
"Aku bangga padamu, Kou Comi." Zoiru mengelus kepala Kou lalu ia menghampiri buku itu untuk melakukan ritual di hadapan Kou sedang menangis kesakitan.
"Aku tahu kamu pasti bisa, Kou..." Kou melebarkan kedua matanya ketika mendengar suara Haruka, ia melihat tubuh Haruka yang terbentuk dari aura surga yaitu putih.
Haruka mulai menyentuh bahu Kou sampai seluruh lukanya mulai kembali utuh.
"Kamu adalah ratu Touriverse... penerus Mama kita..." Kata Honoka, Kou melihat Honoka yang terbuat dari aura surga berdiri di sebelahnya selagi menyentuh bahunya.
Apa yang Kou lihat terasa seperti palsunya, ia sendiri berpikir bahwa dirinya sudah mati ketika menerima tusukan tadi, Kou hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya karena merasa gagal sebagai ratu Touriverse.
"Percayalah kepada dirimu sendiri, Kou!" Seru Korrina dari belakang Kou, ia mulai memeluk dirinya sampai membuat Kou sadar bahwa apa yang ia lihat ternyata asli.
"Mama...!"
Kou melihat kedua lengan Korrina yang berwarna putih, kedua saudara dan ibunya mendukung dirinya dengan bantuan dari surga sehingga Kou hanya bisa diam, merasa pasrah karena tidak bisa melakukan apapun.
"Aku tidak bisa melakukannya... Mama... dia terlalu kuat dan aku sangat lemah di bandingkan semua orang..." Ungkap Kou dengan air mata yang terus berjatuhan.
"...semua orang sudah melakukan yang terbaik tetapi Zoiru masih bisa bangkit... tidak pernah mati sampai sumpah itu berjalan..."
"...aku... semua ini salahku... aku... sebagai ratu Touriverse memang sangat tidak berguna karena semua... kekurangan ini...!"
"Kou, jika kamu tidak bangkit dan mencobanya sekali lagi... semua orang akan mati, suamimu juga... dan seluruh keluarga yang kau cintai termasuk Haruka dan Honoka." Kata Korrina.
"...lebih pentingnya... jika kau tidak mau mencobanya lagi, kamu juga akan mati..."
"Dan kau lebih baik dari itu...! Kau lebih baik di bandingkan dirinya! Kau lebih baik di bandingkan diriku!" Seru Korrina sampai kedua mata Kou memancarkan cahaya surga yang membuat Zoiru tidak sadar.
Zoiru hanya fokus membuka halaman itu untuk mencari mantra pembangkitan Bamushigaru, ia melihat Kou yang masih berlutut di atas tanah dengan tatapan mati.
"Dengan sumpahku sebagai Dewa Agung Oath, dengarlah perkataanku, Grimoire of Oath...!!!"
"Mantra untuk membangkitkan makhluk sihir terkuat yang bernama Bamushigaru! Jawablah isi hati dan sumpah yang aku buat dengan makhluk itu...!!!"
"...lepaskan lah dia dari kandangnya... lepaskan lah dia dari penderitaannya agar ia bisa merasakan kembali indahnya alam semesta!"
"Isi hati dan tekad di dalam diriku akan membangkitkan Bamushigaru dengan bantuan dari buku sihir Oath, satu ucapan... satu bangsa... satu sumpah..."
"...satu kotoran!" Zoiru melebarkan matanya ketika buku Grimoire di hadapannya kembali tertutup karena ritualnya gagal seketika ia mengucapkan kata itu.
"A-Apa...?" Zoiru melihat Kou mulai bangkit dengan tubuh yang memancarkan cahaya surga, seluruh luka yang ia terima kembali pulih dan punggungnya mengeluarkan sayap pegasus.
"Pe-Pegasus...!?"
"Kau telah merusak ritual itu... aku sudah menggantinya sejak awal..." Kou maju ke depan sehingga dahinya mengeluarkan tanduk pegasus dan kedua matanya memancarkan cahaya yang mampu mendorong Zoiru ke belakang.
"Semuanya akan baik-baik saja, Kou... putriku tercinta." Korrina memeluk Kou dari belakang selagi mengelus kepalanya.
Zoiru melancarkan beberapa serangan ke arah tubuh Kou sehingga semua serangan itu berhasil di tahan oleh kedua sayapnya yang mencoba untuk melindungi dirinya.
Semua sihir Zoiru lepaskan tetapi tidak satu pun yang kena sehingga ia berhasil merebut kembali Grimoire itu karena ia bisa melihat Kou hanya berdiri tegak dengan tatapan yang mengancamnya dirinya.
"Kenapa aku harus terkejut... seharusnya aku sadar bahwa Pegasus berbentuk Legenda seperti Korrina pasti akan melahirkan setengah pegasus di dalam dirimu, Kou..." Zoiru memasang tatapan kesal.
"Kamu tidak bisa bertarung... tetapi kamu dapat menghentikannya... tenanglah, Mama di sini... di dalam dirimu, selalu bersamamu." Korrina tersenyum.
