
Minami perlahan-lahan membuka kedua matanya dan ia melihat Honoka dan Kou yang sedang menjaga dirinya. Minami tidak merasakan keberadaan siapapun kecuali mereka berdua yang dekat, sepertinya yang lain sedang mengurus sesuatu yang penting. Entah kenapa Minami masih membenci fakta bahwa Okaho benar-benar terlupakan seperti itu, ia menatap Honoka dengan tatapan yang terlihat serius, "Apakah kau benar-benar Honoka yang asli...? Kemana Honoka yang malu-malu itu?"
"Kamu seharusnya sadar, Minami... Okaho terlupakan karena kubus hitam yang menghilang itu, tidak ada yang akan mengetahui dirinya lagi kecuali kita yang mengetahui tentang kematiannya. Aku bisa tahu karena aku sendiri adalah tubuh asli atau wadah arwah ras Eternal Okaho... kematian dirinya membuatku mengalami perubahan yang cukup besar, semua yang Okaho bawa sekarang menjadi sepenuhnya milikku." Kata Honoka, Minami bisa melihatnya dari cara berbicara dan ekspresi-nya. Sepertinya Honoka sudah mendapatkan semuanya tetapi Minami tidak akan melupakan sahabatnya juga yaitu Okaho.
Masalah itu berakhir selama beberapa menit soal Okaho dan Minami mencoba untuk tidak marah lagi ketika membicarakan tentang Okaho. Honoka dan Kou sudah berbicara tentang beberapa hal penting tentang Minami, Kou tidak bisa menjaga rahasia yang ia dengar tentang rahasia neneknya sendiri jadi ia memberitahu Honoka dan ia sendiri sudah mengetahui banyak tentang rahasia keturunan Comi dari Korrina sendiri.
Mungkin sudah saatnya mereka mengakhiri pertemanan ini, mereka tidak mau menambahkan banyak beban kepada Minami dan teman-temannya yang lain. Rahasia tentang kutukan dari keturunan Comi jika sudah diketahui akan sangat sulit karena mereka tidak ingin membebankan teman-teman mereka, sama seperti Korrina yang pergi sendiri menuju tempat yang sangat jauh. Kou meraih lengan kanan Minami lalu ia memeluknya sehingga Minami menatap Kou dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.
"Minami, Kou ingin meminta maaf sekali lagi... dia sepertinya sudah membuat dirimu kesusahan ya... aku juga minta maaf karena sudah membiarkan adikku sendirian, seharusnya aku tetap bersama dirinya karena penyakit yang ia idap sekarang." Kata Honoka sambil mengusap kepala Kou, Minami melebarkan matanya ketika ia melihat wajah Honoka dan Kou yang memaksakan untuk bahagia dan senyum, entah kenapa jantungnya terasa sesak ketika melihat teman-teman dekatnya menjadi seperti itu.
"A-Apa yang... kalian maksud...?"
__ADS_1
"Kamu sudah mengetahui tentang kutukan itu 'kan? Kutukan yang tidak terlihat tetapi keberadaan kita, keturunan Comi sudah menjadi kutukan dan beban untuk kalian semua. Lebih baik kita akhiri perjalanan ini sampai disini, Kou akan mencoba sekuat mungkin untuk membawa kalian semua pulang. Sisanya kau bisa serahkan kepada kami saja, kami tidak ingin membebankan dan membahayakan nyawa kalian..." Kata Honoka dengan senyuman pahitnya, Minami tidak berkata apa-apa ketika melihat mereka sedih seperti itu.
Selama ini Kou sepertinya mengetahui tentang perasaan dan pikiran Minami, tidak ada rahasia yang aman ketika ia dekat dengan Kou karena ia adalah gadis yang jujur dan tidak ingin menyusahkan siapapun sampai-sampai ia harus mendiskusikan hal ini kepada kakaknya yaitu Honoka. Minami tidak ingin berpisah dengan mereka, soal kutukan itu ia tidak terlalu peduli karena ia bisa mengubahnya dan tidak ada kutukan yang akan bertahan untuk selama-lamanya.
"Mari kita berpisah, Minami... teman-teman yang lain sepertinya sedang sibuk menghancurkan kubus hitam dan aku hanya ingin memberitahu hal ini kepada dirimu dan kau harus memberi pesan ini kepada mereka ya? Aku akan memindahkan mereka langsung." Kata Honoka dengan senyuman yang bertambah pahit, seperti mencoba untuk menutup rasa kesedihan itu. Minami mencoba untuk mengatakan sesuatu tetapi tidak ada satupun kata yang keluar karena ia tidak ingin berpisah dengan sahabatnya yang benar-benar terbaik. Anak dari seorang gadis yang membantu Shira untuk berkembang sampai sekarang.
