Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 789 - Neko Space!


__ADS_3

"Grrrggghhh..." Legenda yang saat ini dalam perjalanan menuju Yuutouri mendadak memiliki perasaan amarah besar di dalam dirinya.


Amarah yang memberi dirinya rasa haus terhadap peperangan yang begitu besar karena selama ini ia sudah menunggu jutaan tahun untuk mengajak seseorang bertarung sampai membuat dirinya puas.


"GWAAAAGGGGGHHHH!!!"


Legenda itu melepaskan teriakan yang begitu besar sampai tubuhnya mengeluarkan aura ungu kehitaman besar yang mempercepat penerbangannya menuju Yuutouri untuk mengacau d sana.


Yuutouri saat ini sedang mengadakan perang antara bumi dan pesawat luar angkasa besar dimana terdapat beberapa Manusia yang menganut pemerintah di dalamnya.


Intinya Manusia yang mengikuti pemerintah itu mendapatkan banyak keuntungan dan kekuasaan karena peralatan yang mereka terima dari Co. Corp sampai bisa di tingkatkan lebih tinggi lagi.


***


"Hinoka, apakah kamu baik-baik saja...?" Koizumi melihat Hinoka yang terlihat begitu pucat seketika, ekspresinya terlihat kelelahan.


Tidak ada lagi semangat dan daya tarik yang selalu ia tunjukkan seperti biasanya, bahkan hal anehnya adalah hari ini Hinoka tidak menerima sentilan apapun karena ia hanya bisa diam dan menjawab apapun dengan lemas.


"Hari ini kita akan memberontak, tetapi kamu terlihat buruk... apakah sedang sakit?" Sikap peduli Koizumi seperti Kakak muncul sampai ia mulai menyentuh keningnya menggunakan keningnya juga.


"Tidak panas..."


"Hoaaammmm... aku hanya kekurangan tidur, mungkin satu kecupan akan menyembuhkannya." Jawab Hinoka sampai membuat Koizumi terkejut seketika.


Koizumi menghela nafasnya, tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya demi kesehatan Hinoka, ia mendekati bibirnya kepada kening Hinoka lalu memberikannya kecupan.


"Jangan salah sangka... itu yang terakhir, aku tidak akan memberikan dirimu perlakuan seperti itu lagi. Kita sebentar lagi akan menginjak usia dewasa, kau tahu." Kata Koizumi selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Hehehe, setidaknya aku merasa baik sekarang..." Hinoka terkekeh pelan, keberatan yang ia rasakan menghilang seketika sampai ia melihat Konomi dan Ako mulai mendekat.


"Target terlihat...! Ciuman sambutan serang!" Hinoka mengejar mereka semua lalu ia menerima satu sentilan dari Koizumi yang berhasil menghentikan dirinya.


"Buuuuu...!"


"Hentikan... simpan tenaga dan Lenergy itu untuk melakukan lompatan cahaya menuju alam semesta lain."


Setelah mengalami perjalanan dekat menuju kabin Shinobu, mereka semua mengetuk pintu kabin itu sampai Tech membukanya lalu mempersilahkan mereka masuk dengan secangkir teh yang mereka pegang.


Mereka segera menghampiri ruangan bawah tanah untuk bertemu dengan Shinobu yang sudah pasti sedang belajar atau melakukan penciptaan lainnya.


Tetapi terjadi sesuatu yang aneh, mereka tidak menemukan Shinobu sama sekali, setiap ruangan sudah di periksa tetapi ia menghilang entah kemana.


"Keberadaannya tidak jauh dari sekitar tempat ini tetapi kita tidak melihat ruangan apapun... mungkin dia berada di ruangan paling bawah?" Tanya Koizumi.


BAAGGGGG!!!


Terdengar suara yang cukup keras sampai mengejutkan mereka semua seketika, ruangan bawah tanah itu mulai bergetar cukup dahsyat sampai langsung menyeimbangkan tubuh agar tidak terjatuh.


Tech langsung mengunjungi ruangan bawah tanah untuk memperingati mereka, "Saya lupa memberitahu bahwa Nobu saat ini sudah keluar dari ruangan paling bawah."


Seketika mereka memasang tatapan yang terlihat bingung, nama yang baru saja Tech sebutkan entah kenapa membuat mereka bingung tetapi Ako menyadarinya bahwa Nobu adalah singkatan dari Shinobu.


"Wah... nama yang imut dan cocok untuk temanku ya... Shinobu... Nobu... Nobu..." Kata Ako.


"No... Bu...?" Koizumi hanya bisa memasang tatapan yang terlihat kebingungan, Shinobu memiliki banyak sekali julukan sampai ia bingung harus panggil apa selain nama aslinya.


