
"Zoiru... brengsek...!!! Berani-beraninya kau memukul seorang cucu dari sang pencipta!!!" Zangetsu mulai mengamuk, ia melepaskan satu sihir kehancuran ke arah Zoiru.
Zoiru mengangkat lengan kanannya untuk menciptakan cahaya hijau yang mampu menyerap semua serangan dan kekuatan itu sehingga ia maju ke depan lalu menendang perut Zangetsu sampai menembus punggungnya.
"Kau mengaku-ngaku seperti itu membuat diriku muak, beritahu aku... memangnya dewa agung seperti diriku akan sujud kepada dirimu yang hanya sekedar mengandalkan julukan?" Zoiru menarik kakinya lalu ia mencekik leher Zangetsu.
"Zoiru! Hentikan sekarang juga...! Atau aku akan---"
"Kau akan melakukan apa kepadaku dewa segalanya? Membunuhku...? Menghapus ku? Memangnya kau bisa melakukan itu...?" Zoiru mulai mengancam Zenzaku yang terlihat kesal.
Zenzaku sempat menyadari beberapa dewa dan Dewi agung yang tidak bisa ia kendalikan atau perintah sesuatu karena harga diri mereka terlalu tebal sampai mereka hanya melakukan apa yang mereka sebenarnya inginkan.
"Zoiru!!!" Jerit Zangetsu yang mulai menghantam wajah Zoiru sampai lengan kanannya hancur.
"Zangetsu, kau menyedihkan... Lahir kembali di semesta Touriverse tetapi kalah oleh mortal tidak berguna yang bernama Shiratori Shira!!!" Zoiru menghantam kepala Zangetsu dengan daratan sampai hancur.
Zangetsu telah mati ketika menerima satu bantingan itu, Zenzaku hanya bisa diam dan terlihat kesal karena dia tidak berdaya berkat tubuhnya yang sangat tua.
"Oath's Incarnation." Ucap Zoiru sehingga seluruh anggota tubuh Zangetsu yang hancur mulai kembali pulih sampai arwah yang tadinya meninggalkan tubuhnya kembali masuk.
"Kau hanya mengandalkan julukan dan warisan dari Zangges, sungguh menyedihkan." Zoiru menampar Zangetsu sampai ia terhempas ke arah lain.
"Zenzaku, sekali lagi kau menghubungi diriku maka aku akan menghancurkan dirimu dan anak bodohmu itu." Zoiru mulai melayang lalu menunjuk kepala Zenzaku yang begitu besar.
"Seberapa besar kekuatan atau tubuh yang kau miliki, kau tidak memiliki warisan itu bukan...? Apa yang Zangges lakukan ternyata membuat dirimu frustrasi seperti ini sampai kau bisa saja mati karena terlalu tua..."
Zoiru menunjuk ke depan dan menciptakan sebuah sirkuit sihir hijau besar yang mengeluarkan kepala Bamushigaru, ia terlihat marah karena ingin makanan yang lebih banyak.
"Peliharaanku ini sedang lapar... mungkin tubuh besarmu akan menjadi santapan yang cukup lezat bagi Bamushigaru." Zoiru mengepalkan tinjunya sehingga sirkuit itu pecah.
"Kau memang brengsek seperti biasanya, Zoiru. Kau hanya mementingkan peliharaan dan kekuatan yang selalu kau inginkan..." Zenzaku mengepalkan kedua tinjunya lalu menunjuk Zoiru.
"Vanish." Zenzaku mencoba untuk menghapus Zoiru tetapi tidak bisa karena kekuatannya yang terus mengurang sampai ia bisa saja mati dalam waktu yang dekat.
"Lelucon apa yang kau coba berikan kepadaku, Zenzaku... Kau mencoba untuk melepaskan Vanish kepada dewa agung sepertiku?" Zoiru menunjuk Zenzaku sehingga ia mulai sesak nafas.
"Hugghhh...!" Zenzaku mulai memegang lehernya yang terasa seperti di tusuk-tusuk oleh sihir Oath yang Zoiru keluarkan secara tersembunyi.
Zoiru berencana untuk membunuh Zenzaku tetapi ia mendapatkan sebuah penolakan dari sihirnya bahwa Zenzaku adalah sang pencipta dan ia tidak bisa membunuhnya.
"Ck... sungguh menyedihkan, Zenzaku. Aku mengharapkan banyak darimu karena sudah mendapatkan warisan dari Zangges tetapi apa yang kau butuhkan adalah sesuatu yang cukup menyebalkan..."
Zoiru mendarat di atas tanah dan melihat Zangetsu mencoba untuk menyerangnya secara diam-diam, Zoiru menginjak daratan sampai Bamushi muncul dari dalam daratan lalu memakannya.
