
"Jenderal... sepertinya semua Manusia kerajaan itu bersama dengan bangsa Legenda yang mulai berdatangan bisa di bilang musuh kita juga." Seorang prajurit republik mulai melapor.
Dengan kemampuan Mananya yang dapat melihat jauh menuju luar angkasa, ia memiliki bukti jelas bahwa Magnus telah menghancurkan berbagai macam satelit dan pesawat luar angkasa dengan fisiknya sendiri.
"Bukan itu saja... kita juga kedatangan tamu dari seorang gadis kecil dan tentunya ras Legenda, ia datang bersama seorang Neko Legenda yang memiliki riwayat buruk."
"Ternyata benar... di zaman seperti ini, kita sudah tidak bisa lagi saling mempercayai satu sama lain bahkan ras lain... tentunya kita sebagai bangsa Manusia tidak bodoh."
"Kita juga tidak begitu lemah, dengan kecerdasan kami... kami akan menciptakan lebih banyak senjata dan rudal untuk memusnahkan mereka satu per satu---"
BAAAMMMM!!!
Semua tentara yang berada di dalam markas tercengang ketika melihat Hinoka yang terjatuh di atas tanah karena menerima pukulan dari Shinobu dan Ako yang sedang bekerja sama.
Hinoka merapatkan giginya sampai tubuhnya menerima tembakan senapan dari semua tentara Rusia itu, serangan yang mengenai tubuhnya hanya akan membakar amarahnya lebih tinggi lagi.
Hinoka menjerit keras sampai ia melepaskan berbagai macam ledakan di sekelilingnya tetapi Ako berhasil menahan semua ledakan itu dan melindungi bangsa Manusia satu per satu sampai Shinobu melepas selendangnya.
"Crimson Scarf!!!" Shinobu melepaskan selendang itu ke arah Hinoka sampai mencekik lehernya.
Shinobu memutarkan selendang tersebut lalu melempar dirinya ke atas langit dengan tambahan serangan dari Ako yang membekukan perutnya menggunakan panah itu.
"Kita harus membawa dirinya menjauh dari bangsa Manusia... jangan sampai dia memasuki negara lain atau mengubah Bumi menjadi---""
ZBAAASSSHHH!!!
Shinobu memuntahkan banyak darah dari mulutnya ketika tubuhnya menerima beberapa tembakan dari tentara itu.
Ako terkejut melihatnya lalu ia mengubah busur itu menjadi pedang yang ia ayunkan sampai melepaskan suhu dingin yang membekukan senjata mereka.
Shinobu melepaskan aura emas di sekeliling tubuhnya sampai membentuk dedaunan emas yang menyembuhkan lukanya kembali, ia terdiam seketika lalu menatap mereka semua.
"...the Mind."
Mereka semua melebarkan mata mereka seketika sampai menatap satu sama lain lalu saling membunuh, lebih baik seperti itu bagi Shinobu sampai ia terbang tinggi ke atas langit untuk mendekati Hinoka yang mengamuk dan melarikan diri.
Hinoka menoleh ke belakang, melihat Shinobu yang melepaskan Golden Repulsor ke arah dirinya tetapi Hinoka berhasil meledakkan semua itu sampai ia melihat Ako meluncurkan beberapa panah es.
Hinoka muncul tepat di hadapan Ako lalu ia menghantam wajahnya dan melepaskan ledakan yang mampu mendorong dirinya ke belakang, Shinobu menoleh ke belakang lalu menghantam wajah Hinoka sampai ia terdorong ke belakang.
Terdapat perbedaan kecepatan yang sangat jelas dari mereka, Shinobu sudah meningkatkan kecepatan sampai mampu untuk membuat Hinoka kebingungan dengan bermunculan di sekelilingnya.
"GAAAAARRRGGGHHHH!!!" Hinoka menjerit keras, melepaskan ledakan yang jauh lebih dahsyat sampai Shinobu langsung menghantam daratan untuk memperkuat durabilitas bumi.
"Sunshine!!!" Shinobu memancarkan sinar cahaya di dalam tubuhnya sampai masuk ke dalam inti bumi.
__ADS_1
Bumi tersebut langsung melepaskan cahaya emas yang tidak dapat di lihat oleh pandangan biasa Manusia, hanya mereka yang memiliki Lenergy dapat melihat sinar cahaya yang di hasilkan bumi, hampir sama seperti matahari.
