
Zangetsu melarikan diri karena luka yang dia miliki itu sangat fatal sampai mempengaruhi organ-organ tubuhnya, kali ini ia tidak akan bisa bertarung melawan Korrina yang memiliki banyak rencana dan strategi di dalam pikiran-nya. Korrina bangkit dari atas tanah lalu menatap Konari dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia hampir saja membunuh Zangetsu sebelum-nya.
Konari melesat dengan kecepatan penuh ke arah Korrina dan kecepatan itu membuat diri-nya lengah sehingga Konari berhasil melayangkan satu pukulan yang mengenai dada-nya sampai jantungnya hancur lagi, tetapi Korrina mampu mengembalikan jantung itu karena bantuan dari sihir Sacred-nya yang sudah pulih, untungnya Konari tidak mengetahui bahwa mengembalikan organ yang sudah hilang membutuhkan waktu... sekali saja digagalkan maka Korrina akan terbunuh.
Korrina melirik ke arah teman-temannya dimana Arata dan Haruki sepertinya mampu menahan semua pasukan itu dengan kekuatan penuh mereka, bukan hanya mereka saja tetapi sepertinya mereka dipenuhi dengan semangat Legenda tinggi untuk terus berjuang dan bertahan hidup. Korrina juga sempat terkejut melihat ledakan yang dibuat oleh sihir Shizen, ledakan itu sangat membantu mereka semua untuk menjaga jarak dengan musuh.
Korrina mulai menari untuk meningkatkan refleks-nya sehingga semua serangan Konari sekarang luput, ia hanya harus fokus untuk melihat sekitar terutama Zangetsu yang bisa saja melakukan sesuatu yang licik, terlihat ia saat ini sedang duduk di atas tanah sambil bernafas cukup berat... dipenuhi dengan keringat serta darah mengalir deras melalui kedua luka fatal-nya itu.
Korrina sekarang tidak perlu melihat situasi, ia hanya perlu memberi Konari pelajaran berat. Korrina melompat lalu menendang wajah-nya menggunakan kedua tapak kaki-nya sehingga ia terdorong ke belakang dan melihat Korrina yang meluncurkan beberapa sihir Crimson dan Sacred, Konari menahan semua sihir tersebut lalu melempar-nya ke atas.
"Aku tidak bisa bertarung terlalu lama... semua kegilaan ini harus berhenti sekarang juga..." Korrina diam-diam membuat Keris-nya melayang sehingga bilah dari Keris itu mulai retak sedikit dan mengeluarkan satu serpihan besi yang mulai melayang tepat di depan tapak tangan kanan-nya, "Crimson Nail!!!" Serpihan besi itu berubah menjadi aura Crimson yang berbentuk seperti paku.
"Haaahhhhh!!!" Korrina meluncurkan beberapa paku Crimson menuju arah Konari dan Konari menahan semua serangan itu lalu maju menuju arah Korrina dengan kecepatan penuh, melihat diri-nya yang mencoba untuk menghampiri-nya... Konari baru saja menginjak jebakan yang dibuat oleh Korrina karena paku Crimson ia luncurkan kali ini mengandung serpihan besi Keris di dalam-nya.
Konari menahan-nya lagi tetapi ia langsung melebarkan mata-nya ketika tapak tangan dan bahu-nya mulai memiliki luka lubang yang disebabkan oleh serpihan besi tersebut, sepertinya rencana yang Korrina pikirkan sejak itu berhasil... tidak perlu mengandalkan Keris menjadi sebuah senjata, serpihan yang kecil saja mampu melukai seseorang dan membuat mereka lengah lalu percaya bahwa sihir itu adalah sihir biasa.
Konari benar-benar tidak menyangka, dia tidak mengerti dengan situasi yang saat ini ia hadapi karena salah satu dari paku itu mampu membuat diri-nya terluka cukup parah, "A... apa... yang kau lakukan pada-ku, Korrina? Ehh...? Korrina?" Dalam sekejap Konari kembali ke asal-nya tetapi beberapa urat menonjol keluar dan urat itu melambang Komi yang saat ini sedang mengendalikan-nya secara keseluruhan.
__ADS_1
"Sial si Komi itu... Tetapi... sesuatu yang palsu... sesuatu yang muncul karena ruang kemustahilan itu harus segera dibasmi sebelum menciptakan sebuah paradoks..." Korrina sepertinya akan menandakan rencana itu untuk nanti jika dia melawan musuh yang sangat kuat, ia dengan senang hati akan menggunakan-nya beberapa kali kepada Komi.
"Terlambat, Korrina!!!" Konari tersenyum jahat sehingga Zangetsu terbang ke atas langit lalu mengerang keras, suara itu mampu menghentikan Korrina bersama teman-temannya, mereka berhenti bertarung lalu menoleh kepada Zangetsu yang saat ini sedang mengangkat kedua lengan-nya.
"Homing Extinction Attack!!!" Zangetsu menciptakan sebuah sihir yang mampu membunuh populasi terakhir, kali ini sihir tersebut jauh lebih kuat karena dapat mengikuti musuh, Haruka dan Okaho langsung panik ketika melihat itu karena Zangetsu tidak berniat untuk membunuh mereka... dia hanya berniat untuk menghancurkan planet yang besar ini dan menciptakan-nya dengan mudah ketika ia sudah selesai membunuh mereka semua.
