Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 942 - Bersatu Kita Teguh! Bercerai Kita Runtuh!


__ADS_3

"Semua ini berawal mula dari beberapa Manusia yang menyimpan dendam begitu besar kepada ras dan bangsa asing yang memperbudak mereka..."


"...salah satunya seperti penyerangan Iblis sejak itu yang membuat mereka sangat membenci dengan bangsa Iblis sampai berniat untuk menciptakan berbagai macam senjata dan teknologi untuk mengalahkan mereka semua."


Aditya mulai membuka peta dunia yang begitu besar, Shinobu bisa melihat dua negara yang sudah menerima lingkaran dari pulpen berwarna merah bahkan beberapa di negara yang berbeda juga terdapat lambang X.


"Tanda lingkaran dan X ini menandakan mereka semua berada pada sisi pemerintah itu..."


"...beberapa tahun yang lalu berita sempat di siarkan melalui sosial media dan TV bahwa pemerintah yang memegang aliansi itu membutuhkan semua sumber daya alam yang dimiliki bumi."


"Mereka ingin mengambil alih semuanya demi kepentingan sumber daya untuk markas pemerintah itu sendiri termasuk perlengkapan senjata..."


"...sumber daya mereka juga dapat digunakan sebagai penghasilan uang besar yang menyetarai daya nilai melebihi mata uang yang dimiliki oleh ras Malaikat dan Elf."


Shinobu tiba-tiba merasa janggal ketika mendengar itu, ia mencoba untuk tidak memotong pembicaraan dan menghiraukan soal informasi yang sempat Aditya jelaskan kepada dirinya.


"Kami, umat Manusia yang masih waras akan ujian dan cobaan tentunya menolak semua permintaan pemerintah karena itu hanya akan merugikan semua orang..."


"...masih terdapat banyak orang susah di luar sana yang kebutuhannya belum memenuhi, tetapi pemerintah aliansi itu malah melakukannya dengan cara paksa sampai harus menyusup."


"Menyusup secara ilegal, mencuri semua sumber daya alam dengan paksa. Untuk mereka yang mencoba untuk melawan tentara pemerintah aliansi itu akan mati."


"Di saat itulah perang dimulai, jika kita hanya tetap diam dan tidak melakukan apapun maka pasukan pemerintah tidak akan melakukan hal yang buruk kepada seluruh Manusia."


"Tetap kami tetap tidak menerimanya, semua presiden negara mencoba untuk menghentikan pemerintah aliansi itu dengan melakukan kerja sama bersama seluruh negara yang menolak aliansi itu."


"Tetapi... waktu berjalan begitu cepat sampai Negeri Jerman dan Vietnam memihak pemerintah aliansi dengan memberikan semua persenjataan dan tentunya sumber daya alam itu sampai sekarang kedua negara itu cukup sepi."


Shinobu memegang dagunya, masalah ini bisa saja berkaitan dengan kemusnahan konsep sihir dan hal buruk lainnya adalah semua umat Manusia membutuhkan bantuan dirinya.


Tidak lama lagi Manusia bisa saja mengalami perang dunia yang lebih mengerikan, ia hanya bisa memprediksi bahwa pemerintah aliansi itu suatu saat nanti akan menindas para Manusia yang tidak mau membantu mereka.


"Intinya semua orang yang mengikuti aliansi kepunahan itu membenci ras dan bangsa asing sampai menginginkan kembali puncak atas yang seharusnya Manusia injak."


"Aku ingin tahu soal pelepasan rudal nuklir itu, apakah kalian mengetahuinya?" Tanya Ako.


"Ya, berita itu sudah bisa dibilang viral sampai Jenderal dari aliansi tersebut merekamnya lalu memasukkannya ke dalam TV." Jawab Andrian yang mulai menyalakan TV besar di depan mereka.


TV itu langsung menunjukkan seorang Jenderal dengan identitas tersembunyi memperlihatkan semua pelepasan rudal nuklir itu yang menyebar menuju alam semesta berbeda.


