
Kelima pemberontak bersama dengan seorang penyihir musik mulai menggunakan waktu singkat mereka untuk menikmati istirahat karena sudah bertarung sekuat mungkin melawan Golem Elemental sempurna ciptaan Dewa Demetrio.
"Empat Grimoire sudah kita hancur... lama-lama pekerjaan ini semakin membosankan jika tidak ada korban menyebalkan jatuh." Ucap Koizumi yang mulai berbicara selagi menikmati kentang goreng.
"Bukannya bagus jika kita berhasil menghancurkan sumber kekuatan mereka sehingga kita dapat menyerang semua Saint dan kandidat itu sebelum membangkitkan para dewa?" Tanya Ako.
"Apakah itu artinya kita tidak akan bertarung dengan Dewa jika sudah menyingkirkan para Saint dan kandidat!?" Hinoka memasang tatapan kaget karena ia sudah tidak sabar untuk melihat Dewa.
"Ahh... masuk akal juga ya, jika Grimoire dan kuil elemen mereka sudah hancur maka tidak ada satu pun kesempatan untuk membangkitkan para dewa elemen." Jawab Konomi.
"Setidaknya aku bisa membunuh mereka dengan God Lenergy...! Legenda yang memiliki sumber Lenergy dengan esensi dewa tetap bisa disebut sebagai Dewa!" Ucap Koizumi.
Mereka berempat terus berbicara, membiarkan Shinobu yang sedang duduk manis selagi membaca buku, tidak mengeluarkan satu pun kata karena ia memilih untuk memakan karamel madu dan menikmati hobinya.
"Ngomong-ngomong, apakah Golem itu menjatuhkan sesuatu?" Tanya Anastasia untuk memastikan karena ia tahu kenapa Demetra bisa berubah menjadi Golem.
"Menjatuhkan sesuatu...? Maksudmu itu seperti material atau semacamnya?" Tanya Konomi.
"Kami tidak melihat apapun di dalam sana, semua tekanan God Lenergy yang tidak bisa kita ukur dan rasakan menghilang begitu saja tanpa jejak apapun."
Anastasia langsung memegang dagunya sendiri, tujuan utamanya saat ini adalah membantu kelima gadis pemberontak itu selagi menyamar sebagai penyihir yang menyukai eksperimen.
Dengan membantu dan tentunya menjadi salah satu rekan mereka akan menyempurnakan kristal kekacauan yang selalu ia sembunyikan di dalam tubuhnya.
Para kandidat dan tentunya Kebangkitan Dewa akan menjadi masalah bagi dirinya karena mereka pasti akan mengacaukannya dengan turun tangan terhadap perbuatan Mortal yang sudah melampaui tingkat batasannya sendiri.
Seperti menciptakan sesuatu yang dapat mengancam alam semesta, semua populasi, atau mungkin sampai berkaitan dengan alam semesta tak terbatas yang tidak bisa dihitung apapun dengan masa serta waktu alternatif berbeda.
Shinobu membuka halamannya pelan-pelan dengan telinganya yang bergerak karena mendengarkan perkataan Anastasia yang mulai menjelaskan tentang kristal yang Demetra gunakan.
"Jika kalian tidak melihat kristal itu jatuh dari tubuh Demetra maka seseorang bisa saja memasukkan kristal tersebut ke dalam jantungnya..."
"...mengubah dirinya menjadi ciptaan yang sudah dimasukkan ke dalam kristal sebagai wadah, bisa di bilang kristal itu sudah mengandung rapalan sihir yang mutlak."
"Membutuhkan God Lenergy yang besar dan sempurna untuk menciptakannya sampai aku sendiri tidak yakin... mungkin saja Golem Elemental lainnya akan lahir jika kalian tidak merebut kristal itu."
"Begitu ya... entah siapa pun itu, aku akan menghajar mereka semua!" Kata Koizumi yang terlihat serius karena membunuh satu Saint yang berubah menjadi Golem saja sudah puas.
"Kita hanya memiliki tiga Grimoire tersisa." Shinobu mulai berbicara sekarang, buku yang baca mulai ia tutup sampai berubah menjadi daun yang ia masukkan ke dalam sakunya.
"Grimoire of Plant, Grimoire of Earth, dan Grimoire of Thunder." Shinobu mengeluarkan sebuah kertas besar hampir seperti peta yang ia tempati di atas meja sampai mereka mulai melihatnya.
"Anuu... Mungkin kita akan memperjuangkan dua buku ini..." Shinobu mulai membulatkan gambar Grimoire of Plant menggunakan pensil yang ia bawa.
"Ehh? Maksudmu dengan memperjuangkan dua buku...? Apakah Grimoire ini sudah hancur atau direbut kembali oleh kandidatnya?" Tanya Koizumi.
"Tidak kok, setelah kita menyelesaikan istirahat ini maka aku ingin kalian semua pergi bersama diriku untuk menemui seseorang." Shinobu mengambil kembali kertas itu.
"Terdapat dua Grimoire yang terletak di tempat berdekatan... Grimoire of Earth dan Electric... kita perlu waspada dengan kandidat tanah yang bernama Admon karena dia adalah pemimpin dari para kandidat itu."
