
Ketika Korrina menabrak planet Legenia sampai kebetulan mengenai wilayah kerajaan Ghisaru, perhatian mereka yang berada dalam kerajaan tersebut tertuju kepada meteor yang menyebabkan lubang besar.
Jarak yang sangat dekat hanya Megumi bersama teman-temannya yang kebetulan masih menikmati waktu istirahat mereka tetapi perhatiannya tetap terfokus kepada lubang itu.
Shira dan yang lainnya saat ini sudah berada di dalam dimensi masing-masing untuk memulai latihan yang akan diberikan kepada cucu mereka masing-masing.
Itu artinya mereka tidak mengetahui meteor yang menabrak kerajaan itu, Megumi mulai masuk ke dalam lubang itu lalu ia melihat seorang gadis dengan kondisi pingsan di dalamnya.
"Dia adalah seorang gadis..." Kata Megumi yang langsung menarik perhatian Ophilia dan Chloe untuk melihat ke dalam lubang itu.
"Apakah dia baik-baik saja...?" Tanya Chloe.
"Aku tidak merasakan keberadaan atau kehadiran yang berbahaya darinya, kalau begitu tolong bantu dia keluar saja." Kata Ophilia sampai Megumi masuk ke dalam lubang tersebut hanya untuk menarik gadis itu.
Megumi berhasil mengeluarkan Korrina dari dalam lubang itu, dan mereka tidak mengenali dirinya sama sekali karena luka di sekujur tubuhnya termasuk dengan gaya rambutnya yang sangat berbeda.
Tetapi warna dari rambut itu menyebabkan Ophilia merasa tak asing karena ia mengingatkan dirinya kepada seseorang, "Dia terluka cukup parah..."
"...apakah tidak masalah untuk membawa dirinya langsung ke dalam restoranmu itu?" Tanya Megumi.
"Ya, bawa saja... kita tidak begitu tahu siapa gadis ini sebenarnya, tetapi entah kenapa aku merasakan sesuatu yang tak asing darinya." Ophilia mencoba untuk memikirkan kembali siapa yang mirip dengan gadis tersebut.
Mereka semua membawa Korrina menuju restoran yang berdekatan dengan rumahnya, Ophilia menyediakan kamar tamu untuk Korrina agar ia bisa beristirahat di sana.
"Penampilannya mirip sekali dengan bangsa Manusia dan bangsa Legenda, apakah dia berasal dari luar sana atau kemungkinan besar mengalami pertarungan yang menjatuhkan dirinya ke dalam planet ini?" Tanya Chloe.
"Bisa jadi, kalau begitu aku akan menyiapkan beberapa ramuan agar dirinya bisa merasa lebih baik ketika bangun." Yuuna mulai menyiapkan beberapa ramuan untuk Korrina yang menerima banyak luka parah karena Zephyra.
"... ..." Ophilia terus memperhatikan Korrina dengan ekspresi cemas sampai ia mulai meraba rambutnya sehingga mereka langsung menatap dirinya dengan ekspresi kebingungan.
"Kamu mengenal gadis ini?"
"Begitulah... seharusnya kalian juga mereka tidak asing dengan warna rambut seperti ini." Ophilia mulai menarik pelan rambut tersebut lalu memperlihatkannya kepada mereka.
"Mirip sekali seperti rambut Koizumi dan Hinoka." Jawab Megumi sampai ia sendiri juga mulai mencurigai warna rambut itu.
"Kalau begitu, kita hanya perlu menunggu sampai ramuan itu selesai..." Ophilia menunjuk Korrina lalu ia mencoba untuk menyembuhkan dirinya tetapi ia bisa merasakan sesuatu yang menghentikan sihir itu.
"Aku tidak bisa menyembuhkan dirinya sama sekali..."
***
Shira dan Shinobu baru saja tiba di Realm of Light, mereka melakukan perpindahan itu sebelum Korrina terjatuh menuju planet Legenia.
