
Turnamen permohonan yang ke empat akhirnya telah di mulai dengan pembukaan dari kembang api yang meledak begitu indah di atas, semua penonton langsung bersorak keras.
Tidak sabar untuk menantikan pertarungan yang sangat hebat, bubuk bintang mulai berjatuhan dimana-mana dan tiga juri mulai bangkit dari atas kursi.
"Sungguh berkah untuk hari yang begitu indah karena dapat melaksanakan turnamen permohonan yang terakhir." Ucap Morgan.
"Akhirnya kita dapat menyambut hari yang paling di nantikan yaitu turnamen permohonan! Semua orang yang tidak dapat datang, silakan nikmati turnamen di hadapan layar kalian ya~" Ucap Marliana.
"OH YEAAAHHH!!! SEBELUM KITA MULAI, KITA AKAN MEMULAI UPACARA PEMBUKAAN DARI SANG PENDIRI SOLICITATION!!!" Seru Jorgez keras.
"Sudah lama sekali aku tidak mendengar dirinya mengatakan seperti itu... Hidup begitu panjang bahkan aku bersyukur masih hidup untuk menyaksikan turnamen terakhir." Ucap Shira selagi menatap Shuan dan Minami yang berada di lapangan.
"Sang pendiri Solicitation, Morgan, akan menyampaikan pidato pembukanya!" Seru Jorgez.
Morgan mulai maju beberapa langkah untuk membuka turnamen, "Wahai para petarung dari setiap alam semesta, kalian semua datang ke sini dengan berbagai upaya dan pengalaman."
"Dan itu adalah sesuatu yang tak dapat digantikan."
Minami mulai memasang pita merah di keningnya lalu ia menghampiri arenanya sendiri untuk memulai ronde pertama melawan seorang Golem yang bertubuh besar.
"Tanpa melupakan apapun, kerahkan semua yang kalian miliki di sini, di turnamen permohonan yang terakhir ini!"
"Dengan ini, aku nyatakan Tournament of Solicitation IV di sini, sekarang ini juga!" Morgan mengangkat lengannya kanannya.
Semua penonton langsung bersorak meriah karena ronde pertama akan di mulai sekarang juga, ketiga arena itu mulai menunjukkan dua petarung yang sudah bersiap untuk memulai ronde pertama.
"Uhhh yeaahhhhh!!! Sebagai pemberi pertarungan pembuka, dari arena satu yakni peserta Killyan dan peserta Minneria."
"Arena dua yakni peserta Delvian dan peserta Attrea dan arena tiga yakni peserta Minami dan peserta Gorg" Semua peserta mulai menatap satu sama lain dengan tatapan serius.
"Peraturannya sangat mudah, kalahkan lawan sampai pingsan atau jatuhkan lawan dari arena! Jangan sampai membunuh lawan atau melukainya secara fatal...!"
"Dan tentunya bertarung lah dengan adil untuk memberi hiburan besar kepada para penonton! Medan arena akan di pilih secara acak dan tentunya akan ada tantangan juga."
"Nah, yang akan menjadi penyuguh pertarungan pembukanya adalah..." Ketiga arena mulai berubah menjadi medan yang berbeda, Minami mendapatkan arena berbatuan dan perairan
"...medan berbatuan dan perairan!"
Setiap wasit mulai memasuki arena, "Kedua peserta, silakan tunjukkan sirkuit sihir kalian masing-masing."
Minami mengeluarkan sirkuit sihir emas melalui kedua tapaknya dan Gorg mulai mengeluarkan sirkuit sihir coklat melalui tubuhnya.
"Sirkuit sihir yang menonjol dengan elemen sihir cahaya dan batu! Sepertinya cahaya akan mengalami kesulitan melawan batu..." Seru Jorgez.
"Sebelum pertandingan di mulai... Seorang petarung perlu menunjukkan rasa hormat!" Ucap wasit.
Minami dan Gorg mulai menundukkan kepala mereka masing-masing.
"Senang bertemu denganmu, aku harap kita dapat bertarung dengan seluruh kemampuan kita." Ucap Minami.
"Sungguh kehormatan untuk bisa bertarung melawan seorang anak dari pemenang turnamen sebelumnya..." Kata Gorg.
"Baiklah, mari kita mulai pertandingannya..."
__ADS_1
"...sekarang!!!" Seru Jorgez keras sehingga seluruh peserta mulai bertarung dengan melepaskan beberapa sihir.
