Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 88 - Cara Untuk Melarikan Diri


__ADS_3

Yuffie memberi saran kepada Akina dan Megumi untuk tinggal beberapa hari di tempat persembunyian sampai Minami bisa tumbuh menjadi bayi yang berukuran normal, tetapi sepertinya Yuffie pernah membaca bahwa Neko Legenda tumbuh cukup besar dalam perhitungan hari atau waktu.


Kemungkinan besar Minami bisa saja menjadi seorang balita atau anak kecil dalam satu minggu karena itulah keajaiban dari jenis Legenda yang berbeda, pertumbuhan Neko Legenda jauh lebih tetapi semua itu akan berubah ketika mereka menginjak umur biasa mereka seperti lima atau enam tahun.


Semua itu bisa dibuktikan, contohnya Megumi dimana dia ini sudah berusia dewasa tetapi fisik terlihat seperti anak kecil, terkadang bangsa Neko Legenda akan berhenti tumbuh ketika sudah masuk tahap usia 6 sampai 8 tahun. Itulah kekurangan dan keuntungan bangsa Neko Legenda, tidak ada satupun Neko Legenda yang memiliki fisik seperti pria sejati dan wanita seksi.


Saat ini Megumi sedang tertidur cukup nyenyak bersama Minami yang diselimuti dengan selimut kecil, Yuffie dan Akina saat ini sedang melihat peta yang menunjukkan keseluruhan dari semesta Touri.


Yuffie sudah menandai beberapa semesta dan planet menggunakan pensil berwarna merah, banyak sekali tanda yang Yuffie gambar karena semua tanda itu mengartikan bahwa seluruh bangsa Iblis saat ini sedang mencoba untuk menaklukkan segala semesta dan planet-planet yang ada.


Tidak ada satupun jalan keluar selain bertarung, melarikan diri saja tidak berguna karena mereka akan terus mengejar. Akina menandai beberapa semesta dan planet menggunakan pensil berwarna biru yang menandakan bahwa terdapat beberapa orang yang dekat dengan-nya seperti Korrina dan Asuka.


"Tanda biru itu...?" Tanya Yuffie.


"Tanda biru yang aku gambar itu adalah tempat dimana terdapat beberapa orang yang dapat kita percayai, mereka semua adalah teman baik-ku dan aku yakin mereka pasti sedang mengalami hal yang sama. Mereka tidak ingin mengorbankan nyawa mereka, penyergapan bangsa iblis itu membuat kita semua berpisah dan aku berakhir di tempat ini bersama Megumi dan Mirai."


"Sepertinya aku cukup beruntung karena tidak mengikuti turnamen itu, saat ini bangsa iblis mencoba untuk menguasai segala daerah. Kita perlu menggunakan waktu dengan hati-hati karena bangsa iblis itu sangat kuat tentang peperangan..." Tatap Yuffie serius.


"Aku tahu itu, intinya sekarang kita harus bisa pergi ke semesta tetangga dari Xuutouri yaitu Xuusuatouri, disana aku bisa merasakan keberadaan beberapa orang yang aku kenal termasuk teman dekat-ku yaitu Asuka... Dengan kekuatan bersama kita pasti bisa menghabiskan beberapa iblis dari berbagai semesta." Akina mulai menulis beberapa rencana di peta itu bahwa tujuan utama mereka hanyalah mengumpulkan seseorang yang dapat mereka percayakan.


"Bangsa Iblis itu tidak memiliki kesempatan apapun ketika kita mengumpulkan kekuatan semua penduduk semesta Touri menjadi satu, aku mengenal beberapa orang yang dapat berperang melawan bangsa Iblis itu." Ucap Yuffie.


"Simpan ide itu untuk nanti karena kita masing-masing memiliki rekan kita sendiri yang dapat membantu kita pada saat perang semesta dimulai, aku masih tidak yakin bahwa kita akan menang karena bangsa Iblis pasti memiliki bala bantuan." Akina memegang dagu-nya sendiri.


Lima hari telah berlalu dan pasukan iblis mulai menyerang tempat persembunyian mereka sampai berakhir menjadi debu kecil, Mirai bersama pasukan-nya mengeluarkan beberapa sihir yang dapat memperlambat mereka untuk masuk ke dalam tempat persembunyian itu, tetapi pelindung itu tidak akan bisa bertahan lama.


Setiap pasukan iblis yang terbunuh mampu membuat iblis lainnya merasakan amarah besar, mereka segera memanggil bala bantuan dan mencoba untuk menghancurkan pelindung itu dengan mengorbankan diri mereka.


"Sebenarnya mereka itu kenapa...?! Mereka bersikap nekat juga untuk masuk dengan cara paksa walaupun mereka tahu bahwa kematian akan menyelimuti mereka..." Ucap Mirai yang mendorong mereka mundur menggunakan akar-akar yang ia ciptakan.


