Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 191 - Semesta Palsu


__ADS_3

!!!Sudah saatnya untuk membaca Yuusuatouri: The Beginning of A Legend sebelum melanjutkan chapter ini!!!


Kedua portal biru itu mengeluarkan Methode dan Virra, keberadaan mereka memiliki batas untuk tinggal di semesta atau dimensi yang asli karena makhluk hidup yang tinggal di dimensi asli dan palsu akan menghilang satu demi satu, hampir sama seperti hukum dari kedua dimensi yang berbeda bahkan Korrina dari dimensi palsu-pun bisa mengerti dengan konsekuensi-nya.


"Sepertinya hanya satu jam saja yang kita miliki untuk bisa bertahan di dalam dimensi asli itu... Korrina bilang bahwa kita harus menamai dimensi itu sebagai [True Touri]." Rianna mulai berbicara sambil meneliti informasi yang baru saja ia dapatkan ketika Methode dan Virra mengunjungi True Touri itu.


Rianna menyentuh kepala mereka berdua untuk mencari tahu ingatan yang mereka miliki tentang True Touri itu, ia mendapatkan banyak sekali informasi bahkan Arata menikah dengan gadis yang berbeda di True Touri itu ditambah lagi Haruka sepertinya masih hidup, tetapi ia sekarang berkhianat dan tinggal di True Touri itu.


"Apa yang kau dapatkan dari True Touri itu...!?" Korin mulai menatap Rianna dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Haruka masih hidup... dia sekarang berada di True Touri."


"Itu benar... Ternyata selama ini kakak sudah hidup damai di dimensi itu bertahun-tahun sedangkan kita disini... mengurus semua masalah dan konflik yang terus bermunculan tanpa henti." Virra menghantam tembok di sebelah-nya sampai retak.


Semua orang yang berkumpul di rumah Rianna terlihat tercengang ketika mengetahui Haruka yang masih hidup, ternyata rumor yang dikatakan oleh Korrina benar... dia masih hidup tetapi sekarang dia tinggal di sebuah dimensi yang sangat aman, dipenuhi dengan kedamaian yang berlebihan.


"Kenapa bisa... kenapa bisa Haruka meninggalkan kita semua..." Vinna menundukkan kepala-nya.


"Dia itu selalu menyembunyikan sesuatu dari kita semua, bahkan anak Arata yang berasal dari True Touri itu tidak mengetahui jati dirinya yang sebenar-nya, Haruka benar-benar misterius dalam segi apapun... dia sudah menyelamatkan dimensi kita sebanyak dua kali bukan?" 


"Corni yang menyelamatkan kita semua dari serangan Bamushigaru dan para Oather itu, tetapi berkat bantuan dari Haruka... kita semua dapat merasakan arti dari kedamaian lagi." Homura menyilangkan kedua lengan-nya lalu ia menatap langit-langit yang dipenuhi dengan warna merah.


"Kedamaian kita tidak bertahan cukup lama, konflik baru muncul dan kali ini lebih parah... Korrina sepertinya sudah mengurusi konflik itu sendirian karena dia adalah segala-nya tetapi sekarang... dia masih belum pulang." Shira memejamkan kedua mata-nya, mencoba untuk mencari keberadaan Korrina.


Mereka sudah menunggu kedatangan Korrina selama berminggu-minggu tetapi dia masih belum pulang, Aiko dan Kabuto menghampiri Rianna dengan ekspresi yang terlihat serius... mereka membutuhkan bantuan-nya untuk menciptakan sebuah portal yang mampu membawa mereka menuju True Touri itu karena mereka ingin mengurus sesuatu di dimensi asli itu.


"Aiko, kekuatan dan kemampuan-mu itu... aku tidak menyarankan dirimu untuk bertarung menggunakan kekuatan yang berbahaya itu." Rianna mulai membuka buku sihir-nya hingga lembaran buku itu sobek dan menciptakan sebuah portal biru yang sangat besar.

__ADS_1


"Tidak... aku hanya ingin melihat sesuatu yang benar-benar tidak nyata, walaupun menyakitkan... aku ingin mengetahui tentang True Touri itu." Aiko melompat masuk ke dalam portal itu dan Rianna mulai menatap Kabuto dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Kabuto... Apakah Mortem mengijinkan dirimu untuk masuk ke dalam True Touri itu?"


"Aku sudah besar sekarang, aku tidak membutuhkan ijin ibu-ku lagi, yahhh... aku hanya penasaran tentang dunia satu ini, siapa tahu aku bisa melihat diriku atau tidak anak Ayah yang berbeda tetapi persis seperti diriku." Kata Kabuto, ia melompat masuk ke dalam portal itu sampai portal tersebut tertutup dengan sangat rapat.


"Jadi..." Alvin mulai berbicara, mereka semua mulai menatap dirinya, "Methode... apakah kau melihat Korrina atau diri-ku disana?"


"Hmmm... Aku hanya sempat melihat Haruka sih."


"Ohh..." Alvin mengepalkan kedua tinju-nya.


***


"Jadi... Minami, kenapa kau menyukai cahaya keadilan?" Tanya Arisu yang mulai meminum kaleng yang ia pegang.