"Aku ingin kamu bertemu dengan seseorang yang mungkin membutuhkan sedikit penyelidikan darimu." Kata Shira yang melangkah menuju pilar emas di hadapannya.
"Penyelidikan?" Shinobu memiringkan kepalanya lalu ia melihat seorang berjalan melewati pilar itu sampai mengejutkan dirinya seketika karena esensial yang ia rasakan dari orang itu cukup besar.
"Dewa..." Shinobu memasang ekspresi kesal karena ia seketika mengingat kejadian Legenda fanatik terutama lagi Demetrio yang sering menganggap dirinya mirip sekali dengan Dewa yang bernama...
"Shiratori Shinji."
"Oh, aku cukup terkejut cucumu bisa mengenali diriku." Kata Shinji yang menunjukkan senyuman kecil kepada Shinobu sehingga tubuhnya terangkat oleh dirinya langsung dibanting menuju daratan dengan kecepatan yang sempat mengejutkan dirinya.
"Dan reaksimu juga tidak jauh berbeda dari Shira." Shinji hanya bisa memasang ekspresi tenang selagi menatap Shinobu yang sudah mengancam dirinya.
"Shinobu, sudah cukup... kau hanya perlu menyelidiki dirinya. Apakah kau dapat mempercayai dirinya?" Tanya Shira untuk memastikan karena cucunya sudah pasti bisa mengetahui isi pikiran dari Shinji.
Shinobu bangkit dari atas tanah lalu ia melepaskan dirinya karena sudah menerima kepercayaan yang cukup, "Dia tidak merencanakan apapun..."
"...seperti yang dikatakan oleh Demetrio, Shinji memang berpikiran cukup luas sampai ia sekarang menginginkan yang dinamakan sebagai kedamaian di wilayah ini."
"Oh, aku cukup tersanjung untuk menerima ampunan dari seorang gadis keturunan Shiratori dan Comi." Shinji bangkit dari atas tanah selagi menepuk tubuhnya beberapa kali.
"Tetapi yang menarik perhatianku adalah nama itu... Demetrio, sepertinya kamu memang mengenali dirinya ya."
"Dia adalah Dewa yang baik, hanya saja dirinya terbawa suasana dengan kekuatan yang ia peroleh..."
"...sejauh ini tujuannya tidak begitu buruk hanya saja aku mencoba untuk membantu dirinya agar ia sadar, sayang sekali dirinya sadar ketika aku membunuh dirinya." Kata Shinobu yang langsung melangkah pergi.
__ADS_1
Shinji memasang ekspresi kaget karena teman baiknya berhasil dibunuh oleh Shinobu, itu artinya potensi sepupunya juga bisa dibilang sama mengerikannya dengan apa yang ia miliki.
"Kalau begitu, apakah aku bisa ikut bersama dengan kalian?" Tanya Shinji.
"Mm~ mungkin Paman Shinji dapat mengajari diriku berbagai macam hal tentang kemampuan cahaya yang hebat..."
"...tetapi untuk sekarang Koneko ingin belajar tentang Golden Spirit dan kekuatan Neutron yang pernah Papa kuasai sejak itu."
"Kalau begitu kita akan menghabiskan banyak waktu di Realm of Light agar kamu bisa menguasai semuanya." Shira menepuk kepala Shinobu pelan-pelan sampai ia terkekeh pelan.
"Koneko..."
"...akan berjuang!"
***
Yuuna mulai membuka mulut Korrina hanya untuk menuangkan cairan dari ramuan itu ke dalam mulutnya sampai ia meminum semuanya sekaligus lalu merasakan tubuhnya membaik.
"Kalau begitu, kita harus menyembuhkan luka lainnya." Chloe membuka kancing baju Korrina untuk membalut luka yang menyebar di dalam tubuhnya juga.
Ketika mereka mencoba untuk membuka bajunya, Ophilia memasang tatapan kaget ketika melihat garis merah bersama dengan tanda bunga merah yang bisa dibilang sebagai kutukan.