__ADS_1
"Kalau begitu... waktu istirahat sudah cukup?" Tanya Shinobu yang mulai mengenakan kembali Kisetsu nya yang terasa gerah bagi dirinya di cuaca musim panas seperti ini.
"Kamu tidak perlu memaksakan dirimu sendiri untuk tidak mengenakan Kisetsu, Koneko~ menggunakan pakaian keseharian saja tidak apa kok~" Kata Hinoka selagi mengelus kepalanya.
"Tidak mau... nanti Koneko tidak terlihat seperti bangsa Legenda yang memperjuangkan masa depan dari dewa..." Kata Shinobu dengan kedua telinganya yang ia turunkan.
Mereka semua menghabiskan semua hidangan yang dipesan lalu bersiap untuk mengurus dua Grimoire yang masih tersisa, setelah mempersiapkan semua itu mereka langsung mengikuti Shinobu yang terbang meninggalkan planet itu.
Mereka mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya karena Shinobu pasti merencanakan sesuatu yang berada di luar nalar mereka ketika ia membacakan sesuatu tentang Grimoire of Plant yang tidak perlu direbut.
Tidak lama kemudian, mereka semua mendarat di daerah yang sangat dekat dengan kerajaan penuh dengan bangunan, mereka juga sadar bahwa planet yang mereka tempati saat ini tidak memiliki tumbuhan atau pohon sedikit pun.
Semuanya terbakar hangus sampai mengubah wilayah yang asalnya penuh dengan kehijauan berubah menjadi padang pasir tanpa kehidupan apapun yang berkaitan dengan tumbuhan.
"Tempat ini buruk sekali... musim panas yang bisa disebut neraka di planet yang bernama [Levaste]." Kata Koizumi selagi menggerakkan kerah bajunya untuk mengumpulkan angin.
Ako dan Konomi mulai mengeluarkan sihir es mereka agar bisa merasakan kesejukan dalam cuaca yang terasa seperti neraka dalam planet tanpa tumbuhan itu.
"Aku juga ingin...! Bagikan kepadaku juga, Ako~" Kata Hinoka yang mulai mendekati Ako sampai ia menerima satu es batu darinya yang mendinginkan tubuhnya itu.
Shinobu dapat melihat dari jarak yang sangat jauh, kerajaan yang berada di depannya penuh dengan kesatria Legenda yang sedang mengadakan festival pembukaan untuk menyambut Kaisar mereka.
Tugas mereka saat ini bukan mengurusi Kerajaan atau sesuatu yang berkaitan dengan raja melainkan mencegah pembukaannya gerbang Realm of Elements yang akan disebabkan oleh para kandidat dan pengikutnya.
"Kalian datang juga, mungkin aku lumayan terlambat karena sibuk membawa banyak tanaman." Suara seorang pria mulai terdengar dari belakang.
Koizumi dan Konomi sudah jelas merasa tidak asing dengan suara itu, mereka menoleh ke belakang lalu melepaskan serangan menuju arah dirinya yang berhasil ia serap menggunakan tumbuhan di kedua bahunya.
"Shinobu Koneko, apakah kau tidak memberitahu mereka bahwa kita akan mengajukan sesuatu?"
"Kakak... Konomi... tidak perlu kasar seperti itu, ini yang aku maksud tadi... kita tidak akan merebut Grimoire of Plant dari kandidat yang bernama Gallus." Shinobu mendekati Gallus yang sedang mengusap peliharaan tumbuhan di bahunya.
"Mungkin aku harus membicarakan langsung dengan kalian bahwa aku sebagai kandidat dewa tumbuhan tidak begitu tertarik dengan apa yang mereka semua rencanakan." Gallus mulai berbicara.
"Aku tidak tertarik dengan menyebarkan kepercayaan terhadap elemen tumbuhan kepada semua orang, biarkan proses berjalan saja."
"Yang lebih penting dari semua itu adalah perintah Dewiku yang bernama Rosa, dia juga tidak begitu tertarik soal kepercayaan asalkan semua planet atau wilayah dipenuhi dengan keseimbangan."
"Keseimbangan yang aku maksud adalah... selama ini aku ingin menumbuhkan banyak sekali tumbuhan di planet yang bernama termasuk planet rusak seperti ini."
"Kerajaan di depan memiliki kebencian terhadap tumbuhan sampai mereka memutuskan untuk membakarnya sampai hangus..."
"...Dewi Rosa marah besar sampai aku juga sama, tumbuhan itu makhluk hidup yang seharusnya kita jaga dengan penuh kasih sayang." Kata Gallus selagi mengusap kedua tumbuhan di bahunya.
"Itulah kenapa aku ingin mengajukan sesuatu kepada kalian bahwa... tidak ada yang namanya perselisihan di antara kita, tujuanku dan Dewi Rosa berbeda dengan mereka."
Gallus mengeluarkan Grimoire of Plant dari dalam jas hujannya itu, "Tunggu dulu... ini sangat mencurigakan, jika kau ingin melindungi tumbuhan-tumbuhan itu, kenapa kau menyerahkan Grimoire tersebut?"
