Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 349 - Sesuatu yang Mengerikan dari Waktu


__ADS_3

Minami bertarung sendirian dan mati-matian melawan semua musuh yang menjadi ancaman besar dari setiap alam semesta, ia bertarung demi menyelamatkan teman-temannya terutama Haruka, ia melakukannya demi memperkuat harga dirinya sebagai keturunan Shiratori dimana ia sering mendengar cerita tentang perjuangan Ayahnya yaitu Shira dari Megumi dan sekarang saatnya untuk menunjukkan dirinya sebagai Legenda layak yang melindungi suatu tujuan penting.


Situasi Rokuro dan Asriel masih aman sekarang tetapi mereka mengetahui apa yang Minami pikirkan karena Kou menggunakan kemampuan pikiran yang sangat kuat, mereka mengetahui Minami saat ini sedang mengatasi seluruh musuh Touriverse sendirian demi melindungi Okaho dan Kou terutama menyelamatkan Haruka. Hana terlihat panik ketika mengetahui soal itu sampai ia berharap bahwa Minami bisa bertahan dengan selamat sampai Okaho bangun dari tidurnya.


***


Okaho perlahan-lahan membuka kedua matanya lalu ia melihat Korrina yang sedang mengawasi mereka selagi membaca sebuah buku, "Selamat siang, apakah kamu menikmati tidur siangmu itu?" Tanya Korrina, melihat dirinya saja membuat Okaho panik sehingga ia menoleh kepada Kou dimana suhunya sudah kembali normal.


"Demam Kou sepertinya sudah turun... Minami tadi memberitahu-ku tentang obat yang harus diberikan kepada Kou dan sekarang demamnya mulai turun. Biarkan dia tertidur untuk beberapa menit karena sebentar lagi dia pasti sudah merasakan baikan." Kata Korrina, ia memberi Okaho beberapa minum dan makanan tetapi Okaho menolaknya karena ia mencoba untuk mencari keberadaan Minami, tidak jauh dan ia bisa merasakan keberadaan Minami yang baik-baik saja bersama Megumi.


Okaho menghela nafas lega lalu ia memberi Kou sebuah ciuman di pipi karena ia senang Kou sudah membaik, Korrina sampai terkekeh ketika melihat hubungan kakak dan adik yang berjalan sangat lancar, "Wah, wah, kalian saudara yang baik dan akur ya~ Aku jadi senang dan terharu melihatnya, ahahaha."


"Itu sempat terima kasih kepada Mama kita yang sudah mengajari kita, kita diberitahu oleh dirinya bahwa kita ada untuk satu sama lain, hubungan saudara itu harus diperkuat sampai tali hubungan saudara kita menjadi ketat! Saudara adalah sesuatu yang sangat indah yang aku ketahui dari keluarga, aku sangat senang untuk bisa memiliki seorang Mama yang sangat baik dan seorang adik yang sangat imut... dia juga tidak berdosa dan selalu menurut." Kata Kou sambil mengelus kepalanya, Korrina mendengar hal itu saja membuat dirinya merasa tidak asing dengan perkataan yang ia katakan.


Korrina seperti pernah mendengarnya dari Kou, bukan itu saja tetapi rambut yang dimiliki oleh Kou dan Okaho itu berwarna merah dan warna merah itu sudah cukup untuk meyakini bahwa mereka pasti memiliki sihir Crimson, "Kalian terlihat asing... mungkin hanya firasatku saja tetapi... apakah kalian memiliki kaitan ketat dengan keluarga Ghifari atau semacamnya? Kalian sendiri memiliki aura Crimson yang menyengat di dalam tubuh kalian."


Okaho melebarkan matanya ketika ia mendengar hal itu dari Korrina, "Tidak kok... bagaimana bisa kau menyamakan kami dengan Ghifari, sihir yang kau rasakan mungkin sihir yang sama seperti Crimson. Keluarga Ghifari tidak memiliki rambut merah pekat seperti kami dan mata yang berbeda-beda seperti kami ini..."

__ADS_1


"...aku juga ingin berterima kasih kepadamu, terima kasih karena sudah melakukan semua ini demi Kou ya. Terima kasih juga atas segalanya." Okaho tersenyum lebar, ia berterima kasih banyak karena ia tidak sempat berterima kasih kepada Korrina yang asli sebelumnya. Korrina memiringkan kepalanya lalu ia tersenyum dan mengangguk, ia juga mengelus kepala Okaho sebentar sampai itu membuat Okaho terkejut.


Okaho hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apapun kecuali diam sambil menikmati elusan Korrina, ia sudah tidak bisa menahan perasaannya untuk berbicara dengan Korrina sehingga ia mulai menatap Korrina lalu memegang erat tapak tangannya menggunakan kedua tangannya, "Dengar..."


"...aku ini, sebenarnya aku ini---"


Shira mendobrak pintu kamar Korrina, suara yang keras tercipta dari pintu yang menghantam tembok, untungnya Kou tidak bisa mendengar suara apapun di sekitarnya jadi ia bisa tidur dengan nyenyak. Okaho melihat Shira yang terlihat khawatir dan ketakutan bahkan tubuhnya dipenuhi dengan keringat karena ia baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan, "O-Okaho..."


"M-Mi... Mina... Minami..." Shira mencoba untuk mengumpulkan nafasnya, Okaho bangkit lalu menghampiri dirinya sambil memegang kedua bahunya, "Berbicaralah! Apa!? Apa!?" 