"Di-Dia...!!!" Ophilia tercengang ketika melihatnya karena ia sekarang mengetahui identitas dari Korrina yang sebenarnya hanya dengan melihat tanda tersebut.
"Kamu mengenali dirinya...!?"
"Apakah kalian merasa tidak asing dengan tanda bunga tersebut?! Dia adalah Korrina Comi...! Di-Dia telah pulang...!"
Ketika Ophilia memanggil gadis itu dengan nama Korrina, ekspresi mereka berubah menjadi kaget dan tercengang seketika karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu dengan dirinya sampai hampir tidak mengenalinya.
Semua itu karena perubahan yang ia alami selama ratusan tahun lamanya berada di Kountraverse, mereka juga tidak menyangka akan melihat Korrina benar-benar pulang dengan selamat.
"Aku kira sejak itu... dia tidak bisa pulang kembali karena tidak selamat dalam perjalanannya." Kata Yuuna.
"Aku mendengarnya dari Kou bahwa Korrina masih---" Ketika Megumi secara tidak sengaja menyebut nama Kou, ia teringat sesuatu tentang Korrina yang sudah pasti tidak mengetahui perubahan besar yang di alami oleh Touriverse.
""Kou...""
"...ketika dia bangun maka semuanya pasti akan bertambah semakin rumit untuk dirinya karena ia terpaksa harus menerima semua perubahan yang cukup menyakitkan."
"Comi's Corporation sudah hancur sejak kedatangan ketiga Ancient Legend yang berhasil membangkitkan kembali era kerajaan..."
"...pohon emas itu ditandai sebagai pemakaman milik Minami serta ketiga putri kecilnya yang sangat ia sayangi." Ophilia memasang ekspresi khawatir.
"...mereka sudah gugur, tetapi dia juga perlu tahu bahwa dirinya sudah memiliki tiga cucu yang menggantikan posisi mereka."
"Tetapi rasanya ratusan tahun lamanya tidak melihat Touriverse pasti akan menyebabkan Korrina merasa kebingungan, dia pasti tidak bisa menerimanya satu per satu dengan mudah."
Mereka terus mengkhawatirkan tentang kondisi dirinya terutama lagi kehadiran Korrina yang datang secara tiba-tiba, ketika ia bangun maka dirinya sudah pasti akan merasa bingung dengan banyak sekali perubahan.
Dan fakta menyakitkan lainnya adalah ia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan ketiga putrinya yang sudah ia harapkan untuk bisa bersatu lagi, "Apa yang harus kita lakukan..."
"...aku tidak tega menceritakan dirinya tentang mereka terutama lagi perubahan besar ini."
"Ahh..." Korrina mengeluarkan suara pelan sampai menyebabkan mereka semua mengalihkan pandangannya langsung kepada dirinya yang kembali siuman dari pingsannya.
"Dia bangun..."
Korrina membuka matanya pelan-pelan lalu ia dapat melihat empat gadis memperhatikan dirinya dengan ekspresi khawatir tetapi mereka mencoba sekuat mungkin untuk membawa kepositifan.
"Ugh..." Pengalihannya yang buram mulai kembali seperti semula sedikit demi sedikit sehingga ia terkejut ketika melihat wajah mereka semua.
"Ahhh...!!! Aaahhhhhhhh!!!" Korrina langsung menendang mereka semua secara refleks karena ia sendiri mengira bahwa dirinya tiba di tempat asing lainnya dan tentunya perkataan Zephyra tentang Ragnarok membangkitkan rasa takutnya.
"Tenang-tenang, ini kami...! Kamu tidak perlu ketakutan seperti itu, Korrina!" Ophilia menggenggam tangannya sampai ia kembali tenang.
"... ..." Korrina menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat ketakutan karena mengingat tentang Ragnarok yang sudah terjadi dua kali dan dirinya sendiri yang merasakannya secara langsung.
