Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 448 - Ibu Alam


__ADS_3

"Sekarang kalian akan menerima amarah dari ibu alam dan hukum alam yang dicampur menjadi satu...!!!"


Graylad mulai melompati pohon dan mendekati Marie dan Lyazen yang melarikan diri untuk menjaga jarak dengan dirinya.


Mereka tidak dapat bertarung dari jarak dekat ketika melawan Graylad bahkan di hutan seperti ini, mereka harus keluar dari daerah kekuasaannya dan kembali ke pantai untuk bisa memiliki kesempatan menang walaupun hanya sedikit.


Semua serangan yang dilakukan Lyazen dan Marie tidak mempan bahkan sampai membuat Graylad menghantam wajah Lyazen sampai terlempar kembali menuju pantai.


Dengan cepat ia merangkak keluar dari air lautan itu dan mencoba untuk membantu Marie yang saat ini di tekan oleh tumbuhan yang diciptakan oleh Graylad.


Ia sudah berusaha sekuat mungkin untuk bisa mengalahkan Graylad tetapi ia menerima satu pukulan yang mengenai wajahnya sampai ia terlempar keluar dari hutan dan terjatuh di atas pasir.


"U-Ugh... terlalu kuat... apakah... tidak ada cara lain...?"


Marie mulai meningkatkan senjatanya dengan menciptakan delapan bilah pedang berputar dengan gradasi putih keemasan hasil evolusi dari senjata sebelumnya.


Kedelapan bilah pedang tersebut dapat digunakan sebagai perisai dan memiliki kemampuan penyerapan tetapi semua bilah pedang itu tetap menyangkut di zirah yang dikenakan oleh Graylad.


Setelah itu, ia melepaskan zirah itu lalu menggunakan zirah lainnya karena ia bisa merasakan pedang yang menyangkut tadi mencoba untuk menyerap energi sihir yang ia miliki.


Zirah yang berada di belakang mulai berubah menjadi pohon besar bahkan sampai menjebak seluruh bilah pedang itu di dalam batangnya.


Marie mencoba untuk mengendalikannya tetapi tidak bisa karena batang pohon itu sangat kuat karena sudah mendapatkan seluruh sumber kekuatan dari alam.


"Homing Multi-Accel Shooter!" Seru Marie keras, ia menembakkan beberapa bola energi yang sudah diperkuat dan bergerak dalam kecepatan yang cukup cepat.


Bola-bola energi tersebut akan terus mengikuti target yang sudah ditentukan hingga mengenai tubuh Graylad beberapa kali lalu menciptakan luka dalam.


Semua luka itu mulai dihalang oleh tumbuhan yang ia ciptakan bahkan serangan yang dilepaskan oleh Marie mulai menghancurkan pohon di sekitarnya.


Membuat Graylad bertambah jauh lebih kesal dan kuat bahkan sampai membuat Marie tidak bisa berkata, ia mulai menciptakan tembok pohon besar di belakangnya karena ia bisa mendengar suara lemparan granat dari Lyazen.


Ledakan terjadi di belakang Graylad dan ia dikejutkan dengan sebuah perangkap lainnya yang diciptakan oleh Lyazen bahkan sampai membuat dirinya lengah.


Lyazen baru saja memberi Marie waktu untuk mengerahkan seluruh tenaga dan Lenergy yang ia miliki sampai habis agar bisa mengalahkan Graylad.


Marie menggunakan kemampuan sihir untuk memanggil sejumlah pedang yang kemudian di luncurkan ke arah target musuh untuk menciptakan luka tusuk.


Semua serangan pedang itu tidak memberi hasil apa pun karena zirah Graylad yang terlalu kuat bahkan sampai menghancurkan seluruh pedang itu ketika mencoba untuk menerobos zirahnya.

__ADS_1


"Summon Armament: Excalibur Railgun!"


Marie menggunakan kemampuan sihir untuk memunculkan senjata Railgun yang dapat menembakkan peluru energi dengan daya serangan yang cukup besar dan mampu menghancurkan tubuh target yang terkena tembakan hingga tidak bersisa apa pun.


Graylad merapatkan giginya lalu ia menciptakan perisai yang begitu besar melalui tubuhnya sehingga berhasil menahan serangan yang dilepaskan oleh Marie.


Marie mencoba untuk menggunakan sihir es lagi tetapi beberapa pohon mulai muncul lalu mengorbankan diri untuk menerima serangan es itu.


Graylad mulai menghancurkan perangkap di sekitarnya lalu menunjuk Marie dan mencoba untuk membunuhnya dengan menusuk dadanya tetapi ia dikejutkan dengan tatapan tekad Marie yang ingin memenangkan pertarungan ini.


"Terima kasih... Lyazen!!!" Seru Marie keras, ia merasakan tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan yang diberikan oleh Lyazen.


Sekarang ia akan melepaskan serangan terakhir dengan menembakkan peluru energi yang sangat kuat ke arah Graylad seperti menembakkan sebuah laser yang sangat dahsyat dan mampu meluluh-lantakan area di sekitar tembakan maupun area target tembakan.


Membuat Graylad menjerit keras karena ia merasakan kesakitan yang ia terima dari serangan tersebut, ia mulai terhempas cukup jauh.


Lyazen bisa melihat Graylad yang terlempar ke belakang bahkan sampai masuk ke dalam air lautan itu yang dipenuhi dengan aliran listrik, semua listrik itu mulai menyambar tubuhnya sampai ia menjerit keras dan kesakitan.


