Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1004 - Zerdians


__ADS_3

Kountraverse telah merasakan kekalahan dalam peperangan Ragnarok sebanyak dua kali, semua kesalahan yang mereka terima disusun ulang hanya untuk memperbaikinya di masa depan.


Perbaikan kesalahan dalam peperangan dan pertarungan telah dilakukan oleh ras yang bernama Zerdians yang memberikan berbagai macam tes dan tantangan.


Brimgard adalah salah satu alasan yang dapat mengubah kelayakan Kountraverse sampai menetapkan posisinya di bawah Touriverse tanpa henti sampai tidak ada satu pun layer yang dapat melewati atau mengganti posisinya.


Pilihan yang dilakukan oleh Brimgard memberikan hasil yang memuaskan, awalnya dia hanya ingin menjadi seorang Mortal biasa yang menikmati pertarungan dan peperangan Gladiator.


Awalnya tujuan Zerdians memang tidak jauh berbeda dari peperangan yang selalu mereka lakukan sebagai tradisi atau budaya, hanya saja semua itu berubah sedikit demi sedikit ketika perang Ragnarok mulai.


Karena Kountraverse mengalami kekalahan atas sebagian ras yang berkurang secara drastis sampai banyak sekali yang punah karena peperangan.


Tetapi untuk Zerdians, mereka tidak mengalami kekurangan apapun karena mereka terus bertahan dan bertarung sampai mengurangi banyak jumlah anggota di Touriverse.


Ragnarok pertama dan kedua yang terjadi jutaan abad yang lalu, sebagian penghuni Touriverse mencoba untuk menghindari perlawanan dari para Zerdians karena mereka sangat mengerikan dalam peperangan.


Tubuh mereka yang lebih besar dari ras biasa seperti Legenda, iblis, dan Manusia. Ditambah dengan dua tangan tambahan sampai mereka dengan mudah bisa mematahkan dan menghancurkan tubuh seseorang tanpa kesulitan apapun.


***


"Bertarung!!! Bertarung!!! Bertarung!!!" Saat ini terjadi sebuah peperangan dalam arena Gladiator.


Banyak sekali ras Zerdians yang memperhatikan sampai mendukung dengan menghantam perisai mereka menggunakan kepala mereka sampai hancur satu per satu.


Ada juga yang memegang dua pedang hanya untuk mengadunya beberapa kali sampai menyebabkan banyak suara bising yang memberikan semangat besar untuk para Zerdians yang sedang bertarung itu.


Tradisi yang sering dilakukan hampir setiap hari dimana Zerdians melatih kemampuan mereka, bertarung sampai mati dalam tradisi dan budaya Gladiator.


Hasil yang sebenarnya adalah tidak ada satu pun korban yang gugur karena mereka sudah cukup terlatih sampai terus menikmati pertarungan dan peperangan sampai menyebabkan tubuh mereka terluka cukup parah.


Luka yang mereka terima masih belum menghentikan para Zerdians untuk terus bertanding dalam arena tersebut, berjumlah 20 Zerdians yang memiliki dua pihak dengan jumlah 10.


Mereka semua terus menabrak satu sama lain lalu melancarkan beberapa serangan fisik dan senjata untuk terus bertarung sampai para penonton terus mengeluarkan suara senjata keras untuk menyemangati mereka.


Kehadiran Brimgard langsung menghentikan tradisi itu sampai perhatian seluruh Zerdians tertarik menuju Brimgard yang baru saja muncul dari atas langit bersama ras Zerdian lainnya.


"Hanya bangsa Zerdian yang sudah mahir dalam apapun menduduki Domain of Varka." Ucap seorang Zerdian yang melayang di sebelah dirinya.


"Bagaimana dengan proses bangsa Zerdians lainnya di luar Dountry?" Tanya Brimgard.


"Mereka juga melakukan hal yang sama, Abang. Tidak jauh dari peraturan yang kau buat sebelumnya yaitu bertarung dan berperang untuk mempersiapkan hari dimana Ragnarok akan datang."


Brimgard mendarat di atas tanah sampai seluruh Zerdians langsung melepaskan sebuah teriakan deklarasi seperti kemenangan karena pemimpin bangsa mereka telah datang.


""Hoh! Hoh! Hoh! Hoh! Hoh!""


Mereka terus melepaskan suara yang terdengar penuh semangat akan peperangan, suara itu terus keluar melalui mulut mereka dengan keempat tinju mereka yang terus memukul dada mereka masing-masing tanpa henti.


"Sepertinya kalian mengalami waktu yang cukup menyenangkan untuk menjalankan tradisi Gladiator ya." Brimgard mulai berbicara sampai seorang Zerdians yang mengadakan upacara itu mendarat di sebelahnya.


"Leluhur Brimgard... atas kesalahan saya, biarkan saya menerima hukuman dari Anda karena sudah mengadakan tradisi Gladiator terlalu sering." Zerdian itu berlutut di hadapan dirinya.


"Bangkitlah, tidak perlu merasa bersalah akan melakukan tradisi dan budaya... kau juga tidak membutuhkan yang namanya izin untuk melakukannya."