Shinobu juga bisa melihat beberapa rudal nuklir itu meninggalkan Touriverse sampai memiliki kemungkinan untuk meledakkan sesuatu di dalam alam semesta di luar sana yang sangat jauh.


Ledakan yang disebabkan oleh nuklir tersebut dapat dilihat dengan sangat jelas karena terdapat sebuah kamera perekam yang terpasang pada rudal itu masing-masing sampai rekaman yang tertangkap langsung pindah menuju pusatnya.

__ADS_1


Melihat semua ekspresi para penghuni Touriverse yang kaget dan ketakutan dengan kedatangan nuklir itu setelah mengetahui sihir tidak bisa digunakan menciptakan niat yang begitu besar dalam hati Shinobu.


Tidak memiliki rasa belas kasihan, jika seseorang sudah mengacaukan dan menghancurkan dunianya yang penuh dengan kebahagiaan bagi dirinya sampai mengetahui semua Legenda yang tidak berdaya terbunuh.


"Sejujurnya..."


"...melihat mereka semua dikejutkan dengan konsep sihir yang musnah, setelah itu ditimpa dengan kedatangan rudal nuklir yang langsung membunuh mereka semua tanpa sisa."


"Aliansi itu bisa saja memiliki kaitan dengan pengubahan konsep sihir, tetapi aku tidak bisa menjamin bahwa itu adalah kebenaran." Shinobu memasang tatapan serius sampai kedua pupilnya berubah merah.


"Manusia dengan beraninya mengacaukan seluruh alam semesta dengan seenaknya, menjatuhkan banyak korban lebih dan tidak berdaya..."


"...aku tahu peraturan awal dari dunia ini adalah yang kuat akan bertahan dan yang mati akan mati lebih awal, semua itu masih bisa aku ubah jika seseorang yang menganut hal tersebut mati."


"Umat manusia... aku menumbuhkan kebencian yang sangat besar sejak insiden ledakan nuklir itu yang terjadi kemarin, sungguh menyebalkan."


"Kalian tahu..." Shinobu menatap Aditya sampai membuat tubuhnya merinding ketika melihat tatapannya itu."


"...aku awalnya berniat langsung untuk memusnahkan seluruh umat Manusia, tetapi ketika mengetahui masih terdapat banyak Manusia waras memberikan diriku tujuan lain."


"Kembali ke titik awal yaitu memusnahkan umat Manusia yang mengikuti pemerintah itu, mereka semua akan mati..."


"...aku tidak akan membiarkan satu pun besar... tentunya untuk si bangsat yang sudah memusnahkan konsep sihir itu."


"Jika kau mau menghancurkan duniaku..."


"...aku bersumpah kepada surga, aku akan menghancurkan dunia kalian lebih buruk lagi." Setelah mengeluarkan perkataan itu, warna pupilnya berubah kembali menjadi semula sampai ia menunjukkan ekspresi polos lagi.


"Maaf, Koneko keceplosan... mungkin aku memang tidak bisa membiarkan keguguran para Legenda begitu saja sampai menunjukkan perasaanku yang asli."


"Uhh... ya, baiklah. Itu saja yang bisa aku jelaskan, Shinobu. Kamu sudah mengerti sekarang?" Tanya Aditya.


"Mm~ sudah cukup." Shinobu menatap semua temannya, mereka semua langsung mengangguk dan mencoba untuk melupakan perkataannya tadi serta tatapan ancaman itu juga.


Andrian mulai menatap jam tangannya yang masih menunjukkan pukulan lima sore, rapat akan di mulai setelah matahari terbenam yang berkemungkinan setengah tujuh.


Para pelayan mulai berdatangan sampai menempati banyak sekali makanan dan minuman khas Indonesia untuk mereka nikmati, semua itu bisa dibilang sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu.


"Shinobu Koneko, apakah kamu akan membantu kami umat Manusia untuk menghentikan perang yang hampir mengerikannya dengan perang dunia...?" Tanya Andrian yang mulai mengulurkan lengan kanannya.