Lyazen menghela nafas dengan lega melihatnya lalu ia menatap Marie yang menghampiri diri dengan tatapan yang terlihat lelah, ia berlutut di atas pasir lalu melihat Lyazen yang mencoba untuk membalut seluruh luka yang ia terima.


Mereka berhasil mengalahkan Graylad melalui kekuatan dari kerja sama dan tekad, kebetulan Minami dan Hana dikejutkan dengan hutan yang memiliki bentuk aneh dan tidak beraturan seperti terjadi pertempuran besar di hutan itu.


"Minami... sepertinya kita harus pergi dari tempat ini, banyak yang terjadi di awal ujian..."


Ia menatap Minami yang saat ini sedang mengangguk lalu ia dikejutkan dengan Marie yang terluka parah.


""Marie!""


Dengan cepat mereka mendekati dirinya lalu Minami melepaskan Golden Nature untuk memulihkan luka Marie, Lyazen merasa bersyukur ketika melihat Minami dan Hana kembali dengan selamat.


Mereka baru saja selesai mengurusi masalah tentang Whiterice, di lihat dari hasilnya saja lautan dipenuhi dengan aliran listrik bahaya bahkan beberapa makhluk hidup yang tinggal di dalam laut mulai mengambang karena mati di serang oleh aliran listrik.


"Apa yang terjadi...? Kenapa hutan yang aku lihat menjadi hancur seperti ini?" Tanya Minami.


"Murid dari kelas 1A menyerang kami... dia sangat kuat, namanya adalah Graylad..."


"...dia memiliki sihir alam dan kemampuan sepenuhnya berdasarkan dengan alam."


" Semakin alam rusak maka ia akan bertambah kuat, ia juga dapat mengumpulkan seluruh kekuatan dan energi yang dilepaskan oleh alam." Kata Lyazen.

__ADS_1


Minami tercengang ketika mendengarnya, kemampuan yang sama tetapi memiliki sedikit perbedaan karena ia berdasarkan dengan cahaya sedangkan Graylad dari alam itu sendiri.


Hana berhasil memulihkan Marie sepenuhnya dengan sentuhan terakhir dan mereka tiba-tiba mendengar suara seseorang dari arah laut.


Terlihat Graylad merangkap maju dengan tubuh yang dilindungi dengan setengah zirah, zirah itu sudah gosong dan setengahnya hancur bahkan Marie tidak menyangka ia masih hidup.


"Itu orangnya...!" Kata Marie.


Hana dan Minami dengan cepat mulai melindungi kedua temannya itu dan siap untuk melawan Graylad karena Minami saat ini memiliki kemampuan yang dapat mengalahkan dirinya dengan cepat karena kekuatan alam yang ia perolehi jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.


Graylad tercengang ketika melihat Minami, cahaya yang ia lepaskan menarik perhatian dirinya dan bahkan pandangan yang ia lihat saat ini mampu membuat hatinya tertusuk dengan keindahan alam yang begitu besar.


Graylad melihat Minami seperti ibu alam, mungkin karena merasakan kekuatan dari Golden Nature yang saat ini ia gunakan, dengan cepat Graylad mulai mendekati Minami dan meraih tangannya sehingga ia membuat dirinya kebingungan.


"Hah... hah... kau pasti... kau pasti... ibu alam ya... ternyata, kematian diriku mampu membawaku menuju surga sampai ditemukan oleh ibu alam yang begitu cantik dan bersinar, melestarikan alam, aku harus."


"Aku sudah melakukannya untuk bisa mendapatkan kehormatan dari ibu alam sepertimu..."


Graylad mencoba untuk memeluk Minami tetapi ia mulai mendorong wajahnya dengan ekornya karena ia terlihat mengerikan.


Entah kenapa Graylad sekarang melihat Minami seperti ibu alam yang ia maksud bahkan sampai membuat Marie dan Lyazen memasang ekspresi datar karena ia selalu saja membicarakan tentang alam ini dan itu terlalu berlebihan.


Hana hanya bisa terkekeh lalu menepuk punggung Minami dan memberitahu dirinya bahwa dia dianggap sebagai ibu alam yang memancarkan seluruh alam


Itu bisa dibilang sebagai fakta tetapi Minami tidak ingin dianggap sebagai ibu alam melainkan cahaya untuk alam itu sendiri.


"Entah kenapa... selama ini aku ingin mengaku bahwa diriku adalah pencinta alam..."


"...aku sangat menyukainya lebih dari apa pun bahkan tidak ada satu pun gadis yang dapat mengalahkan keindahan alam terutama ibu alam seperti dirimu.


"Sudah lama sekali aku bermimpi untuk bertemu dengan ibu alam, melihat saja membuatku..."


"...ereksi---"


"SHINING JUSTICE!!!" Seru Minami keras.


Ia melepaskan laser emas melalui mulutnya yang mampu melempar Graylad sampai ke belakang dan membuat dirinya pingsan, ia mulai mengalami perpindahan dan menandakan dirinya telah gugur dan kalah.


Tidak bisa melanjutkan ujian ini karena menerima banyak sekali luka dan serangan yang memiliki tekanan begitu besar.

__ADS_1


"Menjijikkan... mengerikan...!"


"...kemungkinan besar ibu alam sendiri tidak akan menerima dirimu sebagai pencinta alam yang menjijikkan!"


__ADS_2