
Apa yang Korrina lihat langsung mengejutkan diri-nya ketika ia melihat banyak sekali celah yang bermunculan di luar angkasa bahkan ia bisa melihat lambang jam dan juga waktu yang berputar serta terus bermunculan dimana-mana. Korrina menatap Haruka lalu ia menyentuh bahu kanan-nya sehingga Haruka menoleh kepada Korrina dengan sebuah senyuman juga air mata yang mulai jatuh.
"Tenang saja, Mama... semua kehancuran ini akan aku perbaiki, biarkan aku membangun kembali Touriverse sebelum waktu dari wujud-ku ini berakhir..." Haruka memeluk Korrina erat sehingga ia langsung tidak bisa bergerak.
Shira bersama yang lain-nya menyadari jam dan waktu yang terus bermunculan itu sehingga mereka tidak bisa bergerak juga berbicara, tubuh mereka perlahan-lahan berubah menjadi partikel hijau lalu hilang begitu saja... seluruh penghuni Touriverse hilang karena partikel itu dan hanya menyisakan Haruka yang sedang melayang di luar angkasa sambil membangunkan kembali seluruh inti semesta yang hancur menjadi inti semesta yang baru.
Semua kehancuran itu dapat diperbaiki dengan mudah oleh Haruka sehingga semua penghuni yang sudah terbunuh oleh Konari kembali... semua itu mudah bagi Haruka yang dapat mengontrol waktu juga mengembalikan seluruh keadaan ke keadaan yang sangat damai. Berkat bantuan dari Shira yang lain-nya yang sudah mengalahkan Zangetsu, itu artinya seluruh pasukan yang ia panggil juga ikut terbunuh.
Haruka tersenyum ketika melihat proses pembangunan kembali terhadap Touriverse, sebuah jam muncul tepat di hadapan-nya dimana jarum jam tersebut mulai bergerak mundur dengan sangat pelan, "Terima kasih... terima kasih atas semua kerja keras kalian semua..." Haruka tersenyum dan mulai menangis.
"Aku mengharapkan kalian semua untuk kembali melindungi Touriverse..." Haruka tersenyum dan ikut terhapus juga bersama partikel hijau itu.
"...Time Restoration."
Swooooossshhhh...
***
"KOOOMIII!!!" Seru Korrina keras sehingga ia langsung melebarkan kedua mata-nya ketika tiba di atas daratan, ia tidak mengerti apa yang baru saja terjadi tetapi ia bisa merasakan Komi yang berada di bawah, ia segera menatap kembali lubang hitam dimana ia melihat Komi yang sedang tersenyum sambil mengangkat jempol-nya.
"Teruslah bertahan sampai akhir... Korrina, sungguh memalukan juga ya? Kau bisa tertipu seperti itu oleh ilusi teleportasi-ku." Komi jatuh ke dalam lubang itu sehingga ruangan kemustahilan mulai berguncang dan mulai menyedot Korrina ke dalam portal yang sangat kecil sehingga...
"AHHH!!!" Korrina melebarkan kedua mata-nya lalu ia mulai bernafas sangat berat, tubuh-nya dipenuhi dengan keringat... ia baru saja sadar bahwa hal yang ia lihat itu adalah mimpi asli tetapi kenapa mimpi itu harus ditunjukkan lagi... sehingga ia sadar bahwa sekarang Korrina berada di dalam kamar-nya bersama Alvin yang masih tertidur.
"A-Apakah berhasil...?" Korrina tidak merasakan hal aneh lain-nya, ia masih bisa mengingat kejadian sebelumnya tetapi ketika Haruka memeluk diri-nya... semuanya terasa hilang dan berhenti seketika... sampai membuat diri-nya tertidur juga memimpikan Komi.
