
"Pesta ulang tahun ya? Hm! Itu bagus sekali untuk dirinya, dia pasti akan menerima semua kebaikan dan pemberian kalian di hari spesialnya itu." Kata Ophilia.
Koizumi bersama kedua teman dan sepupunya datang mengunjungi restoran Shimatsu untuk membahas tentang pesta kejutan itu agar Shinobu bisa bersenang-senang bersama selagi menikmati pemberian apapun itu.
Hari spesial seperti ini tidak bisa mereka sia-siakan begitu saja, Ophilia sangat mendukung tentang rencana itu sampai Arata juga siap untuk memasakan hidangan apapun secara gratis untuk Shinobu.
"Apakah Shira dan Megumi akan mengucapkan ucapan selamat ulang tahun kepada Shinobu ya...?" Tanya Arata.
"Ehh? Mereka tidak merayakannya bersama Shinobu bertiga?" Ophilia menatap Arata.
"Tidak, Shira dan Megumi katanya sedang sibuk di dimensi lain... entah mengurusi apa itu sampai mereka tidak sempat untuk kembali, pulang juga terkadang selang-seling."
"Semoga saja mereka bisa datang karena Shinobu pasti akan merasa lebih baik dari sebelumnya ketika bertemu lagi dengan kedua kakek dan neneknya."
"Yang lebih penting adalah...! Kita perlu membuat dirinya bahagia, aku tidak ingin melihatnya selalu murung dan kesepian seperti itu! Setidaknya di setiap hari yang istimewa, aku ingin dia terlihat bahagia!" Seru Koizumi.
Mereka semua menatap Koizumi lalu mengangguk dengan penuh persetujuan, "Aku juga setuju~ kita pasti akan bersenang-senang bersama Koneko~!"
"Jangan sampai kita menyia-nyiakan hari itu dengan sesuatu yang membosankan, kita penuhi hari-harinya dengan penuh kebahagiaan dan kesenangan." Kata Konomi.
"Aku tidak sabar... reaksi seperti apa yang akan Shinobu perlihatkan, semoga saja dia merasa senang..."
***
"Tidak! Pergi dari sini sekarang juga, jangan berani-beraninya menunjukkan keberadaanmu di kerajaan ini!" Seru salah satu penjaga kepada Shinobu.
"Baiklah, maaf ya." Shinobu terbang pergi meninggalkan kerajaan itu, sudah lima kerajaan yang menolak keberadaan dirinya sampai ia terpaksa harus menjual semua itu di hadapan gerbang.
Ia pergi menuju kerajaan yang selalu dipenuhi dengan kedatangan para pengembara dan petualang dari planet serta kerajaan yang berbeda, ia menemukan tempat pas untuk berjualan.
Shinobu mencoba untuk menjual semua jurnalnya seperti biasanya, berharap bahwa salah satunya bisa terjual agar ia dapat membeli sesuatu yang berguna untuk dirinya pada saat pulang.
Walaupun tidak laku karena penampilan dan riwayatnya, menjual salah satu dari barang ciptaannya hanya akan memperburuk keadaan karena zaman Yuusuatouri sekarang telah kembali kuno tanpa sedikit pun teknologi canggih yang dimiliki.
Semua itu berubah ketika kebangkitan kerajaan, Shinobu sudah menunggu berjam-jam sampai tidak ada satu pun yang membeli kecuali orang-orang yang terus mengganggu dirinya selama 24 jam penuh.
Shinobu duduk di sebelah tasnya dengan perut yang terus bersuara karena ia sudah lama sekali tidak makan sesuatu, insting Neko Legenda dapat bertahan dalam keadaan lapar hanya dengan meminum air tetapi ia sungguh merindukan masakan Kou.
Shinobu tiba-tiba melihat seorang gadis kecil berdiri di hadapannya selagi menatap tasnya yang dipenuhi dengan jurnal, ia tersenyum lalu mengambilnya.
"Anuu... apakah kamu tertarik untuk melihatnya dulu?" Tanya Shinobu.
Gadis itu mengangguk lalu mengulurkan kedua lengannya sampai Shinobu memberikan jurnal itu kepada dirinya untuk di baca.
Gadis tersebut langsung membukanya dan membaca semua tulisan yang tertera di dalamnya sampai dikejutkan dengan berbagai macam hal yang baru dan simpel untuk di mengerti serta di ingat dalam waktu yang lama.