"Ophilia...?"
__ADS_1
"Iya, itu aku... kamu sepertinya sudah pulang dalam perjalanan yang sangat panjang ya."
Korrina menatap yang lainnya dengan ekspresi tentang sedikit demi sedikit ketika mengetahui dirinya yang sudah pulang, "Megumi... Chloe... Yuuna..."
"Kami sepertinya masih mengingat kami." Megumi tersenyum.
Korrina menatap kedua tapaknya lalu ia duduk di atas kasur tersebut dengan ekspresi yang masih terlihat ketakutan seperti mengingat kembali semua trauma pada saat perang Ragnarok.
"Apakah kamu baik-baik saja...?"
"Tidak... berikan aku minuman... dan rokok."
"Tunggu, apa...?"
***
Korrina menatap keluar jendela lalu ia merasakan sesuatu yang terlihat asing, semuanya terasa seperti di kerajaan sampai ia tidak melihat sedikit pun kerajaan.
Perasaannya masih menerima ketakutan tentang Ragnarok sampai dirinya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dengan meminum segelas air lalu menghisap rokok yang sudah menyala.
"Fuhhhh..."
"Cukup mengejutkan sekali untuk melihat dirimu merokok, Korrina." Ucap Ophilia yang melihat teman masa kecilnya mengalami banyak perubahan.
"Aku sudah kecanduan... mungkin benda ini sudah cukup untuk menurunkan stres dan rasa takut yang aku rasakan saat ini."
Korrina terpaksa harus menceritakannya langsung kepada mereka semua untuk memperingati kedatangan Ragnarok yang akan mendekat.
"Dengar, teman-teman..."
"...awalnya aku akan dayang untuk membawa banyak sekali berita yang baik, tetapi aku malah membawa sesuatu yang mungkin akan membuat kalian ketakutan."
"Mungkin hanya Ophilia yang tahu karena kami sama-sama pernah berjuang..." Korrina menghisap rokoknya sampai habis lalu ia membuang puntungnya keluar.
"Apa kalian pernah merasa bahwa hidup itu sangat keras...?" Tanya Korrina yang kembali menyalakan satu puntung rokok lagi selagi menghadapi mereka.
Ketika Korrina berbicara seperti itu, mereka mengingat semua masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu seperti Zoiru sampai penghapusan konsep sihir.
"Ya, kami juga merasakannya."
"Ada hari dimana konflik membuat kita merasakan stres dan putus asa..." Ucap Korrina.
"Ada hari dimana kita harus melihat orang yang kita sayangi gugur..." Perkataan Korrina langsung menusuk dada Megumi yang mengingat tentang kematian Minami dan Shuan.
"Dan ada juga hari dimana kita harus merasakan kekalahan..."
"...tetapi semua itu tidak pernah membuat kita menyerah."
"Karena kita percaya kala ada jalan keluar dari semua konflik ini..."
"...kita sebagai ras Legenda tidak mengetahui kata menyerah."
"Alam semesta ini tidak memiliki konflik yang begitu besar sejak perang dengan iblis berakhir hingga akhirnya mereka semua berulah..."
"Kita bangsa Legenda telah melewati itu semua...!"
"Dengan membawa harapan untuk membawa kedamaian lalu mencatat sejarah yang baru!!!"
"Tetapi sekarang sejarah mengerikan akan kembali terulang...!" Seru Korrina keras sampai mengejutkan mereka semua karena ia terdengar sangat serius sekarang.
"Mortal yang pernah menyaksikan kejadian itu akan merinding!"
"Para Dewa akan berkeringat dingin!"
"Hari dimana perang akbar akan dimulai!"
"Perang yang bisa menewaskan setengah populasi yang ada di alam semesta...!"
"Perang yang melibatkan seluruh ras dan penghuni...!"
__ADS_1
"Nama perang itu adalah..."
"...Ragnarok!"