"Cahaya keadilan adalah cahaya yang akan menyinari seluruh alam semesta dan galaksi-galaksi... sinar keadilan yang artinya kedamaian untuk seluruh makhluk hidup, ada yang tegak dan itu bukan keadilan tetapi tubuh-ku yang akan menyelamatkan seluruh makhluk hidup dari segala ancaman yang ada!!!" Minami bangkit dari atas kursi sambil bergaya.


Arisu menatap diri-nya dengan ekspresi yang terlihat jijik, ia mengingat seseorang ketika melihat Minami yang berkhayal secara berlebihan, apa yang dia baru saja katakan itu terdengar geli entah kenapa... kedua mata-nya berubah menjadi emas hingga ia merasakan sumber cahaya besar di dalam tubuh-nya.


"Wahhh~ Hebat, cahaya keadilan memang hebat ya~" Arisu bertepuk tangan lalu raut wajah-nya terlihat serius karena ia sudah tidak tahan melihat Minami yang terus berkhayal seperti itu, "Ngomong-ngomong, siapa nama Ayah dan Ibu-mu...?"


"Ehhh...? Kenapa kau menanyakan Mama dan Papa?"


"Yahhh, siapa tahu aku bisa bertemu dengan mereka berdua, aku pernah dengar bahwa mereka berdua itu sangat terkenal bukan? Tidak salah lagi bahwa anak-nya lah yang akan menjadi pengganti mereka di masa depan dengan cahaya keadilan-nya." Arisu tersenyum.

__ADS_1


"Hmmm... Papa itu sangat kuat, dia dapat bertambah kuat setiap cahaya menyentuh diri-nya... kalau tidak salah nama-nya adalah Shiratori Shira!" Ketika mendengar perkataan itu, Arisu sekarang meyakini bahwa Minami adalah anak dari Shira, itu artinya dia harus melawan-nya sebelum keberadaan diri-nya menghapus Methode... itu informasi yang Arisu dapatkan dari Korrina di dimensi palsu.


Arisu mulai berpikir... dimana dia akan membawa Minami, pertarungan di tempat yang terbuka seperti ini mungkin saja dapat menarik banyak perhatian dari murid akademi Yuzu. Di tambah lagi keberadaan Korrina bisa ia rasakan tidak jauh dari tempat tersebut, Minami masih berbicara hingga Arisu mulai mengetahui siapa nama ibu-nya.


"Megumi...? Bukan-nya dia...?! Bagaimana bisa Papa menikah dengan Megumi...!?" Ungkap Arisu sambil melebarkan mata-nya.


"K-Kenapa, Arisu? Kau terlihat kaget---" Arisu menarik ekor Minami lalu ia menghilang bersama diri-nya, ia menggunakan sihir teleportasi untuk membawa Minami ke lautan dimana tidak ada satupun orang yang akan mengganggu mereka bertarung.


"Nyaahhhhh!!! Apa yang kau---" Arisu melempar Minami menuju air laut lalu ia melepaskan banyak sekali sihir cahaya yang berbentuk pedang ke arah-nya, Minami mulai menatap Arisu dengan tajam karena bantuan dari insting Neko Legenda.


Minami mendarat di atas air laut itu lalu ia mengalirkan Lenergy-nya ke kedua telapa kaki-nya agar ia bisa berdiri tepat di atas air lautan itu, semua sihir cahaya itu langsung Minami lahap sampai habis dan memberikan diri-nya kekuatan untuk melepaskan gelombang laser emas melalui mulut-nya yang terbuka lebar.


Arisu menatap gelombang itu dengan kedua mata-nya yang ia pejamkan, dia tidak berniat untuk menghindar sama sekali bahkan di saat gelombang laser itu mengenai tubuh-nya, ia tidak terluka sama sekali karena tubuh-nya mampu menyerap gelombang laser itu menggunakan api biru tua yang menyelimuti diri-nya.


"Aku tidak menyangka bahwa penggemar berat-ku ingin melakukan latih tanding bersama-ku, aku akan menerima-nya...!" Minami mengatakan itu sambil bergaya hingga ekor-nya bergerak cukup cepat, ia melepaskan penghalang mata di mata kanan-nya hingga Arisu melebarkan matanya ketika melihat mata pupil bagian kanan-nya berwarna perak.


"Kau tidak mengerti dengan situasi yang kau hadapi saat ini ya...? Maka kau sudah siap untuk latih tanding tanpa harus menahan diri!" Rambut Arisu mulai memanjang hingga sekarang rambut-nya diselimuti dengan api biru tua ditambah dengan api-api hitam, kedua pupil-nya yang berwarna emas memancarkan cahaya yang sangat terang hingga menarik perhatian Korrina dari jauh.


"P-Perasaan apa ini...?" Korrina menyentuh dada-nya lalu ia melirik ke belakang, "Shira...?"


Minami meraung keras lalu ia menatap Arisu dengan kedua pupil-nya yang tajam, "Aku Shiratori Minami akan bertarung dengan penuh kepuasan menggunakan cahaya keadilan...! Cahaya yang akan membawa-ku ke puncak kemenangan!!!"


"Berhenti omong kosong-mu itu!!!" Arisu melesat menuju arah Minami, "Perubahan rambut-mu tidak membuat-ku merasa takut sama sekali...!!!"


"Haaaaahhhhhhhh...!!!"

__ADS_1


__ADS_2