Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 546 - Golden Nature: Beast Vs Water of Leviathan


__ADS_3

Minami tersenyum ketika melihat Leviathan dan Hana telah menginjak kekuatan yang menarik perhatiannya, setidaknya Minami hanya perlu menunggu untuk bisa menggunakan kekuatan dari Golden Beast.


Minami bergerak maju ke arah Leviathan dan Leviathan itu langsung mendorong Hana sampai ia terhempas ke depan lalu melancarkan satu tendangan yang berhasil Minami tahan.


Tetapi Minami masih terkena satu serangan oleh ekor Leviathan, menyebabkan dirinya terdorong ke belakang dan menerima satu pukulan tepat di wajahnya oleh Hana.


Minami mulai menerima beberapa serangan dari Leviathan dan Hana sehingga punggung mulai Leviathan tabrak menggunakan kepalanya lalu melepaskan gelombang air melalui mulutnya.


Minami menghindari serangan itu lalu ia dikejutkan dengan Hana yang melesat ke arahnya tetapi Minami melepaskan cahaya yang sangat silau bahkan sampai menghentikan pergerakan Hana yang tidak bisa melihat seketika.


Hana langsung menabrak lantai dan Leviathan itu mulai mengambil lalu menghantam perut Minami beberapa kali menggunakan kepala dan ekornya sehingga mereka terdorong ke belakang.


Leviathan itu terus mendorong Minami mundur, mencoba untuk menjatuhkannya tetapi ekor Minami mulai menciptakan gumpalan besar yang di lepaskan ke arah Leviathan.


Leviathan itu menerima sihir cahaya tersebut sampai terlempar ke belakang, Hana muncul di sebelah Leviathan itu lalu ia menghancurkan sihir milik Minami yang terus mendorong peliharaannya mundur.


"Baiklah... sekarang, mari kita lepaskan semuanya!" Minami masih bisa memasang senyuman seriusnya karena ia menikmati pertarungannya melawan Hana.


Mereka melesat menuju arah satu sama lain lalu saling menabrak sehingga menyebabkan ledakan yang begitu besar di sekeliling arena sampai membuat badai hujan bertambah semakin ekstrem dan besar.


Minami terdorong ke belakang dan ia mulai melepaskan beberapa tembakan cahaya ke arah Hana dan Leviathan, mereka mulai menghindari serangan itu dan Hana langsung menciptakan ombak besar yang mengepung dirinya.


"Aku tahu kau mencoba untuk menghancurkan fokus dan konsentrasi ku..." Minami memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menggunakan Indra dan insting hewan lainnya.


Minami melancarkan satu pukulan ke belakang dan Leviathan langsung menyelimuti tubuh Minami dan mengikatnya agar ia tidak bisa kemana-mana.


"Sial---" Hana melancarkan satu tusukan yang mampu menusuk pinggang Minami, menyebabkan dirinya mulai memuntahkan banyak darah dan air merah melalui mulutnya.


"Baiklah, Leviathan! Teruslah seperti itu!" Hana mulai mengubah kedua pedangnya menjadi sarung tinju lalu ia mulai membuat Minami menjadi samsak tinju yang terus menerima beberapa serangan.


"Hugghhh...!!!" Serangan itu terus melukai Minami tetapi ia masih bisa menahan beberapa serangan menggunakan ekornya yang mampu menangkis semua serangan tersebut.


Hana melompat lalu ia melancarkan satu tendangan sehingga Minami berubah menjadi semut, membuat Leviathan dan Hana kebingungan seketika karena Minami menghilang begitu saja bahkan keberadaannya pergi entah kemana.


"Dia pasti berubah menjadi semut..." Hana melebarkan matanya lalu ia menjentikkan jarinya.


Minami kembali berubah menjadi Legenda biasa dengan hasil mulut dan kedua lubang hidungnya mengeluarkan banyak air merah yang membuat dirinya berlutut seketika.


"Hugghhh...!!!"


"Ternyata berhasil... semua air yang memasuki tubuhnya telah berada di pihakku untuk melukainya dari dalam dan mengeluarkan sebagian darah di dalam tubuhnya." Ucap Hana.


"Lihatlah itu... Hana, kamu berkembang cukup baik. Bukannya kalian berdua menciptakan tim yang begitu hebat dengan kombinasi serangan yang begitu serasi." Minami tersenyum serius, kedua matanya memancarkan cahaya merah seketika.


Membuat Hana tercengang ketika merasakan kekuatan di dalam tubuh Minami langsung bergejolak tinggi, menyebabkan dirinya berlutut di atas tanah sambil menatap Minami yang mulai mengerang keras.


