Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1062 - Kondisi Darurat itu


__ADS_3

Ako dapat merasakan pergerakan tangan di belakangnya sehingga ia berhasil menoleh ke belakang lalu melepaskan satu panah yang membekukan lengan kanan Artemus sampai mengejutkan dirinya.


"Untungnya sahabat baikku sudah melatih pendengaranku agar aku dapat mendeteksi pergerakan serumit apapun berdasarkan suara yang di dengar..." Ucap Ako.


"Jadi Sephira Hybrid yang kita lawan tidak memiliki daya kekuatan apapun dari fisik atau sihir melainkan cakram itu adalah salah satunya serangan yang ia miliki." Ucap Yuffie.


"Ya... percuma saja sihir dan fisik bagus, tetapi jika tidak bisa mengimbangi kecepatan ini!!!" Artemus menarik lengan Ako sehingga ia langsung terbawa oleh dirinya.


"Ako...!!!"


Artemus membanting tubuh Ako beberapa kali di atas daratan sehingga ia mulai mencoba sekuat mungkin untuk bisa beras dari genggaman tangannya yang membawa dirinya terus menerus.


"Apa yang kau dapat lakukan sekarang, hah!? Bangsa Legenda...!!!" Artemus terus membanting tubuh Ako di atas daratan yang tidak terlihat itu tetapi rasanya bisa dikatakan cukup menyakitkan.


Skales melepaskan banyak sekali prajurit ular kecil yang mencoba untuk menyerang Koizumi, tetapi semua itu berhasil ia lawan dengan melancarkan tebasan pedang Gluttony yang mengeluarkan api neraka.


Api neraka itu membentuk wajah dari Phoenix yang mulai memakan semua ular itu tanpa sisa, melihat bentuknya saja sudah membuat Koizumi terkejut karena ia seolah-olah berpikir dirinya memang memiliki kekuatan makhluk mitologi.


Skales melompat menuju arah Koizumi hanya untuk melancarkan satu serangan menggunakan tongkat kobra itu tetapi ia gagal ketika Koizumi melepaskan api neraka yang berbentuk Phoenix sampai menabrak tubuhnya.


"Cih...!!!" Skales mengembungkan pipinya untuk meluncurkan gelombang racun tetapi Koizumi berhasil menahannya menggunakan Greed sampai ia mengubahnya menjadi api neraka beracun menuju arah dirinya.


Skales menerima pembakaran api neraka itu sehingga ia merasa kesakitan tetapi ia langsung keluar dari dalam mulutnya sehingga Koizumi sadar bahwa Serpentine memiliki banyak sekali tubuh.


Jika tubuh Serpentine terluka parah maka mereka bisa keluar melalui mulutnya untuk meninggalkan tubuhnya yang sudah tidak ada kegunaan lainnya, "Sungguh menjijikkan...!"


"Apakah itu saja...?" Tanya Skales yang melesat menuju arah Koizumi untuk melancarkan serangan belati yang terbentuk dari taring ular kuno untuk meracuni tubuhnya itu.


***


"Daya kekuatanmu memiliki ketangguhan besar dibandingkan Shiratori Shira, terutama lagi daya tahan itu tidak mengecewakan diriku sama sekali..."


"...seharusnya kau sudah mati tadi tetapi daya tahan yang kau pegang telah membantu dirimu untuk tetap menambahkan batasan waktu dari kehidupanmu sendiri."


"Kekuatanmu dapat digunakan untuk membuka berbagai macam jalan, tetapi masih belum cukup membuka jalan menuju cara agar bisa melawan diriku ini!"


"Apakah itu saja yang akan kau katakan...? Mendengar dirimu yang membicarakan ketangguhan ini dan itu hanya membuatku semakin geram...!"


"Harga diriku tidak akan pernah bisa mati selama aku dapat menghentikan dirimu, tetapi sekarang aku akan mengerahkan semua kekuatan yang aku miliki demi bisa menghentikan dirimu...!!!"

__ADS_1


Haruki mulai melepaskan aura dan dorongan besar yang mampu menggerakkan rambut Brimgard sampai terus bergerak karena embusan dari angin itu, ia juga merasakan ruang ketiadaan itu mulai berguncang dahsyat.


"Ini dia... sekarang kau benar-benar memperlihatkan ketangguhan itu kepada diriku sendiri, bisakah aku mengetahui namamu, bangsa Legenda?" Tanya Brimgard.


"Haruki... Shichiro Haruki...?" Haruki mengepalkan kedua tinjunya sampai tubuhnya melepaskan lebih banyak kekuatan dan dorongan di sekitarnya yang mampu menumbuhkan kejutan kepada Arata dan Shira.


Brimgard terus berdiri tegak selagi memperhatikan Haruki yang sudah mengumpulkan banyak sekali kekuatan di dalam tubuhnya untuk melepaskan serangan gelombang menuju arah dirinya itu.


"Maju...!"


"Disrupter Vengeance...!!!"


Haruki meluncurkan gelombang non-tipe yang mampu membatalkan seluruh kekuatan dan energi sihir musuh dengan akurasi 100% mengenai musuh tersebut.


Kemampuan ini juga dapat menegasikan kekuatan dan durabilitas musuh sehingga menembus semua bentuk, formasi, wujud, maupun ukuran.


Brimgard melebarkan matanya ketika merasakan kekuatan yang begitu berbahaya di dalam gelombang tersebut sehingga ia langsung menahannya, sihir Haruki menembus tubuh Brimgard sampai menjalar luas ke belakang.


Gelombang itu juga tidak sengaja mengenai rekannya sendiri tetapi semua itu ia lakukan demi bisa menghentikan seseorang yang sudah memegang Kountraverse.