Gorg mulai menginjak daratan sampai menciptakan beberapa tembok batu yang mengejar Minami, Minami mencoba untuk menghantamnya tetapi batu itu terbelah menjadi dua.
Minami melebarkan matanya ketika ia melihat beberapa batu runcing melesat ke arahnya, ia menghindari semua serangan itu lalu bergerak cepat mengelilingi arena.
"Sihir cahaya sudah pasti akan berkaitan dengan kecepatan... Hmph, apa yang aku harapkan." Gorg menghantam daratan sampai menciptakan guncangan yang membuat Minami terjatuh.
"Tubuh ini... kenapa aku tidur selama 5 bulan penuh!?" Ungkap Minami karena belum terbiasa dengan kecepatannya itu, ia melompat ke belakang hanya untuk menghindari serangan palu batu yang besar.
"Apa yang Minami lakukan... Kenapa pergerakannya mengalami jeda seperti itu?" Tanya Honoka.
"Efek dari hibernasi Neko Legenda, tubuh mereka akan mengalami sedikit kendala tetapi hibernasi juga memberikan Minami keuntungan..."
"...entah apa yang ia rencanakan selanjutnya tetapi aku sangat menantikannya." Haruka tersenyum serius.
Gorg mulai mengangkat kedua lengannya untuk mengumpulkan semua serpihan batu di atas arena, ia menciptakan meteor besar di atas lalu menghantamnya kepada Minami.
Minami langsung tertindih tetapi ia berhasil menghancurkan meteor itu dengan menyelimuti tubuhnya dengan aura emas.
"Golden Minami...!" Minami menyambut serangan Gorg dengan menahannya menggunakan kedua lengannya lalu ia melepaskan beberapa gelombang cahaya melalui mulutnya.
Gorg melompat ke atas lalu memperbesar ukurannya untuk menginjak Minami, ukuran tubuhnya sekarang sebesar gajah dan Minami langsung mengepalkan tinjunya untuk menghantam perut Gorg sampai ia terhempas ke atas.
Setelah itu, Minami melompat ke atas dan melakukan satu putaran untuk menendang kepalanya sampai ia terjatuh di atas arena.
"Ahh... Aku lupa, seharusnya aku tendang keluar tadi..." Ungkap Minami, ia menatap kedua tapaknya yang memancarkan cahaya putih sekarang, sebentar lagi ia akan terbiasa dengan tubuhnya itu.
Minami melihat batu-batuan besar mulai mengepung dirinya, dengan cepat ia menebak semua batu itu menggunakan jarinya, menyebabkan batu yang hancur berubah menjadi tanaman emas.
"Agggghhhh...!"
"Sepertinya aku sudah mendapatkan kembali kendali itu...!" Minami menghantam daratan, menyebabkan arena langsung di selimuti dengan tanaman dan bunga emas yang bermunculan.
"Golden Nature!" Seru Minami keras sehingga rambutnya memancarkan cahaya yang sangat silau dan beberapa bola serta partikel emas mulai mengelilingi tubuhnya.
"Kekuatan ini...! Cahaya ini...!!! Semua ini adalah cahaya melalui alam dan makhluk hidup!!! Hebat sekali!!!" Seru Jorgez keras, membuat Gorg merasa kesal seketika.
Shira tersenyum bangga ketika melihat Minami dapat mengontrol penuh dirinya, jika tadi ia mencoba untuk menyerang menggunakan Golden Nature maka seluruh arena akan berubah menjadi tumbuhan emas.
"Bagus... Tetaplah seperti itu, Minami... Gunakan batasan dalam pertarungan seperti ini." Shira mengangguk.
"Jangan berharap kau dapat memenangi pertandingan ini, Minami! Aku akan mengubah semua cahaya ini menjadi batu!!!" Gorg melebarkan mulutnya lalu mengeluarkan asap coklat yang mampu mengubah apapun menjadi batu.
Minami hanya perlu maju ke depan dan mengubah semua sihir itu menjadi cahaya, cahaya tersebut langsung masuk ke dalam tubuhnya sehingga ia tidak merasakan serangan apapun dari asap tersebut.
"Sihir yang cukup menakjubkan tetapi kau perlu melatihnya lebih lanjut lagi...!" Minami melepaskan gelombang cahaya melalui mulutnya dan Gorg langsung menciptakan tembok berlapis-lapis.