"Koneko lebih baik~ seharusnya kamu memanggil Shinobu dengan sebutan nama terakhirnya, Tech!"

__ADS_1


"Tidak boleh...! Mustahil...!" Seru Shinobu yang baru saja memasuki ruangan itu dengan pipi yang memerah.


Ako terkekeh lalu ia mendekati Shinobu dengan kedua jarinya yang ia sentuh, "N-Nobu."


"NYAHH!? J-J-Jangan panggil aku seperti itu...!!! Eeeppppp!" Shinobu langsung melarikan diri dari ruangan tersebut dengan pipi yang memerah seperti tomat.


"Wah, kamu membuatnya kabur... seharusnya jangan mengejutkan Shinobu seperti itu, Ako."


"Tapi... nama Nobu sangat pas untuknya..." Ako langsung mengejar dirinya sampai mereka juga mengikuti Ako.


Tidak lama kemudian, pandangan mereka dikejutkan dengan sebuah daratan yang terbuka lebar sampai mengeluarkan sebuah kendaraan besar yang berbentuk seperti kucing.


"Huh...?!" Koizumi terlihat kaget ketika melihat Shinobu yang berada di atas kepala kucing itu, ia mulai mendarat selagi meraih kedua lengan Ako.


"Anu... Ako... boleh kok panggil Koneko seperti itu..." Kata Shinobu.


"Mmm! Nobu~"


"Koneko~" Hinoka memeluk Shinobu erat sampai ia mulai merasa tenang dari kelelahannya menciptakan kendaraan berbentuk kucing di belakangnya.


"Shinobu, apakah ini sama seperti pesawat tempur luar angkasa yang digunakan oleh Manusia?" Tanya Konomi yang mulai menyentuh kucing kendaraan itu yang memiliki bahan cukup mahal.


Semuanya mengkilap bahkan rasanya juga cukup keras sampai Konomi melakukan tes percobaan dengan memukulnya pelan sampai tinjunya terasa sakit seketika.


"Jangan memukulnya lemah seperti itu, Konomi... anu... kendaraan kucing ini sudah mengandung Lenergy yang aku simpan beberapa bulan yang lalu." Ucap Shinobu.


"Begitu ya... Aww..." Konomi menyentuh tinjunya sendiri.


"Ternyata strategi yang kamu buat lumayan praktis ya, intinya menggunakan kemampuan Konomi untuk teleportasi dengan portal atau terbang langsung menuju Yuutouri akan menguras tenaga serta Lenergy..."


"...rasanya pasti akan sangat menyenangkan untuk mengendarai... umm... kucing?" Koizumi bingung harus memanggilnya apa karena bentuknya tidak terlihat seperti pesawat luar angkasa sama sekali.


"Sekarang sudah sepenuhnya jadi... tidak bisa di bilang sempurna tetapi aku yakin peningkatan yang ku berikan akan memberikan hasil penuh kebaikan."


"Kalau begitu, kita namakan pesawat ini Neko-X-Fighter!" Seru Hinoka sampai mereka mengalihkan pandangannya kepada dirinya seketika.


"Nama yang aneh..." Jawab Koizumi.


"Benar..." Kata Konomi.


"Apakah tidak ada... nama yang simpel?" Tanya Ako.


Shinobu memasang tatapan yang terlihat panik karena nama yang Hinoka berikan hampir mendekati nama yang sudah Shinobu berikan.


"Anuu... aku sudah memberinya dengan sebuah nama..."


"Neko-Space!" Tech langsung berbicara demi menutupi sikap malu Shinobu, mereka semua memasang tatapan yang terlihat kaget bahkan Hinoka terlihat seperti menahan tawanya.


"Uhhh... ya... b-bagus." Koizumi mencoba untuk memasang tatapan serius tetapi rasanya sulit sekali ketika mengetahui namanya sangat konyol karena berdasarkan kucing itu sendiri.


"Fueeehhhhhh...!!!" Shinobu membaca pikiran dan perasaan mereka dengan jelas bahwa kedua teman dan sepupunya mencoba untuk menahan tawanya itu.


"Tidak perlu di tahan... anu... tertawalah... memang memalukan... aneh..." Kata Shinobu dengan pipi yang memerah sampai Hinoka langsung melepaskan tawa yang sangat besar.


"HAHAHAHAHAHA!!!"


""Hahaha! Nama yang imut sekali...!"*

__ADS_1


Shinobu tidak merasa keberatan sama sekali ketika melihat mereka tertawa seperti itu melainkan ia tersenyum puas bahwa dirinya dapat membuat mereka tertawa penuh kebahagiaan sebelum menjalani misi yang sulit.


