Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 597 - Hidup Lagi Kemudian Mati Lagi


__ADS_3

Zoiru mengusap kepala Bamushi, "Pekerjaan yang bagus untuk hari ini, Bamushi. Nikmati semua hidangan yang sudah kau dapatkan sekarang..."


Bamushi mulai melepaskan jeritan keras, kehausan terhadap darah dan esensi yang lebih kuat mulai bertambah besar, ia sampai menantikan hidangan selanjutnya dari Zoiru.


"Gadis itu memang bodoh... sudah mengecewakan diriku beberapa kali, dasar badut kampung. Kau tidak akan pernah bisa berurusan denganku lagi." Zoiru menepuk pakaiannya yang dipenuhi darah.


"MFFFFFHHHHHH...!!!" Kirua terlihat sangat kesal bahwa kedua matanya mengeluarkan banyak air mata, ia tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan penderitaan yang diberikan oleh Zoiru.


"Ahhhhh... aku lupa, gadis itu ternyata memiliki suami yang setia menunggu, ia bahkan rela melihat istrinya tersiksa tanpa melakukan apapun." Zoiru menoleh ke belakang, melihat Kirua yang terlihat sangat kesal bahkan ia sampai memutuskan kedua lengannya.


"Jadi? Apa yang akan kau lakukan...? Tidak ada untungnya jika kau berhasil melepaskan kedua lengan itu..."


"...sekarang, Kirua, jangan membuatku kecewa. Sebagai dewa agung Zoiru, aku ingin mendapatkan sebuah informasi tentang kebangkitan makhluk sihir." Zoiru maju ke depan lalu ia membuka mulut Kirua yang di tusuk dengan taring Bamushi.


Zoiru dengan cepat meminta Bamushi untuk mengeluarkan gumpalan hijau yang awalnya darah tetapi di ubah menjadi sihir, sihir itu langsung memperbaiki tubuh Kirua yang sudah rusak karena dipenuhi luka.


"AAAGGGHHHH!!! KAU AKAN AKU BUNUH, ZOIRUUUU...!!!" Kirua menjerit keras dengan tatapan mengancam Zoiru karena sudah menghancurkan semua yang ia miliki.


"Marah seperti itu tidak memberi jawaban apapun kepadaku, lebih buruknya lagi, kau tidak akan mengubah apapun." Zoiru menendang wajah Kirua untuk menyadarinya.


"Stres, sadarlah. Jika kau terus marah seperti itu maka... kau hanya akan membuat rasa penderitaan itu semakin menyakitkan." Zoiru menendang wajah Kirua lalu ia menginjaknya di atas daratan.


"Kirua... sebenarnya siapa yang kau pikir salah jika seseorang meminta bantuan dengan cara yang baik? Tetapi apa yang kalian lakukan cukup kasar..."


"...tidak memiliki rasa kehormatan apapun kepada seorang dewa agung sepertiku, aku sudah meminta dengan baik tetapi gadis itu terus membantahnya!!!" Zoiru memegang erat leher Kirua.


"Nrggghhh...!!!"


"Aku sangat menyukainya... mencekik seseorang, aku bisa melihat tatapan mereka dari dekat..."


"Kesusahan dan penuh dengan penderitaan karena mencoba untuk mengumpulkan nafas." Zoiru mengangkat tubuh Kirua dengan tapaknya masih memegang lehernya.


"BRE... BRENGSEK...!!!" Seru Kirua keras, Zoiru memasang wajah datar dan ia mulai menjatuhkan Kirua yang mencoba untuk melawan dirinya.


Satu pukulan Kirua lepaskan sampai lengannya hancur, "AAAHHH...!!!"


"Bodoh sekali... apa yang kau coba lakukan? Kekuatanmu berada di tingkatan sangat rendah, setiap serangan yang kau lakukan hanya akan menghancurkan tubuhmu." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.


"AKU BUNUH KAU...!!! KUBUNUH...!!! KUBUNUH...!!! BRENGSEK...!!!" Kirua terus melepaskan beberapa serangan sampai tubuhnya hanya berakhir menyisakan tubuh dan kepalanya.


"Hahhhh..." Zoiru menghela nafasnya lalu ia menginjak kepala Kirua sampai hancur dan mengembalikan kehidupannya juga semua anggota tubuhnya yang hancur.


"BRENGSEK...!!! MATI KAU...!!! MATI...!!!" Kirua terus mengatakan sesuatu yang mengancam untuk Zoiru tetapi ia hanya bisa diam dengan tatapan yang terlihat datar.