"Lagi pula aku ingin bangsa Zerdians untuk tetap memuncak tinggi sebagai bangsa petarung yang menyukai peperangan sampai mereka tidak akan pernah berhenti sampai meraih kemenangan..."

__ADS_1


"...kekalahan yang kita rasakan sebelumnya hanyalah sebuah pelajaran untuk kita sebagai bangsa Zerdian."


"Tetapi, leluhur... seharusnya kita tidak bisa membiarkan ras Kountraverse lainnya untuk memberikan beban besar yang menyebabkan kekalahan lainnya."


"Itu benar... dan itu adalah alasan kenapa aku menjadi seorang Dewa hanya untuk memperbaiki semua kesalahan yang dilakukan oleh seluruh penghuni Kountraverse."


"Tradisi yang sering dilakukan oleh Zerdians juga sekarang sudah dilaksanakan oleh ras lainnya, yang paling penting adalah kita juga memerlukan istirahat."


"Bertarung terlalu berlebihan hanya akan membuat kita menjadi seorang bangsa Zerdian yang hanya mementingkan otot dan pertarungan..."


"...yang perlu kita raih hanya satu yaitu kemenangan untuk bisa memberikan evolusi baru bagi ras kita yaitu Zerdians." Brimgard menepuk dadanya cukup keras sampai memberikan mereka semua semangat.


""Hoh! Hoh! Hoh! Hoh! Hoh!"" Mereka semua mengeluarkan suara bersemangat selagi menepuk dada mereka tanpa henti.


"Baiklah, langsung saja kepada intinya..."


"...aku ingin---" Perkataan Brimgard terpotong oleh beberapa Zerdians di hadapannya yang menyediakan sebuah karpet merah untuk dirinya bersama adiknya agar mereka berpartisipasi dalam tradisi ini.


"Bagaimana, Zeindall? Apakah kau ingin melakukan sedikit tradisi bersamaku?" Tanya Brimgard.


"Jika kau ingin melakukannya maka aku tidak bisa menolak sebuah tawaran yang berkaitan dengan pertarungan." Ucap Zeindall selagi menepuk dadanya beberapa kali.


"Kalau begitu lakukan yang terbaik."


Beberapa menit kemudian, semua Zerdians yang menyaksikan tradisi Gladiator mulai melepaskan banyak teriakan keras selagi menepuk dada mereka menggunakan palu yang sangat besar.


Tepukan dengan palu itu menandakan bahwa tradisi Gladiator saat ini diikuti dengan seorang Zerdians yang sangat kuat dan legendaris sampai mereka dapat melihat Brimgard dan Zeindall berjalan keluar dari kedua sisi yang berbeda.


Mereka berdua juga mengenakan sebuah pakaian tradisi dari Zerdians yang terlihat seperti para Gladiator biasa, "Kau ingin menjalankan peraturan yang mana, Zeindall?"


"Kau langsung menggunakan Zerdianserker...? Aku kira kita akan melakukan pemanasan terlebih dahulu." Brimgard melangkah ke depan selagi meninju tapaknya beberapa kali.


[Zerdianserker] adalah sebuah kekuatan tambahan yang dapat meningkatkan seluruh atribut pada tubuh seorang Zerdian ketika berpartisipasi dalam sebuah peperangan.


Semakin kuat tekad dan niat Zerdian bertarung maka semakin kuat kemampuan tersebut, semua keuntungan itu terdapat dalam segi situasi sepeti peperangan dan pertarungan satu lawan satu.


Kemampuan itu memberikan peningkatan ketahanan dan kekuatan akan Zerdian ketika bertarung satu lawan satu, tetapi ketika melawan banyak sekali pasukan dalam sebuah peperangan maka efeknya akan meningkat lebih besar lagi.


"Abang...!!!" Zeindall melompat ke atas lalu ia mendarat sampai memunculkan banyak sekali gunung besar di hadapan Brimgard yang berhasil ia pukul dengan mudah.


Zeindall bermain secara agresif sampai seluruh Zerdians yang memperhatikan mempercepat tepukan dada mereka sampai memberikan semangat untuk kedua saudara yang sedang bertarung itu.


"Kalau begitu aku tidak perlu bermain-main denganmu ya..."


"...bukan seorang Zerdian jika kau bermain-main dengan musuhmu sendiri!" Brimgard melesat ke depan sampai tubuhnya meruntuhkan gunung besar itu sampai Zeindall disambut dengan sebuah pukulan.


Pukulan itu mengenai wajahnya lalu ia dapat melihat kedua lengan tambahan Brimgard menangkap tubuhnya lalu membanting dirinya di atas tanah tanpa henti sampai ia melemparnya ke belakang.


Zeindall melihat Brimgard melompat ke arah dirinya untuk menginjak-injak tubuhnya tetapi ia berhasil berguling ke sebelah lalu bangkit untuk menyambut kedatangan dirinya dengan beberapa pukulan.


Semua pukulan itu berhasil diterima oleh tubuh Brimgard sampai ia langsung memasang tatapan tajam untuk menghajar dirinya, "Seorang Zerdian tidak memandang lawannya...!"