"Mmm... mau membelinya?"
"Aku tidak memiliki berlian..."
"Kalau begitu gratis saja untukmu, anggap saja pemberian dariku." Kata Shinobu
"Apakah ini sudah cukup...?" Tanya gadis itu yang mulai memberikan dirinya sebuah bunga matahari, Shinobu terkejut ketika melihatnya karena bunga itu terlihat begitu indah.
"Bayarannya bunga ini ya... anu... aku terima saja." Shinobu mengambil bunga tersebut sampai terdapat seorang Legenda yang menjerit keras dan menangis karena kehilangan sesuatu.
"Tolong...!!! Tolong...!!! Aksesoris yang baru saja aku beli dengan harga mahal telah hilang...!" Jerit gadis itu sampai semua penjaga segera menghampiri dirinya dan bersedia untuk membantu.
"Pencuri itu sudah jelas berada di sekitar sini... oi! Jangan sampai kalian pergi dulu dari gerbang itu!" Seru seorang penjaga yang mulai menutup gerbang cukup rapat agar tidak ada satu pun orang yang melihatnya.
"Biarkan kami melakukan sedikit investigasi, tolong berikan semua barang yang Anda bawa dan biarkan kami melakukan sedikit pemeriksaan---"
"Dia pelakunya...!" Seru seorang gadis kecil yang mulai menunjuk Shinobu seketika, mereka semua otomatis langsung mengalihkan pandangannya kepada Shinobu yang pusat pemandangan seketika.
"Fueehhh...!? A-Aku...?!"
__ADS_1
Para penjaga segera menghampiri Shinobu seketika lalu membanting tubuhnya cukup keras selagi menahan kepala dan tubuhnya agar ia tidak bergerak, salah satu dari penjaga itu mulai membuka jubahnya sampai kedua telinga kucingnya terlihat seketika.
"Seorang Neko Legenda...!"
"Astaga... kenapa makhluk itu datang ke sini dan menyamar menjadi seorang penjual...?"
"Entahlah... apakah kau tahu...? Mereka semua adalah penyebab pengurangan populasi Legenda sejak itu, mereka dapat berubah menjadi monster..."
"...bukan itu saja, Neko Legenda ini berbeda karena ia adalah anak dari seorang mayat yang bernama Kou Comi."
"Dia menyebabkan banyak korban berjatuhan sampai berkhianat atas nama Ratu Touriverse katanya... sungguh gadis yang manipulatif, aku sendiri ketakutan ketika melihat wajahnya."
"T-Tunggu dulu...! Tidak ada bukti bawa aku mencurinya..." Ucap Shinobu yang tidak bisa bergerak sama sekali karena semua penjaga itu menahan tubuh kecilnya bersamaan.
Salah satu dari penjaga itu mulai memeriksa tasnya lalu mengeluarkan semua jurnal di dalamnya secara paksa sampai buku itu mulai berserakan di daratan.
Namun, pada saat semua jurnal itu habis di keluarkan, penjaga tersebut dikejutkan dengan aksesoris yang begitu indah di dalamnya sampai ia mengeluarkannya lalu menunjuknya kepada gadis pemilik aksesoris tersebut.
"K-Kenapa bisa ada di situ...? Aku tidak mencuri---" Mulut Shinobu langsung di tendang oleh salah satu penjaga itu agar ia bisa berhenti berbuat alasan.
Entah kenapa aksesoris itu berada di dalam tasnya sampai ia tidak memperhatikan siapa Legenda yang memasukkan karena tidak terlalu fokus, semua itu terhalang karena perutnya yang terus mengeluarkan suara karena kelaparan.
"Sungguh hina sekali... kau tidak pernah menyadari tempatmu sendiri ya...!? Berpenampilan cacat seperti ini, berjualan untuk menipu dan mencuri barang seseorang...!"
Semua orang langsung membicarakan dirinya dari jauh dengan cara yang negatif sampai Shinobu tidak bisa melakukan apapun kecuali menerimanya, ia juga membaca pikiran gadis pemilik aksesoris bahwa ia yang memasukkannya menggunakan sihir.
Gadis itu hanya bisa tersenyum bersama gadis kecil yang memegang jurnal Shinobu sampai mereka ternyata merencanakan semua ini agar reputasinya bertambah semakin kacau.
"Tolong maafkan aku..." Kata Shinobu, ia berhak menerimanya karena sudah berkeliaran sebagai ras yang paling di benci dan hina.