Mengeluarkan suara Beast di dalam dirinya sehingga kedua telinga Minami mulai bertambah tajam sedangkan ekornya bertambah panjang.

__ADS_1


Kedua mata Minami dipenuhi dengan warna merah bahkan semua giginya berubah menjadi taring yang sangat tajam, kekuatan sama yang Hana rasakan sebelumnya bahwa Minami saat ini berhasil menggunakan Golden Beast.


Minami melepaskan tekanan dan aura yang begitu besar di dalam tubuhnya, menyebabkan Hana dan Leviathan terpental ke belakang selagi menatap aura Minami yang bertambah besar sekarang.


Semua aura itu mulai terisap oleh tubuhnya dan Minami berhasil menggunakan kekuatan dari Golden Beast di wujud Legendanya tanpa harus berubah menjadi monster.


"HAAARRGGGGHHHH!!!" Jeritan Minami sekarang mengandung suara Beast yang cukup mengerikan dan suara itu terus menggema sampai melepaskan dorongan di sekeliling arena.


"Jadi kau berhasil menggunakan kekuatan dari Golden Beast di wujud itu ya...? Tidak buruk juga, Minami." Hana tersenyum, merasa tambah bersemangat.


Minami mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya, setelah itu ia melepaskan kuku tajam yang meluncur ke depan.


Untungnya Hana berhasil menghindari serangan itu sehingga ia bersama Leviathan menyerang langsung ke arah Minami.


Minami terus melemparkan kuku tajamnya beberapa kali tetapi Hana dan Leviathan mulai menyerang dari arah yang berbeda sehingga Minami berhasil menahan semua serangan itu.


Minami menendang Hana ke depan lalu ia melancarkan beberapa serangan ke arah Leviathan untuk menghilangkan dirinya yang cukup mengganggu baginya.


Hana mencoba untuk menyerang Minami tetapi ia terus menerima serangannya sampai kerusakan yang ia dapatkan terasa cukup menyakitkan karena kekuatan Minami yang melonjak tinggi.


Leviathan itu mencoba untuk menggigit Minami tetapi ia berhasil menghindarinya sehingga Hana menendang kedua kaki Minami sampai ia terjatuh di atas tanah.


Minami melihat Leviathan di hadapannya melepaskan ombak besar melalui mulutnya, Hana bisa melihat jelas ketika ombak itu memiliki daya kekuatan besar yang mampu melemahkan Minami.


"Bagus, Leviathan, seperti itu!"


"Seperti ini ya?" Minami melompat keluar dari ombak itu lalu ia menendang kepala Leviathan sampai terhempas ke belakang.


Minami hanya bisa diam selagi memejamkan kedua matanya, ia mulai menarik nafas dalam-dalam lalu...


"ROOOOOOAAARRRRR!!!" Minami melepaskan raungan singa yang mengandung dorongan dan kekuatan besar, raungannya itu mampu membuat seluruh penonton menutup telinga mereka.


Semua sihir yang Hana dan Leviathan lepaskan menghilang seketika, berubah menjadi pohon emas yang sangat besar bahkan kepala Hana mulai terasa pusing ketika mendengar raungan singa Minami.


Leviathan itu hancur karena menerima kekuatan besar dari suara singa itu, Hana mencoba untuk mengendalikan kepalanya yang terasa kesakitan.


Ia berlutut di atas tanah dan Minami mulai melayang ke atas untuk melihat keadaan Hana yang terlihat kesakitan bahkan kedua telinganya sampai mengeluarkan banyak darah, bisa saja ia mengalami kerusakan terhadap pendengarannya.


Semua penonton terlihat baik-baik saja tetapi Hana mengalami kesulitan, dengan cepat ia mulai memulihkan kedua pendengarnya dengan hanya menutup kedua telinganya.


"Raungan singa tadi mengandung banyak kekuatan di dalamnya bahkan sampai menghapus sihir air tsunami dahsyat tadi... lebih parahnya lagi menyebabkan kedua pendengar Hana hancur." Ucap Arata.


"Hana!!! Semangat!!!" Ophilia terus menyemangati putrinya.


Shira saat ini terlihat kaget karena ini pertama kalinya Minami mau menunjukkan seluruh kemampuan Neko Legenda nya kepada dirinya, sepertinya darah dan keturunan Megumi mengalir di dalam tubuhnya.


"Aku tidak menyangka Neko Legenda akan memiliki kekuatan sehebat ini, Megumi..."

__ADS_1


"Hm, Minami hanya satu-satunya Neko Legenda yang mampu mengejutkan seluruh penghuni semesta..."