"Sudah jelas bukan? Diriku bersama Shinobu sudah mengajukan sesuatu... jika aku menghancurkan Grimoire ini maka dia akan memberikanku daun emas yang dapat memperkuat sihir tanaman itu."
__ADS_1
"Dewi Rosa sendiri tidak begitu tertarik dengan Grimoire ini, bisa dibilang buku yang ia wariskan kepadaku hanya bonus." Gallus membuka buku tersebut untuk mencari halaman penghancur.
"Aku masih tidak bisa mempercayai dirimu..." Konomi terus mengarahkan Railgun yang ia pegang kepada Gallus sedangkan Koizumi sudah bersiap-siap untuk memutuskan lehernya.
Shinobu mengangkat tangan kanannya ke atas lalu mereka bisa melihat dirinya menyentuh sesuatu yang tidak bisa di lihat, cahaya yang tak kasat mata mulai menampakkan sesuatu sampai membentuk daun emas.
"Kalau begitu... aku ingin membicarakan secara langsung dengan Dewimu, bukannya seorang Kandidat dapat dirasuki oleh dewa mereka?" Tanya Shinobu.
"Kamu tidak perlu membicarakannya lagi, Shinobu. Aku di sini... Dewi Rosa." Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat tanaman di bahu Gallus mulai berbicara.
"Aku dapat merasuki tanaman apapun lalu memberikannya sebuah kehidupan yang sama seperti hewan dan tentunya kita semua sebagai bangsa Legenda."
"Memang benar... aku tidak begitu peduli dengan namanya pengikut karena tumbuhan yang berjalan dengan seimbang saja sudah jauh lebih dari cukup dengan penyebutan pengikut."
"Alam semesta tanpa sebuah tumbuhan, atau apapun yang tidak memiliki sesuatu seperti sumber kehidupan dan tentunya alam akan berjalan tidak seimbang."
"Itulah kenapa aku membutuhkan kekuatanmu itu, Shinobu. Golden Sunshine yang dapat menghancurkan dan memulihkan apapun sampai menciptakan daun yang dapat menumbuhkan banyak tumbuhan."
Shinobu langsung percaya, mereka tidak berbohong sama sekali soal tumbuhan atau apapun yang berkaitan dengan alam bisa disebut sebagai pengikut mereka, bukan hanya makhluk hidup seperti ras.
"Baiklah, aku percaya."
""Shinobu!?" Mereka semua terkejut termasuk Anastasia yang sudah pasti tidak mempercayai apapun yang dikatakan oleh Dewa dan Dewi.
"Tenang saja... Koneko percaya." Shinobu tersenyum polos kepada mereka semua karena jika ia percaya maka semuanya akan terasa mutlak sampai harus diterima.
"Kalau begitu, Gallus... sisanya aku serahkan kepadamu--- ahh, sebelum itu."
"Tidak semua pengikut kami dan tentunya Saint Plant yang bernama Hazel tidak ingin mengikuti apa yang kami lakukan..."
"...mereka tetap melakukan apa yang Admon rencanakan karena dia adalah kandidat dewa tanah, Dewa Tanah bisa dibilang pemimpi untuk seluruh Dewa Elemen karena bumi atau tanah sendiri memiliki semua unsur elemen."
"Hazel memiliki elemen tanaman yang berkaitan dengan jamur, aku sarankan kalian semua untuk berhati-hati dengannya..." Peringat Rosa.
Shinobu mengangguk dengan ekspresi polosnya itu lalu ia melihat Gallus menemukan halaman penghancur itu yang akan ia bacakan sebagai tanda perjanjian.
"Dengan menggugurkan semua dedaunan dan tanaman seperti di musim gugur... layukan lah semua alam dengan menghancurkan buku ini... layukan!"
Buku tersebut langsung melayang di atas langit sampai terbuka lebar lalu memancarkan cahaya hijau muda yang mulai menjatuhkan banyak rumput.
Setelah itu, Grimoire tersebut hancur begitu saja dengan daun gugur yang berwarna coklat berjatuhan di sekeliling mereka sampai Shinobu memberikan daun emas itu kepada Gallus.
"Apakah kalian yakin...? Anuu... mencoba untuk melawan kerajaan dan tentunya menumbuhkan tumbuhan di planet sebesar ini sendirian?"
"Itulah kenapa, menggunakan Grimoire sendiri tidak cukup... Gallus di sini dapat melihat sumber kehidupan alam dari seseorang dan itu adalah dirimu yang melebihi Grimoire." Kata Rosa.
"Kalau begitu, semoga beruntung." Shinobu melayang ke atas langit sehingga mereka semua melihatnya mulai pergi dan meninggalkan Gallus sendirian.
"Terima kasih, Shinobu Koneko. Aku harap kalian dapat menyelesaikan kewajiban kalian dengan menghentikan Admon bersama yang lainnya." Kata Rosa.
__ADS_1
"Mm...! Koneko..."
"...akan berjuang!"