Yuffie dan Akina sama-sama berkeringat, mereka sudah menyusun banyak rencana dimana semuanya akan berakhir gagal. Sepertinya setiap rencana memiliki pengorbanan itu sendiri, mereka masih kekurangan bukti tentang penyerangan iblis ini. Tentang penyergapan iblis saja Akina masih belum menemukan informasi-nya.


Megumi memerhatikan dari ranjang-nya sambil menyusui Minami yang sudah tumbuh cukup besar, dalam beberapa hari lagi dia pasti akan bisa jalan dan di bawa pergi oleh Megumi. Yuffie bisa memprediksi bahwa mereka hanya memiliki satu atau dua minggu sebelum pelindung itu hancur.


Ketika pelindung hancur maka mereka harus segera melarikan diri dan menyelamatkan diri mereka masing-masing sebisa mungkin karena semua pasukan iblis sudah pasti akan menunggu mereka dengan mengepung tempat persembunyian mereka.


"Ini sama seperti wabah zombie saja..." Akina menghela nafas-nya.


"Wabah zombie...?"

__ADS_1


"Tidak lupakan... Mari kita terus fokus untuk menciptakan rencana melarikan diri."


Yuffie dan Akina terus membuat rencana lain, keempat peri itu juga ikut membantu sampai mereka masing-masing memiliki kertas yang berisi banyak rencana. Mirai dan pasukan lainnya dipenuhi dengan keringat karena mereka terus mengulurkan waktu agar pelindung itu bisa hancur dalam waktu yang lama.


Beberapa hari kemudian, sekitar 13 hari Akina berada di tempat persembunyian itu sambil berlatih. Mirai sudah melapor kepada Yuffie bahwa pelindung yang melindungi tempat persembunyian itu sudah retak dan sekarang waktu sedang menghitung mundur sebelum pelindung itu hancur.


"Semua-nya, bersiaplah untuk melarikan diri. Intinya kalian harus bisa mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Jangan sampai kalian terbunuh...!" Ucap Yuffie kepada semua pasukan yang masih hidup.


""Baiklah...!"" Teriak mereka semua.


"Shining Flash...!!!" Ucap Minami sambil menunjuk semua iblis yang mencoba untuk menghancurkan pelindung itu menggunakan telapak tangan kanan-nya.


"Shining Flash...! Shining Flash...! Shining Flash...! Ahahaha...! Minami akan membakar kalian, duaarr....!" Minami bertingkah seolah-olah ia menyerang semua iblis itu menggunakan sihir khayalan-nya.


Megumi yang tadi mencari Minami akhirnya ketemu, ia berada di sisi pelindung itu dan itu sangat berbahaya sampai ia segera menggendong-nya pergi.


"Minami... Mama bilang untuk tidak mendekati iblis itu, kamu nakal banget sih..." Megumi menghela nafasnya.


"Buuu... Tapi Minami sedang membakar mereka semua, Mama." Minami mengembungkan pipi-nya.


Sepertinya apa yang dikatakan sejarah tentang Neko Legenda ternyata benar, selama dua minggu ini Minami telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang sudah bisa berbicara dan jalan. Walaupun umurnya masih beberapa minggu, tetapi kemampuan tumbuh Neko Legenda itu berbeda dengan ras lainnya.


Inilah keajaiban dari seekor Neko Legenda, Minami tumbuh menjadi gadis yang sangat bersemangat. Ia sangat tidak menurut ketika Megumi melarangnya melakukan ini maka dia akan melakukannya sampai ia sering mengkhayal bahwa dirinya membakar pasukan Iblis seperti tadi.


"Minami, jangan melakukan hal yang ceroboh loh... Mama tidak bisa terbang."


"Siap, Mama...!" Minami mulai memeluk Megumi erat.


Keempat peri itu memejamkan kedua mata mereka untuk memprediksi kapan pelindung itu akan hancur, peri-peri itu memiliki kekuatan yang dapat memprediksi masa depan dan apa yang akan terjadi. Terkadang prediksi mereka tidak akan selalu 100% berhasil.


"Tiga detik lagi...!" Peri-peri itu memberitahu Yuffie dengan menggunakan sihir telepati.


Yuffie mengangkat ketiga jari-nya dan mulai menurunkan satu per satu dengan pelan untuk menandakan hitung mundur dari kehancuran pelindung itu, ketika ketiga jari Yuffie turun... Pelindung itu langsung hancur menjadi kepingan kecil. Mereka semua segera terbang ke atas langit dan Megumi segera melompat ke atas langit dengan tenaga yang besar di kedua kaki-nya.


