Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 45 - Ledakan Kemenangan


__ADS_3

Shizen melompat ke atas selagi menghindari serangan seorang Elf yang berasal dari kelas empat, "Sepertinya Haruki berhasil melawan Legenda pergabungan itu... Sudah saatnya kelas tiga bisa mendapatkan posisi ke satu." Ucap Shizen yang mulai menebas semua panah yang melesat menuju arah wajah-nya. Elf yang Shizen lawan saat ini bernama Haresh Maina dimana ia memiliki kekuatan yang mampu menciptakan objek apapun menjadi sebuah senjata yang sangat kuat dan bahkan senjata-senjata yang ia ciptakan hanya bisa ditemukan di toko yang menjual-nya dengan harga yang sangat mahal.


Haresh juga memiliki sihir angin yang mampu membuat semua senjata-nya melayang dan menyerang musuhnya secara otomatis karena ia memiliki Core of Automatic Weapon, sebuah kristal hitam yang terletak di dada-nya dan inti dari kristal itu mampu mengontrol semua senjata yang ia lihat lalu ia kendalikan dengan mudah, senjata musuh juga bisa ia kendalikan dengan mudah jika ia berkonsentrasi, "... ...!" Haresh menunjuk Shizen sehingga beberapa senjata api mulai muncul di sekitar tubuh Shizen dan mulai menembak peluru yang sudah di berikan racun yang mampu membuat tubuh membusuk, racun itu bernama Vile's Energy.


Shizen mulai mengayunkan katana-nya ke depan menciptakan lingkaran yang mampu membuat ledakan sehingga semua peluru itu langsung hancur, "Explosive Daggers!" Shizen mulai menarik tiga belati yang terletak di pinggang-nya lalu ia memberi belati-belati itu sihir ledakan, ia melemparnya ke arah Haresh, tetapi Haresh menangkis semua belati itu menggunakan pedang yang baru ia ciptakan sehingga ketika belati itu tertangkis, dagger itu langsung meledak dan menciptakan asap yang menghalangi kedua penglihatan Haresh.


Shizen muncul di depannya lalu ia menebas perutnya sehingga ia merusak zirah milik Haresh, "Cih!" Haresh mulai menunjuk Shizen sehingga semua senjata api-nya mulai melesatkan peluru yang berjumlah ratusan ke arah Shizen, Shizen meledakkan dirinya sendiri sehingga membuat semua peluru itu hancur karena ledakan-nya, "Ini terlalu mudah..." Ungkap Shizen selagi menghela nafas-nya, ia melesat ke depan lalu ia menendang perut Haresh sehingga ia terpental ke belakang.


Haresh mulai menciptakan sebuah bazoka melalui semua senjata api itu lalu bazoka itu menembakkan roket yang melesat menuju arah Shizen, tetapi Shizen langsung membelah-nya menjadi dua sehingga roket itu meledak dan mampu menciptakan asap-asap yang membuat Shizen tidak bisa bernafas karena asap itu mampu menghilangkan oksigen di sekitarnya, "Ugghh..." Shizen langsung berlutut di atas lantai karena asap itu juga mampu membuat tubuhnya memberat dan tidak bisa bergerak begitu saja, "Ahhh... Hah... Hah..."


Shizen tidak bisa bergerak di dalam asap itu sehingga Haresh menunjuk kepala Shizen menggunakan sebuah pistol, "RASAKAN INI!!!" Shizen membulatkan kedua matanya sehingga auranya mulai membesar, "MAGNITUDE EXPLOSION!!!" Teriak Shizen keras sehingga ia meledakkan dirinya sendiri dan membuat asap itu menghilang serta membuat Haresh terpental ke belakang dan terjatuh dari atas arena.


"Haresh Maina dari kelas empat telah di terjatuh dari atas arena." Ucap Jorgez yang mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius dan ia sama sekali tidak merasa puas melihat pertarungan antara Shizen dan Haresh, ia langsung menatap Naoki yang sedang bertarung melawan seorang iblis dari kelas satu. Nama iblis itu bernama Uragiri Mitaki dan dia memiliki kekuatan racun yang mampu melelehkan apapun. 


