
Shinobu bersama kedua temannya mencoba untuk melindungi negara bumi dari semua serangan yang dilakukan oleh para aliansi itu, keterlambatan dirinya menyebabkan banyak sekali pasukan tentara yang gugur.
Amarahnya dalam wujud Beast itu semakin membesar sehingga kedua matanya memancarkan cahaya merah untuk mengubah semua emosi amarah itu menjadi kekuatan dan pertahanan besar.
Shinobu melesat ke depan lalu menabrak banyak sekali tank dan pasukan Goliath yang sudah menyerang dirinya beberapa kali, Yuffie dan Ako yang berdiri di atas punggungnya membidik ke arah tentara yang mencoba untuk menggunakan sniper.
***
Hinoka melempar sebuah granat menuju arah seseorang yang mengenakan topeng di depannya, Manusia itu langsung menoleh ke belakang lalu menendang granat itu kembali ke arah dirinya.
"Whoa---" Hinoka menerima ledakan granat itu lalu ia bisa melihat Manusia itu melempar sebuah perisai ke arah dirinya tetapi Hinoka berhasil menahannya menggunakan kedua tapaknya.
Perisai itu mengandung Vile Energy, kebetulan dirinya tidak memerlukan Lenergy untuk menahan serangan apapun, energi tersebut tidak memberikan dirinya luka yang menyebar dan bertambah semakin berbahaya karena ia tidak menggunakan sumber energinya.
Hinoka maju ke depan lalu ia melihat beberapa Manusia berhasil menangkap dirinya dari belakang karena sebagian dari mereka bersembunyi mengenakan pakaian yang dapat menghilangkan keberadaan.
"Cih...!" Hinoka dapat merasakan tenaga yang kuat di bagian belakangnya karena Manusia itu sudah menerima suntikan yang dapat menyesuaikan fisiknya dengan Hinoka.
Hinoka melihat Manusia lainnya mulai berdatangan sampai salah satunya mengeluarkan sebuah tongkat hitam panjang yang memiliki sengatan dengan tegangan tinggi, tongkat itu di ayunkan secara langsung kepada dadanya.
"Nrggghhh...!!!" Hinoka merapatkan giginya, mencoba untuk melepaskan tangan Manusia yang menahan dirinya dari belakang.
Hinoka mulai mengurus Manusia di depannya dengan menendang mereka di bagian paling lemah yaitu bagian bawah sehingga Manusia itu berlutut lalu menerima satu tendangan di bagian wajah oleh dirinya.
Manusia di sebelah kirinya berhasil Hinoka hantam wajahnya dengan mengerahkan seluruh tenaganya sampai ia terpental ke belakang dan menabrak tembok di belakangnya.
Semua Manusia itu menyerang dirinya secara beregu tetapi Hinoka berhasil bertarung dengan menendang tengkuk mereka tanpa henti sampai salah satunya yang memegang tongkat sengatan dan borgol dengan kandung Vile energi.
Hinoka mengangkat Manusia di belakangnya dengan menundukkan kepalanya ke depan lalu ia melempar dirinya ke depan sampai menabrak banyak sekali Manusia di depannya.
Hinoka menoleh ke belakang lalu ia menampar wajah Manusia di depannya lalu melanjutkan serangan dengan memukul wajah beberapa Manusia di sebelah kiri dan kanan sampai mereka terpental ke belakang.
Hinoka mundur ke belakang sampai menabrak beberapa Manusia di belakangnya, setelah itu ia meraih tangannya untuk melempar dirinya ke depan, ia juga menyempatkan waktu dengan menempelkan bom tempel.
Manusia yang menerima tabrakan dari lemparan itu langsung menerima ledakan bom tempel tadi sampai ia menemukan sebuah celah untuk tidak di tekan oleh mereka semua yang terus menyerbu dirinya dari arah berbeda.
Hinoka mencoba untuk mengeluarkan granat lainnya tetapi seorang Manusia yang mengenakan topeng itu mulai menendang sebuah borgol ke arah Hinoka sampai pergelangan lengan kanannya langsung menempel dengan tembok.