Korrina bangun dari atas kasur-nya lalu ia mulai menghampiri jendela dan membuka tirai dimana ia bisa melihat matahari yang cerah juga kota yang terlihat sangat damai, semuanya benar-benar telah diperbaiki bahkan ia bisa melihat beberapa Legenda yang mulai melakukan aktivitas mereka, ia tersenyum dengan sangat lebar lalu ia meninggalkan kamar-nya itu.
"Haruka...! Haruka...! Kamu berhasil, Haruka!!!" Korrina tiba di depan kamar Haruka lalu ia mulai membuka pintu-nya sehingga ia tidak melihat Haruka di dalam sana bahkan Okaho menghampiri diri-nya dan menanyakan kemana Haruka sekarang sehingga mereka mulai mencari-nya di dalam rumah itu dan tidak ketemu.
Mereka mulai pergi meninggalkan rumah untuk mencari Haruka yang hilang entah kemana, keberadaan-nya juga bahkan tidak bisa mereka rasakan sehingga apa yang Okaho takuti benar-benar terjadi... keberadaan Haruka hilang seketika dan ia ditemukan di halaman, Korrina tersenyum melihat-nya lalu ia segera menghampiri-nya.
"Disini kau rupa-nya, Haruka... Kita berhasil loh! Kita berhasil, Haruka..." Ketika Korrina mulai semakin dekat dengan Haruka, ia bisa melihat ekspresi-nya yang terlihat datar juga kedua mata-nya yang menunjukkan jarum jam yang berputar dengan pelan. Okaho bisa melihat-nya dan sepertinya mereka sudah tidak bisa melakukan apapun.
Semua ini terjadi karena Limiter yang Haruka hancurkan di kening-nya, resiko-nya telah mengenai dirinya sehingga ia tidak bisa bergerak dan tidak bisa melakukan apapun kecuali diam dengan kedua mata mati yang terbuka, tidak bisa dibilang bahwa dia mati atau pingsan melainkan ia seperti terkena [Paralyze] atau lumpuh.
"Haruka... hei, Haruka... Haruka...?" Korrina yang tadi-nya terlihat senang juga penuh harapan mulai berubah menjadi ekspresi yang terlihat panik juga sedih, "Hei... Haruka, apakah kamu mendengar Mama? Ini Mama loh, Haruka...!" Korrina mulai meraba kedua bahu Haruka lalu ia mencoba untuk menggerakkan tubuh-nya agar ia bisa menatap diri-nya.
"Haruka...! Harukaaaa...!!! Harukaaaaaa!!!" Korrina mulai menangis ketika ia tidak menerima jawaban apapun dari Haruka, Haruka hanya diam dan menatap ke depan dengan kedua mata jam-nya yang berputar sangat pelan. Shira bersama yang lain-nya tiba karena mereka awal-nya ingin merayakan hasil kemenangan mereka di rumah Korrina tetapi mereka malah melihat sesuatu yang tidak mereka bayangkan.
"Loh...? Korrina...?" Shira mendarat di atas tanah lalu ia melihat Korrina yang menangis sambil memeluk Haruka, ia terlihat seperti mencoba untuk membangunkan Haruka. Shira bersama yang lain-nya melebarkan kedua mata mereka karena tidak bisa merasakan keberadaan Haruka sama sekali sehingga mereka mulai menoleh kepada Okaho yang sedang menundukkan kepala-nya juga.
"Apa yang terjadi...?" Tanya Haruki.
"Kekuatan dan kemampuan yang kalian lihat sebelum-nya adalah dirinya ketika ia menghancurkan batasan asli-nya yang bernama [Limiter], Limiter itu terdapat di kening-nya dan ia berhasil menghancurkan-nya tanpa memikirkan resiko... resiko yang ia dapatkan sekarang adalah kelumpuhan dimana ia tidak bisa merasakan apapun, dia sudah tidak lagi bersama kita secara keseluruhan... hanya tubuh-nya saja juga kesadaran-nya yang setengah." Apa yang baru saja Okaho katakan mampu membuat mereka terkejut.
