Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 356 - Harapan yang Menemani Kutukan


__ADS_3

"Dengar ya, Minami kecilku... kamu itu benar-benar spesial karena kamu adalah berkah yang Shira berikan kepada diriku..." Kata Megumi sambil memeluk Minami erat, saat ini Minami ingin sekali mengetahui sebuah kebenaran tentang dunia yang dipenuhi dengan misteri. Shira saat ini tidak ada jadi hanya Megumi yang dapat memberitahu dirinya karena ia lebih cocok dalam masalah seperti ini.


"Intinya kamu tidak harus khawatir tentang misteri dunia ini, kau bisa mencari kebenaran itu tetapi kamu tidak bisa menjalankan kebenaran itu dengan apa yang kau inginkan. Berbeda dengan Shira dimana ia memilih jalan yang ia percayai dengan perasaannya sendiri sebagai seorang Legenda layak, semangat dan tekadnya yang terus membantu dirinya untuk memilih jalan yang tidak pernah bisa ia ketahui kebenarannya." Minami terus mendengar perkataan Megumi dengan tatapan yang terlihat bingung, ia masih berusia 4 tahun tetapi merasa penasaran dengan dunia yang ia tempati.


"Tidak selalu kebenaran yang kamu ketahui itu benar karena semua orang memiliki pilihan dan harapan yang mereka percayai sendiri. Bisa kamu ubah kebenaran itu dan bahkan menunjukkan dunia bahwa kebenaran yang asli itu tidak selalu benar... keajaiban itu nyata tetapi hanya muncul jika orang itu berusaha keras demi menciptakan kebenaran yang dapat dipandang benar oleh semua orang."


"Karena itulah, Touriverse dipenuhi dengan misteri dimana semua orang memiliki jalan dan harapan mereka masing-masing dengan kebenaran yang mereka anggap salah, benar, dan membingungkan. Sebagai ibumu, aku yakin bahwa suatu saat nanti kamu sendiri akan bingung dengan mencari jalan dan kebenaran yang harus kau laksanakan. Hari dimana kamu akan menjadi harapan yang menggantikan Ayah dan Ibumu." Megumi tersenyum selagi mengusap kepala Minami dan kedua telinganya turun karena ia takut dirinya akan gagal.


"Mama... aku... aku ingin menjadi harapan yang bisa menggantikan kalian, seorang putri yang dapat meneruskan harapan Mama dan Papa jika bisa... lebih dari apapun itu, aku ingin melindungi Touriverse dan semua kebahagian yang dirasakan oleh penghuni Touriverse. Aku ingin mengabulkan semua mimpi mereka yang dapat dicapai dengan semua kedamaian yang sudah Papa lakukan..." Kata Minami dengan ekspresi yang terlihat sedih, pikirannya terus diganggu oleh kegagalan dan ia sendiri masih belum percaya untuk meneruskan harapan Megumi dan Shira.


"Kamu benar-benar putri kami ya... benar-benar baik dan terlihat jelas seperti Ayahnya karena tujuan itu, aku sudah berpikir bahwa kamu akan mengatakan itu."


"Tapi Mama, itu artinya aku harus mengorbankan semua yang aku miliki untuk meraih tujuan itu 'kan? Apakah Ayah akan setuju jika aku mencoba untuk mengorbankan diriku demi melindungi Touriverse? Sepertinya itu adalah tugas yang sangat berat... harapan dapat melakukan apapun tetapi harapan juga dapat digunakan sekali..."

__ADS_1


"Itulah kenapa, Minami kecilku... lebih baik kamu tidak memiliki jalan harapan yang mengerikan, lebih baik kamu mencari sesuatu dan mempercayai apa yang terdapat di dalam dirimu. Seperti perasaan dan semangat besarmu, aku tahu bahwa semangat Shira pasti diteruskan oleh putri kecilnya, ini adalah peringatan Ibu..."


"...sebagai ibumu aku akan terus mendukung dirimu, jika kamu ingin pergi ke jalan yang sangat jauh dan dalam seperti jalan yang baru maka tujui lah jalan tersebut. Bahkan jika kamu tidak memiliki kekuatan untuk pergi menuju jalan tersebut sekarang... bertindak dan berpikirlah bahwa kamu tidak akan menyesal..." Minami mulai terharu ketika mendengar itu, perkataan ini sudah jelas akan keluar dari seorang Ibu yang terus mengasuh dirinya dari bayi, Minami menghapus air matanya yang terus keluar, "Mama dan Papa akan terus mengawasi dirimu, ingat itu, nak."


***


"Ya... aku ingat sejak itu..." Kata Minami sambil menatap atap, ia mengepalkan kedua tinjunya lalu kembali bangkit dengan ekspresi yang terlihat serius. Tekadnya mulai bertambah besar dan ia terus tambahkan dengan menepuk kedua pipinya beberapa kali lalu menunggu Kou untuk bangun, ia akan mencari cara untuk bertemu denganĀ  teman-temannya karena ia sendiri masih belum memiliki kekuatan yang cukup meyakinkan untuk melawan semua takdir ini.