"...dia adalah Neko Legenda paling sukses dan berhasil berkat usahanya sejak kecil." Megumi tersenyum bangga.


"Kamu memiliki kuasa penuh terhadap sihir air, Hana. Hanya saja kamu masih perlu menguasainya lebih tinggi lagi karena kita sebagai bangsa Legenda tidak memiliki batasan terhadap perkembangan."


Hana mencoba untuk bangkit tetapi ia terjatuh seketika, merasa terpaksa untuk menggunakan dosa Envy dan Leviathan agar bisa melanjutkan pertarungan.


Sudah saatnya untuk menunjukkan potensinya dan kekuatan penuh yang selalu ia simpan untuk pertarungan sengit seperti ini, naga Leviathan besar mulai muncul di belakang Hana.


Leviathan itu melepaskan raungan yang besar, membuat Minami merasakan sesuatu yang janggal sehingga ia mulai membuka mulutnya lebar lalu menciptakan gumpalan emas di dalam mulutnya.


"Shining..."


""JUSTICE!!!" Minami bersama seluruh penonton sama-sama mengatakannya, membuat Hana merasa iri karena temannya mendapatkan banyak dukungan.


Mulut Minami melepaskan gelombang cahaya tebal ke arah Hana sehingga Leviathan yang berada di belakang tubuh Hana mulai membuka mulutnya lebar-lebar.


Setelah itu, Leviathan tersebut terbang ke atas dan melesat ke arah Hana sehingga memunculkan ombak besar yang mampu memantulkan sihir Minami ke arah dirinya sendiri.


"Ahh...!" Tubuh Minami merinding seketika dan ia melihat sebuah gumpalan air yang melesat melewati dirinya.


Minami langsung terjatuh di atas arena dengan tatapan kaget, ia mengalihkan pandangannya ke atas dan melihat gumpalan air itu mulai menghilang lalu menunjukkan Hana dengan rambutnya yang terlihat seperti air sekarang.


Kekuatan dan kecepatan bisa Minami ukur tetapi kedua hal tersebut terus meningkat drastis karena badai yang sedang terjadi.


Minami tidak merasa kesal sama sekali melainkan ia senang untuk bisa melihat Hana di wujud dan kekuatan barunya, sungguh peristiwa dan kejadian yang baru bagi dirinya.


Hana membalikkan tubuhnya lalu menatap Minami dengan tatapan serius, Minami bisa melihat kedua mata Hana yang mengandung lambang dari dosa Envy bahkan tatonya terlihat jelas di bagian lehernya.


"Kekuatan yang cukup mengerikan, Hana... ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, ketika melawan Kou, sepertinya kau masih menahan diri." Minami mulai menghapus darah di mulutnya.


Hana menarik nafas dalam-dalam lalu ia melepaskan aura dan dorongan besar, mampu untuk membuat Minami tertekan dengan gelombang air yang bermunculan di sekeliling arena.


"Perasaan ini cukup menakjubkan! Ternyata bergabung dengan Leviathan adalah pilihan yang tepat untuk bisa menerima semua kekuatan ini...!!!"


"Semua kekuatan ini terasa mengalir seperti air terjun dan hujan deras... tidak akan batasan, semuanya terus mengalir begitu cepat!!!" Hana tersenyum serius dan merasa bangga terhadap dirinya sendiri.


"Dia bergabung dengan Leviathan... kah...?" Ekspresi Minami terlihat kaget karena ia terus merasakan kekuatan Hana yang mengalir begitu cepat tanpa sedikit batasan yang menghalangi.


"Baiklah, mari kita lihat... apa yang bisa aku lakukan!" Hana melesat ke depan lalu berhenti di belakang Minami yang terlihat kebingungan dengan kecepatannya.


"Guggghhh...!!!" Perut Minami beberapa pukulan dari air yang terasa sangat perih, ia menoleh ke belakang lalu melancarkan beberapa serangan tetapi Hana menghindarinya dengan mudah.


Hana muncul di belakang Minami lalu menusuk perutnya sampai ia terdorong ke depan, Minami melepaskan Shining Justice lainnya tetapi Hana berhasil menangkis serangan itu menggunakan tapaknya.


"Ahhh---" Wajah Minami langsung menerima satu pukulan yang mampu mendorong dirinya ke belakang, mengenai beberapa ombak yang membuat punggungnya tersengat beberapa kali.

__ADS_1


"Sekarang kau telah menyaksikan potensi penuh dan kedalaman dari kekuatanku...!!!"


"Shiratori Minami!!!"


__ADS_2