Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 712 - Aku adalah Shiratori Megumi! Sang Neko Legenda!


__ADS_3

Megumi dan Regulus saling menatap satu sama lain, rambut emasnya terus melayang ke atas tanpa menerima tetesan hujan apapun karena semua air itu berubah menjadi partikel emasĀ  yang terjatuh di atas tanah.


Menciptakan tumbuhan emas baru, Regulus hanya bisa tersenyum karena ia tidak akan pernah kalah oleh Neko Legenda rendahan sepertinya sampai ia mulai membesarkan tubuhnya jauh lebih besar dari Megumi.


"Membesarkan tubuhmu itu hanya akan memberikan keuntungan yang jauh lebih besar kepadaku... kau tahu tubuhku ini kecil bukan?" Tanya Megumi.


"Sekecil apapun dirimu, kau tetap lah Neko Legenda yang sudah hidup hampir ratusan tahun lebih, potensi yang kau miliki memang berbeda karena cahaya dari keturunan Shiratori." Regulus melepaskan aliran listrik lebih besar.


Semua aliran listrik yang mencoba untuk menyengat dan masuk ke dalam tubuhnya langsung berubah menjadi bibit emas yang menumbuhkan lebih banyak tumbuhan sampai ia memejamkan kedua matanya.


"Kemampuan cahaya yang dapat mengubah apapun menjadi makhluk hidup ya...? Cukup mengejutkan karena sihir yang dulunya diremehkan akan berevolusi menjadi sesuatu seperti ini."


Regulus terus berbicara panjang lebar sedangkan Megumi hanya bisa diam tanpa perlu mengeluarkan perkataan lainnya karena raja seperti Regulus memang sering berbicara omong kosong sampai Megumi fokus membayangkan alam yang indah.


"Dasar...! Kucing brengsek...! Berani-beraninya kau menunjukkan sikap itu di hadapan sang Kaisar..."


"...sekarang kau bersujud di hadapanku dan menjilat kakiku seperti seekor kucing yang menurut!!!" Regulus melepaskan petir hitam yang besar melalui tapak kanannya itu.


Tubuh Megumi bergerak dengan sendirinya tanpa memerlukan perintah dari pikirannya, ekornya yang diselimuti dengan warna emas langsung menangkis petir itu ke atas sampai mengubahnya menjadi burung emas.


Burung emas itu terbang ke atas langit lalu berubah menjadi petir yang menyebabkan ledakan di atas udara sampai Megumi terus berdiri di posisi selagi memejamkan kedua matanya.


Pikirannya dipenuhi dengan ketenangan yang membawa alam sadarnya menuju ruangan yang dipenuhi tanaman dan makhluk hidup emas sampai jiwanya terasa begitu tenang.


Walaupun Megumi saat ini tidak memikirkan situasi, tubuhnya bergerak dengan sendirinya seperti refleks sampai membuat Regulus merasa dipermalukan oleh Neko Legenda yang bertarung selagi memejamkan kedua matanya.


"Lawan lah aku dengan serius, brengsek!!! Kau telah melanggar banyak hukum Kaisar yang aku buat...!!! Kau berhak mendapatkan hukuman yang besar...!!!"


Regulus memunculkan banyak sekali sirkuit sihir suci yang mengeluarkan sihir petir dan aliran listrik, semua sihir itu langsung terlepas ke arah Megumi yang mulai tersenyum.


Megumi muncul tepat di hadapan Regulus tanpa tanda apapun sampai mengejutkan dirinya seketika karena ia bisa melihat Megumi langsung melesat maju ke arah Regulus dengan kedua matanya terbuka sampai memancarkan cahaya berwarna perak.


Regulus mengulurkan kedua lengannya lalu menahan tiga cakar tajam Megumi menggunakan tapaknya sampai ia merapatkan giginya ketika merasa kecepatannya yang meningkat seketika.