***


"Baiklah, kalau begitu, Tech. Kami akan pergi!" Shinobu melambaikan tangannya dari ruangan pengendalian untuk penerbangan pesawat luar angkasa berbentuk kucing.


"Hati-hati dalam misi kalian..." Tech melambaikan tangannya, melihat kedua kaki dan tangan kucing itu mulai terangkat sampai berubah menjadi roket besar.


Pesawat itu melesat keluar dari planet Legenia lalu melewati berbagai macam planet, kedua teman dan sepupu Shinobu terlihat begitu kagum dengan isi ruangan yang begitu sejuk sampai dipenuhi dengan fasilitas berbeda.


"Ternyata aku cukup bangga memiliki sepupu sejenius ini... umur enam tahun sudah bisa menciptakan pesawat luar angkasa berbentuk roket." Kata Koizumi.


"Sepupu kita!" Seru Hinoka yang berada di dalam ruangan penyerangan, ia bisa melihat banyak sekali tombol dan alat pengendali yang dapat melepaskan berbagai macam serangan.


"Ketika kita sudah sampai di alam semesta Yuutouri... semisalnya kita perlu keluar dari Neko-Space, apakah kita perlu menggunakan Lenergy untuk menjadi nafas buatan kita di luar angkasa?" Tanya Konomi.


"Itu benar... jika kau sudah mengendalikan Lenergy dengan sempurna maka tidak ada masalah, kita sudah melakukannya sejak dua tahun yang lalu bukan." Jawab Koizumi.


"Yang menjadi masalah utama tentunya luar angkasa di Yuutouri sudah dipenuhi dengan berbagai macam senjata dan tentunya Manusia yang memakai seragam astronaut dengan modifikasi tinggi."


"Apakah kita perlu... bersiap-siap di dalam ruangan senjata?" Tanya Ako.


Koizumi menjawabnya dengan anggukan sampai mereka bergegas mengunjungi ruangan senjata untuk bersiap-siap menyambut serangan apapun.


"Serangan yang dapat kalian lakukan... anu... bisa di bilang besar... itu artinya kalian dapat menggunakan kemampuan atau sihir kalian untuk menembak." Peringat Shinobu yang dapat di dengar oleh mereka.


Setiap ruangan memiliki speaker yang mengeluarkan suara Shinobu, mereka semua melihat sebuah kristal perak di tengah, kristal yang dapat menyerap Lenergy dan sihir mereka untuk di ubah menjadi tembakan atau material berdasarkan sihir mereka sendiri.


"Baiklah... kita akan melakukan lompatan..."


"...tiga..."


"...dua..."


"...satu!" Shinobu langsung menggunakan kekuatan dari Golden Sunshine sampai sinar matahari menyinari pesawat itu lalu memberikannya sumber energi yang besar.


Pesawat itu melesat ke depan sampai melakukan lompatan cahaya yang begitu cepat sampai mereka semua melihat pemandangan yang baru, tata surya biasa dengan berbagai macam pesawat luar angkasa yang berkeliaran.


Shinobu melihat pesawat luar angkasa yang sangat besar, terletak dekat planet bumi sampai tembakan dari pesawat itu mengarah menuju bumi tetapi Manusia pengguna Mana di dalam mulai menangkis semua serangan itu.


Shinobu melebarkan matanya seketika melihat sebuah aura ungu melesat ke arah dirinya sampai menghancurkan kaca di bagian ruangan pengendalian dalam penerbangan.


BAAAAMMMMM!!!


Koizumi dan yang lainnya di kejutkan dengan suara alarm yang memperingati mereka bahwa bagian dari pesawat mengalami kehancuran, Shinobu terlempar keluar sampai tubuhnya menabrak planet Mars.


"... ...!!!"


Shinobu tidak melihat serangan tadi, selama ini ia telah di lempar oleh seorang Legenda dengan aura ungu sampai ia bisa melihat Legenda tersebut mengamuk dengan menghancurkan salah satu pesawat luar angkasa dengan membelahnya menjadi dua.


Koizumi muncul di sebelahnya, "Apakah kamu baik-baik saja!?"


"Ya..."


"...masalah kita bukan hanya Manusia itu melainkan masih ada Legenda yang entah dari mana datang dan mengamuk."


"Maksudmu...?"

__ADS_1


"Legenda ini sangat berbeda..." Shinobu langsung mengetahuinya berkat bantuan The Mind yang berjalan sedikit demi sedikit baginya.


"...kuno sekali."


__ADS_2