__ADS_1
"Sial...!" Pergelangan tangannya menerima sengatan listrik yang kuat sampai menyebabkan kulitnya terbakar karena ia mulai memberontak menggunakan Lenergy untuk bisa lepas dari borgol tersebut.
Hinoka memegang erat borgol itu untuk bisa membebaskan tangan kanannya tetapi ia melihat satu tentara memegang erat tongkat sengatan listrik yang ia ayunkan kepada dirinya.
Hinoka mengeluarkan sebuah granat melalui sakunya yang ia hantam dengan tongkat sengatan listrik itu sehingga terjadi ledakan yang begitu besar di sekitar sampai mementalkan semua manusia itu, sebagiannya masih hidup karena obat yang mereka konsumsi mulai manjur.
Manusia yang bertopeng itu kali ini berhasil mengenai serangan tongkat listrik itu kepada Hinoka sampai punggungnya terus menerima sengatan yang mengandung Vile Energy di dalamnya sampai bisa dibilang cukup efektif.
"Aaaagggghhh...!!!" Hinoka seketika sadar, mencoba untuk mengerahkan Lenergynya lebih tinggi lagi hanya akan membuat luka yang ia terima bertambah semakin menyakitkan.
Ketika ia mencoba untuk menurunkannya, semuanya terasa begitu biasa saja seperti luka goresan kecil. Kesempatan itu Hinoka gunakan dengan menghantam wajah Manusia bertopeng itu menggunakan sikutnya sampai ia terdorong ke belakang.
Hinoka mengulurkan lengan kanannya ke depan untuk memegang erat pergelangan tangan Manusia yang mencoba menyerangnya menggunakan tongkat itu lalu ia menggerakkan tangannya sampai Manusia tidak sengaja menyerang rekannya sendiri.
Hinoka melompat lalu melancarkan dua tendangan melalui kedua kakinya sampai menjatuhkan kedua Manusia yang mencoba untuk menyerang dirinya, Hinoka mengerutkan dahinya lalu ia menahan satu serangan pukulan yang ia hancurkan tulangnya.
"AHHHHH!!!" Hinoka langsung menendang wajah Manusia itu sampai terdorong ke belakang, dengan cepat ia menggunakan kesempatan emas itu meledakkan borgol tersebut menggunakan bom tempel.
Ledakan itu terjadi dalam jarak yang sangat dekat dengan dirinya, tetapi untungnya Hinoka memang sudah kebal dengan serangan yang memiliki daya ledakan besar, borgol itu langsung copot karena menerima ledakan dari jarak dekat dengan aliran Lenergy di dalamnya.
Hinoka melancarkan satu hantaman menggunakan sikutnya sampai mengenai wajah Manusia di belakangnya lalu ia menunduk untuk menghindari serangan yang dilakukan oleh Manusia lainnya.
"Gadis seperti dirimu... mampu bertahan melawan seluruh tentara yang sudah mengikuti banyak pelatihan militer, sungguh hebat." Manusia itu mengeluarkan dua tongkat listrik sengatan tinggi.
"Tetapi... mereka tidak mendapatkan berkah dari seorang Jin!" Manusia itu melancarkan beberapa serangan menggunakan senjatanya, Hinoka menahan serangan Manusia itu menggunakan lengan kirinya.
Hinoka mencoba untuk menyerang balik dengan melancarkan satu pukulan tetapi lengannya langsung menerima penolakan yang mengejutkan dirinya, Manusia itu seolah-olah mendapatkan perlindungan dari sesuatu yang tak kasat mata.
Hinoka langsung menerima tusukan tongkat itu sampai perutnya menerima sengatan yang begitu kuat, ia hanya bisa meringis kesakitan sampai mulutnya mengeluarkan banyak sekali darah.
Tetapi Hinoka berhasil menyerang balik dengan menarik lengan Manusia itu lalu menghantam wajahnya dan menarik sebuah pin granat yang ia ambil menggunakan tangan kirinya.
"Brengsek...!!!" Hinoka menghantam wajah Manusia itu dengan sebuah granat yang langsung meledak sampai mementalkan Manusia itu ke belakang lalu menghancurkan topengnya.
