
Giblis itu mulai membuka mulutnya lebar-lebar sehingga melepaskan gelombang kegelapan yang begitu besar, Shou dengan cepat menciptakan rantai gerhana bulan yang berlapis-lapis untuk melindungi dirinya bersama dengan yang lainnya.
Baammmm!!!
"Tidak ada artinya melawan... Satu Prime Giblis sudah cukup untuk menghabiskan kalian satu-satu." Oskadon menyilang kan kedua lengannya dan melihat Shou dipenuhi luka keras setiap rantai itu tiba-tiba memberi dirinya luka.
"Shou, kau baik-baik saja?!" Tanya Shuan.
"Ya... Hanya sedikit, serangan dari Prime Giblis itu sepertinya dapat menyerang sesuatu yang mati... Contohnya sihirku tadi yang tidak memiliki kehidupan apapun di dalamnya."
"Ketika Giblis itu melepaskan sihirnya tadi dan mengenai rantaiku, seharusnya tidak ada yang terluka tetapi si brengsek satu ini dapat memindahkan kerusakan dari rantai itu kepada diriku sendiri."
Methode dan Shuan tercengang ketika mendengarnya, Prime Giblis dapat menyerang sihir apapun lalu memberikan luka secara langsung kepada pemiliknya, sesuatu yang harus mereka perhatikan dan waspadai.
"Sudah aku bilang bukan...? Kami, bangsa Iblis berada di tingkatan lebih atas soal kekuatan murni dan sihir!" Oskadon menunjuk mereka semua dengan tatapan penuh kebanggaan.
"Ck...! Brengsek...! Bagaimana caranya kita bisa menang jika musuhnya sekuat ini...!? Apakah tidak ada orang yang mengetahui kami di tempat ini...!?" Ungkap Shuan dengan tatapan penuh ketakutan.
"Awalnya aku sudah siap untuk menerima tantangan lainnya dari kalian tetapi melihat Legenda seperti kalian kesulitan melawan Prime Giblis..."
"Tidak ada kesempatan kedua untuk melawan diriku sepertinya... Tidak ada kesempatan lain juga untuk bertambah kuat, mati hanya pilihan utama di skenario seperti ini." Oskadon mundur beberapa langkah dan membiarkan peliharaan nya yang menghabiskan para Legenda itu.
"Dengar kalian, para Legenda! Dalam detik-detik ini, proses kehancuran dan perang melawan ras Legenda, untuk menghapus ras yang mencoba untuk mengalahkan bangsa Iblis!"
"Kiamat untuk bangsa Legenda telah di mulai, iblis akan mengambil alih semua yang kalian dapatkan. Di mulai dari kedamaian dan kekuatan itu, semuanya akan kami rebut kembali...!"
"Semua raja dari bangsa iblis! Tidak ada lagi kesempatan untuk para Legenda, aku... Oskadon Panadold sebagai Demon Lord akan memulai rencananya!" Oskadon melepaskan gelombang kegelapan yang besar ke atas langit.
"Selama ini kedua Rxeonal dari dimensi asli dan palsu telah melakukan kesalahan yang seharusnya tidak di ulangi...!"
"Rxeonal asli mencoba untuk memulai perang melawan seluruh bangsa di Touriverse adalah kesalahan besar walaupun mendapatkan bantuan dari Dewa dan Dewi masih tetap saja kalah!"
"Sedangkan Ayahku sendiri gagal karena Shinra dengan bantuannya terutama seorang Legenda yang menyamar menjadi Dewi waktu!"
Shuan terkejut ketika mendengarnya, kalau tidak salah Dewi waktu yang ia maksud itu bisa saja Haruka tetapi semua yang di katakan Oskadon memiliki makna kuat di dalamnya.
"Aku akan mencatat sejarah yang lebih baik dan baru... Kekalahan terhadap kakakku dan iblis yang lemah lembut adalah sebuah kesalahan yang tidak bisa aku terima!!!" Seru Oskadon keras sehingga mendorong Shuan ke belakang.
