Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 416 - Semua Peserta memiliki Potensi Tersendiri


__ADS_3

Satu batu runcing besar yang baru saja melesat menuju arah Honoka di ubah oleh menjadi air agar tidak melukai dirinya tetapi semua air itu malah berubah menjadi batu runcing yang lebih banyak dan berhasil menusuk seluruh tubuh Honoka, membuat dirinya lengah karena ia tidak menyangka murid yang mencoba untuk melawan mereka akan memiliki kemampuan mengerikan seperti itu. Sepertinya seluruh peserta memang memiliki potensi tersendiri sehingga Honoka terjatuh dan Iblis itu bisa mendengar Honoka yang berlutut.


"Kena kau sekarang---" Minami mulai menendang Iblis itu lalu ia mencakar-nya beberapa kali menggunakan kecepatan cahaya, membuat dirinya langsung kehilangan banyak darah bahkan tidak sempat untuk melakukan apapun, Minami mengakhiri serangan-nya dengan menghantam wajahnya sampai ia terlempar menuju tempat pembuangan sampah itu dengan tubuh yang memancarkan cahaya, cahaya itu dengan pelan menyembuhkan iblis itu agar ia bisa dilaporkan dan langsung dikeluarkan.


Minami melihat batu runcing-nya yang mencoba untuk melukai Honoka tetapi ia berhasil menangkap Honoka dan membawa dirinya pergi dari tempat sepi itu, ia membutuhkan pertolongan karena musuh yang memiliki sihir batu itu benar-benar berbahaya bahkan bisa melukai Honoka cukup parah karena lubang-lubang yang ia terima. Honoka mencoba untuk mengubah semua batu itu menjadi perban tetapi perban itu berubah kembali menjadi batu yang lebih besar bahkan sampai melukai dirinya lebih parah.


"A-Aggghhh...!!!" Honoka terjatuh karena tubuhnya terus mengeluarkan darah, Minami merapatkan giginya dan mencoba untuk mencari Golem yang menyerang mereka itu. Dengan cepat Minami mulai menyentuh daratan untuk menyinari daratan dengan cahaya, cahaya itu mulai menyembuhkan luka Honoka dengan cepat agar ia bisa kembali bertarung untuk mencari Golem itu.


"Minami... jangan meremehkan batu yang mencoba untuk menyerang kita itu, percuma saja jika di hancurkan atau diubah... batu itu akan tetap kembali dengan kekuatan dan ukuran yang jauh lebih besar." Kata Honoka.


Honoka bisa melihat batu yang lainnya yang mencoba untuk menusuk leher mereka tetapi Honoka melarikan diri dengan mengubah daratan menjadi es lalu ia melepaskan gelombang Crimson melalui belakang-nya untuk mendorong dirinya bersama Minami ke depan, membawa mereka menuju tempat yang aman agar bisa dilihat oleh para penduduk. Honoka melirik ke belakang dan melihat batu itu seperti tidak dapat mengikuti mereka berdua, mereka hanya perlu menghindari semua serangan Golem itu.


"S-Sial... apakah kita melarikan diri...?"


"Tidak... kita mencoba untuk mencari cara agar bisa mengalahkan dirinya itu, jangan sampai lengah. Kita masih belum mengetahui kemampuan apa saja yang ia miliki, ditambah lagi Golem itu pasti tidak membawa iblis itu saja." Kata Honoka sehingga ia mulai melompat ke atas bersama Minami untuk berlindung di balik sampah yang bertumpuk, semua sampah itu Honoka ubah menjadi logam agar bisa melindungi dirinya bersama Minami.


"Aku berhasil mengalahkan iblis tadi... dia sudah pingsan dan tidak akan bangun atau melarikan diri karena dijaga oleh singa emas-ku... kalau begitu aku akan membuat sebuah umpan untuk memancing yang lainnya. Golden Minami!" Minami mulai menciptakan tiga Minami emas yang mulai berpencar untuk memeriksa setiap ruangan dan tempat, ia memejamkan kedua matanya untuk mencari murid lainnya yang mencoba menyerang mereka secara diam-diam.

__ADS_1


Honoka mencoba untuk mencari keberadaan tetapi semuanya terasa hilang, mungkin saja kota ini begitu ketat bahkan sampai melarang seorang Legenda untuk mencari keberadaan seseorang. Semua ini hanya bisa diserahkan kepada Minami yang dapat melihat seseorang dengan menciptakan dirinya dari emas atau tidak hewan emas yang bisa menjaga sekeliling. 


Minami masih belum menunjukkan tanda apapun tetapi detak jantung Honoka mulai berdetak cepat sehingga ia merasa khawatir, semua murid benar-benar kuat dan memiliki kekuatan tersendiri yang begitu unik. Honoka mendengar beberapa suara batu yang hancur ketika mengenai tumpukan sampah yang berubah menjadi logam, semuanya berjalan dengan baik tetapi...


Bammmmm!!!


Terjadi sebuah ledakan besar di hadapan mereka yang mampu melempar mereka ke belakang bahkan sampai terjatuh di atas tanah, Minami dan Honoka tidak bisa mengetahui apa yang terjadi tadi tetapi ledakan tadi kemungkinan besar berasal dari salah satu murid yang mencoba untuk membunuh mereka berdua, ledakan tadi cukup besar bahkan sampai melepaskan batu-batuan kecil yang menusuk tubuh mereka.


"U-Ugghhh!!! Sialan...!!! DIMANA KAU SIALAN!?!?" Minami mulai mengamuk, kedua mata-nya bertambah tajam dan memancarkan cahaya merah, menandakan [Neko's Rage] telah bangkit dan mempengaruhi tubuhnya. 