"I-Itu artinya dia seperti tidak siuman...?" Arata terkejut ketika mendengar-nya, mereka juga tidak bisa melakukan apapun kecuali berlutut kepada Haruka untuk menunjukkan rasa kehormatan mereka masing-masing kepada Haruka yang sudah menyelamatkan Touriverse juga membuat semua rencana dan kesempatan berjalan dengan lancar.
"Maafkan aku, Haruka... maafkan Mama yang lemah ini karena tidak bisa menggunakan kesempatan kecil itu untuk membawa kita menuju kemenangan... sekarang kau seperti ini... maafkan aku... aku orang tua yang benar-benar buruk bagi-mu..." Korrina menangis tersedu-sedu sambil memegang erat baju-nya itu.
Okaho mulai mendekati Haruka lalu ia meraba kepala-nya dan ia tidak bisa melihat reaksi apapun dari Haruka, ia terlihat seperti patung yang tidak bernyawa, "Kakak..." Okaho menahan air mata-nya yang hampir saja mengalir keluar melalui kedua mata-nya itu.
"Kita menang... Haruka... kita semua berhasil... kamu berhasil untuk membangun kembali Touri... kerja yang hebat, nak, kau berhasil..." Korrina mencoba segala cara untuk mengembalikan Haruka sehingga ia menggunakan sihir pemulihan-nya tetapi tidak ada yang terjadi, "Tech... periksa kondisi Haruka..."
"Kehidupan masih ada... kesadaran di bawah persentase nol, dia tidak bisa mendengar-mu... dia akan beristirahat untuk waktu yang sangat panjang seperti ini..." Jawab Tech.
__ADS_1
Mendengar itu, Korrina hanya harus menerima fakta dan juga takdir Haruka... seperti dia juga mengetahui apa yang akan terjadi kepada diri-nya di masa depan, Korrina mulai meraba kedua pipi Haruka lalu menatap kedua mata-nya sambil tersenyum tipis, "Haruka... sayang... terima kasih karena sudah mengembalikan dunia kami... sekarang, Haruka boleh istrihat, nak..." Bisik Korrina lalu ia menatap mata Haruka yang mengeluarkan air mata.
"Ma... ma..." Haruka tersenyum kecil lalu jarum jam di mata-nya berhenti bergerak sehingga ia sudah tidak bisa melakukan apapun, Korrina memeluk Haruka erat dan semua orang mulai meluncurkan sihir ledakan yang terlihat seperti kembang api untuk menunjukkan rasa kehormatan tinggi seorang Legenda kepada Legenda lain-nya.
"Dia adalah pahlawan... sejak awal, dia sudah membantu kita dalam banyak masalah." Kata Arata.
"Walaupun dia bersikap seperti anak-anak dan bocil... dia adalah Legenda yang sudah membuat semua-nya terjadi, sungguh hebat..." Kata Haruki.
"Terima kasih, Haruka... semoga kau bisa beristirahat dengan tenang."
""Serahkan semua masalah yang akan datang kepada kami semua...""
""Legends Never Dies.""
***
Shira's POV
Semua orang pasti menginginkan akhir yang bahagia, semua masalah dan ancaman yang terus melanda dunia ini... pasti tidak akan terselesaikan jika kita tidak memiliki satu sama lain, kebersamaan kita adalah sebab kenapa kita bisa memenangkan pertarungan ini, sungguh ancaman yang sangat mengerikan... aku hanya berharap semua-nya berakhir sampai titik ini.
Pilihan yang terbaik pasti memiliki niat yang tinggi di dalam-nya, aku berharap dunia yang sudah kembali oleh Haruka ini bisa membuat semua keluarga dan orang-orang bersatu kembali... menikmati keindahan juga kedamaian yang diberikan oleh kita para populasi Touriverse. Kematian adalah hal yang pantas untuk dihormati jika orang itu mati demi memperjuangkan seseorang yang mereka cintai juga dunia yang mereka sayangi ini.