Shuan berhasil di tarik kembali oleh rantai Shou sedangkan Methode saat ini mencoba untuk bertahan melawan Giblis itu memiliki kemampuan yang sama dengan Oskadon yaitu Corruption Abyssal.
"Lebih baik memulainya secara proses...!!! Pelan-pelan!!! Lebih penting menghabiskan dan memusnahkan kalian, bangsa Legenda!!!" Oskadon mengepalkan kedua tinjunya.
Sebuah tahta hitam muncul di belakang Oskadon lalu ia duduk di atasnya selagi mengangkat kaki kanannya ke atas kaki kirinya.
"Aku ingin menanyakan pertanyaan ini kepada kalian bangsa Legenda, seberapa banyak latihan yang kalian lakukan akhir-akhir ini...?"
"Apakah Legenda akan terus bertarung jika dunia sudah damai? Tentu saja tidak, Legenda ada hanya untuk pertarungan apapun bahkan salah satu dari mereka bisa saja menjadi konflik untuk alam semesta."
"Kehausan terhadap kekuatan, kalian pikir hanya mengalahkan iblis saja... Hanya menyalahkan bangsaku bisa menganggap Touriverse berada dalam ancaman?"
"Seharusnya kau bisa menyadarinya lebih jelas lagi... Legenda lebih banyak membuat musuh dan konflik di bandingkan Giblis, kemunculan Legenda pertama... Di situlah terjadinya kehancuran dan masalah dimana-mana..."
"Konflik tidak akan pernah berakhir, walaupun memiliki niat baik di dalam sebuah perbuatan dan sikap, perang dan pertarungan tidak akan pernah menghilang... Selalu ada setiap saat..."
"Dewa sendiri sebagian muak dengan bangsa Legenda yang memiliki kekuatan berpotensi untuk menghancurkan apa pun, sudah insting sebagai seorang iblis bertarung dan berperang..."
"Musuh kami hanyalah satu dan itu manusia yang selalu membuat musuh baru tetapi bangsa Legenda malah berikut campur dengan urusan bangsa kami, apakah kalian merasa senang untuk memilih-milih musuh?"
__ADS_1
"Bandingkan bangsa Legenda seperti kalian dan bangsa lainnya, mereka sendiri memiliki tujuan dan musuh abadi sedangkan bangsa seperti kalian akan berkeliaran untuk mencari pertarungan."
"Bahkan kemungkinan besar merugikan diri sendiri dengan saling membunuh satu sama lain, hanya karena kehausan terhadap kekuatan." Shou dan Shuan hanya bisa memperhatikan dengan tatapan serius.
"Legenda memang memiliki banyak kekurangan terhadap diri mereka masing-masing, tetapi... Apakah kau bisa melihatnya lebih jauh lagi?" Shuan mulai berbicara.
"Legenda memiliki tanggung jawab yang besar karena kebanggaan mereka, walaupun mereka sering membuat banyak kesalahan dan kekurangan."
"Kami masih tetap memiliki tanggung jawab yang mampu membuat Touriverse kembali damai!" Jawab Shuan dengan tatapan serius.
"Tidak perlu menyalahkan bangsa Legenda beberapa kali karena kalian semua penyebab konflik tidak pernah menyelesaikannya sendiri... Hanya kami, di setiap sejarah... Hanya kami bangsa Legenda lah yang berjaya!"
"Itu adalah tanggung jawab kami! Kebanggaan kami sebagai bangsa Legenda!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya.
"Apakah kau percaya Iblis bisa mengikuti tanggung jawab yang kau maksud itu?"
"... ..."
"Kalau begitu, tanggung jawab ya. Tanggung jawab kita sebagai bangsa Iblis tentunya mengurangi populasi yang tidak berguna, populasi yang merugikan seperti kalian."
