
Okaho mengepalkan tinju kanannya lalu ia melancarkan satu serangan tetapi serangannya mendadak berhenti sebelum tinjunya mengenai wajah Legenda itu, Okaho melebarkan matanya lalu ia melihat Legenda di hadapannya tiba-tiba memukul wajahnya sendiri. Peristiwa aneh kembali terjadi, Okaho awalnya sudah berpikir ingin menghajar-nya tetapi pikirannya tiba-tiba menolak dengan sendirinya seolah-olah ia memilih pilihan tersebut tanpa menyadarinya.
Hal aneh lainnya adalah Legenda itu kenapa bisa memukul dirinya sendiri, mengingatkan dirinya dengan semua Legenda yang mencoba untuk berbicara dengan dirinya tadi. Okaho menoleh kepada pelayan yang saat ini sedang menyembuhkan luka Kou, ia terlihat tidak melakukan apapun dan bahkan ia tidak memiliki kekuatan atau kemampuan aneh seperti itu. Legenda itu kembali bangkit lalu ia mencoba untuk menyerang Okaho dengan menendangnya tetapi ia berakhir menendang wajahnya sendiri.
"Okaho, hentikan! Apa yang kamu lakukan, nya?! Kau bisa menurunkan harga dirimu sebagai Comi jika terus menghajarnya dengan sihir!" Kata Minami, ia mencoba untuk menghentikan Okaho tetapi dirinya menggelengkan kepalanya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius bahwa ia tidak melakukan apapun, "Aku tidak menggunakan sihir apapun, kau pasti bisa melihat sesuatu yang merah jika aku menggunakannya!"
"Sial... dasar bocah tengik... jangan terlalu manfaatkan dirimu sebagai putri dari Korrina Comi, menurutku dan semua Legenda... semuanya derajat dan bola voliku hancur karena bocah satu itu, kalian harus menggantinya!" Legenda itu menunjuk Asriel, Okaho mencoba untuk menyerangnya dan ia merasakan penolakan lagi melalui pikirannya seolah-olah pikirannya berpikir sendiri tanpa ijin dirinya, "A-Apa yang terjadi disini...?" Ungkap Okaho.
Kou menghampiri Okaho lalu ia meraih tangan kanannya dan membawanya pergi karena ia tidak mau berurusan dengan Legenda itu, ia hanya ingin menikmati waktu damai ini bersama bukan mengurusi masalah orang. Okaho ingin menolak tetapi pikirannya malah setuju sehingga ia melupakan kejadian Kou yang terkena bola voli itu terutama bangunan pasir yang hancur itu, Mitsuki dan Marie mengajak Kou untuk membangun istana pasir yang baru tetapi Legenda itu masih di sana menunggu dan membawa teman-temannya.
"Jangan kabur, woi! Mari kita bertanding voli, jika kalian menang maka aku akan membiarkan kalian pergi jika kalah maka kalian harus membayar makan siang kami." Kata Legenda itu, seorang pelayan mencoba untuk mengusir mereka tetapi Kou meraih tangannya sehingga ia berhenti karena dia menantang orang yang salah. Okaho tersenyum serius lalu ia menatap Legenda itu dengan tatapan yang terlihat serius, "Kau menantang kami 'kah? Ayo... jika kalian kalah, bersiaplah untuk menerima hukuman dariku ya~"
Mereka menerima tantangan itu, permainan bola voli pantai ini dimainkan oleh lima orang jadi Okaho memilih Asriel, Mitsuki, Minami, dan Hana untuk bertanding. Mereka sudah memainkan voli dalam waktu yang lama jadi mereka yakin bisa menang, Rokuro awalnya dipaksa oleh Okaho untuk ikut tetapi ia menolaknya karena ia tidak mau menghabiskan tenaganya dengan menghiraukan semua Legenda menyebalkan itu, intinya dia hanya ingin menemani Haruka saja.
Honoka, Marie, dan Kou menonton pertandingan itu sambil mendukung teman-temannya, Okaho memegang erat bola voli-nya lalu ia melemparnya ke atas dan menghantam-nya menuju arah musuh, musuh itu berhasil menghantam bola itu kembali sehingga mereka bisa melihat bola itu yang melesat cepat ke arah mereka tetapi mereka merasakan penolakan di pikiran mereka, awalnya mereka ingin menghantam kembali bola itu tetapi pikiran mereka terus berpikir untuk tetap diam dan membiarkan mereka mendapatkan skor.
__ADS_1
"Ini sebenarnya kenapa sih!? Kenapa aku mendapatkan penolakan terus di pikiranku!? Tanpa disadari pikiranku berpikir sendiri dan memberiku perintah untuk tidak melakukan apa yang aku ingin lakukan." Kata Asriel, semua Legenda itu mulai merayakan kemenangan pertama mereka dan permainan kembali berlanjut sehingga Minami merasa kesal lalu melempar bolanya ke atas dan menghantam-nya sekuat tenaga sehingga bola itu sampai berlubang karena terkena kuku Minami yang tajam.
"Dasar kucing garong! Jangan gunakan kekuatan dan tenagamu itu, apakah kau lupa kuku yang kau miliki itu tajam!?" Seru Okaho.
