
Semua Anacondrai itu menimpa tubuh Shinobu sampai menjatuhkan dirinya, Koizumi tidak sempat untuk menyelamatkan dirinya karena mereka datang dengan mendadak.
"Shinobu, tahan sebentar...!" Koizumi membakar kembali kedua bilah pedang Gluttony dan Wrath dengan kobaran api neraka hanya untuk mengubah sebuah ular itu menjadi ular panggang.
Hana sempat menepuk punggung Koizumi hanya untuk memperingati dirinya bahwa The Great Anacondrai telah bangkit dengan tubuh yang sepenuhnya pulih karena ia sendiri memiliki kemampuan regenerasi yang kuat.
"Sialan... sekarang aku mengerti kenapa ular sialan itu memperindah diriku tentang Anacondrai satu ini yang memiliki daging dan kulit setebal alam semesta..."
"...terutama lagi ia bisa meregenerasi lukanya itu, cukup menyebalkan." Koizumi menyilangkan kedua pedang itu sampai kobaran api di bagian bilahnya menumbuhkan sayap Phoenix.
"Hyahhh...!!!" Koizumi melepaskan kobaran api yang membentuk Phoenix menuju arah The Great Anacondrai sampai menghempas dirinya ke belakang tetapi ekornya berhasil mengunci tubuh Shinobu.
Dengan cepat Shinobu berubah kembali menjadi wujud Legendanya hanya untuk menghindari semua tindihan dan ekor dari Anacondrai yang berukuran sangat besar itu.
Shinobu muncul di sebelah Koizumi dengan tatapan bingung, "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Anacondrai yang besar itu tidak bisa dibunuh dari luar..."
Hana memunculkan banyak sekali gelembung di sekitar tubuhnya yang langsung melepaskan banyak sekali Leviathan untuk menahan pasukan Anacondrai yang mencoba untuk melarikan diri.
"Koneko tidak bisa menahan mereka sekaligus karena beban dan tubuhnya yang begitu keras menyebabkan kerusakan pada tubuh tanah liat ini." Shinobu memperlihatkan beberapa tahan yang terus lepas dari tubuhnya.
"Kamu sudah bekerja dengan baik, rasanya pasti sulit untuk ditindih dan dikunci oleh pasukan ular sialan itu." Koizumi memuji Shinobu dengan mengelus kepalanya.
"... ...!" Hana memasang ekspresi kesal ketika melihat hubungan Shinobu dan Koizumi yang berjalan begitu baik sampai mengingatkan dirinya kembali kepada Minami yang selalu ia puji dan elus juga.
"Kalau begitu kita hanya perlu menahan mereka semua, aku akan mencoba untuk melukai Anacondrai yang besar itu lalu membakar luka dalamnya!" Koizumi menunggu sinyal Shinobu untuk menyerang.
"Ayo! Koneko akan berjuang---" Shinobu dihentikan oleh Hana yang menghalang jalannya sampai dirinya mulai memasang ekspresi bingung.
"Ada apa, Hana...?" Tanya Shinobu dengan tatapan polos sampai membuat Hana kesal.
"Jangan memasang tatapan itu di hadapanku, kau seharusnya tahu bahwa tubuh tanah liat itu tidak akan bisa menahan beban dan kuncian lainnya dari mereka."
"Aku akan mendukung dirimu, menggunakan sihir air hanya untuk menciptakan sebuah zirah besar agar bisa melindungi tubuhmu." Kata Hana sampai Shinobu mengetahui apa yang ia coba maksud.
"Oke, ayo~" Shinobu melompat ke depan lalu ia berubah kembali menjadi Beast Neko Legenda tetapi kali ini Hana mendarat di atas kepalanya sampai tubuhnya melepaskan banyak sekali air.
Semua air itu membentuk zirah Leviathan yang berhasil melindungi tubuhnya itu, Shinobu langsung melepaskan raungan besar yang mengejutkan pasukan Anacondrai itu karena ia mulai membuka mulutnya selebar mungkin.
Terlihat gumpalan cahaya muncul di dalam mulutnya sampai ia langsung melepaskan gelombang cahaya ke depan lalu mengenai beberapa pasukan Anacondrai yang mencoba untuk melindungi The Great Anacondrai.
Koizumi melihat Shinobu membantai semua Anacondrai itu dengan menggigit kepala mereka dengan satu gigitan karena ia menang ukuran dengan pasukan itu, Hana juga membantu dengan melepaskan banyak sekali sihir air.