Gelombang itu tidak lama kemudian menipis sampai menimbulkan banyak sekali asap dimana-mana sehingga menyebabkan perang di hadapan Haruki mengalami jeda karena sihir mengerikan tadi.


Asap di hadapan Haruki menipis sampai memperlihatkan Brimgard yang tergeletak di atas tanah, Arata terkejut ketika melihat Haruki berhasil mengalahkan dirinya dengan serangan tadi.


"Apakah kita---" Bahu Haruki menerima sebuah tepukan dari seseorang sehingga ia segara refleks menoleh kepada orang yang menyentuh dirinya.


"Itu adalah ketangguhan. Hebat."


Haruki dan Arata dikejutkan oleh kehadiran Brimgard di sebelahnya sehingga mereka langsung memfokuskan pandangannya kepada Brimgard yang tergeletak di atas selama ini hanyalah palsu.


"Korrina sepertinya tidak mengetahui informasi tentang Zerdian ya ketika berada di dalam situasi darurat, setengah dari tubuh Humanoid itu akan terpisah sehingga memperlihatkan kita seperti monster bertaring ungu sekarang."


Haruki menatap Brimgard untuk sekali lagi, dan ternyata perkataan itu benar karena ia tidak melihat kulit coklatnya lagi dari tubuh Humanoid yang sudah terpisah dari tubuh aslinya itu, "Itulah yang menyebabkan kami bertahan..."


"...tetapi selama aku tetap bertarung maka tubuhku akan memiliki kembali setengah dari Humanoid itu!!!" Brimgard menghantam kepala Haruki sampai tengkoraknya hancur.


Haruki berlutut di atas tanah lalu ia terjatuh dengan kondisi pingsan karena pukulan tadi benar-benar mengenai tengkorak dan otaknya sampai ia mulai tidak sadarkan diri.


"Haruki...!!!"

__ADS_1


Arata mulai bangkit dari atas tanah lalu ia membayangkan perwujudan dari senjata yang di pegang oleh Haruki hanya untuk menirunya menggunakan Tracer, "Walaupun replika..."


"...aku masih bisa memberikan perlawanan sampai Shira mengumpulkan semua harapan dan kepercayaan itu." Arata sempat melirik kepada Shira yang sedang melakukan meditasi di atas tubuh Demetrio.


***


"Mari kita hentikan semua ini...!!!" Artemus membanting tubuh Ako di atas tanah lalu ia mulai menertawai dirinya yang tidak memiliki kesempatan apapun untuk mengimbangi kecepatannya.


"Ini adalah kekuatan dari seorang strategi bernama Arte---" Artemus mengerutkan dahinya ketika melihat Ako bangkit lalu menatap dirinya dengan ekspresi tenang.


Ako mengubah Shapeshifting Arma menjadi senapan peluru Lenergy yang melepaskan ratusan energi menuju arah dirinya tetapi Artemus berhasil menghindar dengan menghilang dari lokasi tersebut.


Shizen mulai melangkah cukup cepat melingkar Anacondrai di hadapannya agar perhatiannya tidak tertarik oleh pasukan lainnya yang sedang berperang, Anacondrai itu melepaskan semburan racun menuju arah Shizen yang memunculkan perlindungan ledakan.


Koizumi muncul di hadapan Anacondrai itu untuk menebas lehernya tetapi Skales menyambut dirinya dari depan dengan melancarkan satu pukulan sampai ia terjatuh di atas tanah.


Koizumi mulai bangkit lalu ia melihat Skales melepaskan cairan beracun lainnya menggunakan tongkat kobra itu tetapi pedang Greed mulai menyerapnya sampai ia melepaskan kobaran api neraka yang mencoba untuk membakar Skales.


Koizumi melesat menuju arah Skales lalu ia melancarkan beberapa tendangan yang berhasil dihindari, ia muncul di belakang Skales lalu menebas tubuhnya menjadi dua tetapi ia berhasil mengeluarkan tubuh lainnya dari mulutnya itu.


Skales dan Koizumi dalam waktu yang bersamaan melancarkan satu tebasan yang saling berbenturan tanpa henti, "Kau gadis memang sudah memberikan diriku banyak sekali waktu yang sulit."


...


...


Arata muncul di belakang Brimgard lalu ia melihat dirinya melepaskan gelombang materi hitam tetapi ia berhasil menghindarinya dan tidak lupa untuk memasang beberapa jebakan yang ia tiru.


Brimgard melihat Arata yang mulai mencoba menyerang dirinya dari arah berbeda tetapi ia sendiri tidak tahu bahwa tujuan sebenarnya adalah melepaskan banyak sekali jebakan sebanyak mungkin untuk mengulurkan waktu.


Arata muncul di belakang Brimgard lalu ia melepaskan dua tebasan menuju punggungnya tetapi ia berhasil menangkap kedua pedang itu lalu menghancurkannya menjadi kepingan kecil.


Brimgard melakukan satu putaran yang dilanjutkan dengan sebuah tendangan sampai wajah Arata menerimanya lalu menyebabkan dirinya untuk terpental ke belakang.


Arata muncul di atas langit selagi mengumpulkan pernafasannya, "Hah... Hah... Hah..."


Brimgard melangkah ke depan lalu ia menginjak ranjau itu yang membangkitkan kobaran api neraka yang membentuk banyak sekali rantai untuk mengikat tubuhnya agar ia tidak melakukan pergerakan apapun.


"Aku tidak melihat ketangguhan apapun..."

__ADS_1


"...hanya kelemahan yang mencoba untuk menghabiskan waktu saja!"


__ADS_2