau keluarkan melainkan hal yang sangat positif, tubuhmu akan melakukan apa yang seharusnya di lakukan di dalam dunia ini..." Korrina menatap Shuan yang langsung duduk sila di atas lantai.
"Sial... Ini buruk... Tunggu... Aku bukan pedofil, seharusnya aku lebih muda di bandingkan Kou karena dia lahir lebih dulu...!" Shuan mulai dipenuhi dengan keringat.
"Kou memang lahir lebih dulu, dia adalah setengah Legenda dan Astral, mengartikan Kou tidak pernah tumbuh seperti Legenda biasa."
"Terhalang dengan kemampuan Astral, fisik dan tubuhnya akan tetap kecil seperti itu hampir sama seperti ibumu yaitu Megumi tetapi umurnya bisa naik sedangkan Kou..."
"...jika menggunakan logika Legenda bisa di bilang ia sudah 17 tahun tetapi dalam logika Astral, Kou selamanya berumur 1 tahun!"
"Umur hanyalah angka!" Seru Shuan sehingga ia mulai menutup mulutnya sendiri, Korrina mulai menahan tawanya bahkan ia berbalik badan untuk melepaskan tawa kecil.
__ADS_1
"Apa yang terjadi ini...? Mulut dan perasaanku seolah-olah mengatakan sesuatu yang jujur... Sesuatu yang selalu aku sembunyikan di dalam diriku sampai di lupakan..."
Shuan merasa bingung dengan dirinya sendiri yang bergerak tanpa kendalinya bahkan semua kata yang ia keluarkan juga bukan ia yang mengatakannya melainkan mulutnya sendiri.
Shuan bisa melihat Korrina yang tertawa sehingga ia memasang wajah kesal karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan seorang ratu Touriverse yang ternyata menyebalkan karena gurauannya.
"Si tua sialan ini..."
"Ahh... Apa yang kamu katakan tadi, Shuan? Mengatakan hal yang negatif kepada mertuamu bukanlah hal yang baik!" Korrina menepuk kepala Shuan.
"Sakit!"
"Di surga ini, kita memiliki banyak waktu menyenangkan yang dapat di nikmati bersama-sama Shuan bahkan aku tidak sabar untuk mendengar ceritamu." Korrina duduk di hadapan Shuan lalu menunjuk dirinya dengan sebuah kipas.
"Shiratori Shuan ya... Putra dari Shira selama ini naksir dengan anakku yang sangat kecil bahkan sudah sampai pacaran segala." Korrina menempati dagunya di atas kipas itu.
Shuan mulai merasakan dirinya tidak bisa bergerak bahkan bulu kuduknya mulai naik sehingga keringat dingin terus berjatuhan karena berhadapan secara langsung dengan mertua yang terlihat lembut tetapi kekejaman bisa saja ia sembunyikan di dalam tubuhnya.
"Tidak perlu gugup seperti itu berbicara denganku, aku sendiri tidak menyangka Kou akan memiliki seorang pria imut yang memiliki ekor dan telinga kucing." Korrina tersenyum lalu memberi Shuan sebuah usapan lembut.
"Dengan ini, kamu terasa lebih tenang dan santai bukan?" Korrina tersenyum lalu melihat ekor Shuan yang bergerak begitu cepat karena ia merasa begitu nyaman.
"Terasa seperti Heaven's Pat..."
"...jadi, bagaimana perasaanmu tentang putri kecilku? Cinta pandangan pertama yang nyata?" Korrina tersenyum, memiliki niat bercanda besar di dalamnya.
"Mereka bilang cinta pandangan pertama itu hanya sekedar mitos tetapi semua itu aku tunjukkan sebagai kebenaran bahwa Kou itu bagaikan bidadari..."
"...yang jatuh dari surga tentunya, tubuh kecilnya itu, rambutnya merahnya yang memiliki kesamaan denganmu, terutama lagi kedua matanya..."
"Intinya aku sangat menyukai gadis kecil seperti dirinya... sangat mudah untuk dilindungi dan dimanjakan, gadis kecil adalah yang terbaik terutama dada Kou adalah harapan walaupun rata!"
Shuan melebarkan matanya, menyadari apa yang baru saja ia katakan tadi adalah mulutnya berbicara sendiri tanpa kendali dirinya termasuk pikirannya itu.
"Ti-Tidak! Ibu Korrina, tunggu, aku bisa---"
"Kamu mencintai Kou hanya karena fisik semacamnya? Bagaimana jika dia memiliki figur yang sama seperti Honoka dan Haruka?" Tanya Korrina selagi menahan tawanya karena Shuan hanya akan terus mengatakan kejujuran.