"Hentikan semua ini, Kakak... Aku tidak ingin bumi hancur karena amarahmu sendiri..."
"...jika semua ini dilanjutkan maka bangsa Manusia akan salah sangka dan memusuhi dirimu... lebih buruknya lagi kau berurusan dengan negara Rusia yang bisa saja melepaskan nuklir kepada salah satu planet Yuusuatouri."
Hinoka langsung menangkap kaki Shinobu, ia baru saja bahwa Hinoka dapat berubah menjadi asap atau debu bekas ledakan sampai tubuhnya berhasil di tangkap.
Hinoka langsung menendang perut Shinobu, setiap serangan Hinoka yang mengenai targetnya akan menimbulkan ledakan untuk menyebabkan kerusakan lebih lanjut lagi.
Shinobu terjatuh di atas tanah, Hinoka langsung melebarkan kelima jarinya untuk menciptakan dua bola Crimson yang mengandung bubuk mesiu di dalamnya, cukup untuk menimbulkan ledakan nuklir.
Shinobu melebarkan matanya ketika melihat Hinoka langsung melempar sihir itu ke arah dirinya, untungnya Ako muncul di hadapan Shinobu lalu menggunakan Fourth Fortress Dengan untuk menahannya.
Namun, Hinoka terus melempar bola Crimson kecil sampai memperbesar sihir yang di tahan oleh pertahanan Ako, pada akhirnya sihir itu tidak dapat bertahan lebih lama untuk melepaskan ledakan nuklir yang sangat dahsyat.
BAAAAAMMMMM!!!
Shinobu dan Ako langsung terpental ke belakang sampai daratan yang mereka injak mengeluarkan lahar api Crimson dari dalam, amarah Hinoka terus terbakar sampai Shinobu kesulitan untuk menenangkan dirinya menggunakan The Mind.
Shinobu mencoba untuk menggunakan The Mind dari jarak jauh tetapi memakan waktu yang lama, jika ia terus melakukannya maka kepalanya akan terasa pusing sampai menyebabkan dirinya pingsan.
Shinobu maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan tetapi Hinoka menangkapnya dan membanting tubuhnya di atas tanah sampai ia meledakkan kedua lengan dan kaki Shinobu.
"Nrrgghhh...!!!"
Ako menembak granat tersebut menggunakan panah untuk melemparnya ke arah yang sangat jauh sampai ia mengubah busurnya menjadi sarung tinju es untuk membekukan tubuhnya.
"Ako... kita harus bisa membuat Kak Hinoka pingsan... amarahnya tidak bisa di hentikan, kita hanya perlu menjatuhkannya..." Kata Shinobu selagi menggerakkan kedua lengannya yang baru.
Hinoka melepaskan lebih banyak sihir ledakan ke arah Shinobu dan Ako untuk menghalangi jalannya, mereka berdua bergerak maju ke depan sehingga Hinoka terkejut ketika melihat Ako berada di paling depan.
Ako menghantam wajah Hinoka lalu mengubah kedua sarung tangan itu menjadi tongkat es yang menghantam dirinya ke atas langit sampai membekukan sebagian tubuhnya itu.
Shinobu melepaskan Golden Repulsor ke arah Hinoka tetapi ia meletakkan tubuhnya seketika dan menghilang bersama asap yang ditimbulkan melalui ledakan tadi.
Shinobu dan Ako menoleh ke belakang, melihat Hinoka yang melempar rudal nuklir besar ke depan tetapi Shinobu langsung menghantam daratan sampai mengeluarkan dedaunan emas yang membungkus rudal tersebut.
Ako langsung maju ke depan dan melancarkan serangan menggunakan pedangnya sekarang sampai Hinoka langsung menghantam serangan Ako tanpa henti sehingga terjadi ledakan kecil setiap serangan saling beradu.
BAM! BAM! BAM!
"HAAAAAAAARRRGGGGHHH!!!"
Jeritan Hinoka mampu melepaskan ledakan yang jauh lebih besar di atas daratan seperti bom injak yang baru saja aktif, Ako muncul di belakang Shinobu lalu melebarkan sihir pertahanannya agar mereka bisa konsentrasi untuk merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Hinoka mengangkat kedua lengannya sampai semua aura Crimson nya itu mulai terkumpul di kedua tapaknya sampai aura tersebut membentuk rudal yang berukuran besar.