Gelombang itu langsung menembus pertahanan tersebut sampai mengenai tubuh Gorg, menyebabkan dirinya terdorong ke belakang dan hampir saja terjatuh.
Untungnya ia melindungi dirinya dengan menciptakan tembok besar di belakangnya itu, "Ck... Aku tidak menyangka sihir cahaya akan sekuat ini."
"Tetapi aku sebagai bangsa Golem akan mencetak sebuah sejarah pertama untuk mengalahkan sihir cahaya terkuat...!!!" Gorg mengeluarkan tongkat besar melalui lengan kanannya lalu ia mengayunkannya ke arah Minami.
__ADS_1
Serangan itu menembus tubuh cahaya Minami, "Serangan hebat... Masih membutuhkan latihan juga untuk bisa menembus tubuh cahaya ini juga."
"Dan tentunya, aku tidak memiliki harga diri, niat, atau ego untuk menyombongkan kekuatan.”
"Intinya pertarungan ini adalah yang terbaik, aku sampai tidak sabar lawan apa saja yang akan aku hadapi selanjutnya." Minami maju ke depan lalu menghantam perut Gorg sampai tinjunya menembus perutnya.
"Golem sepertimu memiliki regenerasi melalui sihir batu juga bukan? Mungkin serangan ini bisa kau anggap bisa." Minami melepaskan cahaya besar yang mampu mendorong dirinya ke belakang.
"Aku juga ingin memperingati dirimu..."
"...dalam pertarungan apapun itu, arogan dan kesombongan bukanlah sesuatu yang harus di tunjukkan melainkan semangat untuk bertarung."
Minami melompat ke depan lalu menendang dada Gorg sampai ia terhempas ke belakang dan mengenai batasan arena lalu terjatuh di atas tanah.
"Pertarungan yang spektakuler! Peserta Gorg tidak dapat melanjutkan pertarungan! Kemenangan untuk peserta Minami!" Seru Jorgez keras, menyebabkan semua orang langsung bersorak keras.
"Pertarungan pembuka dari arena dua dimenangkan oleh peserta Minami! Dia memperlihatkan perbedaan sihir dan kekuatan yang hebat!"
Minami mulai melambaikan tangannya kepada seluruh penonton lalu ia menunjukkan senyuman lebar, ia bisa melihat teman-temannya mulai bertepuk tangan kepadanya.
"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya keadilan...!!!"
"Seorang Neko Legenda yang akan membawa cahaya keadilan menuju masa depan! Aku akan menjadi cahaya yang menyinari turnamen ini dengan meriah, setelah itu..."
"...akan meraih kemenangan emas dengan Shining Justice!!!" Seru Minami keras selagi mengangkat kedua lengannya penuh semangat, membuat semua penonton bertepuk tangan keras.
"UUUHHH YEAHHH!!! Akhirnya keluar juga, deklarasi kemenangan seorang Shiratori!!!" Seru Jorgez keras.
"Bagus, Minami! Tetaplah seperti itu sampai akhir turnamen!" Seru Honoka keras.
"Jangan melupakan penutup matamu!" Seru Hana sehingga Minami mengeluarkan sebuah penutup mata emas lalu ia langsung memakainya.
""Katakan lagi! Katakan lagi!""
"Semuanya~ Jangan lupa untuk selalu mendukung diriku ya~"
"Shininngggg...."
"...Justice-nyan~" Minami mengedipkan matanya kanannya selagi mengangkat kedua lengannya seperti kucing, menyebabkan seluruh penonton laki-laki terkena serangan keimutan Minami.
"Minami!!! Tolong nikahi aku!!!"
"Minami!!! Kami mencintaimu!!!"
"Minami!!!"
""Minami! Minami! Minami!"
"Aku ingin mati... Apa yang aku katakan tadi..." Ungkap Minami yang baru saja sadar apa yang ia katakan sebelumnya.
"Wahhhh, aku sudah lama sekali tidak mendengar perkataan itu dari Minami, Shira!" Kata Megumi.
"Ya... Sepertinya dia memang merindukan kata-kata yang selalu ia ucapkan." Shira tersenyum bangga.
__ADS_1
Minami langsung melarikan diri dari arena untuk kembali menuju tempat peserta.
"Aaaahhhhhhhhhhhhhh!!! Memalukan! Memalukan!!!"