Ukuran sihir yang diciptakan oleh Zangetsu sangat besar, "Zangetsu...!!! Hentikan!!! Aku mohon hentikan semua kehancuran ini!!! Apa guna-nya dan apa untungnya kau membunuh seluruh populasi Touri yang sudah diciptakan oleh kakek!? Apakah kau gila!?!?" Seru Haruka keras dan Zangetsu hanya tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak, ia tidak akan pernah mendengar mereka semua karena tujuan utama-nya hanyalah membunuh mereka semua.
"Percuma saja kau berteriak seperti itu, kakak... Si sialan ini benar-benar gila... aku bisa melihat nama-ku sendiri di bola itu... sangat besar... jika kita tidak melarikan diri mulai dari sekarang maka kita semua akan mati---" Semua pasukan Komi langsung menyerang mereka dan menahan mereka dengan mencekik serta memeluk mereka, untungnya Korrina datang dan membakar seluruh pasukan itu menggunakan api suci-nya.
Ia bisa melihat Konari mengikuti-nya tetapi Korrina terus terbang dan menciptakan dua rantai panjang yang tercipta dari sihir Sacred, ia melempar-nya menuju arah Okaho dan Haruka sehingga mereka mengerti dengan rencana Korrina, "Semua!!! Cepat pegang erat rantai ini...! Kita akan pergi sekarang juga!!!" Seru Okaho dan mereka semua langsung memegang erat rantai itu.
"Sampai jumpa... parasit!!!" Zangetsu melempar sihir-nya ke arah mereka sehingga sihir itu langsung mengejar mereka, Korrina tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat sihir itu... sangat mengerikan, hanya perasaan takut yang ia rasakan. Korrina terbang menuju arah Haruka lalu memegang erat rantai itu sehingga Haruka dan Okaho meningkatkan seluruh kecepatan untuk bisa melarikan diri.
Sihir itu semakin mendekat bahkan beberapa pasukan Komi mulai memegang erat rantai itu untuk menarik mereka semua tetapi Shizen langsung melepaskan sihir ledakan kepada mereka semua sehingga semua pasukan itu jatuh dan mati karena sihir milik Zangetsu tetapi terlihat lebih banyak pasukan lagi yang mulai memegang mereka.
"S-Sial...!!!" Dua Netherian mencengkram kaki Arisu dan anak-anak lainnya, mereka cukup cerdas untuk mengincar anak-anak sehingga orang tua mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat... sekali mereka melakukan pergerakan salah maka mereka akan tersedot oleh sihir mengejar mereka.
__ADS_1
"Sial... Aku tidak bisa fokus untuk menciptakan portal... teleportasi juga tidak bisa..." Kata Haruka, Rianna bisa mendengar perkataan Haruka sehingga ia tidak memiliki cara lain selain turun tangan dan menendang semua Netherian itu yang mencoba untuk menarik anak-anak, "Haruka...! Okaho...! Gunakan kesempatan ini untuk melawan Zangetsu dan Komi..."
"Rianna...? A-Apa yang kau coba lakukan...?!" Haruka melirik ke belakang dan ekspresi yang terlihat ketakutan, "Kalian bisa melarikan diri oleh sihir-ku tetapi bayaran-nya adalah nyawaku... setidaknya tidak buruk juga asalkan kalian bisa selamat dengan aman dan memikirkan cara untuk bisa menang."
"Tidak!!! Rianna, jangan bersikap gegabah!" Seru Korrina, ia melihat Rianna yang melepaskan rantai itu tetapi Korrina berhasil meraih tangan-nya, "Hehehe... Mama memang terlalu baik untuk-ku... sangat langka sekali melihat Mama seperti ini, Mama memang yang terbaik dibandingkan Mama asli-ku..." Rianna tersenyum sambil memejamkan kedua mata-nya, senyuman itu mampu membuat Korrina terkejut.
"Carilah cahaya, Mama!!!" Rianna memotong lengan-nya sehingga ia terlepas dari Korrina, "Rianna!!!" Seru Korrina keras sehingga Rianna mulai menatap mereka semua dan mengeluarkan sihir yang sangat kuat... sihir yang dapat memindahkan mereka menuju inti semesta tetangga yaitu [Palouce].
"Dimensional Rift!!!" Rianna membuka beberapa portal kecil di depan mereka masing-masing sehingga mereka langsung tersedot ke dalam portal itu dan menghilang sedangkan Rianna... dia terkena sihir itu lalu perlahan-lahan terhapus dan berubah menjadi debu.
Bisa dibilang populasi terakhir adalah Rianna karena Korrina bersama yang lain-nya sempat untuk melarikan diri dari Touri, itu artinya sihir itu akan meledak jika sudah membasmi seluruh populasi Touri. Zangetsu menyilangkan kedua lengan-nya lalu ia mulai menahan tawa-nya dan setelah itu perasaan-nya dipenuhi dengan kesenangan bahwa ia benar-benar berhasil untuk membasmi seluruh populasi Touri yang baru.
"Hahahahaha...!!! Hahahahahahahah!!! Muahahahaha!!! Fuhahahahaha!!!" Zangetsu tertawa terbahak-bahak, "Mari kita buat Touri ini menjadi Touri yang sangat pantas dan indah!!!"
***
Sebuah portal kecil muncul dari dalam semesta Palouce lalu mengeluarkan Korrina yang sedang pingsan, seekor kura-kura besar yang sedang menjaga satu planet besar yang berada di dalam inti semesta Palouce melihat portal itu bahkan ia mulai mendekat sehingga terkejut ketika melihat Korrina.
__ADS_1
"I-Ini... dia...!? sangat mirip...!!! T-T-Tidak mungkin..."
"...kenapa keturunan Comi nyasar ke semesta ini!?"