Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 807 - Beast Neko Legend yang Menyebabkan Amarah Besar


__ADS_3

Shinobu dapat mendengar teriakan keputusasaan mereka melalui pikirannya sendiri, mereka benar-benar tidak bisa diubah karena sudah ditabrak dengan banyak sekali peristiwa trauma.


Dimulai dari awal dimana mereka dibantai dan disiksa oleh para raja dari setiap kerajaan untuk memusnahkan bangsa Neko Legenda setelah itu Minami menghidupkan mereka demi memberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan di Touriverse.


Mereka semua sudah berubah menjadi Beast, sebuah wujud yang sebenarnya ditakuti oleh banyak sekali bangsa Legenda karena kekuatan murni dan tentunya fisik tidak bisa dibayangkan lagi.


Semua hewan ganas yang terkumpul menjadi satu, menciptakan Beast Neko Legenda dengan banyak kekuatan sampai mereka juga dapat melakukan sihir yang menyebabkan kehancuran dahsyat.


Entah kenapa mereka semua mengamuk seperti itu, Shinobu sendiri bahkan terlihat kebingungan karena seorang penyihir tidak mungkin bisa memicu perubahan Beast Neko Legenda tanpa kemurnian amarah.


Anastasia juga terlihat kebingungan karena ia sejujurnya tidak menginginkan hampir seluruh Neko Legenda muncul dengan wujud seperti itu, ia hanya ingin memilih salah satu yang sudah waktunya tipis.


Waktunya tipis itu dimaksud dengan Neko Legenda yang sudah kehilangan sisi Legendawi mereka, tidak bisa berpikir layaknya seperti makhluk yang berakal tinggi melainkan hewan liar yang memedulikan tentang bertahan hidup dan tentunya makanan.


Melihat semua Beast Neko Legenda mengamuk sekaligus membuat Anastasia memasang tatapan kesal dan khawatir dalam waktu yang sama karena semua Legenda dari berbagai macam kerajaan sudah pasti akan datang untuk membunuh mereka.


Semakin besar dan mengerikan wujud mereka maka imbalan yang didapatkan akan jauh lebih menguntungkan sampai raungan semua Beast itu dapat terdengar jelas.


"Oi! Apa yang harus kita lakukan sekarang...!?" Tanya Koizumi kepada Shinobu karena hanya dirinya yang dapat diandalkan dalam keadaan seperti ini.


"Jangan melukai mereka... aku mohon..." Shinobu langsung memasang tatapan yang terlihat khawatir, ia sendiri tidak bisa melakukan apapun kecuali menenangkan mereka.


Konomi dan Koizumi langsung menatap satu sama lain, tatapan tadi sempat menunjukkan sisi lemahnya lagi dimana ia tetap menunjukkan rasa belas kasihan dan menahan diri ketika masalah bertambah buruk seperti ini.


"Bunuh atau dibunuh, Shinobu. Jika kita melawan dengan cara yang lembut maka kita akan mati---" Koizumi menghindari satu serangan hantaman dari ekor mereka.


"Kalau begitu... aku akan coba untuk menenangkan mereka juga..." Ako mengangguk lalu ia terbang menuju arah Beast yang sedang menyerang Koizumi.


"... ..." Shinobu seketika diam, membiarkan mereka semua bertarung melawan Beast itu untuk menenangkan mereka dengan cara menjatuhkan.


"... ..." Shinobu memegang kepalanya sendiri, terlihat kebingungan seketika karena ia tidak tahu harus apa untuk bangsanya sendiri yang bisa dibilang tidak membenci dirinya.


"Makhluk ini cepat sekali...!" Koizumi melompati waktu lalu ia menarik ekor Beast tersebut dan mengangkat tubuhnya ke atas lalu membantingnya di atas kristal es sampai hancur.


BAAAAMMMMM!!!


"Mengerikan sekali... fisikmu sekuat itu untuk bisa mengangkat tubuh Beast Neko Legenda tanpa masalah...?"