"Sudah tersedia pembatas untuk berbagai macam ras bahkan pembatas itu sangat kuat, ya, itu adalah semesta kita masing-masing di mulai dari Xuusuatouri sampai Zuutouri."
"Tetapi apa yang Legenda lakukan...? Tentunya mencari musuh dan melakukan berbagai macam kehancuran dengan planet-planet yang ada."
"Aku sudah muak membiarkannya... Hanya iblis saja kah yang berani untuk menghabiskan inti dari konflik segalaya?"
"Opini yang bagus, sekarang mati!!!" Seru Shou keras sehingga ia melempar bulan yang begitu besar menuju arah Oskadon dan ia hanya diam lalu mencabut satu helai rambut.
"Aku juga menghargai opini kalian tetapi... Sebagian bangsa yang mengetahui sisi gelap Legenda akan setuju." Oskadon melempar satu helai rambut itu ke arah bukan tersebut sampai menghancurkannya dengan satu sentuhan.
"Dengan satu helai rambut...?!" Shou tercengang ketika melihatnya.
"Ya... Dengan satu helai rambut...!" Oskadon mengayunkan lengan kanannya sampai memutuskan lengan kiri Shou, membuat dirinya tercengang ketika tidak merasakan keberadaannya.
"Aaaagggghhh!!!" Shou berlutut di atas tanah lalu ia mencoba untuk menyerang Oskadon dengan melancarkan beberapa tendangan tetapi Oskadon melebarkan matanya sampai ia menerima serangan pusaran angin.
Pusaran itu menimbulkan lubang-lubang kecil di sekitar tubuhnya bahkan sampai melempar dirinya ke belakang, Shou memuntahkan darah hitam yang begitu banyak melalui mulutnya.
"Shou!" Methode mencoba untuk membantu Shou tetapi Giblis itu terus menghalang dirinya dan mencoba untuk mengubah seluruh tubuhnya menjadi hitam agar bisa merasakan kekuatannya itu.
"Ck...! Apakah mereka sekuat ini...!?" Methode merapatkan giginya lalu menghantam daratan untuk menciptakan gelombang lahar besar yang melempar Giblis itu ke atas langit.
Shuan melihat Oskadon mencoba untuk menyerang dirinya dengan kedipan mata dan helaan nafasnya tetapi Shuan berhasil melarikan diri dengan melepaskan badai besar melalui Golden Neptunus.
Shuan menggendong Kou lalu melarikan diri jauh-jauh, tujuan utamanya hanya bertahan dan melindungi Kou karena ia memiliki nyawa terakhir.
Oskadon muncul tepat di hadapannya, secara refleks Shuan melempar Kou ke belakang dimana terdapat Golden Earth yang menciptakan tanaman untuk menangkapnya dan melindunginya.
"Tidak ada jalan lari, Shiratori Shuan!!!" Oskadon melancarkan dua pukulan dan Shuan langsung menahannya menggunakan kedua cincin dari Saturnus.
Kedua cincin emas itu mulai berubah menjadi warna hitam sampai mengubah kedua lengannya jadi hitam, Shuan merapatkan giginya karena ia merasakan kesakitan yang begitu dahsyat.
"Aagghhhh!!!"
"Kalau begitu, biarkan aku menyediakan kematian yang pelan untukmu, Shuan!" Oskadon menendang wajah Shuan sampai ia terlempar ke belakang dengan setengah wajah yang terkena Corruption.
"Nrrgghhh...!!!" Shuan mencoba untuk mengeluarkan Golden Earth tetapi bumi emas itu berubah bumi hitam yang memunculkan tanaman hitam untuk menjebak dirinya di dalam tanah agar ia bisa mati dengan cara yang menyakitkan.
__ADS_1
"Aaggggggghhhhh!!!" Shuan menjerit keras.