"Bukan hanya itu saja... Sikapnya yang begitu lembut, penuh dengan rasa positif tanpa menunjukkan sisi negatif apapun."
"Dia begitu polos bahkan mau melakukan apapun yang di katakan oleh seseorang yang ia percayai...
"Keimutan nya yang tidak terbatas bahkan aku akan membunuh siapa pun yang mencoba untuk mendekati dirinya..."
__ADS_1
Korrina tersenyum, ia memang sudah mengerti sejak awal kenapa Shuan menyukai Kou tetapi singkatnya atau bagi pandangan orang, Shuan memiliki kesukaan terhadap gadis kecil seperti Kou.
Tidak jauh dari Shira tetapi Shuan lebih parah karena ia terus mengatakan Kou secara berlebihan dengan mulut yang sudah terambil alih dengan kejujuran itu sendiri.
"Aku sangat mencintainya... Aku ingin melindungi Kou Comi bahkan jika boleh, menikahinya juga bagus karena aku tidak ingin menimbulkan salah paham!" Shuan menundukkan kepalanya.
Merasakan rasa malu dan canggung yang begitu besar karena semua yang Shuan katakan dipenuhi dengan kejujuran, Korrina dari tadi hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
"Kamu mengaku dirimu sebagai seorang pedofil seperti Ayahmu ya? Kau tahu... Shira sudah hampir tiga kali di penjara karena mencium Megumi di depan publik."
"Walaupun sudah menikah, seorang laki-laki tinggi dan memiliki tubuh yang begitu pas seperti seorang pejuang akan tetap di cap sebagai pedofil walaupun sudah menikah dengan seorang gadis kecil."
"Ehh...!? Ayahku...!?"
"Namun, apa yang kamu katakan itu berasal dari kejujuran yang terletak di dalam hatimu, aku sendiri mengerti kok..." Korrina tersenyum.
"Aku tidak akan marah atau kecewa karena kamu sudah ingin berubah, menjadi Legenda yang tetap bangkit seperti Ayahmu."
"Jika kau yang dulu menampakkan keberadaanmu di surga maka aku akan menendang pantat mu sampai mendarat di dalam penjara, mengerti?" Korrina menunjuk Shuan.
Shuan hanya mengangguk, ia merasa bersyukur karena latihannya dengan Minami memberikan beberapa hasil yang memuaskan.
"Aku mengerti perasaan jujurmu itu... Rasa cintamu kepada Kou sangat lah besar, rasa ingin melindunginya bahkan tidak bisa aku ukur begitu saja."
"Kou sebenarnya adalah penerus ku jadi ia memiliki banyak kemiripan denganku, tentunya tidak dengan ukuran tubuhnya tetapi boleh saja." Korrina bangkit lalu membantu Shuan untuk berdiri juga.
Korrina memunculkan sebuah kursi emas di belakang Shuan sampai ia duduk dengan ekspresi yang terlihat takut, ia menakuti Korrina yang merencanakan sesuatu lagi.
"Karena kau sudah mau menunjukkan dirimu sebagai Legenda layak, memperlihatkan dunia bahwa perubahan itu memang nyata dan dapat di lakukan."
"Sebuah sampah menjadi sampah berkualitas yang dapat di daur ulang seperti diriku yang dulu, tidak salah lagi kenapa Kou memilih dirimu." Korrina tersenyum.
"Kau bahkan mengingatkan dia tentang diriku yang dulu, kekalahan dan semacamnya tetapi menunjukkan kepada dunia soal perubahan..."
"...kau juga menunjukkannya kepada Kou bukan? Walaupun Kou tidak normal, seorang gadis setengah hantu yang penyakitan."
"Ingin melawan semua kekurangannya dengan mencoba untuk berubah, mencoba untuk mengalahkan semua halangan itu sendiri..."
"...aku sangat berterima kasih kepadamu soal itu, Shuan. Kau layaknya pantas dengan putriku yang paling kecil."
Shuan bisa merasakan atmosfer serius yang keluar sekarang, ia merasa lega bahwa topik tentang gadis kecil itu sudah berakhir, ia tidak ingin seseorang memanggil dirinya pedofil lagi, hanya Rokuro sudah cukup.
"Tetapi kamu tetap menunjukkan kepada dunia dan seluruh temanmu bahwa kau adalah seorang..."
__ADS_1
"...pedofil asli."