Sekali kebersamaan kita putus atau kita lebih memilih untuk berjuang sendirian di titik seperti ini maka semua-nya berakhir, tidak ada lagi yang nama-nya kedamaian... Zangetsu sudah pasti akan menciptakan dunia yang baru, dunia dimana ia berkuasa juga mengubah segala-nya menjadi sesuatu yang mengerikan.
Jika dipikirkan lagi semua-nya bisa terjadi karena bantuan dari sekitar-ku... aku sungguh senang dan bersyukur untuk tinggal di dunia seperti ini, pada awal-nya aku bukanlah siapa-siapa tapi sekarang aku adalah cahaya untuk Touriverse bersama teman-temanku. Aku tidak sendirian... kami tidak sendirian karena kami memiliki satu sama lain juga cahaya yang ada di dalam kita yang akan selalu mengalahkan kegelapan.
Dunia ini telah sepenuhnya berubah menjadi sesuatu yang luar biasa dan juga berbeda, aku sekarang bisa melihat dua semesta Yuusuatouri... sepertinya Kakak-ku bersama teman-teman tidak menghilang berkat Haruka, penghuni Yuusuatouri yang palsu itu sekarang memanggil semesta mereka sebagai [Densetsu]. Semua-nya mengalami perkembangan yang berbeda dan juga mereka menjalani kehidupan damai mereka seperti biasa-nya.
Korrina masih dianggap ratu oleh penghuni Touriverse, diri-ku telah menjadi Legenda yang bekerja juga bertarung demi bersiap untuk melawan ancaman yang akan datang. Tetapi... apa yang berbeda adalah semua orang bisa mengetahui perjuangan Haruka yang diberitahu oleh Korrina... Korrina berbicara kepada seluruh dunia bahwa semua kedamaian ini tidak akan terjadi jika Haruka tidak membantu dan mengorbankan sesuatu.
***
Alvin mulai menatap ke depan dimana satu minggu telah berlalu... sudah saat-nya dia pergi dan mengunjungi dunia kematian dimana ia bisa beristirahat dengan tenang disana, satu minggu ini berjalan cukup menyenangkan bagi diri-nya dan bahkan ia merasa bangga kepada Haruka sendiri.
"Korrina... terima kasih karena sudah mengasuh Haruka menjadi seorang Legenda yang hebat." Alvin tersenyum.
"Seharusnya aku berterima kasih kepada-mu karena sudah memberkati-ku dengan anak yang baik dan juga hebat... aku harap aku bisa menemui-mu lagi jika putri baru kita lahir." Korrina tersenyum, ia sudah bisa menebak bahwa ia mengandung seorang putri, "Aku serahkan nama-nya kepadamu, Korrina..."
"Kalau begitu, aku akan menjadikan diri-nya sebagai putri yang sangat mencolok dengan keturunan Comi..."
"...Kou Comi." Korrina tersenyum lalu tubuh Alvin mulai melepaskan asap sehingga perlahan-lahan ia mulai berubah menjadi arwah, "Selamat jalan, suami-ku." Kata Korrina sehingga arwah Alvin mulai terbang pergi meninggalkan diri-nya.
~1 Tahun Kemudian~
Korrina mendorong kursi roda Haruka menuju halaman-nya agar mereka bisa berjemur di cuaca hangat seperti ini, satu tahun ini adalah satu tahun yang cukup menyenangkan karena tidak ada ancaman yang berani untuk menyerang sehingga kedamaian terus menyelimuti Touriverse sampai mereka hidup dengan nyaman.
Korrina menempati sebuah kursi di sebelah Haruka lalu ia duduk di atas kursi sambil memegang bayi-nya, "Kou... kamu pasti lapar ya..." Korrina tersenyum lalu ia mulai menyusai Haruka sambil menggenggam tangan Haruka, Haruka saat ini masih lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat dengan kedua mata-nya yang mati.