"Minami dalam bahaya...!" Seru Shira, Okaho melebarkan matanya karena ia saat ini bisa merasakan keberadaan Minami yang biasa saja, ketika Shira memberitahu dirinya tentang Minami yang sedang dalam bahaya membuat Okaho sadar... sepertinya kubus hitam itu melakukan sesuatu yang mengerikan lagi.


"Tidak, kau diam saja disini dan jaga Kou, kau juga Shira... jaga Kou dan jaga kehidupan kalian juga, jangan sampai seseorang datang dan membunuh kalian!" Seru Okaho, ia pergi meninggalkan rumah itu lalu terbang cepat menghampiri keberadaan Minami yang cukup jauh, semoga saja ia masih sempat untuk membantu Minami karena jantungnya berdetak dengan sangat cepat.


***


Minami tidak memiliki satupun kesempatan untuk melawan mereka, ia hanya bisa mengalahkan The Virus dan Rionald menggunakan wujud Golden Beast tetapi ia tetap gagal karena ulah dari kekuatan yang dimiliki oleh Zangetsu dan Komi. Kekuatan mereka ditambah dengan kubus hitam itu bukan main karena kedua kaki dan tangan Minami patah sampai tubuh besarnya terjatuh di atas tanah dengan luka yang tertera di sekujur tubuh.

__ADS_1


Minami sudah kehilangan seluruh nyawanya dan ia hanya tersisa dua lagi sekarang, ia mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatannya untuk melawan mereka tetapi ia gagal bahkan Legend's Boost yang membantu dirinya untuk meningkat tidak cukup kuat untuk membantu dirinya mengalahkan Komi dan Zangetsu, Ceytamold sendiri bisa terus bertambah kuat karena sihir Adaptasinya.


Minami kehilangan satu nyawanya karena Komi menghancurkan dirinya dengan menurunkan meteor Sacred, Minami sekarang memiliki satu nyawa tersisa dan ia masih bisa bertahan. Ia berubah kembali menjadi wujud biasanya, ia menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia sudah berjuang sekuat mungkin untuk menang bahkan semangat yang terbakar di dalam dirinya masih belum cukup kuat untuk membantu Minami meraih kemenangan.


"Kasian sekali... anak Shira yang malang, kamu tidak cukup kuat ya? Semua nyawa kucingmu sudah habis ya... malang sekali... malang-malang dan malang..." Kata Zangetsu sehingga Komi menarik Minami sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali tertarik ke arahnya, Komi mencekik leher Minami lalu ia menghantam dirinya di atas tanah sehingga ia mulai panik karena sekarang adalah hitungan mundur dimana nyawa terakhirnya akan hilang.


"Zangetsu, bukannya kau sangat membenci Shira...? Bagaimana jika sekarang kau menyiksa anaknya saja? Ini adalah nyawa terakhirnya dan pergunakanlah dengan baik." Komi mengikat tubuh Minami dengan rantai Crimson sehingga ia tidak bisa melakukan apapun karena seluruh tenaga dan Lenergy-nya terserap sampai habis sehingga Zangetsu tersenyum jahat lalu ia menghajar Minami secara habis-habisan.


Rasa benci Zangetsu terhadap Shira sangat besar sehingga ia menghajar Minami tanpa ampun, ia menghajar dirinya menggunakan tangan kosong agar Minami bisa menerima semua siksaan itu dengan pelan-pelan, Zangetsu terus menghantam wajah dan tubuhnya sampai mereka menikmati pemandangan dari seorang gadis kecil yang disiksa oleh seorang pria dewasa.


Minami tidak bisa melakukan apapun kecuali menjerit dan mengerang kesakitan sampai ia mulai menangis karena kesakitan yang ia rasakan itu benar-benar berlebihan, Zangetsu terus memukul wajah Minami sampai tulang kerangkanya mulai retak. Zangetsu terus fokus menghajar Minami sampai ia tidak sadar bahwa Ceytamold berubah menjadi batu dan Komi terlempar ke belakang sehingga tubuhnya berubah menjadi gelembung.


Zangetsu mengangkat kedua tangannya, "INI YANG KAU DAPATKAN JIKA AYAHMU MEMBUNUHKU, DASAR KUCING SIALAN!!!" Zangetsu menghantam wajah Minami tetapi kedua lengannya langsung berubah menjadi gelembung, Zangetsu dan Minami langsung melebarkan mata mereka karena serangan itu tiba-tiba berubah menjadi serangan yang sangat lembut. Zangetsu menoleh ke sebelah kanan dan melihat Okaho yang sedang berdiri tegak sambil menunjukkan tatapan yang terlihat mematikan.


"Okaho!? Grrggghhhh!!! Sialan!!!" Seru Zangetsu, ia menyuruh Ceytamold dan Komi untuk menyerang, mereka kembali seperti semula dan sekarang mulai mengepung Okaho. Serangan yang mereka lakukan itu berbentuk sihir tetapi semua sihir itu berubah menjadi udara dan ia perlahan-lahan menghampiri Zangetsu dengan tatapan yang terlihat mematikan karena sahabatnya baru saja disiksa habis-habisan.


Kubus hitam yang berada di dalam tubuh Komi dan Ceytamold berubah menjadi pasir sehingga keberadaan mereka mulai melanggar hukum kubus waktu, titik hitam muncul di tubuh mereka lalu menghapus keberadaan mereka sehingga Zangetsu mengerutkan kening-nya lalu ia mencoba untuk menyerang Okaho tetapi berakhir berubah menjadi gelembung sehingga ia menarik keluar kubus hitam itu lalu menghancurkannya.

__ADS_1


Minami menatap Okaho dengan ekspresi yang terlihat lega, "O... Okaho..."


"...te-terima kasih..."


__ADS_2