"Beratnya tidak begitu masalah--- tunggu, tidak...! Cepat bekukan---" Koizumi langsung memasang kuda-kuda pertahanan sehingga ia berhasil menahan serangan Beast dari arah lain.


Konomi dan Ako menerima satu hantaman dari ekor mereka sehingga mereka terjatuh di atas es tersebut, kedatangan Beast mulai bertambah dari arah yang berbeda.


Koizumi melihat jumlah Beast terdiri dari lima, mereka semua terus meraung keras dan mencoba untuk menangkap diri mereka sendiri sebagai makan siang.


Koizumi melihat satu Beast mengayunkan cakar kanannya ke arah dirinya sendiri, ia sempat terdiam untuk menatap Shinobu yang terus melayang di atas langit dengan tatapan khawatir.


"... ..."


"Katakanlah sesuatu..." Kata Koizumi pelan sehingga ia terpaksa menahan diri melihat tatapan Shinobu, ia juga mengingat keberadaan mereka semua karena tekad Minami dan tantenya sendiri.


Shinobu memegang kepalanya sendiri, terlihat sangat kebingungan karena menggunakan The Mind tidak cukup untuk menenangkan mereka semua, ia hanya bisa menenangkan satu Beast dengan batasannya sendiri.


Konomi mulai menatap Ako lalu ia mengangguk, dirinya segara menahan Beast di hadapannya untuk membiarkan Konomi pergi mengurusi sesuatu karena ia memiliki sebuah rencana untuk menghentikan mereka semua.

__ADS_1


"GRAAAAUUUUGGGHHHH!!!" Beast di hadapan Ako membuka mulutnya lebar lalu menarik nafas sedalam-dalamnya tetapi Ako langsung melepaskan panah yang melepaskan ledakan es di dalam mulutnya.


Mulut Beast tersebut membeku seketika sampai mereka mulai menghantam wajahnya mereka dengan lantai kristal es untuk menghancurkan es di dalam mulutnya sendiri.


"Koizumi!" Panggil Konomi sehingga Koizumi menatap dirinya dengan tatapan serius, ia bisa melihat beberapa lubang besar yang dibentuk oleh Konomi di dalam lantai tersebut.


"Ahh! Aku mengerti...!" Koizumi menghentikan waktu lalu ia mengangkat ekor Beast di hadapannya dan memutarnya ke atas langit.


Setelah itu, ia langsung melemparnya ke dalam lubang tersebut sehingga waktu kembali berjalan, Konomi melihat Beast tersebut terjebak di dalam lubang yang ia buat.


Konomi langsung menunjuk lubang tersebut menggunakan tombaknya sampai lubang tersebut menciptakan es yang menjebak Beast tersebut agar tidak mengamuk dan menghancurkannya menggunakan kekuatan murni yang mengerikan.


Koizumi mengangkat lengan kanannya ke atas, mengumpulkan Lenergy dari kehidupan yang terdapat di sekelilingnya lalu ia melepaskan semua itu ke dalam perangkap untuk memperkeras kristal es.


"Baik, sudah cukup... kita urus yang lainnya." Koizumi mengangguk lalu ia menatap Shinobu yang terus memegang kepalanya dengan tatapan kebingungan.


"... ..." Koizumi terbang menuju arah Ako lalu ia menghantam wajah Beast di hadapannya lalu melesat melewati tubuhnya untuk memegang ekornya lalu menariknya agar bisa melemahkan dirinya itu.


Hanya Konomi, Koizumi, dan Ako yang mengurusi masalah Beast itu dengan menjebak mereka di dalam perangkap es yang membekukan tubuh mereka agar tidak bisa menyerang sama sekali.


Anastasia bisa melihat Shinobu terlihat bimbang karena pikirannya ditabrak dengan berbagai macam pilihan yang sulit untuk ia pilih karena semuanya bertentangan dan memiliki risiko masing-masing.