Efek itu akan menghilang sampai ia mengalahkan musuhnya itu dan ia sudah tidak bisa memberi mereka ampun karena terlambat, luka yang diterima olehnya mulai kembali pulih dan perlahan-lahan Honoka bangkit dan melihat Minami yang mengamuk lalu melarikan diri untuk mencari musuh itu sendirian, cahaya Minami sempat ia lepaskan, meninggalkan jejak yang begitu besar tetapi cahaya itu setidaknya dapat menyembuhkan luka yang ia terima.


"Jadi di situ ya... dasar, sialan... jika saja aku berada di jarak yang dekat maka aku bisa mengubah semua sampah itu menjadi air agar kalian tertangkap basah oleh Minami, sekarang... apa yang ia coba lakukan?" Honoka mengarahkan teropong itu ke arah barat dan melihat Minami yang sedang lari seperti seekor kucing, pergerakan-nya begitu cepat dan Honoka tidak menyangka bahwa Minami sedang mengajar seorang kakak kelas juga, kali ini ras Centaur yang memiliki kecepatan cukup besar sampai Minami tidak mampu mengejar dirinya.


"Centaur itu dijadikan umpan ya... agar Golem dan ras Cyber-Demon itu bisa menyerang Minami...? Kerja yang bagus, sekarang aku akan memberi kalian pelajaran dan pelajaran itu akan membawa kalian pulang!" 


Honoka mulai mendekati jarak mereka dengan menyamar menjadi sampah, ia memasang semua tumpukan sampah itu dengan cepat agar para Golem dan Cyber-Demon itu tidak menyadari dirinya tetapi Cyber-Demon itu mulai menunjuk ke arah Honoka sehingga Golem itu memuntahkan batu runcing lainnya melalui mulutnya. Honoka mulai melompat ke sebelah kanan dan terjatuh agar ia bisa melindungi dirinya dari serangan tadi, ia juga harus berhati-hati dengan serangan batu yang ia lepaskan karena mengandung ledakan juga.

__ADS_1


"Apakah Cyber-Demon itu dapat mendeteksi diriku...? T-Tidak..." Honoka melebarkan matanya dan mencoba untuk mengambil kartu-nya, ia melihat batu samaran itu lalu ia mengambilnya dan mengubahnya kembali menjadi sebuah kartu untuk melihat pilihan mode duel, ternyata selama ini mereka sedang berduel tetapi sejak kapan Minami dan Honoka menerimanya.


"Empat murid dari angkatan satu dan tiga, satu sudah dikalahkan dan lebih buruknya dia berasal dari angkatan ketiga. Itu artinya tiga angkatan ke satu yang tersisa, mereka berasal dari kelas 1-B... tiga murid ya? Kalau begitu kita bisa mendapatkan poin yang cukup banyak dan bahkan mengeluarkan mereka dengan cepat, informasi penting seperti ini juga harus aku laporkan kepada yang lain..."


"...entah apa yang ia baru saja lakukan sampai bisa memaksa diriku dan Minami untuk masuk mode duel tetapi aku akan mengeluarkan mereka semua dari kota ini karena sudah menyerang secara ilegal, pasti terdapat penjelasan besar di balik semua ini." Honoka mendengar suara pernafasan berat di belakangnya, ia melirik ke belakang dan melihat seorang murid yang baru saja dikejar oleh Minami bersembunyi di tempat yang sama dengan dirinya.


Honoka juga sempat melihat Minami yang baru saja melewati lorong itu tetapi tidak berhasil menemukannya, dengan cepat Honoka menghampiri Centaur itu lalu ia memegang kepala-nya dan menghantam-nya di atas daratan dengan cepat agar ia tidak bisa bergerak. Minami bisa mendengarnya dan secara refleks ia menengok ke belakang lalu melihat Honoka mencoba untuk menjadikan murid itu sebagai makanan bagi Minami yang terlihat begitu kesal seperti hewan buas.


"Grrrggghhh..."


"T-Tolong... ampuni aku...! Aku masih sayang nyawa...!!!"


"Kau tidak bisa melarikan diri... kami sudah mendapatkan dirimu dan bahkan Minami terlihat lapar, ia menerima makanan apapun loh termasuk daging Centaur... daging apapun itu, ia pasti akan memakannya karena ia sedang marah, kau bisa lihat taring-nya bukan...?" Honoka tersenyum mengerikan kepada murid itu sehingga ia mulai menangis ketakutan, Honoka mulai mendekati kepalanya dengan Minami yang terlihat kesal, kedua matanya dipenuhi dengan warna merah bahkan taring-nya sangat tajam dan dipenuhi dengan busa.


"Grrgghhhh... Ragggghhhhh!!!" Minami mulai mengaung kepada murid itu dan ia sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk memakan kepalanya yang terlihat lezat, untungnya Honoka menyelamatkan dirinya dengan menarik kembali kepalanya sebelum termakan.


Honoka dapat mulai menenangkan Minami dengan sebuah elusan, Centaur itu bisa digunakan sebagai jawaban yang dapat membuat semua rasa penasaran-nya hilang, ia ingin mengetahui semua informasi tentang penyerangan dan sistem duel yang memaksa mereka untuk bertarung, Minami mulai kehilangan efek amarah-nya itu, mengubah dirinya kembali ke semula dimana ia bisa melihat Honoka saat ini sedang memegang kepala murid-nya itu.

__ADS_1


"Sekarang, jelaskan, anjing kuda..." Minami menatap Centaur itu dengan tatapan tajam.


"...apa yang kau mau dari kami?"


__ADS_2