
"T-Tidak mungkin... Hueeggghhh!!!" Komi memuntahkan darah yang sangat banyak hingga mengotori wajah Korrina dengan darah itu, ia langsung berputar lalu menendang perut Komi hingga terlempar ke belakang dengan ekspresi yang terlihat kesakitan. Mortem sendiri terkejut ketika melihat kekuatan yang dimiliki oleh Korrina, evolusi yang sangat mengerikan.
Dewi segala-nya seperti Komi dapat mengalami luka yang cukup parah dengan hanya satu pukulan, itu sangat mengerikan hingga Haruka sendiri merasakan tekanan Korrina mulai meningkat hingga amarah-nya bisa terasa dimana-mana... menciptakan kekuatan baru dan juga tekanan yang jauh lebih besar lagi.
Ketika Mortem mencoba untuk membantu Komi, ia melesat menuju arah Korrina tetapi Korrina melewati diri-nya dengan menjentikkan jari-nya sehingga ia terlempar keluar dari Kamitouri, Komi menatap Korrina yang melesat menuju arah diri-nya dengan kecepatan suara, ia sudah siap untuk menahan serangan selanjut-nya tetapi Korrina berhasil melukainya dengan melebarkan kedua mata-nya.
Serangan ilusi yang mampu melukai tubuh Komi, entah kenapa ilusi itu bisa melukai dirinya sendiri padahal dia sudah menyempurnakan sihir ilusi-nya, ketika ia mencoba untuk mengontrol semua ilusi itu... hasilnya Korrina muncul di depan Komi lalu menghantam dagu-nya hingga ia terlempar ke atas langit.
"Final Shine Attack...!!!" Korrina meluncurkan gelombang Crimson yang sangat besar ke arah Komi tetapi Mortem berhasil menangkis gelombang itu ke arah lain, Korrina semakin kesal ketika mereka berdua sekarang bekerja sama.
Pada akhirnya Korrina berhasil mengalahkan mereka berdua dengan mudah karena kekuatan baru yang ia dapatkan, Komi berhasil melarikan diri dari serangan Korrina hingga ia menggunakan rencana darurat yaitu melukai Virra, Haruka, dan Honoka hingga salah satu dari mereka mendapatkan sedikit luka kecil tetapi luka kecil itu membakar amarah Korrina lebih besar lagi.
Mortem menghentikan Korrina agar ia tiadk menyerang Komi karena saat ini tujuan utama-nya adalah menyingkirkan Haruka dan Honoka yang benar-benar menyusahkan, kedua dari mereka sedang berada di wujud anak kecil yang mengartikan kekuatan mereka benar-benar terbatas hingga Komi menghantam wajah Honoka hingga ia memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Lepaskan aku...!!! Jangan menghalang-ku...!!!" Seru Korrina kepada Mortem karena ia tidak mau menyerang anak-nya sendiri yaitu Mortem, "Tidak... aku tidak akan pernah membiarkan-mu menyelamatkan mereka semua!!!" Mortem langsung melayang Korrina dengan melayangkan beberapa pukulan tetapi semua pukulan itu menembus tubuh Korrina.
"Ck... Ilusi lagi---" Korrina mengangkat tubuh Mortem lalu ia melempar-nya ke atas, setelah itu ia mencoba untuk menyerang Komi yang saat ini menyiksa Haruka dan Honoka yang benar-benar lemah karena wujud batasan mereka sendiri, Virra hanya melihat ibu-nya yang menyiksa mereka semua.
"Mama...! Hentikan!" Seru Virra kepada Komi, "Ck... Kau berani-beraninya memilih mereka dibandingkan gadis yang sudah melahirkan dirimu!?" Komi mengangkat Virra ke atas langit lalu ia menghantam-nya menuju daratan sehingga ia masuk ke dalam daratan itu cukup dalam.
Komi tanpa basa-basi lagi langsung mengontrol tubuh mereka berdua menggunakan sihir telekinesis-nya lalu ia memisahkan tubuh mereka satu per satu hingga nyawa mereka mulai tercabut secara langsung, Virra bangkit dari atas tanah lalu ia mencekik leher Komi dari belakang tetapi serangan itu tidak mampu menghentikan-nya.
__ADS_1
Komi menghantam perut Virra lalu ia melepas Haruka dan Honoka yang hampir saja terbunuh, untungnya Haruka sempat untuk menggunakan kalung waktu yang ia gunakan agar ia bisa mengundurkan waktu sebelum Komi memutilasi tubuh mereka berdua, Virra yang baru saja menyelamatkan mereka berdua langsung diberi hukuman besar oleh Komi.
"H-Hentikan... M-Mama...!" Komi mengangkat tubuh Virra ke atas lalu ia menatap leher-nya hingga sebuah lubang besar muncul di leher-nya lalu darah mengalir keluar dengan jumlah yang sangat banyak hingga tubuh Virra mengering lalu ia terbunuh begitu saja.
"Virra...!!!" Teriak Haruka keras ketika melihat Komi baru saja membunuh anak-nya sendiri yaitu Virra, amarah muncul di dalam dirinya tetapi Korrina lah yang sempat untuk menghentikan amarah Haruka dengan melempar Mortem ke arah mereka berdua agar mereka bisa berhenti untuk berurusan dengan Komi yang berbahaya.