Methode melihat Shou dan Shuan kalah begitu saja oleh Oksadon, kekuatan yang begitu mengerikan bahwa ia sampai tidak bisa menyelamatkan mereka karena Giblis itu.
Oskadon mendekati Shou lalu menarik rambutnya dan menyentuh wajahnya.
"Shou... Kau memanglah hebat, jika saja aku tidak bertemu dengan dirimu maka aku tidak akan memiliki rasa dendam terhadap sihir gerhana bulan itu."
...
...
"SHINING JUSTICE!!!" Terlihat gelombang emas yang di selimuti dengan warna putih meluncur ke arah Oskadon.
Oskadon secara refleks melempar Shou ke arah gelombang cahaya itu sehingga tubuhnya kembali pulih, semua luka dan efek negatif yang ia terima menghilang begitu saja karena gelombang dari Shining Justice.
"Jangan-jangan...!" Oskadon menatap ke depan dan melihat aura emas yang begitu besar bahkan tanah mulai menciptakan berbagai macam tumbuhan emas.
"Shiratori Minami..." Oskadon melihat aura emas itu menghilang dan menampakkan Minami dengan tatapan yang terlihat kesal.
Methode tersenyum serius ketika melihat Minami, "Minami!"
Oskadon tiba-tiba terlempar jauh ke belakang tanpa melihat pergerakan apapun, hanya cahaya emas saja yang meluncur maju ke arahnya dan ia awalnya menyangka sebagai cahaya biasa.
"Groghh...?" Giblis itu berhenti bertarung lalu melihat tuannya yang menerima satu serangan cahaya yang kuat.
Minami menatap Shuan sampai iris matanya mengeluarkan partikel emas yang masuk ke dalam tubuhnya lalu menyembuhkan dirinya secara keseluruhan.
"Ka... Kakak..." Shuan berlutut, merasa lega bahwa kakaknya berhasil mengetahui keberadaan mereka yang sedang kesulitan.
"Aku tahu kau pasti datang... Minami..." Shou tersenyum serius.
Oskadon menatap Minami dengan tatapan serius, "Cahaya yang begitu kuat... Sangat menyilaukan bagi diriku, bagi mereka tidak karena Minami sudah menguasai cahaya apapun..."
"Dia sudah pasti akan menyusahkan bagiku..." Oksadon melompat ke atas lalu melepaskan gelombang kegelapan yang mengandung Corruption Abyssal.
Semua gelombang itu berubah menjadi partikel emas yang masuk ke dalam tanah lalu menumbuhkan tumbuhan emas yang baru, Minami baru saja mengubah sihir Oskadon menjadi bibit emas.
Oskadon tidak melihat keadaan tetapi wajahnya menerima satu cakaran sampai ia terlempar ke belakang dengan wajahnya yang memancarkan cahaya emas.
"Ugghhh...!"
Giblis itu mulai melancarkan beberapa gumpalan kegelapan ke arah Minami yang mampu mengubah apapun menjadi debu tetapi Minami hanya diam lalu menoleh ke belakang.
Tubuhnya yang sekarang telah menjadi cahaya telah kebal ketika menerima serangan itu, semua gumpalan tersebut hanya menembus tubuh Minami dan berubah menjadi bibit besar yang menumbuhkan pohon besar.
Mulut Giblis itu mulai berbusa dan ia segera melompat ke arah Minami tetapi Minami hanya menyentuh wajah Giblis itu dengan jari telunjuknya sampai tubuhnya memancarkan cahaya emas.
"Graaaggggghhhhhh!!!" Giblis itu menjerit keras lalu berubah menjadi burung Pipit emas yang terbang dan mendarat di atas kepala Minami.
"... ..." Minami menatap Oskadon.
"Kau berurusan dengan keluargaku maka..."
"...kau harus berurusan dengan tanaman dan peliharaan ku terlebih dahulu." Mata Minami memancarkan cahaya emas.
"Hohhh... Jadi ini hasilnya..."
__ADS_1