__ADS_1
"Demi Touriverse... demi seluruh alam semesta." Kou mulai berbicara dengan suara yang menggema, Zoiru mulai menghantam tubuhnya tetapi ia terpental ke belakang.
"Ckkkk...!!! Brengsek!!!" Dengan kecepatan penuh, Zoiru maju lalu merebut Grimoire itu untuk mengucapkan mantra pembangkitan itu dengan kata yang berbeda.
"Heaven's Mind... berikan itu kepadaku, Zoiru." Kou langsung mempengaruhi pikirannya sampai Zoiru tiba-tiba melempar buku itu ke arah Kou dan ia langsung menangkapnya.
"Hentikan, Kou...!!!" Seru Zoiru keras sehingga ia mulai memukul dirinya sendiri tanpa henti sampai pikirannya membiarkan Kou untuk menghancurkan Grimoire itu..
"Dengan buku sihir Grimoire of Oath... oh, dengarlah ucapan hati dan tekadku... juga sumpahku..."
"...dengan membacakan apa yang terdapat di dalam halaman terakhir dari buku sihir, kehancuran untuk buku ini sampai menghilang dari kenyataan..."
"...aku mengatakannya dengan tekad dan sumpahku bahwa tidak ada lagi tujuan untuk menerus buku ini, dengan itu... janjiku... juga sumpahku..."
"...mengatakan bahwa buku ini berhak hancur." Buku sihir itu langsung berputar, memancarkan cahaya Oath di sekelilingnya sampai Kou bisa melihat sebagian dari buku itu mulai robek.
"TIDAK AKAN AKU BIARKAN!!!" Zoiru melepaskan sihir Oath dengan kekuatan penuh ke arah buku itu sampai menghentikan proses kehancuran itu.
"... ...!" Kou melebarkan kedua matanya, Heaven's Mind yang ia gunakan sudah hilang dan Kou sendiri langsung terlihat ketakutan sampai tidak tahu harus apa.
"Tidak perlu takut... Mama masih di sini..." Korrina menarik Keris itu lalu meraih tangan Kou agar ia bisa memegangnya.
"Lepaskan semuanya, Kou... semua yang kau miliki ke dalam tusukan Keris itu untuk menghancurkan Grimoire tersebut dan jika bisa..." Perintah Korrina sehingga Kou memegang erat gagang keris itu.
"...ZOIRU JUGA!"
"Ingatlah apa yang sudah dia lakukan kepada semua penghuni alam semesta, neraka, dan palsu... semua habis di makan oleh Bamushigaru." Korrina menyentuh lengan kanan Kou.
"...gunakan semua itu untuk menciptakan kekuatanmu sendiri! Sekarang..."
"...injak tanah sekeras mungkin..." Kou menginjak tanah sekeras mungkin.
"...DAN KIBARKAN LAH SAYAPMU!!!" Seru Korrina keras.
Kou mengibarkan kedua sayapnya lalu ia melesat maju dan menusuk Grimoire itu menggunakan Kerisnya sampai dada Zoiru ikut tertusuk juga.
"AAAAGGGGGGGHHHHH...!!!" Tubuh bagian bawah Zoiru mulai mengeluarkan banyak garis merah yang menyebabkan luka fatal dan abadi kepada dirinya sehingga ia terus menjerit kesakitan.
"BRENGSEK KAU...!!! KELEDAI...!!! KELEDAI KAMPUNG!!!" Teriak Zoiru keras, melihat Grimoire yang berada di dadanya perlahan-lahan robek dan hancur begitu saja sampai ia melihat Kou memegang Keris itu menggunakan kedua lengannya.
"Ahh...!!!" Zoiru melihat Korrina berada di sebelah Kou selagi memegang gagang keris itu.
"T-Ternyata...!!! KAU...!!! BABBBIIIIIIIIIGGGGHHHHH!!!" Zoiru menjerit kesakitan sehingga Kou melakukan satu putaran untuk membelah tubuh Zoiru menjadi dua dan ia langsung menerima ledakan Grimoire itu.
BAAAAMMMMMM!!!
Kou mendarat di atas tanah dan kedua sayap juga tanduknya menghilang seketika sampai ia kembali seperti biasanya, dengan cepat ia mengeluarkan sebuah alat yang membantunya untuk bernafas.
"Hah... Hah... Hah..." Kou melihat ledakan hijau yang terjadi di atasnya.
"A-Apakah berhasil...?" Tanya Kuro sambil melihat ledakan yang masih terjadi di atasnya itu dan ia sendiri tidak begitu yakin apa Zoiru sudah mati atau belum.
"Terima kasih banyak..." Kou melihat Korrina yang berdiri di sebelahnya mulai berubah menjadi partikel putih yang menipis lalu menghilang.
"...Mama." Kou tersenyum senang melihat Korrina ternyata membantu dirinya di atas sana, ia bahkan sampai mengetahui perasaan untuk bertarung pertama kalinya.