"Kecepatan itu... meningkat dalam waktu yang singkat sampai aku tidak cukup yakin kau tadi melakukan perpindahan atau memang kecepatan cahayamu itu yang cukup menyebalkan..." Ucap Regulus.


Cakar Megumi berhasil menembus tapak Regulus sampai ia mulai menonjol beberapa urat melalui keningnya karena merasa tertekan.


"Dasar hewan sialan...!!! Apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini...!?" Tanya Regulus sehingga ia menyadari tubuhnya mulai mengecil sampai kembali ke ukuran normal.


"Aku jawab jika kau mau menjawab ini... kenapa kau menindas yang lemah dan membunuh mereka jika hasil yang lemah bisa menghasilkan sesuatu seperti kekuatanku ini?" Tanya Megumi.


Megumi tidak membutuhkan jawaban, kedua lengannya langsung bergerak dengan sendirinya melebihi kecepatan cahaya yang berkali lipat sampai Regulus tidak bisa melihat serangan itu tetapi merasakan kesakitan yang bertubi-tubi.


BAG! BAG! BAG!


"Brengsek...!!! Kekuatan yang kau miliki ini...!!! Bagaimana bisa kau mengeluarkannya dari tubuh kecilmu itu, hah!?"


Megumi berhenti menyerang seketika untuk mengecoh Regulus, mereka berdua menatap satu sama lain sehingga lutut Megumi bergerak secara refleks dengan tenaga penuh.


Lututnya yang bergerak secepat cahaya mampu mengenai perut Regulus sampai mengeluarkan banyak darah lalu terhempas ke belakang.


Pandangannya tidak bisa melihat tendangan lutut itu, yang ia rasakan hanya embusan angin dan cahaya yang menyilaukan kedua matanya untuk sesaat sampai rasa amarahnya bertambah besar sekarang.


Rasa frustrasi dan ironis dapat ia rasakan ketika bertarung melawan Megumi, ia tidak menyangka kekuatannya akan menyetarai Saintly Heaven, Megumi terus menatap Regulus dengan tatapan serius.


"Pertarungan itu bukan hanya tentang kekuatan dan kemampuan... sekuat apapun itu, masih terdapat cara yang lebih halus untuk mengalahkan mereka yang lebih kuat." Kata Megumi selagi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.


"Grrrggghhh...! HUAAAGGGGHHH!!!" Regulus mulai mengamuk selagi menepuk dadanya beberapa kali, menyebabkan tubuh dan langit-langit mengeluarkan banyak petir yang menyambar daratan beberapa kali.


Megumi mengubah sebagai petir menjadi tumbuhan emas lainnya karena ia bisa melihat dirinya mencoba untuk memperbanyak diri, jika ia melakukannya maka situasi akan bertambah menyusahkan untuknya.


"Ck...! Ternyata kau dapat mengubah kemampuan itu dengan Golden Life!? Jangan bermain-main denganku...!!!"


"Kemampuan dan kekuatan yang kau miliki... aku yakin semuanya terbantu karena keberuntungan, lihat saja hasilnya selanjutnya...!!!" Regulus mengepalkan kedua tinjunya yang besar.


"Apakah kau benar-benar terasa dipermalukan karena tidak dapat mengalahkan seseorang yang sudah kau rendahkan?" Tanya Megumi.


"Regulus, takdir Neko Legenda... aku menampung semua itu untuk mengakhiri dirimu... kita yang seharusnya hidup dengan damai sebagai Legenda biasa."


"Semuanya hancur ketika kau bersama raja lainnya memusnahkan kami satu per satu dengan menyiksanya..." Megumi mulai menunjukkan ekspresi kesal sekarang.


"...semua Neko Legenda yang sudah hidup berkat kerja keras anakku Minami terasa di sia-siakan karena kedatangan dirimu."


"Tindakan seperti itu... aku tidak akan memaafkannya, putri kecilku pasti merasa sedih melihat dirimu memusnahkan kembali semua Neko Legenda itu...!!!" Taring Megumi bertambah panjang sampai kedua matanya memancarkan cahaya merah.