"Sungguh menakjubkan melihat-mu sudah merencanakan semua ini sejak awal, Haruka... awal-nya aku menyangka bahwa kau adalah anak-ku yang biasa... baru beberapa tahun ini aku mengetahui identitas asli-mu dan Okaho bahwa kalian adalah Legenda yang berasal dari dimensi kuno yang melarikan diri demi melindungi masa sekarang juga menjadi salah satu dari anggota Comi..." Korrina tersenyum.
"Aku pasti kau merasa kesakitan di dalam hati-mu juga luar-mu karena sudah menahan semua rasa sakit itu sendirian... tidak ada yang mempercayai apa yang kau lakukan juga semua orang sebagian memandang-mu dengan pandangan yang salah karena pilihan-mu terlihat salah bagi mereka semua karena sudah mempermainkan ruang dan waktu."
"Tetapi... kamu mengetahui-nya sejak awal bahwa kamu tidak sendirian ketika kamu lahir di dunia dan masa ini, Haruka... Haruka tidak akan pernah menyerah karena asalkan dia tidak menyerah, ia yakin bahwa masih terdapat hara... pan..." Korrina tidak bisa menahan air mata-nya sehingga perlahan-lahan ia mulai menangis.
"Apapun... yang telah meninggalkan-nya... bahkan Mama bodoh-mu ini... pernah meninggalkan diri-mu karena mencoba untuk mengorbankan diri-ku... demi menyelamatkan dunia ini... Haruka masih... hiks... hiks..." Korrina mulai menangis tersedu-sedu karena ia tidak menerima takdir yang Haruka alami, sudah satu tahun dia seperti ini... tidak mau melakukan apapun bahkan disuapi makanan saja tidak mau.
__ADS_1
"Aku.... hiks... tidak mau... anak-ku... menjadi..."
"...lumpuh untuk selama-lamanya..." Korrina terus menangis karena ia sudah melakukan beberapa penelitian tentang Limiter itu, Okaho sendiri bahkan tidak tahu sampai ia tidak berani untuk menggunakan-nya. Limiter itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak dihancurkan begitu saja karena terdapat resiko yang tinggi di dalam-nya.
"Tidak mau.... apapun itu.... jangan membawa... Haruka-ku pergi... walaupun sebesar apapun rasa sedih dan sakit yang aku alami... tolong... jangan bawa... hiks... dia pergi..." Korrina mulai menangis tersedu-sedu sehingga tangisan-nya terdengar cukup keras sampai Kou berhenti meminum susu-nya lalu menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat khawtir.
"Hiks... Haruka...."
"...cepatlah kembali."
KOMI'S ARC - THE END
"KAU BENAR-BENAR MEMALUKAN GENERASI 3 SANG PENCIPTA!!! KAU KALAH OLEH SEORANG MORTAL!?" Seru Zenzaku keras sehingga ia menghukum Zangetsu dengan mengikat leher, kedua lengan dan kaki-nya dengan rantai yang sangat ketat... tubuh asli-nya hancur tetapi jiwa Zangetsu masih bebas sehingga ia masih bisa dibilang hidup tetapi tidak akan bisa masuk ke dalam Touriverse.
"Kau tidak harus meremehkan mortal di masa seperti ini, ayah!!! Kau seharusnya dengar apa yang kakek katakan bahwa generasi dan masa akan terus maju sehingga akan terjadi perubah signifikan kepada mortal, usaha dan kerja keras mereka dapat membawa mereka menuju tingkat paling tinggi!!!" Seru Zangetsu keras sehingga Zenzaku mulai diam.
"Tidak ada pilihan lain... lebih baik kau diam saja di rantai itu untuk selama-lamanya dan hadapi kegagalan-mu itu seperti pria yang jantan---" Suara pintu terbuka mulai terdengar sehingga menunjukkan tiga pria yang masuk ke dalam ruangan itu, penampilan ketiga pria itu sangat kekar.