Menunjukkan wajahnya yang begitu hancur karena bekas perang, Hinoka menatap perutnya yang memiliki luka bakar membalas, ketika ia mencoba untuk menaikkan Lenergynya kesaktian yang ia rasakan mulai memuncak.
"Ughhh...!"
__ADS_1
Hinoka menatap Manusia yang berhasil selamat dari ledakan granat itu, melihatnya saja membuat Hinoka merasa waspada bahwa Manusia satu ini kemungkinan mendapatkan kekuatan yang menyetarakan dirinya dengan Legenda.
Hinoka menarik keluar dua pistol di pinggangnya lalu ia menembak tubuh Manusia tanpa henti sampai menghabiskan semua amunisinya, Manusia itu menerima banyak sekali tembakan sampai seluruh peluru yang masuk ke dalam tubuhnya mulai keluar.
Hinoka melangkah maju ke depan lalu melihat Manusia itu memunculkan zirah besi yang melindungi kedua lengannya karena bantuan teknologi canggih dari Manusia.
Satu pukulan mulai ia lepaskan tetapi Hinoka berhasil menahannya menggunakan kedua lengannya sampai terjadi getaran yang begitu dahsyat di ruangan tersebut, "Ini akan menjadi pertarungan satu lawan satu yang menegangkan...!"
Manusia itu menepuk kedua lengan Hinoka untuk menjatuhkan pertahanannya lalu ia melancarkan satu tendangan yang melempar dirinya ke belakang, "Kekuatan murni itu... tidak buruk...!"
Manusia itu mengambil alih senjata rekannya yang sudah mengandung Vile Energy di dalamnya, Hinoka mengambil tubuh mayat seseorang lalu menggunakannya sebagai perisai untuk menahan semua tembakan peluru hijau itu.
Hinoka maju ke depan lalu menghantam tubuh Manusia itu menggunakan perisai mayat, setelah itu ia melanjutkan satu tendangan ke arah tangannya sampai ia menjatuhkan senjata itu.
"Manusia yang dapat menghadapi diriku sejauh ini... apakah kau bersedia untuk memberikan diriku sebuah nama yang aku butuhkan?" Tanya Hinoka yang mulai menangkis semua pukulan Manusia itu.
"Abah... namaku adalah Abah!" Manusia yang memperkenalkan dirinya dengan sebutan Abah mulai menghantam kedua lengan Hinoka sampai menembus langsung kepada perutnya.
"Hughhh...!?" Hinoka menatap Abah yang mulai menghantam wajahnya sampai ia terpental ke belakang karena menerima serangan dengan penuh tenaga di dalamnya.
"Padahal aku sudah menahan pukulan itu... tetapi kenapa perutku terasa seperti menerima tabrakan yang menyakitkan...?" Batin Hinoka.
***
Shinobu berubah kembali wujud Legendanya karena pekerjaannya sudah selesai ketika melihat beberapa pasukan aliansi mati dengan sendirinya, sebagian dari mereka mati tanpa meninggalkan luka apapun.
"Apa yang terjadi...? Kenapa semua pasukan aliansi itu terbunuh tanpa menerima serangan apapun...? Aku tidak begitu yakin racun itu cukup untuk membunuhnya..."
Shinobu mulai memegang kerah baju Manusia aliansi di sebelahnya, ia tidak melihat bekas luka apapun tetapi mulutnya dipenuhi dengan busa seolah-olah dia telah terkena serangan jantung secara mendadak.
Sebuah helikopter yang dikendarai oleh Adit dan Indera mulai mendarat di belakang mereka semua dengan tatapan lega bahwa 'mereka' akhirnya sudah bergerak untuk mengakhiri nyawa pasukan aliansi yang mencoba untuk menyerang.
"Senjata mematikan negara Indonesia sudah digunakan..."
"...membunuh tanpa yang dinamakan menyentuh atau melihat, kami sudah mengumpulkan seluruh bahan untuk bisa melakukan serangannya."
"Apa maksudmu...?" Tanya Ako.
__ADS_1
"Para dukun..."
"...sudah turun tangan!"