Uragiri meluncurkan beberapa bola hijau dan Naoki menciptakan sebuah barrier yang terbuat dari kegelapan karena dia adalah seorang Saint Dark, dia juga saat ini sedang berada di wujud Saint Enchanted karena Uragiri memiliki sihir racun yang mampu melindungi tubuhnya juga dimana ketika sebuah sihir mengenai tubuhnya maka sihir itu akan meleleh, "Cih..." Naoki bergerak ke depan dan ia melihat bahwa barrier-nya mulai meleleh karena sihir miliki Uragiri, Naoki mulai menebalkan barrier-nya lagi dan itu terus bergerak menghampiri Uragiri.


Naoki melompat ke atas, "DARK BLAST!!!" Naoki meluncurkan gelombang kegelapan menuju arah Uragiri, tetapi Uragiri langsung menatap gelombang itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Acid Erased!" Uragiri menunjuk gelombang itu menggunakan telapak tangan kirinya dimana sebuah bola hijau tua muncul dan menghapus gelombang kegelapan milik Naoki. *ZWOOOSSSHHHH!!!* "Kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan racun itu!" Ucap Naoki yang mulai menambahkan Lenergy yang lebih besar di serangan sihir itu.


"Tidak berguna!" Uragiri melepas bola racun itu ke arah Naoki sehingga gelombang kegelapan-nya hilang dan bola itu terus melesat menuju arah Naoki, tetapi Naoki mendarat di atas lantai dan berhasil menghindari bola racun yang diluncurkan oleh Uragiri, "Hampir saja---"


Uragiri muncul di depan Naoki lalu ia menghantam wajah Naoki sehingga ia terpental ke belakang, Uragiri muncul di belakang Naoki lalu ia menunjuk punggung Uragiri. "Acid Blast!!!" Uragiri meluncurkan gelombang racun tepat di belakang punggung Naoki dan Naoki masih sempat untuk melindungi seluruh tubuhnya menggunakan aura kegelapan-nya jika tidak maka tubuhnya pasti akan meleleh dan itu bisa saja menyebabkan kematian bagi dirinya. Uragiri melihat bajunya meleleh dan itu membuatnya tersenyum, "Sepertinya kau sudah habis dalam hal keberuntungan, Naoki!" Uragiri menghantam puncak kepala Naoki sehingga ia terpental menuju daratan.


Naoki terjatuh di atas lantai lalu ia kembali bangkit dari atas lantai, ia menatap Uragiri yang melesat menuju arahnya dengan ekspresi yang terlihat mematikan, "Walaupun kau seorang Saint Legenda, aku sebagai seorang iblis akan mempermalukan dirimu ini!!!" Uragiri menendang Naoki, tetapi Naoki menghindari tendangan itu lalu ia menendang kaki Uragiri sehingga membuatnya terjatuh di atas lantai, "GRAGH!!!" Uragiri berputar lalu ia menendang wajah Naoki dan itu membuatnya terpental ke belakang.


"ACID BLAST!!!" Uragiri meluncurkan gelombang hijau tua menuju arah Naoki dan itu mengenai seluruh tubuh sehingga membuatnya terpental, untungnya seluruh tubuh Naoki masih terlindungi dengan aura kegelapan, tetapi sihir itu benar-benar hampir membuatnya terjatuh dari atas arena. Naoki melihat Uragiri yang mulai mengangkat kedua tangannya lalu ia mulai menciptakan sebuah bola racun yang sangat besar, "Acid Wrath!!!"