"Kau harus ikut bersama kami."
***
"Apakah kamu sudah memajangnya?" Tanya Konomi yang melihat Hinoka sedang memasang beberapa dekorasi di dalam restoran itu untuk persiapan besok.
"Ingat Koizumi, pesta itu tidak perlu meriah... sebuah pesta yang menyenangkan hanya perlu di partisipasi oleh mereka yang dekat dengan dirinya." Kata Ophilia.
"Bagaimana jika mengajak mereka yang mengenal dan menerima Shinobu?"
Koizumi hanya bisa diam, memasang tatapan yang terlihat kesal karena Shinobu hanya memiliki dirinya, dua teman, dan sepupunya yang mau menerimanya sebagai teman terbaik yang pernah ada.
"Shinobu hanya memiliki dua teman saja... sepupu seharusnya tidak bisa di bilang teman tetapi kami cukup sedia untuk menjaga figur seorang Kakak bagi dirinya."
"Begitu ya... ngomong-ngomong kue yang kamu coba buat terlihat imut ya, kue bertemu kucing, hampir seperti Shinobu." Ophilia terkekeh sampai Koizumi mengangguk lalu melakukan percobaan untuk membuat kue.
***
Pada pukul dua malam, Tech terus menunggu kedatangan Shinobu yang tidak pernah kembali karena ia biasanya akan datang pada pukul dua belas malam tetapi ia terlambat selama dua jam.
Tech mencoba untuk melacak dirinya sampai keberadaannya sudah mendekat, pintu kabin itu terbuka lalu memperlihatkan Shinobu dengan banyak luka dan darah di wajahnya sampai ekspresinya tetapi terlihat positif.
"Putri kecil...?!" Tech mendekati Shinobu langsung mengambil beberapa handuk dan perban untuk menghapus semua lukanya.
Cuaca di malam hari juga terasa begitu dingin karena hujan yang turun, ia mulai mengerikan rambutnya yang basah sampai Tech mampu mendeteksi banyak luka bekas lemparan batu.
Memar bekas pukulan, lengan kanannya juga hancur oleh sebuah senjata yang memotong, darah terus berkeluaran dari mulutnya sampai ia tersenyum lembut kepada Tech.
"T-Tas Anda kemana...?" Tanya Tech.
Shinobu mengeluarkan sebuah buka lalu menulis di dalamnya sampai Tech terkejut ketika ia tidak mau berbicara sama sekali, ia segera memegang dagu Shinobu lalu memeriksa isi mulutnya sampai ia terkejut ketika lidahnya telah hilang karena putus di robek karena hukuman tadi.
Cara Shinobu menunjukkan tulisan itu terlihat jelas mengingatkan dirinya kepada Kou yang sedang bersedih, Tech segera membawa Shinobu menuju ruangan medis untuk menyembuhkan semua luka itu.
Beberapa menit kemudian, Shinobu berbaring di atas kasur itu dengan tubuh yang sudah di perban, semua luka itu akan sembuh karena ia membalutnya menggunakan sihir daun yang dapat menyembuhkan semua luka itu sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Shinobu mengeluarkan sebuah daun emas lainnya lalu menempatinya di dalam mulut sehingga daun itu perlahan-lahan menyatu dengan lidah yang putus lalu mengalami proses pemulihan yang akan mengubah daun itu menjadi lidah barunya.
"Maaf ya, Tech... karena sudah membuatmu khawatir, hasil jualan seperti biasanya tidak memberikan penghasilan apapun sampai semua buku itu sudah di rampas."
"Anda tidak perlu memaksakannya seperti itu..." Tech baru saja selesai memasang lengan yang baru untuk dirinya sampai ia mulai merentangkan kedua lengannya.
"Sekarang sudah hari esok... pukul dua pagi di tanggal satu Desember, hari kelahiranmu, putri kecil." Tech menjadi yang pertama untuk mengucapkan ucapan selamat ulang tahun.
"Sudah ulang tahunku lagi ya... tidak terasa aku sudah menginjak umur enam taun, hehehe, rasanya aku bertambah tinggi dan dewasa sedikit demi sedikit." Shinobu terkekeh.
Tech melihat semua penderitaan dan luka yang ia bawa setelah pulang tetapi ia masih bisa tersenyum dan bersikap bahagia seperti itu, sistemnya juga tidak merasakan kesedihan di dalam dirinya itu.