"Astaga... apakah aku harus melakukan semuanya sendiri?" Zoiru menendang wajah Kirua sampai hancur lalu ia kembali menghidupkannya lagi.


Zoiru melakukan cara yang berbeda, kali ini memberi Kirua beberapa kematian yang berbeda agar ia bisa terus merasakan kesakitan itu sampai ia mau berbicara soal pembangkitan makhluk sihir.


Kepala Kirua hancur beberapa kali dan ia kembali hidup lagi, kali ini Zoiru mulai memberi dirinya beberapa siksaan agar ia mau berbicara, jika rencananya tidak berhasil maka ia harus menggunakan rencana cadangan.

__ADS_1


"Berbicara!"


"TIDAAAAK!!! BRENGSEEEK!!!"


Zoiru menghela nafasnya sampai tubuh Kirua hancur, "Kau tahu? Nafasku dapat membunuh dirimu... dengan beberapa embusan maka tekanan akan membuatmu menjadi daging giling."


"AAAAAAHHHHHHH!!!" Kirua menjerit kesakitan, penuh dengan penderitaan karena menerima siksaan lagi dan lagi.


***


Co. Corp, Tech baru saja mendapatkan informasi yang cukup dalam menganalisis darah dan daging yang Kou temukan, berasal dari seseorang dengan kekuatan yang cukup besar.


"Nyonya, sepertinya aku sudah mengumpulkan informasi penting yang perlu Anda ketahui." Kata Tech sambil menyentuh lengan kanannya yang memunculkan banyak layar.


"Ya... aku mendengar kok." Kou mulai berputar-putar menggunakan kursinya.


"Daging itu berasal dari ras Vampir... anehnya, darah itu memberikan kekuatan yang sangat besar ke dalam daging itu sehingga terjadi sebuah kombinasi yang cukup mengerikan."


"Vampir ya..."


"Vampir itu memiliki darah yang cukup kuat... kuat dalam kuasa, biasanya darah seperti ini hanya dimiliki oleh seorang dewa atau keturunannya."


Kou mulai berpikir kembali, darah yang mengandung kekuatan besar seperti kuasa ilahi dan daging yang berasal dari ras Vampir.


Kemungkinan besar Vampir itu memang memiliki keturunan dengan Dewa tetapi masih terdapat banyak kemungkinan lainnya yang memungkin untuk dirinya.


"Kalau tidak salah Vampir itu tidak akan bisa mendapatkan julukan sebagai seorang Dewa bukan...? Mereka dipenuhi dengan kelemahan soal cahaya dan juga kekuasaan seperti dewa."


"Apakah penyebabnya benar-benar Vampir...? Atau kemungkinan seseorang yang memberikan gumpalan gelap itu mendapatkan sampel dua orang yaitu seorang Vampir dan Dewa...?" Kou terus berpikir sehingga ia menyadari sesuatu hal.


"Tunggu... Tech."


"Iya, nyonya?"


"Kamu pernah bilang sebelumnya bukan? Soal masalah darurat dari kehancuran sebuah planet, bukannya planet itu terdapat seorang ratu Iblis yang mempersatukan seluruh bangsanya...?"


"Itu benar, namanya adalah Oni Selvia. Setahu diriku, dia pernah berteman dengan nyonya Korrina karena sempat menyelamatkan ayahmu, nyonya." Kata Tech sampai mengejutkan Kou.


"E-Ehh...?! Tidak mungkin... dia mati begitu saja?" Kou bangkit dari atas kursi dan ia terlihat kesal karena tidak sempat untuk berbicara dengannya.


"Tanpa ratu iblis sepertinya, kemungkinan besar Zuusuatouri akan kembali menuju era penaklukkan dan peperangan besar yang merugikan semesta lainnya." Kou mengepalkan kedua tinjunya.


"Oni Selvia terbunuh dalam perang di planetnya sendiri dan si pelaku berhasil menghancurkan planet itu begitu cepat sampai tidak ada sisa yang dapat saya jadikan sebagai bukti" Kata Tech.


Tech melepaskan tiga teknologi yang menyamar seperti asteroid, asteroid itu merekam seluruh kejadian sampai Tech tidak menemukan sesuatu yang dapat menarik perhatian dirinya dan Kou.


"Kalau begitu... aku akan memeriksanya langsung saja." Kou menyentuh perut Tech untuk mengeluarkan alat pernafasan yang membantu dirinya untuk bernafas di luar angkasa.


"Aku akan meminta Shuan untuk membawaku ke semesta Zuusuatouri..." Kou memasang alat yang berbentuk seperti topeng itu, ia mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan kerjanya.