__ADS_1
"Kou...!!!" Ophilia mendarat di belakang Kou lalu ia memeluknya erat bahwa ia berhasil, lebih baiknya lagi Kou terlihat baik-baik saja.
"kamu tidak terluka kan?!" Tanya Ophilia yang mulai memegang kedua pipi Kou sampai membuat dirinya tertawa.
"Hehehe, aku baik-baik saja kok..." Kou mengangguk dan melihat semua bangsa Legenda mendarat di dekatnya untuk melihat ledakan yang mulai mengecil sampai menghilang.
"Itulah yang aku harapkan dari penerus Korrina Comi, ratu Touriverse yang benar-benar hebat!" Shizen mulai menepuk kepala Kou dan semua Legenda juga terus memuji dirinya tanpa henti.
Kuro terus memperhatikan ledakan itu dan ia terkejut ketika melihat Zoiru masih hidup, kali ini yang tersisa adalah setengah dari tubuhnya, serangan Kou mampu menghapus lengan dan kirinya.
Kuro juga bisa melihat setengah dari wajahnya yang sudah hilang, tubuhnya juga terlihat dipenuhi luka karena terlalu banyak menampilkan organ tubuhnya yang berwarna hijau dengan tukang tubuhnya itu.
"Zoiru masih hidup...!" Peringat Kuro sehingga semua bangsa Legenda menoleh ke atas lalu menunjuk dirinya untuk mengeluarkan sirkuit sihir yang siap untuk melepaskan beberapa ke arah Zoiru.
Zoiru hanya diam, tidak mengatakan apapun karena ia sendiri mengakui kekalahannya ketika melihat Grimoire itu sudah hancur, tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali duduk di atas tanah hijau.
Semua bangsa Legenda terlihat kaget melihat Zoiru hanya diam selagi menundukkan kepalanya, mungkin dia sudah menyerah karena tidak ada perlawanan apapun lagi.
"Kalian melakukan hal yang terbaik untuk menghentikan Bamushigaru... bahkan aku sendiri terkejut bahwa kau tidak mati, Kou." Zoiru melihat Kou yang masih bangkit.
"Keberkahan surga masih membantu diriku... sama seperti sumpahmu itu untuk membangkitkan Bamushigaru." Jawab Kou.
Zoiru hanya bisa membalasnya dengan senyuman, ia sampai melepaskan tawa kecil dan mengakui seluruh bangsa Legenda sebagai bangsa yang sangat menarik.
"Kou... dia terlihat mencurigakan..." Kata Haruki.
Kou mencoba untuk membaca pikirannya tetapi tidak bisa, hasilnya kepalanya langsung terasa sangat sakit sampai membuat Kou terjatuh d atas tanah dengan tatapan yang terlihat kesal.
"Sudah mencapai batas..." Kata Kou sambil mengumpulkan nafasnya.
"Sumpahku belum selesai... sayang sekali ya, Kou. Kau memang produk gagal yang tidak bisa di gunakan dalam waktu yang panjang." Zoiru tersenyum serius lalu ia mengangkat lengan kanannya yang memiliki lambang Bamushigaru.
"Apa yang dia lakukan...!!! Hentikan secepat---" Mereka semua terlambat ketika lambang yang berada di tangan Zoiru menghilang seketika sampai membuat Ophilia terkejut.
"AAARRRRGGGHHHH...!!!" Ophilia terjatuh di atas tanah dengan tubuhnya yang terasa di tusuk-tusuk oleh pedang tajam, lebih buruknya lagi ia bisa merasakan api yang membakar punggungnya itu.
"Ophilia...!? Apa yang terjadi?!" Tanya Megumi.
Kuro mulai berlutut lalu membalikkan tubuh Ophilia, setelah itu ia mulai melihat punggungnya yang awalnya membentuk lambang Phoenix sekarang mulai menambahkan lambang Bamushigaru.
"Apa...!?"
"Akan selalu ada jalan lain..." Kata Zoiru.
"Bangkitlah, Bamushigaru!" Zoiru mengangkat lengan kanannya ke atas sampai lambang di punggung Ophilia memancarkan cahaya hijau.
"GRAAAGGGHHHH!!!" Terdengar raungan Bamushigaru yang mampu membaut mereka semua lumpuh seketika, Ophilia menjerit keras sehingga Bamushigaru terlepas keluar dari punggungnya.
"Ti-Tidak---"
Bamushigaru terlepas keluar dan menabrak semua orang termasuk Zoiru sendiri karena ukurannya itu, Bamushigaru telah bangkit dengan cara dan jalan lain sehingga kebangkitannya telah memenuhi sumpah yang Zoiru inginkan.
Bamushigaru telah sepenuhnya bangkit dan ia sekarang sedang berputar di atas luar angkasa untuk mengumpulkan semua kekuatannya sehingga ia mulai melepaskan ruangan lainnya.
"GROOOOAAAAAAGGGGGGHHH!!!"
__ADS_1