Minami sudah berjanji untuk mengubah segalanya, meneruskan takdir Ayahnya sebagai seorang Legenda yang bisa disebut harapan untuk Touriverse. Sekarang waktunya Minami untuk menemani mereka dan membantu mereka semua berkembang, walaupun semua itu sulit tetapi ia harus bisa mencoba dengan kekuatan yang terus berkembang di dalam dirinya. Minami memeluk mereka berdua dengan sangat erat sehingga Honoka dan Kou terkejut ketika melihat pelukannya sangat erat.
"Tidak! Tidak! Jangan bersikap bodoh... kalian semua adalah temanku yang benar-benar terbaik, aku sangat-sangat menyayangi kalian semua... sama halnya seperti keluarga. Bukannya Shiratori dan Comi itu memiliki kaitan yang sama seperti keluarga? Korrina sudah membantu Ayah dan Ibuku untuk berkembang, sudah saatnya aku meneruskan Ayah dan menjaga kalian, jika Korrina menjaga Ayah dan Ibu maka aku juga harus membalas kebaikan itu, aku ingin bersama kalian untuk selama-lamanya..." Kata Minami dengan ekspresi yang terlihat serius, mencoba untuk menahan rasa tangisan-nya. Kou dan Honoka sontak kaget ketika mendengarnya.
"Aku tidak peduli dengan kutukan itu, sialan! Tidak ada yang bertahan lama, semuanya pasti memiliki perubahan dan kutukan juga pasti akan hilang! Tidak mungkin kalian merugikan sekitar jika usaha kalian sudah membantu kami semua untuk merasakan kedamaian dan masa depan yang cerah... aku tidak ingin kalian bersikap egois sama seperti Ibu kalian sendiri, biarkan aku Shiratori Minami berteman dengan kalian untuk selama-lamanya!!!" Seru Minami keras sambil menatap mereka dengan tatapan yang terlihat serius, Kou tidak bisa menahan tangisan-nya ia langsung memeluk Minami erat dan Honoka hanya bisa diam selagi tersenyum.
__ADS_1
"Apakah kamu yakin... untuk berteman dengan kami?"
"Tidak ada yang menganggap sebuah kutukan sebagai hal yang buruk... kita lanjutkan pertemanan ini sampai akhir hayat hidup kita, Honoka. Bahkan ketika kita menikah nanti, kita harus tetap bersama seperti biasanya... seperti seorang keluarga!" Minami tersenyum dan meneteskan beberapa air mata, ia juga mulai meminta maaf beberapa kali kepada Kou sehingga Honoka mengangguk pelan dan berharap bahwa kutukan yang dimiliki oleh Comi bisa berakhir agar mereka tidak membuat beban besar di sekitarnya lagi.
Kuharu benar-benar kesal ketika ia gagal untuk membuat mereka semua meninggalkan keluarga Comi, sepertinya ia benar-benar harus memperlakukan semua ini dengan cara yang kasar untuk menghentikan semua keturunan itu, "Minami sialan... dia benar-benar sama seperti Shira, inilah kenapa aku membenci keturunan yang meneruskan orang tua mereka... benar-benar menyebalkan, mereka bisa menjadi sesuatu yang lebih mengerikan dari orang tuanya itu."
"Mereka semua benar-benar berbahaya, aku harus secepatnya mendapatkan kekuatan dan kemampuan ini... tetapi aku bisa menghabisi mereka langsung dengan berbagai kubus hitam yang siap untuk memanggil dan mempengaruhi siapapun, mungkin aku akan mencoba untuk menyingkirkan sampah-sampah itu dengan cepat." Kuharu mengalihkan pandangannya kepada Haruka dan ia bisa melihat dirinya yang masih lumpuh, "Sebentar lagi, Haruka, kita akan menyaksikan sesuatu yang benar-benar indah."
Kuharu melebarkan matanya ketika ia melihat Minami hilang begitu saja, ia meninggalkan Honoka dan Kou sendiri, itu adalah pilihan yang sangat bodoh sehingga Kuharu melepaskan beberapa kubus hitam tetapi semua kubus itu tiba-tiba pindah dan mengikuti Minami yang sedang pergi menuju Rokuro dan Hana, "A-Apa yang terjadi...? Kenapa kubus hitam itu malah bergerak dan mengikuti Minami? K-Kenapa aku tidak bisa mengendalikannya, jangan-jangan aku salah..."
Kuharu melebarkan matanya ketika ia melihat cahaya emas yang membawa kubus hitam itu untuk mendekati Minami, Honoka dan Kou benar-benar diselimuti dengan cahaya itu agar mereka tidak diserang. Bukan hanya mereka tetapi Mitsuki, Marie, dan Asriel juga sama dilindungi oleh Minami yang bergerak cukup cepat. Tidak salah lagi, Minami merencanakan sesuatu yang terlihat membingungkan sampai ia tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat dua Minami emas yang menemani kedua kelompok itu.
__ADS_1
"G-Gadis ini... benar-benar..."
"...berbahaya!"