Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1078 - Melampaui Harapan dan Ekspektasi


__ADS_3

Zeindall memperhatikan Brimgard yang masih tertekan oleh ketiga Legenda yang tidak mengenal batasan sama sekali walaupun sudah menerima banyak sekali luka serta tubuh yang perlahan-lahan hancur karena semua kekuatan yang digunakan.


Zeindall mencoba untuk membantu Brimgard tetapi wajahnya langsung menerima satu hantaman dari tinju kanan Korrina yang dilindungi dengan keling, "Lebih baik kita tidak mengurusi apa yang mereka urusi..."


"Kau terlihat begitu khawatir ketika Brimgard yang terus diserang secara koordinasi oleh ketiga Legenda legendaris yang cukup hebat dalam dunia layerku." Kata Korrina.


"Bekerja sama bukanlah ketangguhan melainkan jalan pintas dimana kau hanya ingin memenangkan itu tanpa usahamu sendiri..."


"Sungguh logika yang bodoh, kalau begitu kenapa kau mencoba untuk membantu Brimgard tadi?" Tanya Korrina sampai memicu amarah Zeindall yang langsung menggunakan Zerdianserker.


Zeindall melepaskan banyak sekali sihir Void yang mengejar Korrina tetapi ia berhasil menghindari semua itu dengan refleks yang cukup baik, ia juga sempat menduplikasi diri menggunakan ilusi agar bisa menipu dirinya itu.


Zeindall merapatkan giginya kesal ketika melihat jumlah Korrina semakin bertambah lagi dan lagi, ia dikejutkan dengan Korrina yang asli berada di hadapannya lalu melancarkan satu pukulan api surga yang mendorongnya ke belakang.


Zeindall membalasnya dengan melancarkan satu pedang yang menebas wajahnya tetapi ia mulai menyerang balik dengan melancarkan pukulan beruntun yang dibalas oleh pedang Void itu.


Korrina menghindari serangan pedang itu lalu ia melancarkan satu pukulan yang mengenai wajahnya itu sampai ia langsung menggelengkan kepalanya karena terasa pusing.


Zeindall mencoba untuk memotong dirinya menjadi ketiadaan tetapi Korrina langsung melakukan pergerakan tangan yang membuat dirinya kebingungan sampai pedangnya langsung melewati tubuhnya itu.


"Apa---" Dada Zeindall menerima satu hantaman sikut yang dilanjutkan dengan putaran tendangan mengenai wajahnya sampai ia terjatuh di atas tanah lalu menerima banyak sekali hujan api surga.


Tubuh Zeindall mulai terbakar tetapi ia melenyapkan semua itu menggunakan sihir Void yang ia lepaskan ke atas langit, mereka langsung melesat menuju arah satu sama lain sehingga kecepatan mereka langsung di adu dengan saling mengejar.


Zeindall mengangkat kedua lengannya ke atas memunculkan sihir Void yang membentuk sebesar planet dilemparkan menuju arah Korrina yang langsung melesat ke depan sampai mengejutkan dirinya.


"... ...!!!" Wajah Zeindall menerima satu tendangan dari Korrina sampai perutnya juga menerima serangan balik yang menghempas dirinya ke belakang.


Zeindall mencoba untuk memotong dirinya lagi tetapi ia berhasil menghilang lalu melepaskan banyak sekali ilusi yang diserang dengan cara membabi buta oleh dirinya sampai wajah Zeindall menerima satu pukulan dari yang asli.


Kedua keling Korrina terbakar dengan api neraka lalu ia melesat ke depan hanya untuk melancarkan pukulan bertubi-tubi yang mengenai perutnya sampai menyebarkan kobaran api surga di sekujur tubuhnya itu.


Korrina mengakhiri serangan dengan melakukan backflip sampai mengenai wajahnya lalu mementalkan dirinya ke belakang, "Bangsat...!!!"

__ADS_1


Korrina menghantam wajah Zeindall yang berhasil menerima perlindungan dari sihir Void, ia membalas serangan itu dengan menghantam perut Korrina lalu menendang dirinya menggunakan kedua tapak kaki sampai ia terpental ke belakang.


Korrina melepaskan kekuatan Pegasus di dalam dirinya sampai sayap itu muncul lalu melepaskan banyak sekali dorongan yang menekan tubuh Zeindall beberapa kali sampai ia terpental ke belakang.


Tanduk Pegasus langsung menumbuh melalui keningnya dimana ia langsung melesat maju menuju arah Zeindall dengan melancarkan beberapa pukulan yang mengenai dada dan perutnya beberapa kali.


Setelah itu ia melakukan lompatan ke atas yang dilanjutkan dengan hantaman puncak kepala sampai ia menabrak daratan, Zeindall bangkit dari atas tanah lalu ia melancarkan banyak sekali tebasan yang memotong ketiadaan di sekitarnya.


Zeindall dan Korrina melepaskan satu pukulan yang mengandung banyak kekuatan sampai terjadi adu jotos yang langsung mementalkan mereka berdua ke belakang karena benturan kekuatan yang terjadi.


Zeindall melesat menuju arah Korrina hanya untuk melancarkan serangan lainnya tetapi ia hanya menyerang ilusi yang diperbuat oleh dirinya, ia langsung menoleh ke belakang dengan melancarkan pusaran Void.


Korrina mengayunkan lengan kirinya itu sampai serangan tersebut menyerang dirinya kembali, "Sialan... ternyata apa yang dikatakan Abang benar tentang dirimu... kau bertambah kuat..."