Anacondrai yang gugur itu berhasil di makan oleh Shinobu sampai menelan semuanya sekaligus sehingga menarik perhatian The Great Anacondrai untuk menyerang dirinya lalu menjatuhkan Shinobu di atas tanah.
Anacondrai itu mencoba untuk mengunci tubuh Shinobu tetapi zirah Leviathan tersebut membantu menyingkirkan dirinya dari Shinobu sehingga Koizumi melihat celah yang pas untuk menyerang dengan melancarkan dua tebasan kuat.
__ADS_1
Tebasan itu berhasil merobek kulit daging dari Anacondrai itu cukup dalam sehingga ia langsung membakarnya isi dari luka tersebut sampai menyebabkan Anacondrai itu menjerit kesakitan.
Koizumi memasang tatapan kaget ketika melihat luka itu tertutup rapat lebih cepat, "Apakah dia juga bisa beradaptasi sampai pemulihan lukanya berjalan lebih cepat dari sebelumnya...!"
Koizumi tidak menyadari serangan ekor Anacondrai itu yang langsung menghempas dirinya ke belakang tetapi seseorang berhasil menangkap dirinya, "Melukai diri dari dalam adalah hal yang bisa dibilang percuma..."
"Shizen, waktu yang cocok untuk menggunakan ledakan itu agar bisa menghanguskan mereka semua." Koizumi menunjuk Anacondrai yang berukuran besar itu sampai Shizen langsung mengangguk.
"Shinobu!!! Buka mulut The Great Anacondrai itu, aku akan mencoba untuk masuk ke dalam lalu meledakkannya." Kata Shizen yang bertujuan untuk meledakkan isi perutnya.
"Apakah itu aman?"
"Kita tidak tahu sampai seseorang mencobanya." Shizen melihat Shinobu membuka mulut Anacondrai itu sehingga memberi dirinya jalan untuk masuk ke dalam mulutnya sampai ia berseluncur sampai isi perutnya.
Shizen mulai menjelajahi isi perut dari Anacondrai itu tetapi dirinya tidak bisa melihat apapun melainkan cairan racun yang terletak dimana-mana, untungnya pendengarannya dapat mendengar suara detak jantung.
Shizen mencoba untuk mendatangi jantung tersebut tetapi ia langsung dikejutkan oleh Skales yang mencengkeram kepala bagian belakangnya lalu membantingnya di atas daging dengan cairan racun itu.
Cairan tersebut berhasil mengenai dirinya sampai setengah dari wajah dan bahunya langsung meleleh sehingga ia meringis kesakitan, "Agggghhh...!!! Brengsek...!!!"
Shizen melepaskan aura merah pekat lalu ia melihat Skales mencoba untuk menggigit tubuhnya tetapi wajahnya langsung menerima satu tendangan sikut dari Shizen.
Shizen langsung melancarkan serangan lainnya sampai Skales menerima banyak sekali ledakan kecil dari setiap serangan yang mengenai tubuhnya itu, ia menghantam perut Skales lalu menendang dirinya menuju arah lain.
Shizen menarik ekor ularnya itu lalu ia melakukan satu putaran hanya untuk menendang wajah Skales sampai ia terpental menuju tembok daging itu, "Grrrgggghhhh... Sakit sekali...!!!"
Shizen melancarkan satu pukulan yang mengenai wajah Skales lalu ia menghantam wajahnya beberapa kali dengan satu tendangan di bagian tengkuk sampai dirinya melihat Serpentine itu tidak melakukan penyerangan apapun.
Skales mencoba untuk menyerang tetapi wajahnya menerima satu tendangan dari Shizen yang dilanjutkan dengan satu pukulan sampai ia terjatuh di atas cairan beracun itu.
Shizen tidak memiliki waktu yang cukup lama sebelum efek dari racun itu mempengaruhi organ terutama lagi jantungnya itu, ia mencoba untuk mendekat jantung tersebut tetapi Skales terus menahan dirinya.
"Kau mencoba untuk meledakkan The Great Anacondrai!? Cobalah untuk melawan diriku terlebih dahulu...!!!" Wajah Skales menerima satu pukulan dari Shizen sehingga tubuh lainnya juga menerima serangan beruntun.
Shizen menendang wajah Skales sampai ia menabrak jantung Anacondrai itu, "Kau akan mati bersama diriku, mengerti...?"
Shinobu seketika mendengar suara Shizen di dalam pikirannya menggunakan telepati yang sempat untuk memperingati dirinya untuk segera mundur dan melindungi area di dalam gelombang air itu.