Beberapa menit kemudian, Minami melihat Kou sudah bangun dan ia bangun dalam waktu yang tepat karena kubus waktu yang ia pegang sudah bisa digunakan untuk melompati waktu. Sudah saatnya mereka pergi meninggalkan masa yang cukup mengerikan karena kebenaran yang terdengar cukup membingungkan, Kou menggenggam tangan Minami lalu mereka pergi meninggalkan masa itu menggunakan kubus waktu tersebut.


Minami dan Kou mendarat di atas daratan sehingga ia mengetahui masa ini adalah alternatif juga, dimensi palsu dengan masa lalu. Minami menghela nafas panjang karena ia tidak ingin bertemu dengan siapapun terutama paman-nya itu yang bernama Shinra. Minami merasakan keberadaan teman-temannya yang tidak jauh, sepertinya mereka mendekat dan ternyata benar karena mereka terlihat terkejut ketika melihat Minami dan Kou akhirnya datang dengan selamat, Minami sontak kaget ketika mereka tidak menanyakan Okaho.


"Minami, aku senang kamu baik-baik saja." Kata Marie dengan senyuman lebarnya, mereka semua mengatakan hal yang sama seperti bersyukur dan bahagia ketika melihat Kou dan Minami pulang. Minami tidak mendengar satupun nama yang berkaitan dengan Okaho sehingga ia melihat Honoka yang sedang mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia mungkin mengetahui tentang Okaho, "Honoka, kamu tahu tentang Kakakmu itu...? Okaho...?"

__ADS_1


"Begitulah..." Honoka mengangguk dan mereka semua menatap Minami dan Honoka dengan tatapan yang terlihat kebingungan, "Okaho...? Kalian membicarakan siapa?" Tanya Hana.


"K-Kalian... bukan waktunya untuk bercanda sekarang ini, kalian tidak mengenal Okaho...?" Tanya Minami selagi mendekati mereka, satu kebenaran dan fakta yang tidak bisa Minami terima karena kubus hitam itu yang hilang akan menghilang mereka yang berada di dalam sana. Seperti eksistensi dan keberadaan yang menghilang begitu saja.


"Aku mohon... jangan bercanda...! Kalian tidak mengenal teman kalian sendiri!? Seseorang yang sudah meminta bantuan kepada kalian untuk membantu Haruka!? Itu... Okaho Comi loh, Okaho Comi... Kalian tidak mengenal dirinya?!" Tanya Minami dengan ekspresi yang terlihat panik dan mereka terlihat kebingungan, tidak ada yang mengenal Okaho kecuali seseorang yang menyaksikan dirinya menghilang begitu saja. Hanya Minami, Kou, dan Honoka yang mengetahui Okaho.


Honoka bisa mengetahuinya karena ia merasakan sesuatu yang hilang di dalam dirinya dan itu sudah jelas sisi Eternalnya karena kutukan itu hilang begitu saja di dalam dirinya. Minami merasa sangat kesal melihat mereka semua tidak mengetahui seorang teman yang sudah menemani selama bertahun-tahun, Kou mencoba untuk menghentikan Minami yang sudah mengetahui tentang kehilangan Okaho tetapi ia tidak bisa menerima hal itu dengan mudah, ia ingin mereka mengetahui Okaho yang sudah mengorbankan diri demi keselamatan Minami dan Kou.


"S-Siapa yang membawa kalian ke tempat ini... tidak... tujuan kalian berada di sini apa...? Siapa yang mengajak kalian?" Tanya Minami.


"Hm? Sudah jelas Honoka yang membawa kami bukan? Apakah kau mengalami amnesia atau semacamnya sampai melupakan seseorang yang menjalankan tujuan itu?" Tanya Mitsuki. Minami mendengar jawaban yang sama dari mereka semua sehingga kedua matanya berubah menjadi merah pekat dan taringnya bertambah besar karena ia tidak ingin sahabatnya di lupakan begitu saja, Rokuro mulai curiga ketika melihat Minami mengamuk dan marah seperti itu. Ia sudah mempersiapkan diri untuk menyambut serangan Minami.


"Kalian...!!! TIDAK BERGUNAAAGGHHHHH!!!" Minami mengerang keras sehingga ia melompat menuju arah mereka tetapi Kou menghentikan dirinya dengan menggerakkan kedua jarinya sehingga Minami terjatuh dan tertidur begitu saja, "A-Apa yang terjadi dengan Minami?" Tanya Asriel.

__ADS_1


Kou tersenyum lalu ia menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk memberitahu mereka bahwa semuanya baik-baik saja, Honoka mulai membantu dengan mendekati Kou lalu mengangkat tubuh Minami, "Lebih baik sekarang kita fokus kepada tujuan utama kita sebelum waktu habis, Kuharu sudah pasti akan mencapai kekuatan dan kemampuan waktunya yang asli itu."


""Baiklah...""


__ADS_2