"Apa yang harus... aku lakukan..."


"...Mama." Shinobu langsung memanggil ibunya sendiri karena ia sendiri bingung harus melakukan apa yang terbaik untuk semua orang.


Semua Legenda dari berbagai macam kerajaan dapat merasakan keberadaan yang sangat mematikan yaitu para Beast, mereka bergegas menemui mereka semua demi mendapatkan anggota tubuhnya yang tentunya bernilai besar.


Anastasia terus duduk di atas sapunya selagi memutar sulingnya, ia juga memasang tatapan yang terlihat bersalah ketika melihat Shinobu hanya bisa diam melihat sepupu dan kedua temannya mengurusi masalah pada Beast.


"Huh...?! Aerith...?" Anastasia menaikkan kedua alisnya ketika melihat adiknya berada di atas kepala Beast tersebut yang sudah mendapatkan banyak sekali modifikasi dari alat teknologi.


"Jangan-jangan dia...?! Dia yang selama ini menjadi pemicu atas kebangkitan dari seluruh Beast Neko Legend?"


"Alat itu juga... tidak salah lagi tercipta melalui Comi's Corporation, jadi satelit yang dilepas oleh Koneko dicuri oleh dirinya, ternyata adikku memang licik walaupun sudah menjalani kontrak dengannya."


Aerith menyilangkan kedua lengannya selagi menatap para pemberontak kecil itu sedang kesibukan menahan semua Beast Neko Legenda yang disebabkan oleh dirinya berkat teknologi Shinobu.


Satelit yang berputar di luar Legenia berhasil ia taklukkan sampai dengan kekuatan ilmu pengetahuan dari jurnal dan tentunya semua buku yang ada di perpustakaan, ia dapat menciptakan pemicu kebangkitan Beast Neko Legenda.


"Shinobu Koneko, kau... kau pikir bisa menipu diriku dengan pemberian hak dan kewajiban dari jurnal tersebut?" Tanya Aerith dengan senyuman yang terpasang diwajahnya sendiri.


"Pengurangan populasi yang terjadi karena jurnal itu... banyak sekali protes datang kepada diriku sendiri sampai aku tahu bahwa kau memang menipu diriku sendiri."


Aerith memasang tatapan penuh dendam, walaupun ia sudah mendapatkan banyak kekayaan tetapi rasa bencinya terhadap Neko Legenda tentunya masih tumbuh, semua itu demi satu hal...


"Berlian... aku pasti akan mendapatkan banyak berlian yang cukup untuk membeli satu semesta di luar Touriverse! Apapun itu demi berlian...!"


"Dan tentunya kenyamanan Yuusuatouri tanpa virus yang bernama Neko Legenda! Untungnya para malaikat mau membantu diriku untuk menciptakan ini." Aerith mengeluarkan sesuatu di dalam sakunya.


"Chip. Sebuah alat yang diciptakan oleh para malaikat yang mempercayai teknologi dapat menguasai apapun, untungnya masih ada sampai teknologi yang aku curi dari Shinobu dapat menciptakan Chip yang cukup."


"Perjanjian itu seharusnya sudah putus untuk kita berdua, Shinobu Koneko..."

__ADS_1


"...bukannya ironis jika aku membunuh dirimu dengan bangsamu yang sudah liar?"


"Aku tidak memerlukan Chip untuk memicu wujud Beast mereka, hanya mengingatkan dengan kehancuran dan rasa trauma sudah cukup!!!" Aerith menunjuk ke depan sampai Beast yang ia tunggangi membuka mulutnya lebar.


Kumpulan Lenergy muncul di dalam mulut Beast tersebut sampai melepaskan gelombang ungu menuju arah Shinobu yang sedang lengah karena berpikir.


Koizumi melihat cahaya ungu dari jarak jauh mendekat sampai sebuah gelombang melesat maju menuju arah Shinobu sampai ia sendiri tidak sempat untuk melakukan apapun karena jaraknya terlalu jauh.