Bola racun itu melesat menuju arah Naoki dan mengenai seluruh tubuhnya. *BWOOSH!!!* Uragiri membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Naoki yang berhasil bertahan dari sihir racun miliknya sendiri, ia juga melihat seluruh tubuh Naoki yang dilumuri dengan aura kegelapan yang sangat menyengat, "A-Apa ini...?" Uragiri menatap kedua mata Naoki yang mulai memerah, "DARKNESS OVERBOOST!!!" Teriak Naoki keras sehingga nada-nya mulai terdengar seperti monster yang mengamuk, Uragiri bisa merasakan seluruh tubuh Naoki yang mulai berotot.

__ADS_1


Naoki mulai melesat menuju arah Uragiri dan melingkarinya, Uragiri membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Naoki yang berada di sekeliling-nya, "A-Apa ini...? Kenapa bisa kecepatan-nya meningkat sebesar ini...? Apakah ini berdasarkan kecepatan...? Atau... Ilusi...?" Tanya Uragiri kepada dirinya sendiri sehingga Naoki muncul di depannya lalu ia menghantam wajah Uragiri sehingga ia terpental ke belakang, "Cih!" Uragiri melompat lalu berputar dan mendarat di atas tanah.


Naoki mulai menunjukkan kuda-kuda bertarung-nya, "Sudah saatnya aku mengalahkanmu... Aku tidak memiliki waktu luang, aku harus berjualan ramen!" Ucap Naoki.


Di sisi lainnya, Chiara sedang melawan seorang Vampire yang berasal dari kelas satu dan dia bernama Nino Haminora. Dia adalah seorang vampire yang mampu mengendalikan darah dan juga mengubah darah itu menjadi sebuah senjata apapun yang ia mau, "Blood Manipulation!" Nino mengangkat kedua lengannya ke atas sehingga semua darah yang berada di atas arena itu mulai melayang dan menciptakan sebuah pisau, semua pisau darah itu mulai mengepung Chiara dari segala arah, "... ..." Kedua mata Chiara bersinar cerah serta tombak-nya yang mulai bersinar lebih cerah dari matahari.


"Dance of Blooming Sunflower!" Chiara memutar tombak-nya dengan kecepatan yang melampaui suara, tombak itu langsung menangkis semua pisau darah itu sampai hilang, Nino membulatkan kedua matanya ketika melihat Chiara yang bergerak sangat cepat selagi bergerak menuju arah Nino. Nino terus menyerang Chiara dengan semua darah yang ia ubah menjadi senjata tajam dan semua senjata tajam itu melesat menuju arah Chiara yang mulai melompat ke atas.


Chiara langsung menangkis semua senjata tajam itu dengan hanya menggunakan tombaknya dengan kecepatan yang melampaui suara, dia juga menggerakkan tombak itu dengan hanya menggunakan satu tangan yaitu kanan, "Blood of Cry Ocean!" Nino menuju Chiara sehingga ia menciptakan sebuah ombak yang terbuat dari darah, ombak itu melesat menuju arah Chira dan Chiara langsung melempar tombaknya ke arah ombak tersebut.


ZWOOOOSSSHHHH!!!


Nino merasa terkesan melihat seorang malaikat yang bertarung cukup hebat dan baik, Chiara mendarat di depannya lalu ia mengangkat tangan kanannya sehingga tombaknya muncul kembali di genggaman tangan kanannya, Nino menunjuk Chiara lalu ia mulai menciptakan sebuah senjata api menggunakan darah yang menetes di bagian perutnya karena sudah tertebas oleh tombak milik Chiara, Nino menarik pelatuknya sehingga sebuah peluru darah melesat menuju arah Chiara.


Tiba-tiba daun bunga matahari muncul di depan Chiara dan melindungi dirinya dari peluru tadi, daun bunga mataharinya itu membesar dan mampu melindungi seluruh tubuh Chiara atau nama lainnya adalah sihir barrier milik Chiara sendiri, "Sepertinya sihir yang kau gunakan itu... Sihir yang melambangkan bunga matahari, kuat juga." Ucap Nino.


BAAMMMMM!!!