"...Berhasil---"


Yuffie melebarkan matanya ketika melihat ratusan naga yang muncul di atas langit, terdapat beberapa iblis yang sedang menunggangi naga itu dan sepertinya semua pasukan iblis itu sudah bersiap dan menyusun rencana. Tidak ada celah untuk melarikan diri kecuali bertarung melawan semua pasukan iblis itu.


"Melarikan diri bukanlah pilihan, Yuffie..." Sang pemimpin pasukan Iblis mulai berbicara sambil menunjukkan senyuman sinis.

__ADS_1


Yuffie menatap wajah iblis itu dengan tatapan yang mengancam, "Kau... Makuzin..."


Yuffie mengenal pemimpin tersebut, dia bernama [Makuzin]. Sepertinya mereka berdua pernah bertemu sebelumnya. Makuzin langsung memerintah semua pasukannya untuk menghabiskan Yuffie bersama pasukan yang masih hidup tanpa memberi kesempatan untuk berbicara atau melakukan aksi.


"Sial... Sepertinya kita harus bertarung...!" Akina memanggil kedua tombak kebajikan-nya.


Yuffie mengeluarkan dua kertas dan ia bisa mendengar seluruh pasukan-nya mengeluarkan teriakan yang sangat keras karena mereka semua satu per satu dilahap sampai habis oleh bangsa Iblis itu. Yuffie hanya bisa memejamkan kedua matanya karena rasa takut bahwa takdir kematian-nya sudah dekat.


Megumi mendarat di atas tanah dan Akina segera muncul di sebelahnya untuk melindungi dirinya. Jumlah iblis yang mengepung mereka itu lebih dari ribuan sampai Akina tidak bisa selalu melindungi Megumi.


"Akina... Fokus dengan kehidupan berharga-mu itu, serahkan Minami kepadaku...!" Ucap Megumi yang mulai menjaga Minami yang terlihat seperti bersemangat untuk mengalahkan mereka.


"Jika kalian mendekati Mama maka Minami akan memberi kalian semua hukum...!" Minami mulai menunjuk mereka semua dengan kedua telapak tangan-nya.


Semua iblis itu langsung menertawakan-nya habis-habisan sampai Minami mulai mengeluarkan sihir khayalan-nya kepada semua iblis itu. Perlahan-lahan semua iblis yang mengepung Megumi jalan dengan pelan-pelan dan Megumi sudah siap untuk mencincang tubuh mereka menggunakan aura cakar-nya yang tajam.


"Jangan mendekati anakku..." Tatap Megumi tajam.


Makuzin memerintah semua iblis itu untuk menghabisi mereka, waktu mereka terbatas jadi Makuzin tidak ingin melihat mereka terbunuh dengan cara yang pelan. Yuffie, Akina, dan Megumi tidak bisa menyerang semua Iblis yang muncul dimana-mana itu.


"Shining Flash...!" Teriak Minami keras dimana ia mengangkat kedua lengan-nya.


Seluruh iblis yang mengepung dan mencoba untuk menyerang Yuffie bersama pasukan-nya tiba-tiba memancarkan cahaya yang terang lalu berubah menjadi partikel-partikel emas kecil. Jantung Makuzin berhenti berdetak untuk sekejap karena ia bisa merasakan hawa kemarahan dan membunuh yang sangat besar di sekitarnya.


Terdapat sebuah cahaya yang bergerak lincah di sekitar wilayah tersebut sampai menghabiskan seluruh pasukan Iblis dalam sekejap dan hanya menyisakan Makuzin sendiri, ia mencoba untuk memanggil bala bantuan tetapi tidak bisa karena dirinya mendadak tidak bisa menggerakkan tubuh-nya.


"A-Apa yang terjadi...?" Akina melihat sekeliling dimana ia melihat banyak sekali partikel cahaya kecil.


Megumi menatap Minami dengan ekspresi yang kaget, "Minami... Apakah kau melakukannya...?"


"Minami menang...!"


JBASSSHHHHHHH!!!!


Sebuah cahaya yang berbentuk pilar muncul di depan Makuzin sampai membuat dirinya ngompol, pilar cahaya itu mulai menipis dan menunjukkan sesosok pria yang menggunakan baju tak berlengan hampir sama seperti tank top tetapi terlihat jelas otot yang menapak di baju-nya.


Megumi melebarkan matanya melihat sesosok pria itu, pria itu memancarkan cahaya yang cukup terang serta kedua lengan-nya diselimuti dengan cahaya yang sangat terang. Kedua pupil-nya saja sudah bagaikan matahari yang bersinar di siang hari dan rambutnya juga yang berwarna kuning bercahaya.


"... ..." Pria itu menatap tajam Makuzin.

__ADS_1


Air mata Megumi mengalir keluar, "Ahhh..."


"...Shira!!!" Teriak Megumi karena merasa senang melihat Shira.


__ADS_2