"Mau merayakan ulang tahun Anda besok? Saya akan---"
"Tidak perlu, ucapan saja sudah cukup... tidak ada yang begitu istimewa dari kelahiranku." Shinobu terkekeh pelan lalu ia menatap bayi foto di sebelah kasurnya.
"Aku ingin tidur... semoga saja besok bisa menemukan cara untuk menghasilkan berlian agar bisa membayar hutang dan bertahan hidup." Shinobu perlahan-lahan memejamkan kedua matanya.
"... ..." Tech terus berdiri di sebelah Shinobu, terus menjaga dirinya sampai ia tidak melihat ekspresinya berubah sama sekali, mimpi yang ia dapatkan juga terasa begitu bahagia sampai ia tersenyum pada tidurnya.
***
""Sudah jadi...!""
Mereka semua langsung merayakan keberhasilan mereka dalam menciptakan ruangan pesta di dalam restoran yang terlihat indah dan berwarna sampai mereka saling menepuk tangan.
Semua makanan, kado, dan terutama kue sudah di pajang di tempat yang tertentu sampai Arata menutup restorannya karena akan terjadi pesta yang besar di hari cerah seperti ini.
"Kalau begitu, mari kita undang Koneko~" Seru Hinoka yang terlihat bersemangat sampai mereka setuju dengan dirinya lalu pergi meninggalkan restoran itu.
Koizumi dapat merasakan keberadaan Shinobu di dalam kabinnya, mereka segera terbang laju ke arah rumahnya untuk datang menemui dirinya lalu membawanya ke pesta itu.
Beberapa menit kemudian, mereka semua melihat Shinobu yang sedang menyiram semua tanaman itu, Koizumi bersama yang lainnya mendarat di belakangnya sampai Shinobu menoleh ke belakang.
Mereka terkejut seketika melihat banyak sekali perban yang terpasang di tubuhnya, kejutan di ekspresi mereka berubah seketika Shinobu tersenyum lalu menyambut mereka dengan lambaian tangan.
"Selamat pagi!" Kata Shinobu dengan wajah yang ceria.
"Shinobu, apakah kamu baik---"
"Koneko, hari ini... mau bermain bersama tidak?!" Tanya Hinoka yang mulai mendekati dirinya sampai ia ingin mengajaknya langsung tanpa membahas luka itu.
"Ehh? Bermain...? Bermain apa...?" Tanya Shinobu.
"Ikut dulu saja dengan kami, ayo." Konomi mendekati dirinya lalu mencoba untuk mengajak dirinya menuju restoran Shimatsu tanpa memberikan kejutan itu.
"Shinobu... aku mendapatkan buku yang pasti kamu suka lagi..."
"Buku baru...!?" Shinobu memasang tatapan yang terlihat terbinar-binar seketika sampai ia dengan senang hati akan menghabis waktu hari ini dengan bersenang-senang bersama kedua teman dan sepupunya.
Mereka semua bergegas pergi meninggalkan kabin itu, Shinobu tidak lupa untuk memberitahu Tech dan tentunya ia merasa lega mendengar Shinobu akan pergi bersama mereka untuk merayakan ulang tahun.
Beberapa menit kemudian, Koizumi mulai menutup kedua mata Shinobu dari belakang sampai ia memberitahu dirinya bahwa permainan ini akan berkaitan dengan tebak-tebakan.
Shinobu tidak menggunakan pikirannya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi karena ia ingin permainan tersebut bertambah lebih menyenangkan sampa Koizumi membawa dirinya dekat-dekat ke arah pintu restoran.
Penciuman Shinobu sudah jelas pasti akan tajam sampai ia mencium banyak sekali aroma yang begitu lezat di luar restoran, perutnya terus bersuara sampai ia tersipu.
"U-Uwahhh...! Maaf... tadi itu tidak sopan untuk mengeluarkan suara perutku yang tidak bisa di kontrol."
"Hahaha, tidak apa... apakah kamu bisa menebak aroma yang kau hirup?" Tanya Konomi.
"Yang aku hirup pertama adalah kue---"
Koizumi membuka kedua matanya sampai ia sadar dirinya sudah berada di dalam restoran dengan beberapa orang yang mengeluarkan suara meriah selagi mengucapkan ucapan selamat untuk dirinya.
__ADS_1
""Selamat ulang tahun yang ke enam, Shinobu Koneko!""
"E-Ehh...?"