"Dasar bodoh...!!! Inilah kenapa aku membenci Legenda seperti kalian yang tidak dapat menerima kegagalan dan takdir...! Sesuatu yang sudah hancur dan musnah tidak perlu di kembali...!!!"


"Semua itu sudah termasuk keseimbangan terhadap Yuusuatouri, kita tidak membutuhkan ras pelihara dengan anggota tambahan dari ekor dan telinga kucing...!!!"


Suara Regulus mulai menggema sampai menyebabkan aliran listrik di dalam daratan mulai mengenai beberapa orang yang tinggal di planet Legenia sampai ia tidak sengaja membunuh beberapa Legenda lainnya.

__ADS_1


"Aku? Kalah oleh Neko Legenda? Jangan melawak...!"


"Aku sebenarnya sudah muak denganmu, Regulus. Kau membunuh putra yang sangat aku sayangi... hanya saja, masih terdapat banyak orang yang menyimpan dendam begitu besar padamu."


Kedua Legenda itu melesat ke atas langit lalu menggunakan kecepatan sihir mereka untuk melakukan pertarungan yang sangat sengit.


Hana melihat pertarungan itu selagi memecahkan beberapa pembuluh darah dan jatuh para pasukan Legetsu, ia bisa merasakan sebuah ledakan besar tepat di belakangnya.


BAAAMMMMM!!!


Semua pasukan Legetsu dan Hana mulai menoleh ke belakang, melihat Regulus yang terjatuh di atas daratan dengan sebagian tubuhnya yang terlihat seperti diselimuti dengan tumbuhan emas karena Megumi yang mengubahnya.


Megumi mendarat di atas tanah dengan tatapan serius karena ia berhasil memenangkan pertarungan ini dengan cahaya dan ketenangan pikirannya.


Golden Life juga cukup membantu karena semua serangan Regulus terus ia ubah menjadi bibit, tanaman, dan hewan emas sampai kemampuan itu terus membuat Regulus merasa sangat kesal.


"Ternyata Megumi memang hebat dalam mengatasi masalah seperti itu..." Ungkap Hana dengan tatapan serius.


"...Golden Life membantu dirinya menyeimbangkan pertarungan sampai kekuatan si brengsek itu terasa setara untuk Megumi sendiri."


Hana melanjutkan pertarungannya sedangkan Megumi saat ini menghindari semua serangan yang Regulus lancarkan sampai tabrakan petirnya tidak memberi efek apapun kepada Megumi.


Ia mencoba untuk menabrak tubuhnya dengan petir tetapi ia malah menembus tubuhnya yang berubah menjadi cahaya dalam sekejap sampai ia disambut oleh satu tendangan.


Regulus menciptakan beberapa palu yang terbuat petir, setelah itu ia melemparnya kepada Megumi sehingga semua sihir tersebut berubah menjadi elang emas yang merasuki tubuh Megumi.


Megumi mendapatkan tambahan kecepatan penuh sehingga ia tersenyum serius lalu mengaktifkan [Light of Hope: Tingkatkan tak terbatas] untuk meningkatkan seluruh kekuatannya secara drastis.


Satu cakaran berhasil meninggalkan luka yang besar tepat di dada dan perut Regulus, setelah itu Megumi mencekik lehernya menggunakan ekornya lalu menghantam wajah Regulus dengan penuh tenaga.


BAMMMM!!!


Regulus terpental ke belakang, Megumi ketika selesai menyerang langsung menghilang kemampuan peningkatan itu karena ia tidak ingin tenaga dan staminanya kehabisan lebih cepat.


Tubuhnya yang sudah bergerak dengan sendirinya seperti sinar cahaya bersama dengan pikirannya yang sangat positif penuh dengan ketenangan membantu dirinya untuk tetap fokus.