Mata buatan Shinobu dapat melakukan kalkulasi terhadap Lenergy dan kekuatan di dalamnya, semuanya meningkatkan pesat dan drastis sampai tidak ada pembatasan apapun.
"Jika rudal aura itu menyentuh bumi maka bukan planet ini saja yang hancur melainkan seluruh alam semesta dari Yuutouri...!" Peringat Shinobu dengan tatapan serius.
Hinoka melempar rudal aura itu menuju arah Ako dan Shinobu sehingga Ako maju ke depan lalu menunjuk sihir tersebut menggunakan kedua tapaknya yang mengeluarkan suhu dingin.
Rudal tersebut membeku sehingga Shinobu melihat sebuah celah yang pas, ia memejamkan kedua matanya lalu meningkatkan aura emasnya sampai tubuhnya seketika terbungkus oleh dedaunan emas yang mengeras menjadi bongkahan emas.
"Light of Hope...!"
"...tingkatan seratus!!!" Seru Shinobu keras sehingga pertahanan Ako langsung pecah karena dorongan dan tekanan yang Shinobu pancarkan di sekelilingnya.
Tekanan dan dorongannya hanya menghancurkan satu hal yaitu pertahanan Ako, tidak untuk wilayah sekelilingnya yang kembali diperbaiki oleh aura berbentuk dedaunan emas.
Hinoka sempat memasang tatapan kaget sehingga ia langsung dikejutkan dengan Shinobu yang bergerak tak kasat mata seperti cahaya yang mendekati dirinya.
Ako juga tidak sadar pergerakan Shinobu sampai keberadaannya sudah berada di depan Hinoka, "Light of Hope ya... aku mengerti, Nobu..."
Ako mengubah senjata sihirnya menjadi busur lalu ia mengerahkan semua sumber Lenergynya ke dalam satu panah sampai bilah dari panah tersebut mengeluarkan suhu ekstrem yang dapat membekukan apapun menjadi bongkahan kristal es.
"RAAAGGGHHHH!!!" Hinoka langsung melancarkan satu pukulan ke arah Shinobu tetapi serangannya melesat seketika karena Shinobu yang menghindarinya dengan kecepatan tak kasat mata.
Shinobu langsung menendang perut Hinoka sampai mendorong dirinya ke belakang lalu menabrak beberapa pepohonan serta gunung, Hinoka kembali bangkit lalu ia melempar rudal aura ke arah Shinobu.
Semua rudal itu mengenai tubuhnya sampai menyebabkan ledakan berukuran besar.
Shinobu maju ke depan tanpa menerima kerusakan apapun karena tadi ia sempat membungkus tubuhnya dengan daun emas untuk meningkatkan pertahanannya.
Sekarang ia tidak melihat masalah apapun untuk bertarung dengan Hinoka, hanya saja ia tidak bisa memakan waktu lebih lama lagi sebelum dirinya menghancurkan batasannya terlalu jauh.
Hinoka terus menyerang Shinobu secara membabi buta sehingga setiap serangannya terus melesat karena Shinobu yang menghindarinya dengan kecepatan cahaya.
Tatapan yang ia pasang bahkan terlihat polos sampai ia sempat menunjukkan senyuman lembut yang menghentikan pergerakan Hinoka karena ia mulai sadar sedikit demi sedikit.
Shinobu menyentuh tinju Hinoka lalu menghantam wajahnya menggunakan pergelangan tangannya sampai ia terpental ke belakang lalu melihat sebuah panas besar menusuk perutnya cukup dalam.
"Huuggghhhh!!! AAHHHHH---" Hinoka langsung membeku menjadi bongkahan kristal es sampai ia tidak bisa menyerang lagi karena terjebak di dalamnya.
Shinobu menghilangkan sihir peningkatan itu lalu ia mendekati Hinoka untuk menyentuh bongkahan tersebut sehingga ia tersenyum lembut, "Tenang saja..."
"...kami di sini kok... Kakak tidak perlu mengingat kembali masa-masa yang menyedihkan itu..." Shinobu mengetuk bongkahan kristal yang paling atas sampai kepala Hinoka terbebaskan.
Namun, ia tidak sadarkan diri karena Shinobu yang menggunakan The Mind untuk menidurkan dirinya sampai ia sekarang dapat memperbaiki Hinoka sedikit demi sedikit dengan mengelus kepalanya.
__ADS_1
"Semuanya akan baik-baik saja..."