__ADS_1


"Nyonya... itu terlalu gegabah, kau bisa saja berpapasan dengan sesuatu yang tidak bisa Anda lawan." Ucap Tech, walaupun dia adalah sebuah sistem, dirinya tetap memiliki perasaan loyal dan khawatir kepada Kou.


"Tenang saja, Tech masih bisa memperhatikan diriku menggunakan alat itu bukan? Aku juga akan pergi bersama pelindungku yaitu Shuan, dia pasti bisa menyelamatkan diriku."


"Kalau begitu... hati-hati, nyonya." Tech menundukkan kepalanya dan Kou tersenyum lalu ia memanggil Shuan untuk meminta mengantarkan dirinya ke semesta Zuusuatouri.


Beberapa menit kemudian, Shuan dan Kou berada di luar gedung, Shuan sendiri awalnya merasa tidak yakin mengajak Kou mengelilingi Zuusuatouri tetapi ia bisa melihat Kou sudah siap dengan peralatannya.


"Kalau begitu... jangan lama-lama ya." Shuan berlutut di atas tanah dan Kou mulai naik ke atas punggung Shuan lalu memegang dirinya erat.


Shuan mulai melepaskan sinar cahayanya untuk melakukan perpindahan cepat yang membawa dirinya langsung ke dalam semesta Zuusuatouri sampai Kou dikejutkan dengan pemandangan yang begitu indah.


Semua planet bahkan memiliki warna yang tidak jauh beda dengan hitam dan merah karena cocok dengan habitatnya sendiri yang di isi oleh makhluk menyeramkan.


"Shuan, ke situ..." Kou menunjuk ke arah planet yang hilang dan Shuan melayang mendekati dirinya.


Kou melihat sekeliling menggunakan kacamatanya yang dapat mendeteksi apapun berkaitan dengan kekuatan atau sihir, tidak ada sisa yang dapat ia jadikan sebagai barang penelitian atau analisis.


"Banyak sekali iblis, Kou... aku tidak nyaman melihat mereka." Ucap Shuan dengan tatapan kesal.


"Tahan dulu sebentar..." Kou menoleh ke belakang dan ia melihat sebuah asteroid yang berada di jarak dekat dengannya.


"Tech juga sudah memperhatikan--- Ehh?" Kou menemukan sesuatu yang tersembunyi di balik asteroid itu, ia mulai menepuk punggung Shuan untuk membawa dirinya mendekati asteroid itu.


"Apa yang kamu temukan?"


"Entahlah... kacamataku tidak dapat mendeteksi jelas tetapi kedua mataku bisa, menggunakan kemampuan maha mengetahui mungkin akan memperburuk keadaanku." Kou mulai melompat dan mendarat di atas asteroid.


Kou melebarkan kedua matanya ketika melihat seekor naga kecil sedang menikmati seorang Iblis yang di makan dengan memisahkan seluruh tubuhnya satu per satu.


Melihatnya saja sudah membuat Kou jijik karena naga kecil itu mulai mengarah organ tubuh, menghamburkan semuanya dalam hitungan tiga detik.


Kou sudah menginjak perangkap itu sendiri, jika ia melakukan sedikit pergerakan maka naga itu akan menatap dirinya sampai menganggap Kou sebagai mangsa lain yang dapat di jadikan hidangan lain.


Shuan bisa melihat Kou diam di posisi, tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali karena ia mencoba untuk tenang di situasi yang sudah terlambat menginjak sebuah perangkap.


"Kou...? Kamu baik-baik saja?" Tanya Shuan, ia mulai mendekati Kou tetapi Kou menghentikan dirinya.


"Sshhh..." Kou menatap ke depan, melihat naga itu baru saja selesai dalam melahap semua tubuh iblis itu.


Shuan mulai mendekati Kou, karena Shuan memiliki esensi juga sihir yang begitu kuat, otomatis naga kecil yang bernama Bam Bam langsung merasakannya.


Bam Bam merasa bahaya dan ia menatap Kou yang saat ini terlihat kaget, "GRRRRGGGHHH...!!!"


"Shuan...! Apa yang kau lakukan...!?" Kou menatap Shuan dan ia langsung dikejutkan dengan Bam Bam yang melesat menuju arah dirinya dengan cepat.


"T-Tidak...!" Kou melihat Bam Bam membuka mulutnya, mencoba untuk memakan wajah Kou.


"Ahh...!!!" Shuan melebarkan kedua matanya.

__ADS_1


"Kou...!!!"


__ADS_2