Menggunakan Light of Hope hanya akan menghilang beberapa efek dari ketenangan itu jadi Megumi menggunakan pikiran dan otaknya untuk menggunakan kemampuan peningkatan itu ketika ia ingin menyerang.


Serangan yang terkena jadi terasa jauh lebih menyakitkan sehingga Regulus sendiri tidak menyadarinya karena Megumi menggunakan kemampuannya itu dengan cepat seperti kecepatan cahaya yang berkali lipat.


Regulus dan Megumi mendarat di atas tanah, setiap serangan yang di terima oleh Regulus membuat dirinya sadar bahwa Megumi bertarung menggunakan rencananya itu sampai ia mengetahui jelas kemampuan peningkatan Light of Hope.


"...kau menggunakannya secara diam-diam, dasar kucing garong sialan... kali ini aku tidak akan terjatuh ke dalam trik bodoh yang sama." Regulus menghapus semua darah yang keluar melalui mulutnya.


Megumi muncul tepat di hadapan Regulus lalu ia mencakar wajahnya, setelah itu melanjutkan serangannya dengan menghantam wajahnya cukup keras sampai ia terpental ke dalam istana.


BAAAMMMM!!!


"Brengsek...!!! Kaisar sepertiku terus di sentuh oleh Neko Legenda sampah sepertimu...!?"


"Kau tidak akan bertahan lama dengan tubuh Ancient Legend itu, setiap Legend's Boost yang kau dapatkan telah aku ubah menjadi bibit ini." Megumi menunjukkan sepuluh bibit emas kepada Regulus.


Regulus tercengang ketika melihatnya, ternyata selama ini kemampuan alami Legenda tidak aktif karena di sebabkan oleh Megumi yang mengubahnya dengan Golden Life.


"Dengan Golden Life... aku dapat mengubah apapun menjadi kehidupan yang emas, termasuk dengan kemampuan apapun itu."


"Kemampuan cahaya ini terdengar tidak berguna tapi terdapat banyak keuntungan di dalamnya sehingga Golden Life bisa saja di gunakan sebagai serangan konseptual."


Megumi menanam semua bibit itu di dalam daratan sampai menumbuhkan bunga matahari yang melepaskan cahaya panas ke tubuhnya sampai memberikan dirinya lebih banyak kekuatan.


"Sekarang... menjatuhkan dirimu kembali ke dalam neraka adalah tugas Hana tetapi mempermalukan semua kekuatan julukanmu adalah tugasku." Megumi mengepalkan kedua tinjunya.


"Hmph, perkataan yang cukup besar, Megumi... tetapi aku yang akan memasukkan mu terlebih dahulu sampai kau dapat bertemu dengan semua bangsamu yang sudah mati!"


Megumi muncul tepat di hadapan Regulus lalu ia menghantam tubuhnya beberapa kali tetapi semua serangan itu berhasil di tahan, Megumi melakukan satu putaran lalu menendangnya dua kali sampai terdorong ke belakang.


Regulus melempar beberapa palu listrik lagi ke arahnya tetapi Megumi mengubah tubuhnya menjadi cahaya lalu mengikat kedua lengan Regulus dengan ekornya, setelah itu menghantam wajahnya cukup keras.


"Dasar kucing brengsek...! Bagaimana dia bisa meningkatkan semua kekuatan ini dalam waktu yang singkat...!?" Ungkap Regulus yang melihat kedua mata kucing Megumi mulai bertambah tajam.


Ia menggunakan kekuatan dari Beast Neko Legenda di dalam tubuh normalnya sehingga ia berhasil mengendalikan semua kekuatan amarah itu dan menjadikannya sebagai keuntungan lain untuk menekan Regulus.


Regulus mencoba untuk memukul perut Megumi lalu memasukkan aliran listrik ke dalamnya tetapi ekornya terus memegang erat kedua lengannya dengan ikatan yang terasa lebih kencang sekarang.