Chiara masih terlindungi dengan barrier bunga matahari-nya, ia melihat Nino melompat ke atas, "DEADLY BLOOD FLASH!" Kedua mata Nino bersinar merah lalu ia meluncurkan dua laser merah melalui kedua matanya, kedua laser merah itu melesat menuju arah Chiara dan Chiara langsung memutar tombak-nya sehingga mampu membuat kedua laser merah itu hilang karena putaran dari tombak itu yang menghapus sihir apapun karena sinar-nya.


Nino mulai lari ke belakang dan Chiara melesat menuju arahnya, Nino melirik ke belakang dan mulai meluncurkan beberapa pedang darah yang melesat menuju arah Chiara, tetapi Chiara langsung menangkis semua pedang-pedang itu dengan hanya menggunakan tombaknya. Setelah Chiara tiba di depannya, ia langsung mengayunkan tombak-nya ke arah puncak kepala Nino, tetapi Nino dengan beruntungnya berhasil menghindari serangan tersebut.


Chiara berbalik arah lalu ia mencoba untuk menebas perut Nino, tetapi Nino langsung berubah menjadi bola darah dan tebasan dari tombak itu langsung menembus bola darah tersebut sehingga bola darah itu mundur dan membentuk Nino kembali, "Aku tidak akan membiarkanmu lari dari tombak ini." Chiara melempar tombaknya ke atas sehingga tombak-nya berputar, Nino melihat itu lalu ia menghilang dan muncul di belakang Chiara sehingga bahu kanannya langsung tertebas oleh tombak milik Chiara.


ZLASSHH!!!


"A-Apa...?" Nino melihat tombak Chiara mulai melesat menuju arahnya dan Chiara langsung mengambilnya, Nino menatap tombak yang berputar ke arah lain dimana tombak itu mulai berubah menjadi bunga matahari, "Grrgghh..." Chiara melesat menuju arah Nino lalu ia mengayunkan tombak-nya beberapa kali, tetapi Nino langsung menangkis serangan itu menggunakan tombak yang terbuat dari darahnya sendiri.

__ADS_1


Chiara terpental ke belakang lalu ia melihat punggung Nino yang mulai menumbuhkan beberapa ekor yang terbuat dari darah, semua ekor itu melesat menuju arah Chiara dan Chiara langsung membelah tombak-nya menjadi dua sehingga ia langsung menggunakan tombak yang terbelah itu menjadi dua pedang, Chiara berputar dan menebas semua ekor itu sampai habis lalu ia mulai menatap Nino.


"Explosive Blood!" Nino melesatkan bola darah menuju arah Chiara dan Chiara langsung melindungi seluruh tubuhnya menggunakan bunga matahari yang mulai membesar. *BAMM!!!* Barrier milik Chiara langsung hancur sehingga membuatnya terdorong ke belakang, "Sepertinya sihir darah-ku mulai bertambah kuat." Nino tersenyum jahat sehingga membuat Chiara kesal.


Lang tiba di belakang Nino lalu ia mencoba untuk menghantam kepala Nino, Nino menghindari serangan itu lalu ia melirik ke belakang dimana ia melihat Lang yang mengganggu pertarungan mereka berdua. Nino menyerang balik menggunakan tinju kanannya, tetapi Lang langsung menahan serangan itu sehingga Lang menarik tangan kanan Nino lalu ia mencoba untuk menendang wajah Nino menggunakan kedua kaki-nya.


Nino berhasil menghindari serangan milik Lang, tetapi Lang langsung mengunci lengan kanan Nino menggunakan kedua lengannya, "Bodoh!" Nino tersenyum sehingga lengan kanannya mulai terlindungi dengan darah yang mampu membuat kulit Lang meleleh, "Arrrggghhh!!!" Lang mundur beberapa langkah ke belakang lalu ia menatap kedua lengannya yang meleleh, "Nrgggh..."