"Shinobu, aku membutuhkan satu permintaan terakhir... entah aku akan selamat atau tidak tetapi tolong lah, jebak kita semua dalam sebuah pelindung agar ledakanku tidak meluas sampai mengenai pasukan Touriverse..."
"Apa yang... kamu katakan...?"
"Aku akan... mencoba untuk meledakkan diri demi menghentikan The Great Anacondrai bersama dengan sel yang ia miliki agar tidak bisa melakukan regenerasi lagi...!"
"... ...!!!" Shinobu berubah kembali menjadi wujud Legenda sampai mengejutkan Hana yang langsung menerima beberapa informasi penting darinya.
__ADS_1
"Baiklah..." Hana mengangguk lalu ia mundur ke belakang bersama Shinobu yang meminta Koizumi untuk menghentikan semua serangan itu agar bisa membantu mereka berdua menciptakan pelindung kuat.
"Apa...!? Meledakkan dirinya sendiri?!"
"Ini adalah satu-satunya cara dimana Shizen akan meledakkan makhluk besar itu bersama dengan sel yang dapat membantu dirinya untuk hidup lagi dan lagi..." Shinobu menyatukan kedua tapaknya lalu memunculkan daun emas besar.
Koizumi tidak memiliki pilihan lain selain melaksanakannya dengan mengeluarkan kobaran api yang menyelimuti daun emas dan gelombang air yang mencoba untuk menjebak seluruh Anacondrai.
Shizen sudah mengerahkan kekuatan penuh untuk melepaskan ledakan terakhirnya tetapi tubuhnya langsung terkunci oleh ekor ular milik Skales sampai ia berhasil menariknya.
"Aku pikir tidak...!!!" Skales mulai menjadi Shizen sebagai samsak sampai punggungnya menerima racun lainnya yang melelehkan kulit dan daging punggungnya itu.
"AGGGHHH...!!!"
"Ayah sepertinya dalam masalah." Bakuzen mengejutkan ketiga gadis yang sedang memperkuat pertahanan itu.
"Bakuzen, apa yang kau lakukan di sini?"
"Membantu... aku bisa merasakan teriakan dari Ayahku yang membutuhkan bantuan, tetapi sebelum itu..." Bakuzen menatap Shinobu dan Koizumi yang sempat memasang ekspresi bingung.
"Shinobu... Koizumi... Tolong jaga Hinoka dengan baik, dia ini gadis yang keras kepala, tetapi tetap jaga di sampai akhir..."
"...aku ingin merahasiakan ini darinya karena ia sudah kehilangan ibunya sendiri sampai meninggalkan luka yang begitu membekas." Bakuzen memunculkan auranya sampai kekuatannya langsung terisi penuh.
"Apa yang kamu lakukan...!? Jangan...!!!" Shinobu mencoba untuk menghentikan Bakuzen tetapi ia sudah masuk ke dalam pelindung itu sehingga dirinya memaksa masuk ke dalam mulut The Great Anacondrai.
Bakuzen melihat Shizen yang terus dijadikan sebagai samsak oleh Skales, dengan cepat ia mulai menghantam wajahnya hanya untuk mencekik lehernya dari belakang sampai mengunci tubuhnya.
Shizen dikejutkan dengan kedatangan putranya sendiri, ia mulai bangkit secepat mungkin lalu mengisi kembali kekuatan penuhnya.
"Apa yang kau---"
"Cepat lakukan...!!!"
Shizen tidak memiliki waktu lain karena matanya setengahnya meleleh karena racun itu, auranya membesar sedikit demi sedikit sehingga ia langsung melepaskan ledakan terakhir dari dalam tubuhnya.
"GRAND EXPLOSION...!!!" Teriak Shizen keras dimana tubuhnya langsung berubah menjadi debu sedikit demi sedikit ketika tubuhnya sudah melepaskan ledakan yang begitu besar.
"HENTI---" Skales dan Bakuzen langsung berubah menjadi debu tanpa sisa ketika menerima ledakan itu bersama setiap Anacondrai yang berada di dalam pelindung.
Shinobu memasang tatapan kaget ketika mengetahui mereka semua sudah mati secara instan karena ledakan yang cukup untuk menghancurkan banyak sekali alam semesta.
"Ti-Tidak..." Keberadaan mereka benar-benar menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun.
"... ..." Hana hanya bisa memasang ekspresi datar ketika mengetahui teman lainnya sudah gugur lagi.
__ADS_1
[Shizukaze Shizen - Gugur]
[Shizukaze Bakuzen - Gugur]