"Sudah cukup melukai bangsa Legenda yang sama... kau ini seorang raja tetapi kau tidak dapat menerima sebuah perbedaan terhadap rasa yang sama." Kata Megumi.


"Kau bangsa Neko Legenda memang pantas memiliki reputasi sebagai monster yang memiliki kekuatan mengerikan jika tidak di atasi dengan cepat!!!" Seru Regulus dengan tatapan kesal.


Regulus mencoba untuk mengubah tubuhnya menjadi petir tetapi aura emas Megumi terus menahannya sampai ia mencegah perubahan itu.


Megumi mulai mendorong Regulus ke belakang selagi melepaskan dorongan besar melalui tubuhnya yang mampu mengubah tetesan hujan yang mengenai tubuhnya menjadi partikel emas.

__ADS_1


"ROAAAGGGHHHHH!!!" Megumi melepaskan raungan singa yang sangat keras.


Megumi menendang perut Regulus menggunakan lututnya lalu ia menendang perutnya cukup dalam sampai terpental ke belakang.


Regulus mencoba untuk menyerang balik tetapi Megumi sudah berada di hadapannya dengan tendangan lain yang ia lepas mengenai perutnya sampai ia terpental ke belakang dan mengenai istananya itu.


BAMMMM!!!


Megumi mulai menekan dada Regulus cukup dalam menggunakan kedua tapak kakinya, Megumi menghantam wajah Regulus lalu menahan serangan yang Regulus lepaskan.


Formasi Megumi berubah seketika, ia terus menyerang sampai mengenai sasarannya, setiap serangan yang mengenai musuhnya membuat Megumi langsung bersiap untuk menahan serangan lain.


Tetapi kali ini, kecepatan Megumi yang terus meningkat membantu dirinya untuk menendang tubuh Regulus beberapa kali sampai ia mencakar wajahnya cukup dalam sampai mengulurkan mata kanannya itu.


Wajahnya juga mulai sobek sambil mengeluarkan banyak darah dan menunjukkan tengkoraknya sedikit demi sedikit, Megumi mencoba untuk menghantam dada Regulus tetapi pukulannya berhasil di tangkap.


Regulus memasang tatapan yang mengancam sekarang, seluruh lukanya kembali pulih dan ia mendapatkan satu Legend's Boost karena Megumi tidak sempat untuk mengubahnya dengan Golden Life.


Regulus menciptakan palu besar melalui tangan kanannya lalu ia menghantam kepala Megumi cukup keras.


BAAAMMMMM!!!


"Ahh...!?" Tubuh Regulus merinding seketika melihat kepala Megumi terlihat baik-baik saja ketika menerima serangan palu besar itu.


"Apakah kau ingin tahu apa kesalahan terbesarmu, Regulus!?" Tanya Megumi.


"Kesalahan apa...!?"


"Sikapmu sebagai raja yang sangat tolol dan tidak berguna...!!!" Megumi menghantam perut Regulus cukup dalam sampai ia memuntahkan banyak darah melalui mulutnya.


"...setiap perbuatan yang kau lakukan sebagai seorang raja yang tidak berguna...!!! Tidak dapat menghargai perbedaan dan pengikutmu yang lemah!!!"


Megumi mencengkeram wajah Regulus menggunakan cakarnya sampai ia berhasil menangkapnya, setelah itu Megumi melesat ke atas istana itu sampai keluar melalui atap.


"Ego dan harga dirimu sebagai raja yang sudah tidak bisa tertolong sama sekali...!!! Setiap Legenda tidak membutuhkan raja, dewa, kaisar, dan bahkan dewa yang tidak mau menghargai diriku kekurangan mereka...!!!"


Megumi terbang kembali ke dalam istana selagi mengulurkan lengan kanannya ke depan agar punggung Regulus bisa menabrak semua lantai itu.