"Itulah kenapa Ragnarok memang akan menjadi hal yang paling mendadak dalam seumur hidup, terutama lagi kau tidak akan tahu musuhmu sudah berkembang atau tidak...!"


Setelah mengatakan itu Korrina melakukan satu putaran yang dilanjutkan dengan tendangan sampai mengenai wajahnya sehingga mulutnya mengeluarkan banyak sekali darah.


Korrina memunculkan dua bola suci surga yang ia melempar menuju arah Zeindall sehingga menyebabkan ledakan putih yang begitu besar di hadapannya, tidak lama kemudian Korrina mulai menyatukan kedua tapaknya.


Tapaknya memancarkan cahaya surga yang langsung membentuk banyak sekali bola suci di sekitarnya yang menyerang Zeindall tanpa henti sehingga menimbulkan banyak sekali ledakan putih yang terus terjadi.


"Heaven's Crimson...!" Korrina menunjuk ke depan menggunakan jari telunjuknya yang melepaskan satu titik bintang kecil berwarna merah yang melayang menuju Zeindall.


Bintang itu langsung membesar menjadi ukuran yang hampir setara dengan alam semesta lalu bintang surga yang dihasilkan dari Crimson itu melepaskan ledakan yang sangat dahsyat.


"Fuhhhh..." Korrina menghela nafasnya lalu ia melihat kembali situasi pertarungan antar ketiga Legenda yang masih menahan Brimgard agar dirinya tidak memberikan pasukan Touriverse.


"Hebat sekali... kenapa kalian bisa melakukan semua ini sampai titik dimana para Dewa kesulitan untuk melawan Brimgard...?" Tanya Korrina yang terus dikejutkan oleh ketiga Mortal itu.


Ketiga Mortal yang pernah ia temui cukup lama, dulunya bisa dibilang lemah tetapi sekarang semuanya sudah melampaui segala ekspektasi serta harapan yang ia miliki ketika bertemu dengan mereka bertiga sekaligus.


Ketiga Legenda itu masih terus melawan Brimgard dengan semua kemampuan yang mereka miliki agar bisa menaikkan kesempatan untuk bisa menang walaupun tahu bahwa mereka sendiri tidak ada tandingannya.

__ADS_1


"Kalian memang selalu seperti ini... pertama kali ketika aku bertemu dengan kalian di Legenia serta turnamen permohonan dimana kalian terlihat begitu muda bahkan kekuatan kecil itu..."


"...entah kenapa aku merasa seperti melihat ketiga putra yang sudah tumbuh besar menjadi sesosok Legenda yang akan melawan musuh dari luar layer terutama lagi dewanya sendiri."


"Selalu saja siap untuk melawan tantangan selanjutnya, sekuat apapun tantangan itu kalian pasti akan terus maju dan mencoba sebisa mungkin untuk melawannya agar tidak menghancurkan harga diri Legenda kalian."


"Berbeda seperti diriku yang sudah tidak peduli akan hal tersebut, kalian terus memegangnya sampai titik dimana harga diri itu sulit sekali untuk dihancurkan karena saking kerasnya dari apapun..."


"Kalian memang yang terbaik dalam memenuhi harga diri Legenda itu, mengetahui jelas potensi dan kekuatan asli yang selalu disembunyikan oleh bangsa Legenda."


"Mengetahui berbagai macam jalan yang dapat membawa kalian semua menuju kekuatan untuk membantu kalian agar bisa melawan Brimgard tanpa membutuhkan kekuatan Dewa sama sekali."


"Ketika aku menyamar menjadi Mortal saja, aku tidak memberikan tantangan yang cukup baik untuk Brimgard karena dia langsung menghajar diriku dengan satu serangan."


"Terutama lagi dengan wujud dari Dewi Touriverse, aku tidak bisa mengalahkan dirinya dengan baik atau memberikan kesulitan yang selalu mereka inginkan..." Korrina terus memperhatikan pertarungan itu dengan ekspresi serius.


"Mungkin kalian bertiga yang dapat memberikan tantangan untuk Brimgard agar ia bisa merasa puas, dan mengetahui jelas bahwa bangsa Legenda bukan tandingan apapun untuk pasukan Zerdians."


"Tidak semua Legenda... tetapi mereka yang mengetahui jelas harga diri yang terpendam di dalamnya bisa melihat banyak sekali pintu yang terbuka untuk membawa mereka menuju jalan kekuatan tertentu."


"Setiap Ancient Legend sendiri bahkan kesulitan untuk mengeluarkan potensi yang terpendam di dalam tubuhnya masing-masing..."


"...terutama lagi jalan itu tetap saja tertutup untuk mereka yang mencoba bertambah kuat lagi dan lagi, mungkin karena kalian memang ingin mencatat sejarah baru."


"Sejarah dimana jenis Legenda biasa dapat menerapkan harga diri untuk membuka berbagai macam kemungkinan dan jalan yang membawa mereka menuju puncak kekuatan itu..."


"...dengan tujuan agar bisa bebas dan menerima kedamaian, tetapi kita bangsa Legenda akan terus dikutuk untuk tetap mencatat berbagai macam sejarah."


"Yang membuatku kagum akan kalian adalah harga diri itu... selalu saja kuat dan kokoh sampai tidak ada satupun orang yang dapat menghancurkannya, perkembangan kalian yang dulunya aku anggap biasa saja telah sepenuhnya melampaui harapanku ini."


"Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi..."


"...Mortal seperti kalian patut dicontoh oleh seluruh Mortal yang ada agar bisa berkembang besar untuk memberikan tantangan untuk mereka yang berada di atasnya."

__ADS_1


__ADS_2