"Terima kasih karena sudah mau menjadi makan siang untuk anak Bamushigaru, Zangetsu." Zoiru tersenyum serius dan mengusap kepala Bamushi yang sedang mengunyah.
"Dengan kekuatan dan pengalaman yang kau dapatkan ketika menantang Ayahku, aku yakin kau bisa memenuhi apa yang aku inginkan, Zoiru."
"Berurusan dengan mortal? Yuusuatouri? Legenda yang bernama Shiratori Shira itu...? Aku menolaknya!!!" Zoiru melepaskan gelombang hijau melalui mulutnya sampai menembus perut Zenzaku.
"A-A-Aggggghhhh...!!!"
__ADS_1
"Apa yang aku inginkan adalah kekuatan dan kebebasan untuk peliharaan ku. Sebagai kontraktor dari hewan Mystical Creature of Magic..."
"...sudah kewajibanku untuk membebaskan Bamushigaru di alam semesta agar ia dapat menikmati semua hidangan yang tersedia." Kata Zoiru sambil menatap kedua tapak tangannya.
Zoiru mengangkat jarinya sampai Bamushi memuntahkan sisa tulang Zangetsu berwarna hijau sampai meleleh, ia mulai menghidupkan Zangetsu kembali menggunakan kemampuan reinkarnasi nya.
"Zangetsu... jika kau sekali lagi bersikap keras kepadaku maka aku akan membiarkan dirimu tinggal di dalam perut Bamushigaru." Caci Zoiru.
Bamushi berubah menjadi aura lalu masuk melalui perut Zoiru, Zenzaku merasa sangat kesal karena dipermalukan oleh seorang dewa yang berada di tingkat bawahnya.
Jika saja ia bisa mendapatkan kekuatannya maka ia akan menyiksa Zoiru lagi dan lagi, Zangetsu bangkit lalu menatap Zoiru dengan tatapan kesal karena ia sendiri tidak memiliki kekuatannya.
"Zoiru, dengar aku sebentar... kau menginginkan Bamushigaru untuk lepas bukan? Sebagai [Kontraktor]dari Bamushigaru, kau berhak melakukan apapun untuknya."
Zoiru baru saja tertarik ketika Zenzaku mengatakan sesuatu yang baru, "Aku mendengar... apa yang kau bisa bantu dariku?"
"Bagaimana jika kau---"
"Tidak, lupakan saja, Zenzaku. Jika kau menjawab apa yang aku inginkan maka kau pasti menginginkan diriku untuk mengumpulkan [Holy Corpse] lagi seperti biasanya."
Zenzaku terkejut ketika Zoiru mengetahui rencana lainnya, "Dengan mendapatkan Holy Corpse, aku mungkin akan menjadi tantangan yang kau inginkan."
"Kau ingin tubuh mayat Zangges? Sudah ku bilang bahwa tubuhnya menghilang dari Touriverse, dia mati menjadi debu yang tidak tersisa." Zoiru berjalan pergi.
"Kalau begitu, apakah kau mengetahui sesuatu tentang keturunan Phoenix dan semesta palsu?" Tanya Zenzaku, ia tidak memedulikan lagi soal imbalannya.
Zoiru berhenti bergerak, "Phoenix...? Sang pencipta dari Bamushigaru juga Mystical Creature yang lain?"
Zoiru tersenyum serius lalu ia menatap Zenzaku, "Sekarang baru menarik, kalau begitu aku akan mendengar sampai tamat..."
"Aku sendiri tidak begitu mengerti bagaimana cara kerja dari Mystical Creature itu karena keterbatasan fisik ini..."
"...aku yakin seseorang dapat membantu dirimu, mereka adalah keturunan Phoenix dan juga sesuatu yang berada di semesta palsu."
"Semesta palsu?"
"Ya, semesta yang di ciptakan oleh Haruka sebagai tempat untuk melarikan diri. Semesta itu masih ada dan tetap berjalan seimbang..."
Zoiru menoleh ke belakang ketika melihat dua dewa agung lainnya baru saja datang terlambat, mereka menerima panggilan juga dari Zangetsu untuk datang dan menemui Zenzaku.
"Zoiru, aku tidak menyangka kau akan menelan kata-katamu kembali." Kata Riziel, sang dewa agung Stardust.
"Bukannya kau akan menjadi babu Bamushigaru?" Sindir Edgar.
Sikap Zoiru saat ini masih baik jadi ia tidak perlu mengajar kedua dewa agung itu karena ia lebih tertarik dengan Phoenix dan semesta palsu yang di maksud oleh Zenzaku.