"Shiratori Shira seperti-nya benar-benar ancaman terbesar kami semua karena dia memiliki sihir cahaya yang sangat mengerikan... bukan hanya dia tetapi banyak sekali Mortal kuat yang terus saja mengganggu rencana kita!" Seru Zenzaku keras dimana ia mulai menghantam kursi-nya yang besar itu.
"Dewi agung waktu telah memberi berita yang cukup mengejutkan..." Ucap salah satu dari pria itu, "Hohhh... apa itu?" Tanya Zenzaku.
"Karena perang yang disebabkan oleh Zangetsu itu, ia bisa kalah karena dua hal... kekuatan Shira dan juga kekuatan waktu Haruka yang benar-benar hebat. Semua kehancuran yang disebabkan oleh Zangetsu dapat diperbaiki dengan mudah karena kekuatan waktu dari Haruka..." Apa yang pria itu katakan mampu membuat Zangetsu dan Zenzaku tercengang karena mereka dari awal-nya sudah mengetahui bahwa Haruka pasti akan melakukan itu.
"Inilah kenapa aku menugaskan Zangetsu untuk menghabisi nyawa-nya ketika dia lahir pada masa dulu... sial---"
"Tidak ada yang harus kau takuti lagi, Zenzaku. Haruka sekarang lumpuh untuk selama-lamanya, dia tidak bisa melakukan apapun kecuali duduk di atas kursi roda-nya dengan kedua mata-nya yang mati itu." Pria itu tersenyum jahat, ketika mendengar berita itu... Zenzaku dan Zangetsu tersenyum lebar karena mereka masih memiliki rencana lain-nya untuk menghancurkan Touriverse lalu membangun Touriverse yang bagus.
"Kalian bertiga memang banyak tahu-nya ya soal berita terkini... Zoiru." Zenzaku tersenyum.
[Dewa Agung Oath - Zoiru]
"Jangan puji aku... seharusnya kau memuji Dewa agung Abyssal ini yang sudah mengumpulkan lebih banyak informasi dari-ku." Zoiru menunjuk Dewa Abyssal yang berdiri di sebelah-nya.
[Dewa Agung Abyssal - Bismuth]
"Ooohohoho, seharusnya semua kredit itu datang berasal dari dewa agung Stardust satu ini..." Azrael mulai menepuk punggung dewa agung yang ada di sebelah-nya.
[Dewa Agung Stardust - Riziel]
"Diamlah kalian bertiga!!! Pada awal-nya bukan kalian-lah yang mengetahui soal kelumpuhan Haruka..." Perkataan Zenzaku mampu membuat ketiga dewa itu berlutut kepada diri-nya sehingga suara pintu terbuka terdengar lagi, Zenzaku tersenyum ketika melihat seseorang yang ia cara ternyata datang dengan sendiri-nya.
"Kau akhirnya datang juga..." Seorang gadis yang memiliki dua jam pasir yang melayang di kedua bahu-nya datang, penampilan-nya terlihat sangat anggun bahkan Zenzaku tidak sabar untuk melaksanakan rencana selanjut-nya dengan bekerja sama bersama Dewi agung waktu.
"...Kuharu." Jarum jam yang terdapat di kedua mata Kuharu mulai berputar dengan cepat.
[Dewi Agung Waktu - Kuharu]
***
~COMING SOON - QUAD GRAND MAJESTIC GODS ARC~
~MEI~
Saya sebagai author berterima kasih kepada kalian semua karena sudah mau membaca arc Komi sampai tamat... Terima kasih banyak dan nantikan ya~ Arc selanjut-nya dari Yuusuatouri, masalah yang mungkin saja tidak akan terlalu hardcore seperti arc sebelum-nya, hehehe~
__ADS_1