"Setiap kekurangan seseorang dapat diperbaiki jika kau ingin berubah dan berusaha sekeras mungkin...!!! Tidak ada yang namanya raja bijak dan adil ketika mereka tidak bisa menghargai dan menerima kekurangan penduduknya sendiri!!!"


"Tetapi harga diri dan egomu yang sudah sangat besar mengacaukan semuanya sehingga kau hanya memandang mereka yang dipenuhi dengan bakat!!!"


"Kau sendiri bahkan merasa takut melihat Legenda lemah bertambah kuat sampai melampaui dirimu...!!! Memangnya tujuanmu apa untuk menindas mereka semua satu per satu...!?"


Megumi melempar tubuh Regulus sampai menembus ruangan bawah tanah, setelah itu ia mulai menghantam tubuh Regulus beberapa kali menggunakan kedua lengannya yang bergerak secepat cahaya.


"Neko Legenda juga sama seperti bangsa Legenda biasa...!!! Berbahaya dan mengancam bukan artinya kita tidak dapat berubah dan bertambah sekuat kalian semua...!!!"


"Kau gagal menjadi seorang Kaisar karena tidak bisa mengerti semua perasaan pendudukmu yang asli...!!! Semua hal yang lemah dan tidak berguna bagi pandanganmu...!!!"


"KARENA KAU YANG TIDAK PERCAYA BAHWA PERUBAHAN ITU ADA...!!! YANG KAU PEDULIKAN HANYALAH KEKUATAN MEREKA YANG SUDAH MUNCUL SEJAK AWAL TANPA USAHA APAPUN!!!"


"KAU TIDAK BISA MENGHARGAI LEGENDA LEMAH APAPUN...!!! ITULAH KENAPA SETIAP RAJA SANGATLAH BODOH KARENA TIDAK BISA MENGHARGAI DAN MENERIMA PERBEDAAAAAN!!!"


"GRAAAAHHHH!!! GOLDEN SPIRIT!!!" Megumi mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan cahaya emas, setelah itu ia langsung menghantam perutnya cukup dalam.


Pukulan yang mengenai perut Regulus langsung melepaskan cahaya yang sangat besar sampai menghancurkan seluruh istana itu dengan suara emas yang terus membesar sampai menciptakan gelombang yang terlepas keluar angkasa.


BAAAAMMMMMM!!!


"Bagaimana bisa...? Bagaimana bisa kekuatanku... yang seharusnya melampaui Legenda apapun... Saintly Heaven..." Tanya Regulus dengan tatapan kesal.


Megumi memegang erat rambut Regulus lalu ia mengangkat tubuhnya ke atas sampai tatapan mereka saling bertemu.


"Mudah sekali..." Megumi menghantam wajah Regulus menggunakan ekornya lalu ia mendorongnya ke belakang menggunakan dorongannya.


"Kau merasa puas lebih cepat dengan kekuatan yang kau dapat melalui ritual... ritual itu sendiri bahkan bukan kau yang berusaha untuk mengumpulkannya."


"Kesalahan terbesar bangsa Legenda adalah merasa puas... dengan kekuatan seperti itu, seharusnya kau menyempurnakannya lalu memajukannya sampai menginjak tahapan yang baru... yang belum pernah di ketahui sebelumnya."


"Sedangkan diriku... yang dulunya sudah berhenti bertarung tetapi kembali karena kematian dari putriku dan putraku..."


"...aku tidak pernah merasa puas untuk terus memperkuat Golden Life dan cahayaku sendiri sampai aku yang dulunya kau anggap lemah."


"Aku yang dulunya sangat kecil sampai terus melarikan diri dan bersembunyi... aku telah memasuki tahapan baru berkat latihan bersama suamiku."


"Diriku... bangsa Legenda yang selalu kau ingin musnahkan karena bangsaku di anggap lemah dan mengancam..."


"...Aku adalah Shiratori Megumi..." Megumi memperbesar aura cahayanya.


"...SANG NEKO LEGENDA!!!"

__ADS_1


__ADS_2