"Jadi? Lanjutkan, Zenzaku. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk di habiskan... aku ingin tahu soal semesta palsu itu." Kata Zoiru sambil menyilangkan kedua lengannya.
"Semesta palsu itu adalah sesuatu yang kau butuhkan jika kau ia mencapai tubuh yang sempurna... berkali-kali lipat, kau mengerti maksudku?" Tanya Zenzaku.
"Hohhhh... aku mengerti jelas apa yang kau maksud, Grimoire of Oath dan diriku yang palsu begitu?" Zoiru tersenyum serius dan semua rancangan rencana telah menginjak kesempurnaan berkat informasi itu.
__ADS_1
"Apa? Apa yang kalian bicarakan...? Rencana untuk menghancurkan Touriverse dan Shiratori Shira?" Tanya Riziel.
"Aku tidak memiliki niat untuk melakukan perintah yang di berikan oleh Zenzaku, jika kalian tidak ingin menjadi babu maka ikutlah denganku." Zoiru menunjukkan lambang Bamushigaru di tapak tangannya.
""Jangan-jangan...?!""
"Ya... membangunkan Bamushigaru dari tidurnya di semesta Touriverse, aku ingin melepaskan dirinya sebelum terlambat karena Bamushigaru sudah dalam kesulitan ketika ia makan sesuatu."
"Apa yang ia butuhkan adalah semesta, planet, kekuatan, dan arwah. Empat hal yang di jadikan sebagai makanan favoritnya." Kata Zoiru sehingga ia berjalan keluar dari ruangan itu.
Riziel dan Edgar menatap satu sama lain lalu mengangguk karena mereka sendiri ingin membebaskan Mystical Creature juga.
"Oi! Jangan berani-beraninya kalian menjadi dewa keras kepala seperti dirinya...! Jika kalian membantah Ayahku maka kematian akan---" Zangetsu melebarkan kedua matanya ketika melihat Riziel dan Edgar pergi.
"Biarkan mereka pergi, Zangetsu." Kata Zenzaku.
"A-Apa maksudmu...? Apakah kau tidak malu terhadap semua dewa seperti mereka yang tidak bersikap loyal lagi kepada kita?!"
"Tidak, apa yang Zoiru rencanakan adalah rencana kita juga. Jika dia ingin membangunkan Mystical Creature yang sangat kuat maka konflik seperti itu akan menarik banyak perhatian..."
"...Shiratori Shira pasti akan menyadarinya, bukan dia saja tetapi semua orang tidak akan bisa selamat dari kebangkitan Bamushigaru dari tidur panjangnya." Zenzaku memejamkan kedua matanya.
"Kenapa kau tidak menghapus mereka saja...?! Apa yang baru saja Zoiru lakukan sudah melampaui batasan peraturan kita...!" Seru Zangetsu yang merasa kesal karena kekuatannya masih dalam pemulihan.
"Jika aku membunuh Zoiru dan semua dewa agung maka aku akan menghancurkan pilar yang menyegel diriku..."
"...aku ingin mereka hidup dan menikmati rencana egois mereka sedangkan aku hanya menunggu kedatangan dari [Holy Corpse]."
"Ingatlah, Zangetsu. Rencana kita tidak jauh karena bantuan dari Shiratori Minami yang dengan baik hatinya membangkitkan kembali semua kuil kekuatan serta sihir."
"Kau ada benarnya... sial... Jadi kita hanya bisa diam dan melihat dewa brengsek itu melakukan apapun yang ia inginkan?!" Zangetsu mengepalkan kedua tinjunya.
***
"Kami akan mengikutimu, Zoiru. Rencana yang kau miliki sangat menarik perhatianku..." Kata Riziel sambil menunjukkan tapak tangannya.
"Kau ternyata seorang kontraktor juga, mungkin semua dewa dan Dewi agung adalah kontraktor yang memiliki peliharaan kuat..."
"...hewan peliharaan yang dapat melakukan apapun dengan perintah yang akan mereka dengar dari pemiliknya." Zoiru tersenyum jahat.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Zoiru?" Tanya Edgar.
"...aku akan menyelidiki semesta palsu yang Zenzaku maksud."
"Apa yang akan kau lakukan di tempat itu? Aku dengar bahwa dirimu dan Bamushigaru sudah mati di sana." Ketika Edgar mengatakan itu, amarah Zoiru melonjak tinggi.
"Apa...?!" Tatapan Zoiru melepaskan tekanan yang mampu menjatuhkan Riziel dan Edgar.
"Siapa yang berani-beraninya membunuh Bamushigaru dan..."
"...Zoiru sang dewa agung Oath!?"
__ADS_1