"Ahh... Nyahahaha~ Maaf-maaf tapi setidaknya bola itu masih berbentuk bulat, itu artinya aku mencetak skor juga!" Jawab Minami, semua Legenda itu membiarkan mereka mendapatkan skor itu karena permainan voli menurut Legenda itu mencetak skor sebanyak-banyaknya walaupun mereka menggunakan kekuatan dan kemampuan, mereka juga masih bisa menggunakan kekuatan mereka untuk mencetak skor.
Okaho dan yang lainnya mulai bersiap, Legenda itu melempar bola-nya ke atas lalu ia melompat dan menghantam bola voli itu dengan tenaga penuh sehingga Hana melebarkan matanya ketika melihat Legenda itu menghantam bola volinya ke arah temannya, bola voli itu melesat menuju arah temannya dan menghantam wajahnya sampai ia terlempar ke belakang. Peristiwa aneh kembali terjadi dimana Legenda itu awalnya berpikir untuk menghantam bola itu ke arah Hana tetapi ia malah menghantamnya ke arah temannya.
"Pantai ini... tidak... kenapa semua orang bertingkah aneh seperti ini?" Ungkap Okaho, ia mendengar Legenda itu baru saja merasakan penolakan di pikirannya sehingga tubuhnya mengikuti apa yang pikirannya katakan, benar-benar mengerikan sampai mereka tidak bisa melanjutkan permainan karena salah satu teman Legenda itu mengalami luka parah di bagian wajahnya karena menerima serangan bola voli tadi.
"... ..." Okaho menoleh kepada Kou yang sedang memakan crepes, entah kenapa Okaho mencurigakan Kou tetapi ia terlihat biasa saja bahkan wajah polosnya itu mengatakan bahwa dia tidak berdosa dan tidak mungkin ia melakukan hal seperti itu karena pikirannya sendiri yang menolaknya, Okaho mencoba sekuat mungkin untuk tidak memikirkan-nya dan ia harap bahwa peristiwa itu bukan sesuatu yang serius dan membahayakan.
"Apakah permainannya selesai...?" Tanya Hana.
"Begitulah, salah satu dari mereka cedera karena teman mereka sendiri, itu benar-benar aneh sih dan mengerikan juga." Jawab Mitsuki, "Mungkin dia merasakan penolakan di pikirannya, aku juga merasakannya dari awal dan aku tidak merasakan esensi apapun terutama tidak ada satupun makhluk halus yang melakukan itu."
__ADS_1
Okaho terkejut ketika mendengar soal makhluk halus itu, itu artinya Kou tidak bersalah tentang ini, Minami mencoba untuk memperbaiki mood dengan mengajak mereka semua menikmati es serut, ia menunjuk sebuah rumah yang menyediakan es serut itu sehingga mereka setuju untuk beristirahat dan menikmati es serut di cuaca panas seperti ini. Rokuro mengangkat Haruka lalu menempati dirinya kembali di atas kursi roda untuk membawa dirinya pergi menuju toko es serut itu, Okaho menoleh ke belakang dan melihat Rokuro yang sudah membawa Haruka.
Okaho menghela nafas lega untuk menenangkan pikirannya, ia mulai menggenggam tangan Kou karena ia tidak ingin berpisah dengannya karena toko es serut itu saat ini dipenuhi dengan Legenda yang sedang antri, Minami mulai menggenggam tangan Okaho tetapi ia langsung melepaskannya, "Kau mau apa?"
"Okaho, kejam, nya... aku juga ingin di genggam..." Kata Minami sambil menurunkan kedua telinganya, "Aku bukan Kakakmu!" Seru Okaho sehingga Minami terkekeh tetapi ia masih tidak menyerah sehingga ia mencoba untuk menggenggam tangan mereka, ia hanya berhasil menggenggam tangan Hana dan Mitsuki.
Mereka tidak perlu melakukan antri ketika penjual itu melihat Okaho, ia segera menyediakan ruangan khusus untuk mereka menikmati es serut itu, mereka merasa beruntung karena sekarang mereka berada di ruangan khusus dimana mereka dapat melihat pemandangan pantai yang sangat indah, pelayan itu memesankan beberapa es serut dan makanan untuk mereka makan siang.
"Hari ini cukup menyenangkan juga ya, membangun pasir, berenang, dan berjemur... walaupun kita tadi mendapatkan masalah setidaknya masalah itu terselesaikan dengan cepat." Kata Marie sambil menikmati es serutnya.
"Kita masih memiliki banyak waktu sih, kita gunakan untuk bermain di tempat lain ya." Kata Honoka.
Mereka menikmati es serut itu bersama sehingga Mitsuki melihat seorang gadis yang sedang mengejar seorang pria, terlihat jelas bahwa gadis itu terkena maling oleh seorang pria yang sedang memegang tasnya. Mereka semua bisa melihatnya dan peristiwa aneh terjadi kembali dimana pria itu melepas tas gadis tersebut lalu terbang menuju lautan, terdapat seekor hiu yang sedang membuka mulutnya lebar dan pria itu masuk ke dalam mulut hiu tersebut.
"Oi, oi... itu tadi apa...?" Tanya Rokuro, ia sontak kaget ketika melihatnya karena seseorang pasti melakukan sesuatu terhadap pria itu, "Tidak mungkin peristiwa itu terjadi secara kebetulan bukan...?"
__ADS_1
"...entahlah."