Korrina tidak menghiraukan Komi karena ia mempedulikan nyawa Virra yang sudah tiada, seorang ibu seperti dirinya sangat kejam hingga air mata Korrina mengalir keluar ketika melihat jasad Virra yang mengering, sungguh kejam diri-nya yang berasal dari dimensi palsu itu hingga ia benar-benar tidak akan memaafkan dirinya.
"Sudahlah, Korrina... dia bukan siapa-siapa untuk dirimu, dia ini anak-ku yang benar-benar sudah membuatku kecewa karena membela kalian, tidak ada guna-nya untuk dirimu mengasihani diri-nya..."
"...lagipula Saint Multiversal tidak berguna seperti dirinya berhak untuk merasakan kematian lebih cepat sebelum berurusan dengan Touri." Korrina melebarkan kedua mata-nya ketika Komi mengatakan hal seperti itu yang memancing amarah-nya lebih besar lagi.
"Berani-nya kau...!!!!" Teriak Korrina keras hingga ia melepaskan gelombang cahaya putih yang sangat besar di sekitar-nya hingga mendorong mereka mundur lalu membelah Kamitouri menjadi dua karena tekanan yang dilepas oleh Korrina sendiri.
Korrina melirik ke belakang lalu menatap Komi dengan tatapan yang mengancam, "Berani-beraninya kau... kau membunuh anak-mu sendiri, apakah kau pantas memanggil dirimu sebagai Korrina Comi!? Kau... kau akan membayar-nya, semua anak-mu adalah anak-ku juga maka aku tidak akan membiarkan dirimu membunuh salah satu anggota keluarga-ku...!!!"
"Hahaha...! Setidaknya pertarungan ini menjadi lebih menarik sekarang...!" Komi tertawa terbahak-bahak.
"Tutup mulut-mu...!!!" Seru Korrina keras hingga kekuatan dan Lenergy Komi menurun cukup drastis hingga keringat dingin mengalir keluar melalui sekujur tubuh-nya.
Korrina kembali muncul di hadapan-nya lalu ia melayangkan satu pukulan yang mengenai dada-nya sehingga ia memuntahkan darah hitam yang mengenai wajah Korrina, ia melanjutkan serangan itu dengan melompat lalu menendang leher bagian belakang-nya dengan penuh kekuatan.
__ADS_1
Komi terlempar ke belakang dan ia masih tersenyum, "Selamat Korrina Comi dari dimensi asli, kau ternyata menyembunyikan semua kekuatan hebat ini, sayang sekali kau harus menunjukkan kekuatan tersebut ketika anak-ku mati, ya?"
"Keparat...!!! Dasar lacur!!!" Korrina melesat menuju arah Komi, membuat diri-nya melupakan tujuan aslinya dalam bertarung yaitu tidak pernah menurunkan pertahanan-nya. Ia melayangkan beberapa serangan kepada Komi tetapi semua serangan itu berhasil Komi hindari dengan mudah karena ia menyerang dengan amarah yang terpendam di dalam dirinya.
Komi melayang ke atas lalu ia menunjuk Korrina menggunakan telapak tangan-nya hingga ia terjebak di dalam sebuah lingkaran yang terdapat sihir Sacred dan Crimson tercampur menjadi satu, Haruka terkejut ketika melihat Komi yang akhirnya serius ketika bertarung melawan Korrina, ia menggunakan sumber Lenergy baru yaitu [Omni-Lenergy].
Komi melayang lebih tinggi untuk mengontrol semesta Kamitouri yang terbelah menjadi dua, ia mengangkat kedua belah semesta itu lalu menggabungkan-nya menjadi satu tepat dimana Korrina berada di tengah kedua belahan semesta tersebut sehingga ia tertimpa. Komi melanjutkan serangan-nya dengan mengisi sihir [Final Shine Attack].
"Semua kekuatan yang kau gunakan tanpa pikiran dan pengalaman...!!! Sangat mengecewakan diri-ku, sekarang kau akan merasakan kekuatan asli-ku ketika aku serius!!! Kau akan mati sama seperti keluarga-mu...!!!" Komi meluncurkan Final Shine Attack ke arah Korrina yang tertimpa.
Gelombang Final Shine Attack itu menimbulkan lubang yang besar di semesta Kamitouri hingga sekarang semesta itu berbentuk donat karena sihir Komi yang memiliki daya ledakan besar, Komi tertawa terbahak-bahak ketika ia berhasil melukai Korrina dengan mudah menggunakan kekuatan 20%-nya itu.
"Ahh...!!!" Komi melebarkan mata-nya ketika Korrina berjalan di atas udara dengan pelan sambil menghampiri Komi dengan ekspresi yang terlihat tenang, detik-detik sebelum ia sadar bahwa serangan-nya mengandung amarah... Korrina langsung bisa mengontrol-nya dengan mudah hingga serangan yang Komi lakukan tidak mampu untuk melukai diri-nya.
"T-Tidak mungkin... tekanan dan aura tenang ini...!!!' Komi tercengang ketika melihat partikel merah dan biru yang menyelimuti diri-nya.
"H-Hebat... Mama... Mama benar-benar bertambah kuat..." Haruka tersenyum lebar.
"K... Ka... Kakak... jangan-jangan ini...?" Honoka menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat takut.
"Benar sekali... sebuah kemampuan yang dapat dimiliki melalui kerja keras dalam mengontrol kekuatan yang tidak mudah untuk di kontrol, nama dari kemampuan itu adalah..."
__ADS_1
"...Vanish's Barrier!"