Zeindall melompat melewati Brimgard lalu ia mencoba untuk mencekik lehernya dari belakang tetapi Brimgard langsung melompat ke belakang sampai membanting tubuhnya dengan bebannya sendiri.


Brimgard melompat ke depan lalu ia berbalik arah menuju arah Zeindall sampai kedua suara itu melompat tinggi ke atas lalu melancarkan sebuah pukulan yang saling mengenai wajah mereka secara bersamaan.

__ADS_1


Hantaman yang mengenai pipi mereka masing-masing langsung melepaskan tekanan dan dorongan besar yang cukup untuk menghancurkan arena itu sampai mereka terjatuh di atas tanah.


Brimgard mendarat di hadapan Zeindall yang terlihat lelah karena menerima banyak sekali pukulan dan bantingan darinya, "Kau sudah melakukan pertarungan yang terbaik, Zeindall."


Brimgard menepuk dadanya menggunakan kedua tinjunya selagi melangkah maju menuju Zeindall untuk membantu dirinya berdiri, "Zerdians tidak pernah menunjukkan rasa belas kasihan..."


"...terutama lagi dalam pertarungan, apa yang mereka raih bukanlah sensasi siapa yang terkuat melainkan siapa yang akan bertahan."


"Ya, kau benar, Abang..." Zeindall kembali memulihkan tubuhnya dengan menepuk dadanya beberapa kali.


Jika Zerdian sedang bersemangat dan terbakar penuh motivasi untuk meraih kemenangan maka tepukan yang mereka lakukan terhadap dada mereka memberikan pemulihan yang cukup untuk terus membantu mereka bertarung dalam pertarungan.


""Hoh! Hoh! Hoh! Hoh! Hoh!""


Semua Zerdians terlihat begitu senang ketika menyaksikan pertarungan antar kedua Zerdians yang berada di tingkatan tertinggi sampai pertarungan berjalan lebih cepat hanya dengan sebuah pukulan biasa.


"Kalau begitu, aku ingin kau mengumpulkan seluruh Zerdian agar kita bisa membahas tentang kedatangan Ragnarok yang ketiga." Perintah Brimgard.


"Dengan senang hati, Abang." Zeindall mengeluarkan sebuah taring naga yang langsung ia tiup sampai melepaskan suara yang sangat kencang sehingga menarik perhatian seluruh Zerdian yang berada di Kountraverse.


Hanya dengan satu lompatan yang mereka lakukan saja sudah cukup untuk membawa mereka menuju tempat pertemuan yaitu arena Gladiator yang sangat besar khusus untuk sebuah tantangan tersulit.


Beberapa menit kemudian, Brimgard melayang ke atas langit lalu ia dapat melihat banyak sekali Zerdians yang menyambut dirinya dengan sebuah tepukan dada untuk menunjukkan tradisi ras mereka tersendiri.


"Para Zerdians...! Kita telah dikumpulkan dalam sebuah pertemuan yang sangat besar dimana seluruh bangsa Zerdians berkumpul dalam satu tempat!" Zeindall berbicara di hadapan mereka semua.


"Dengan ini Zerdians dapat mendengarkan banyak sekali informasi penting yang akan terjadi dalam waktu terdekat..."


Zeindall mengalihkan pandangannya kepada Brimgard yang langsung mengangguk pelan bahwa dirinya bisa langsung menjelaskan intinya karena para Zerdians akan mengerti dengan cepat.


Tanpa sebuah penjelasan atau perkataan penuh basa-basi, Zeindall melakukan tepukan dada cukup keras sebanyak lima kali sampai semua Zerdians memasang ekspresi yang terlihat ganas akan semangat.


""PERAAAANG!!! HOH! HOH! HOH! HOH! HOH! PERAAAANG!!!""


Seluruh bangsa Zerdians langsung memeluk dada mereka sebanyak lima kali dengan nada yang sangat keras, "Kita akan disuguhi kembali dengan yang dinamakan sebagai perang akbar..."


"...Ragnarok!"


""RAGNAROK! HOH! HOH! RAGNAROK! HOH! HOH! RAGNAROK!""


Reaksi yang terlihat begitu bersemangat akan perang akbar, tidak ada satu pun dari mereka menunjukkan ekspresi ketakutan sama sekali karena mereka tidak pernah mati dalam perang Ragnarok.


Kali ini mereka sudah mengalami banyak perubahan yang memuaskan pandangan Brimgard sampai ia hanya bisa tersenyum melihat semua Zerdians menepuk dada mereka penuh semangat sebanyak lima kali.


"Bukankah ini pemandangan yang terlihat cukup hebat, Abang...?"


"Zerdians... tidak pernah takut akan perang dalam segi apapun..."


"...dan kita juga akan mengulangi satu hal yang sama pada saat Ragnarok mulai yaitu..."


"...kita akan tetap bertahan tanpa kekurangan anggota apapun!"


...


...

__ADS_1


...[Zeindall Zio - The Ruler of Zerdians]...


__ADS_2