"Shinobu!!!"


Shinobu menoleh ke belakang lalu ia melebarkan kedua matanya karena tidak sempat untuk bereaksi terhadap serangan mendadak itu.


BAAAAMMMMM!!!


"Ahh...!?" Shinobu melebarkan matanya ketika melihat seseorang menyelamatkan dirinya dari maut.


Seorang gadis berambut hitam panjang dengan topi penyihir berwarna ungu telah menyelamatkan dirinya menggunakan nota lagu yang ia lepaskan ke depan menggunakan tongkat sihirnya.


"Kak... Kak Anastasia...?"


Shinobu terlihat sangat kaget ketika melihat dirinya datang untuk menyelamatkan nyawanya sendiri, entah kenapa tetapi dirinya yang seharusnya menikmati waktu dengan mengembara datang kembali.


"Koneko, tidak boleh seperti itu. Jangan sampai kamu melamun sampai terlihat kebingungan, kamu akan mengkhawatirkan yang lainnya." Peringat Anastasia yang menyelamatkan dirinya.


Aerith sontak kaget ketika melihat Anastasia baru saja menyelamatkan Shinobu tanpa segan, ia mulai mengerutkan dahinya karena Kakaknya selalu saja datang demi menghancurkan kesenangannya.


"Mencoba untuk menjilat lidahmu sendiri...?! Dasar sialan---" Sebuah nota lagu pecah di belakang Aerith sampai mengeluarkan suara Anastasia yang berisi pesan.


"Idealmu dan aku berbeda... lagi pula kau sudah mengacaukan eksperimenku sendiri dengan bertindak seenaknya seperti memicu kebangkitan para Beast Neko Legenda."


"Awalnya aku mempermainkan Koneko bersama yang lainnya hanya sekedar eksperimen yang dapat terjadi lebih cepat dibandingkan yang lainnya..."


"...jika kau menghalang jalanku maka kau akan menerima konsekuensinya, adik kecilku~"


Aerith menatap Anastasia yang tersenyum kepada dirinya sendiri, ia langsung mengepalkan kedua tinjunya karena mengingat kembali setiap kejadian yang selalu saja diganggu oleh Anastasia karena ia yang selalu menghalang jalannya.


"Anastasia sialan...! Jika kau mau menghalang jalanku maka baiklah...!" Aerith memunculkan tongkat sihir dan topi penyihirnya untuk bersiap melawan mereka.


"Shinobu Koneko, sekarang bukan waktunya untuk diam seperti itu dan memikirkan risiko tentang semua Beast ini."


"Mm..."


Anastasia mengeluarkan sebuah biola lalu ia memainkan musik merdu yang mengeluarkan nota lagu, semua nota tersebut merasuki pikiran Beast di belakangnya melewati lubang telinga sampai pergerakan mereka melambat seketika.


Semua Beast tersebut langsung terjatuh dan tertidur karena musik merdu yang dimainkan oleh Anastasia, Koizumi menatap penyihir tersebut lalu ia memasang tatapan serius.


"Sungguh mengejutkan... ternyata kau datang kembali ya, penyihir suara." Koizumi muncul di hadapan Shinobu lalu menghalang dirinya.


"Kakak..."


"Aku masih tidak mempercayai dirinya." Kata Koizumi yang mencoba untuk menjauhi Shinobu dari penyihir tersebut karena biasa Penyihir Legenda mengincar sumber ilmu pengetahuan demi eksperimen mereka.


"Wah, wah, masih memiliki rasa tidak percaya kepadaku ya... sayang sekali, tetapi aku datang hanya untuk menghentikan amarah Beast dan penyihir satu---" Anastasia terkejut ketika melihat Aerith bersama Beast yang ia tunggangi menghilang seketika.

__ADS_1


"---loh, kemana mereka...?"


__ADS_2