"Tentu, aku juga memiliki alasan tersendiri untuk ikut campur." Shinobu dan Andrian mulai berjabat tangan, melakukan perjanjian atas kesatuan untuk bekerja sama.


"Bersatu kita teguh! Bercerai kita runtuh!" Seru Andrian sampai semua Manusia yang berada di ruangan itu melakukan hal yang sama kecuali Wilhelm karena terlalu sibuk menikmati rendang.

__ADS_1


"Uwahhhh...!!! Indonesia memang rajanya makanan pedas, aku tidak sabar untuk mencicipi semuanya~" Hinoka mengambil sebuah sendok dan garpu lalu ia mencicipi semua makanan itu satu per satu.


"Tidak ada kentang goreng ya..." Koizumi sempat menunjukkan ekspresi kecewa karena kentang goreng adalah makanan khas Perancis sampai ia hanya bisa memakan apa yang ada di depannya.


"Sayuran dengan saus kacang ini tidak buruk juga... am..."


"Whoa...! Makanan apa ini? Rasanya lembut sekali ketika di gigit." Ucap Ako sambil menusuk semua daging berbentuk bulat itu lalu memakannya satu per satu sampai isinya memiliki varian berbeda.


"Ada yang isinya keju juga...!"


"Nasi berwarna coklat ini rasanya begitu gurih dengan rempah-rempah yang pas... aku menyukainya." Kata Konomi sambil melahap nasi goreng itu menggunakan sendok.


"Aku tidak menyangka bangsa asing juga menyukai makanan yang selalu Manusia buat--- Oi, dia kenapa!?" Adit memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu melahap semua daging dengan cepat.


"Wajar saja... dia adalah seekor kucing, sudah pasti soal makanan akan rakus. Tetapi rambut emasnya itu mengingatkan diriku kepada rekan yang bernama Shiratori Shira."


"Aku adalah cucunya." Jawab Shinobu sambil memegang daging kambing yang ia habiskan dengan satu gigitan.


"Ahh, itulah kenapa cara makanmu mirip sekali dengan dia..." Aditya mengingat Shira pernah menghabiskan semua makanan di atas meja bundar sampai dirinya bersama yang lainnya tidak kebagian.


"Tunggu dulu...!" Aditya memasang tatapan kaget karena ia baru saja sadar Shinobu terikat dengan dua keturunan yang sudah membantu dirinya yaitu Shiratori dan Comi.


"Shinobu, kau berasal dari keturunan Shiratori dan Comi... rambut emas itu melambangkan hal yang sama dengan Shira, tetapi ponimu yang berbentuk silang terutama lagi gaya rambut pendek itu terlihat seperti Comi."


"Mamaku adalah keturunan Comi sedangkan Papaku keturunan Shiratori, itu artinya namaku adalah..."


"...Shiratori Shinobu Koneko Comi."


""Namanya panjang sekali...""


"Tetapi panggil Shinobu Koneko saja sudah cukup kok, Mama dan Papaku memberikan nama itu." Shinobu tersenyum polos dan lanjut melahap semua daging kambing itu.


"Maaf, aku terlambat, hah... hah... hah..." Terdengar suara seorang gadis yang baru saja tiba di ruangan itu, Andrian melihat seorang penjaga membawa gadis yang memiliki kedua telinga runcing.


"Kalian sudah makan duluan tanpa diriku ya, licik sekali---" Yuffie memasang tatapan kaget ketika melihat Aditya, sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


"Ohh!!! Manusia yang bernama Aditya itu! Sudah lama sekali ya, apakah kamu masih mengingat diriku sejak penyerangan Iblis dan Zangetsu?" Tanya Yuffie yang mulai memegang erat kedua tangan Aditya.


"Siapa...? Aku lupa." Kata Aditya yang bisa dibilang pelupa karena dia sudah memasuki fase sangat tua yang artinya manusia ketika sudah tua akan mudah lupa.


"Kakek... aku tidak tahu kau mengenal seorang artis porno." Kata Adit.


"Aku bukan artis porno...!!!"

__ADS_1


__ADS_2