"Ayo! Aku akan melawan kalian berdua sekaligus!" Nino mulai menciptakan kedua tombak yang terbuat dari darah-nya, Lang melesat menuju arah Nino, tetapi Nino langsung menebas wajah Lang sehingga ia terdorong ke belakang dan terjatuh di atas tanah. Chiara melesat menuju arah Nino lalu ia mulai mengayunkan tombak-nya beberapa kali ke arah Nino, tetapi Nino langsung menahan serangan tombak itu menggunakan kedua tombak yang ia pegang.


Lang tiba-tiba memegang kedua kaki Nino dengan sangat erat sehingga itu membuatnya lengah, "Ahh---" Chiara langsung menebas kedua lengan Nino sampai putus lalu ia menggorok leher Nino sehingga kepalanya langsung jatuh dari tubuhnya, "JYAGGHH!!!" Chiara berputar lalu ia menendang tubuh Nino sehingga ia terpental ke belakang dan terjatuh dari atas arena.


"Nino Haminora dari kelas satu telah tereliminasi dan terbunuh! Itu artinya masih terdapat satu peserta yang mewakili kelas satu." Ucap Jorgez, Lang bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Chiara yang terlihat dingin, "Kenapa kau harus membunuhnya?" Tanya Lang.


"Bukan namanya pertarungan jika tidak ada yang mati." Ucap Chiara yang mulai menancapkan tombak-nya di atas lantai lalu ia duduk di atas lantai selagi menyenderkan punggung-nya dengan tombak milik-nya, ia juga mulai menyilangkan kedua lengannya selagi menatap Naoki dan Uragiri yang masih bertarung, "Sepertinya kelas satu sebentar lagi akan tereliminasi." Ucap Chiara.


"Acid Blast! Acid Blast! Acid Blast!" Uragiri terus meluncurkan sihir racun-nya ke arah Naoki, tetapi Naoki berhasil menghindari semua serangannya sehingga ia langsung menghantam perut Uragiri dengan sangat dalam, "Aci---" Naoki menendang kedua lengan Uragiri lalu ia berputar sehingga ia menendang wajah Uragiri dan mampu membuatnya terpental ke belakang.


"Aku akan memberikanmu sihir yang tidak bisa kau lelehkan..."


"HAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!" Naoki mengepalkan kedua tinjunya sehingga arena itu mulai bergetar dan aura kegelapan Naoki mulai membesar sehingga kilat-kilat hitam mulai bermunculan di sekitar tubuh Naoki. Uragiri bangkit dari atas lantai lalu ia melihat Naoki yang terlihat seperti mencoba untuk meledakkan diri-nya sendiri, "GRAAAAAAAGGGGGHHHHHHHHHH!!!" Teriak Uragiri keras sehingga ia mulai menciptakan dua bola racun dan setelah itu ia menggabungkan kedua racun itu menjadi bola racun yang lebih besar.


Uragiri melesatkan bola racun besar itu menuju arah ledakan yang dibuat oleh Naoki, ledakan milik Naoki dan sihir milik Uragiri mulai teradu sehingga Haruki mulai merasa janggal karena Naoki seperti mencoba untuk mengorbankan dirinya untuk memenangi pertarung-nya melawan peserta terakhir dari kelas satu, "A-Apa yang kau coba lakukan, Naoki...?" Ungkap Haruki.


"DARKNENING SELF-EXPLOSION!!!" Teriak Naoki keras sehingga ia langsung meledakkan dirinya sendiri, ledakan Naoki langsung menghancurkan sihir milik Uragiri dan ledakan itu langsung mengenai seluruh tubuh Uragiri, "UAAAGGGHHHH!!!! AAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Uragiri kesakitan sehingga seluruh tubuhnya mulai terbakar habis dengan ledakan dari sihir milik Naoki yang amat dahsyat sehingga mampu membuat arena itu sebelah-nya hancur karena ledakan yang Naoki ciptakan.


BAAAAAAMMMMMMMM!!!!

__ADS_1


__ADS_2